Ringkasan Materi Sejarah Indonesia Kelas 12 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka

Ringkasan Materi Sejarah Indonesia Kelas 12 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka – Belajar tentang sejarah Indonesia akan lebih mudah jika menggunakan ringkasan.

Belajar menggunakan ringkasan akan membuat kamu menghemat banyak waktu, karena kamu bisa belajar yang penting-penting saja.

Mamikos sudah menyiapkan materi sejarah Indonesia kelas 12 yang harus kamu pahami dan pelajari, jadi simak sampai selesai ya.

Pemberontakan Dalam Negeri

Pixabay/@mufidpwt

Kisah pemberontakan dalam negeri merupakan salah satu materi sejarah Indonesia kelas 12 yang menyoroti berbagai peristiwa pemberontakan yang terjadi di dalam negeri setelah kemerdekaan Indonesia. 

Beberapa pemberontakan dalam negeri yang harus kamu pelajari antara lain:

Pemberontakan DI/TII 

  • Pemberontakan ini pecah setelah kemerdekaan, yakni di tahun 1948-1962 di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
  • Berusaha mendirikan negara Islam di Indonesia berdasarkan syariat Islam.
  • Ditekan oleh pemerintah Indonesia dengan menggunakan kekuatan militer, dan akhirnya berhasil dipadamkan.

Pemberontakan PRRI/Permesta

  • Kepanjangan dari Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia/Pemerintah Darurat Republik Indonesia
  • Memperjuangkan otonomi daerah yang lebih besar
  • Ditekan oleh pemerintah Indonesia dengan menggunakan militer dan berhasil dipadamkan.

Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)

  • Terjadi pada tahun 1950-1963 di wilayah Maluku.
  • Merupakan reaksi terhadap integrasi Maluku ke dalam Republik Indonesia pasca-kemerdekaan.

Pemberontakan G30S/PKI (Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia)

  • Terjadi pada tahun 1965 di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia.
  • Disebut juga sebagai Gerakan 30 September yang diikuti oleh kudeta militer dan pembunuhan sejumlah jenderal Angkatan Darat.
  • Dipicu oleh ketegangan politik antara militer dan Partai Komunis Indonesia (PKI).
  • Menyebabkan pecahnya peristiwa Gerakan 1 Oktober yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Suharto dan memicu pembersihan PKI dan simpatisannya di seluruh Indonesia.

Indonesia Masa Orde Baru Hingga Reformasi

Perjalanan masa Orde Baru hingga Reformasi juga merupakan materi sejarah Indonesia kelas 12 yang mencakup periode pemerintahan Presiden Soeharto hingga jatuhnya rezimnya dan lahirnya era Reformasi. 

Berikut adalah ringkasan materi sejarah Indonesia kelas 12 dari sub bab tersebut:

Konsolidasi Kekuasaan Soeharto (1966-1975)

  • Setelah terjadinya Gerakan 30 September dan G30S/PKI pada tahun 1965, Soeharto mengambil alih kekuasaan dan memulai periode Orde Baru.
  • Pemerintahannya ditandai dengan stabilisasi politik dan ekonomi, dengan fokus pada pembangunan nasional.
  • Soeharto memperkenalkan konsep Pembangunan Ekonomi Lima Tahun (PELITA) untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Era Pembangunan Ekonomi (1975-1990)

  • Program industrialisasi dan modernisasi pertanian diluncurkan untuk meningkatkan produksi dan mengurangi kemiskinan.
  • Pada saat yang sama, pemerintah menerapkan kebijakan politik yang otoriter dan otoritarian, dengan menekan oposisi politik dan pembatasan kebebasan sipil.

Krisis Keuangan dan Pemilihan Umum 1997-1998

  • Krisis keuangan Asia pada tahun 1997 menyebabkan keruntuhan ekonomi di Indonesia.
  • Ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi dan politik rezim Soeharto semakin meningkat di kalangan rakyat.
  • Rakyat banyak yang mengkritik Soeharto, demo besar-besaran terjadi. Bahkan banyak toko yang dijarah saat tragedi tersebut.
  • Soeharto dipaksa mundur dari jabatan, lalu  beliau mendeklarasikan kemundurannya

Era Reformasi (1998-sekarang)

  • Jatuhnya Soeharto membuka pintu bagi era Reformasi di Indonesia.
  • Pemilihan umum diadakan pada tahun 1999
  • Berbagai reformasi politik, ekonomi, dan sosial dilakukan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keadilan di negara tersebut.
  • Meskipun demikian, periode Reformasi juga disertai dengan tantangan, seperti korupsi yang masih merajalela, konflik horizontal, dan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata.

Indonesia Awal kemerdekaan sebagai Negara Terpimpin 

Salah satu materi sejarah Indonesia kelas 12 adalah menceritakan tentang awal kemerdekaan negara Indonesia. 

Pada awal kemerdekaannya, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga kedaulatan dan kemerdekaannya. Berikut adalah penjelasannya.

Awal Kemerdekaan Indonesia

Presiden pertama Indonesia, Soekarno, memainkan peran sentral dalam menjaga stabilitas dan mempromosikan kemerdekaan negaranya di tingkat internasional. 

Indonesia aktif dalam berbagai forum internasional seperti Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok. 

Sebagai negara terpimpin, Indonesia berusaha menjadi mediator dalam konflik antarbangsa, memperjuangkan dekolonisasi, dan mempromosikan solidaritas di antara negara-negara berkembang. 

Peran Indonesia sebagai negara terpimpin tidak hanya membantu mempertahankan kemerdekaan nasional, tetapi juga membentuk identitas nasional yang kuat yang didasarkan pada semangat perjuangan, kemandirian, dan solidaritas internasional. 

Melalui peran ini, Indonesia mengukuhkan posisinya di dunia sebagai salah satu aktor penting dalam tatanan geopolitik regional dan global, serta memperkuat fondasi identitas nasional yang kokoh.

Deklarasi Politik

  • Indonesia menerapkan kebijakan luar negeri yang aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menjadi negara terpimpin.
  • Soekarno, sebagai Presiden pertama, memainkan peran penting dalam membawa Indonesia ke dalam peran tersebut, termasuk dalam Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok.

Peran Indonesia sebagai Negara Terpimpin

  • Sebagai negara terpimpin, Indonesia berusaha untuk menjadi mediator dalam konflik antarbangsa, memperjuangkan dekolonisasi, dan memperjuangkan hak-hak bangsa-bangsa yang masih dijajah.
  • Indonesia juga aktif dalam mempromosikan solidaritas di antara negara-negara berkembang dan memperjuangkan prinsip-prinsip kemerdekaan, kedaulatan nasional, dan non-intervensi.

Peran Bangsa Indonesia Untuk Perdamaian Dunia

Berikut ini adalah beberapa peran Indonesia untuk mewujudkan perdamaian dunia yang kamu harus tahu.

Diplomasi Aktif (1955 – Sekarang)

Sejak Konferensi Asia-Afrika pada April 1955 di Bandung, Indonesia telah aktif dalam diplomasi internasional untuk mempromosikan perdamaian dunia. 

Isu utama yang diperjuangkan adalah anti-kolonialisme, anti-imperialisme, dan perdamaian dunia.

Kontribusi dalam Gerakan Non-Blok (1961 – Sekarang)

Pada Konferensi Beograd tahun 1961, Indonesia bersama dengan negara-negara lain mendirikan Gerakan Non-Blok. 

Isu-isu utama dalam gerakan ini adalah penyelesaian damai sengketa internasional, penolakan terhadap penggunaan kekuatan, dan penghormatan terhadap kedaulatan nasional.

Mediasi Konflik Regional (1970-an – Sekarang)

Indonesia telah terlibat dalam mediasi dan penyelesaian konflik regional, terutama di Asia Tenggara. 

Pada 1975, Indonesia menjadi mediator dalam konflik antara Vietnam dan Kamboja. Isu utama adalah upaya untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Komitmen terhadap Keadilan dan Kesetaraan (Sekarang)

Indonesia secara konsisten memperjuangkan prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan, dan kedaulatan nasional di forum internasional. 

Isu-isu utama yang diperjuangkan termasuk penyelesaian damai sengketa internasional dan penolakan terhadap tindakan kekerasan serta intervensi asing.

Identitas Nasional dan Kontribusi Internasional (Sekarang)

Peran Indonesia dalam mempromosikan perdamaian dunia mencerminkan komitmen negara tersebut dan merupakan bagian integral dari identitas nasional. 

Isu-isu yang diperjuangkan memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang berperan aktif dalam menjaga stabilitas global dan mempromosikan perdamaian di dunia.

Keterlibatan dalam Operasi Pemeliharaan Perdamaian PBB (Tahun 1957 – Sekarang)

Indonesia\berkontribusi dalam misi-misi pemeliharaan perdamaian PBB. Mulai dari operasi-operasi perdamaian di Kongo, Timur Tengah, hingga operasi di Timor Leste. 

Keterlibatan Indonesia dalam misi-misi ini menunjukkan komitmennya terhadap perdamaian dunia dan kemanusiaan internasional.

Peran sebagai Penghubung Antarbangsa (Tahun 1960-an – Sekarang)

Indonesia telah memainkan peran penting sebagai mediator dan penghubung dalam penyelesaian konflik antara negara-negara lain. 

Salah satunya adalah peran sebagai mediator dalam konflik antara India dan Pakistan di Kashmir pada tahun 1960-an. 

Partisipasi dalam Penyelesaian Konflik Sengketa Laut China Selatan (Tahun 2010-an – Sekarang)

Sebagai negara maritim, Indonesia memainkan peran penting dalam penyelesaian konflik sengketa di Laut China Selatan. 

Negara ini telah menjadi mediator dan pendukung bagi penyelesaian yang berbasis hukum internasional dan menjaga perdamaian di kawasan tersebut.

Kontribusi dalam Pemberantasan Terorisme Global (Tahun 2000-an – Sekarang)

Indonesia telah aktif dalam upaya global untuk memerangi terorisme. 

Negara ini bekerja sama dengan negara-negara lain dan lembaga-lembaga internasional untuk memerangi ancaman terorisme yang dapat mengganggu perdamaian dunia.

Prestasi IPTEK Indonesia di Era Kemerdekaan

Dalam materi sejarah Indonesia kelas 12 ada juga beberapa prestasi IPTEK Indonesia yang harus dipelajari, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Pembentukan Lembaga-Lembaga Riset

Pasca-kemerdekaan, Indonesia aktif membangun infrastruktur penelitian dan pengembangan iptek, contohnya adalah LIPI.

LIPI memiliki peran kunci dalam memajukan riset ilmiah di berbagai bidang, seperti sains, teknologi, dan budaya.

2. Pengembangan Sumber Daya Alam

Indonesia memiliki potensi besar dalam sumber daya alam yang menjadi fokus pengembangan iptek pada masa itu. 

Pada tahun 1968, Indonesia berhasil menemukan cadangan minyak dan gas alam yang besar di lepas pantai Cepu, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai Lapangan Minyak Cepu. 

3. Pengembangan Pendidikan dan Penelitian

Pemerintah Indonesia juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan tinggi dan penelitian ilmiah. 

Pada tahun 1954, Institut Teknologi Bandung (ITB) didirikan sebagai perguruan tinggi pertama yang menawarkan program-program teknik dan sains di Indonesia. 

ITB menjadi pusat pendidikan dan penelitian yang penting dalam memajukan iptek di Indonesia.

4. Pencapaian dalam Pertanian

Di bidang pertanian, Indonesia berhasil mencapai kemajuan signifikan dalam peningkatan produksi padi melalui program-program penelitian dan pengembangan varietas unggul padi. 

Salah satu pencapaian terkenal adalah pengembangan varietas padi IR-8 oleh seorang ilmuwan Indonesia, Dr. Rudy Soetadi, pada tahun 1962, yang kemudian dikenal sebagai “Padi Ajaib” karena kemampuannya meningkatkan hasil panen.

5. Kontribusi dalam Bidang Kesehatan

Pada tahun 1970-an, Indonesia berhasil mencapai pencapaian besar dalam pengembangan vaksin untuk mencegah penyakit polio.

Vaksin tersebut, yang dikenal sebagai vaksin polio oral (VPO), dikembangkan oleh tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menjadi salah satu kontribusi Indonesia dalam upaya global untuk menghapuskan polio.

Penutup

Itulah beberapa materi sejarah Indonesia kelas 12 yang harus kamu pelajari.  Jangan lupa untuk memahami setiap konteks yang ada ya.

Dalam belajar sejarah, kamu tidak perlu menghafalkan tahun dan nama, kamu cukup menghafalkan dan memahami konteks dari mengapa sejarah tersebut diceritakan kembali.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta