Ringkasan Sejarah Kerajaan Mataram Kuno, Nama raja, Masa Kejayaan, Hingga Keruntuhan

Ringkasan Sejarah Kerajaan Mataram Kuno, Nama raja, Masa Kejayaan, Hingga Keruntuhan – Di hamparan sejarah Nusantara, Kerajaan Mataram Kuno menjulang sebagai salah satu kejayaan yang mengukir namanya dalam bukti-bukti megah sejarah. 

Dengan deretan raja yang mencorakkan masa keemasannya, kerajaan ini memainkan peran penting dalam membentuk identitas budaya dan politik di pulau Jawa.

Yuk, simak ringkasan sejarah Kerajaan Mataram Kuno yang telah Mamikos rangkum berikut ini!

Kerajaan Mataram Kuno

Kompas.com

Kerajaan Mataram Kuno merupakan salah satu kerajaan yang berpengaruh di pulau Jawa pada masa lampau.

Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-8 hingga ke-10 Masehi dan terkenal dengan kebudayaan Hindu-Buddhanya. 

Mataram Kuno memiliki dua periode penting, yaitu Mataram Hindu yang berkembang di bawah pemerintahan Wangsa Syailendra dan Mataram Buddha yang kemudian muncul di bawah Wangsa Sanjaya.

Pada masa puncak kejayaannya, Mataram Kuno dikenal sebagai pusat kebudayaan dan pusat perdagangan di wilayah Nusantara.

Kerajaan ini memiliki hubungan perdagangan yang erat dengan India dan Tiongkok, yang memengaruhi perkembangan kerajaan dalam bidang kebudayaan, seni, dan agama di wilayah tersebut.

Salah satu ciri khas Mataram Kuno adalah kompleks candi yang megah, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, yang hingga kini menjadi warisan budaya yang luar biasa.

Mataram Kuno juga dikenal karena sistem pemerintahannya yang terorganisir dan hierarkis, dengan raja sebagai pemimpin tertinggi yang dianggap sebagai titisan dewa. 

Pada masa Mataram Hindu, terdapat sistem kepercayaan Hindu yang tercermin dalam seni, arsitektur, dan upacara keagamaan. Sementara pada periode Mataram Buddha, pengaruh agama Buddha lebih dominan.

Namun, keberlanjutan kejayaan Mataram Kuno tidak terlepas dari tantangan dan konflik, terutama terkait dengan persaingan kekuasaan di antara keluarga kerajaan dan pengaruh dari luar. 

Akhirnya, kerajaan ini mengalami kemunduran seiring berjalannya waktu, dan pusat kekuasaan beralih ke kerajaan-kerajaan lain di pulau Jawa.

Meskipun begitu, warisan kebudayaan dan sejarah Mataram Kuno tetap menjadi bagian penting dalam identitas budaya Indonesia.

Nama-nama Raja di Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno memiliki sejumlah raja yang memimpin selama periode yang berbeda. Namun, catatan sejarah kuno seringkali tidak lengkap, dan beberapa nama raja mungkin tidak dapat dipastikan.

Beberapa raja terkenal dari Kerajaan Mataram Kuno yang dapat dicantumkan antara lain:

  1. Sanjaya
  2. Rakai Panangkaran
  3. Rakai Warak
  4. Dyah Balitung
  5. Dyah Tulodong
  6. Dyah Wawa
  7. Rakai Pikatan
  8. Rakai Kayuwangi
  9. Rakai Watukura Dyah Balitung Sri Isanotsya Maharaja Dyah Wawa Rakai Pikatan Pangkaja Dipanegara
  10. Sri Maharaja Sri Isanasya

Perlu diingat bahwa sejumlah nama ini mungkin disebutkan dalam prasasti-prasasti kuno dan literatur sejarah, tetapi terkadang informasi tersebut bersifat fragmentaris.

Selain itu, beberapa periode pemerintahan atau nama raja mungkin tidak terdokumentasikan dengan baik. 

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno merupakan bagian integral dari sejarah Indonesia dan Nusantara, dan penelitian lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Masa Kejayaan Kerajaan Mataram Kuno

Masa kejayaan Kerajaan Mataram Kuno, yang terjadi pada abad ke-8 hingga ke-10 Masehi, mencerminkan puncak prestasi budaya, seni, dan peradaban di wilayah Nusantara.

Pada periode ini, Mataram Kuno menjadi salah satu pusat kebudayaan yang sangat berpengaruh di Asia Tenggara. 

Kebudayaan Hindu-Buddha berkembang pesat di kerajaan ini, tercermin dalam kemegahan arsitektur candi dan monumen yang hingga kini menjadi ciri khas warisan budaya Indonesia.

Salah satu pencapaian monumental pada masa kejayaan ini adalah pembangunan Candi Borobudur, kuil Buddha terbesar di dunia, yang menjadi simbol kebesaran seni dan spiritualitas pada masanya. 

Selain itu, Candi Prambanan, yang merupakan kompleks candi Hindu dengan arsitektur yang luar biasa, juga dibangun selama periode kejayaan Mataram Kuno.

Mataram Kuno bukan hanya pusat keagamaan dan budaya, tetapi juga menjadi pusat perdagangan yang penting di kawasan tersebut. 

Hubungan perdagangan yang erat dengan India dan Tiongkok memperkaya kehidupan ekonomi masyarakat Mataram, dan pengaruh budaya dari kedua negara tersebut dapat ditemukan dalam seni, kerajinan, dan bahasa.

Kerajaan ini diperintah oleh sejumlah raja yang cakap dan bijaksana, seperti Rakai Panangkaran, Dyah Balitung, dan Rakai Pikatan, yang mendukung perkembangan seni dan ilmu pengetahuan. 

Kecemerlangan Mataram Kuno pada masa kejayaannya menciptakan fondasi penting dalam sejarah dan kebudayaan Indonesia, yang terus memberikan inspirasi dan kekayaan budaya bagi generasi-generasi berikutnya.

Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno 

Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno merupakan babak yang kompleks dalam sejarah Indonesia yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Seiring berjalannya waktu, kerajaan ini mengalami penurunan kejayaan dan akhirnya runtuh. 

Salah satu faktor yang turut berkontribusi terhadap runtuhnya Mataram Kuno adalah serangkaian persaingan kekuasaan internal di antara keluarga kerajaan.

Perebutan kekuasaan dan konflik suksesi mengakibatkan fragmentasi dan lemahnya pemerintahan, yang menjadi celah bagi keruntuhan kerajaan.

Selain itu, pengaruh dari luar, termasuk serangan dari kerajaan-kerajaan tetangga dan invasi dari luar Nusantara, juga berkontribusi pada runtuhnya Mataram Kuno.

Serangan dari kerajaan-kerajaan seperti Sriwijaya dan Chola dari India Selatan dapat dianggap sebagai faktor pendorong yang mempercepat kemunduran kerajaan ini.

Perubahan dalam perekonomian dan perdagangan juga berperan dalam runtuhnya Mataram Kuno.

Perubahan jalur perdagangan dan penurunan kegiatan ekonomi dapat melemahkan struktur ekonomi kerajaan, menyebabkan ketidakstabilan dan ketidakpastian dalam pengelolaan keuangan kerajaan.

Faktor terakhir yang dapat disebutkan adalah perubahan kebudayaan dan agama. Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan Hindu-Buddha yang dominan mulai bergeser dan beralih ke kebudayaan Islam.

Perubahan ini dapat memengaruhi struktur sosial dan politik kerajaan, menyebabkan pergeseran kekuatan dan loyalitas.

Dengan kombinasi dari faktor-faktor ini, Kerajaan Mataram Kuno mengalami masa kemunduran dan akhirnya runtuh, meninggalkan warisan budaya yang tetap menjadi bagian integral dari sejarah Nusantara. 

Meskipun Mataram Kuno runtuh, kebudayaan dan peninggalan sejarahnya tetap menjadi penanda bersejarah yang kaya dan penting dalam memahami perkembangan dan keragaman Indonesia.

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, yang mencakup periode dari abad ke-8 hingga ke-10 Masehi, terdiri dari berbagai struktur arkeologis, prasasti, dan benda-benda bersejarah yang memberikan wawasan tentang kehidupan, kebudayaan, dan agama pada masa tersebut.

Beberapa peninggalan utama Kerajaan Mataram Kuno meliputi:

1. Candi Borobudur

Sebagai monumen Buddha terbesar di dunia, Candi Borobudur adalah mahakarya arsitektur dan seni rupa pada masa Mataram Kuno.

Dibangun oleh dinasti Syailendra, candi ini memiliki relief-relief yang menggambarkan kisah-kisah Buddha dan ajaran-ajaran filsafatnya.

2. Candi Prambanan

Candi Hindu ini adalah kompleks candi terbesar di Indonesia, didedikasikan untuk tiga dewa utama Hindu: Brahma, Vishnu, dan Shiva.

Struktur kompleks candi ini menjadi saksi kemegahan seni rupa Hindu pada masa Mataram Kuno.

3. Candi Mendut dan Candi Pawon

Dua candi ini terletak berdekatan dengan Candi Borobudur dan memiliki hubungan sejarah.

Candi Mendut berfungsi sebagai tempat penyimpanan arca Buddha, sementara Candi Pawon diyakini sebagai tempat penyimpanan relik Buddha.

4. Kompleks Candi Kalasan dan Candi Sari

Keduanya merupakan kompleks candi Buddha yang mencerminkan pengaruh seni Gupta dari India. Candi Sari, sebagai contoh, diyakini sebagai tempat pertemuan biksu-biksu.

5. Prasasti-prasasti

Prasasti-prasasti seperti Prasasti Karangtengah dan Prasasti Sojomerto memberikan informasi tentang sejarah, pemerintahan, dan kegiatan keagamaan pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

6. Seni Rupa Relief

Relief-relief yang terukir di dinding candi memberikan gambaran kehidupan masyarakat, kegiatan keagamaan, dan kisah epik pada masa itu.

7. Artefak Keramik

Artefak-artefak keramik yang ditemukan di situs-situs arkeologi memberikan gambaran tentang kehidupan sehari-hari, perdagangan, dan kemajuan kerajinan tangan pada masa Mataram Kuno.

Peninggalan-peninggalan ini, bersama dengan situs-situs arkeologi lainnya, menciptakan gambaran yang kaya dan lengkap tentang kejayaan dan kehidupan masyarakat pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Budaya Zaman Kerajaan Mataram Kuno

Budaya pada zaman Kerajaan Mataram Kuno, terutama pada abad ke-8 hingga ke-10 Masehi, mencerminkan perpaduan yang kaya antara pengaruh Hindu-Buddha dan unsur-unsur lokal Nusantara.

Berikut adalah beberapa aspek budaya yang mencirikan periode tersebut:

1. Agama Hindu-Buddha

Kedua agama ini memiliki pengaruh yang signifikan dalam kehidupan masyarakat Mataram Kuno. 

Peninggalan-peninggalan seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan menunjukkan keberagaman kepercayaan agama di kerajaan ini.

Praktik-praktik keagamaan melibatkan pemujaan terhadap dewa-dewi Hindu dan Buddha.

2. Seni dan Arsitektur

Kecemerlangan seni dan arsitektur tercermin dalam megahnya candi-candi yang dibangun pada masa itu. Relief-relief yang menghiasi dinding candi menggambarkan cerita epik, ajaran agama, dan kehidupan sehari-hari. 

Seni ukir dan patung-patung yang dihasilkan juga menjadi manifestasi kemampuan seni rupa yang tinggi.

3. Bahasa dan Sastra

Bahasa Kawi, yang merupakan varian dari bahasa Sanskerta, digunakan dalam prasasti-prasasti dan karya sastra pada masa Mataram Kuno.

Karya sastra seperti Kakawin Ramayana dan Kakawin Bharatayuddha mencerminkan pengaruh epik Hindu dan budaya sastra India.

4. Sistem Pemerintahan dan Kehidupan Sosial

Kerajaan Mataram Kuno memiliki sistem pemerintahan yang terorganisir dengan raja sebagai pemimpin tertinggi.

Masyarakatnya terbagi dalam kasta-kasta yang mencerminkan struktur sosial yang diilhami oleh sistem kasta Hindu.

5. Pendidikan dan Pengetahuan

Peninggalan seperti prasasti-prasasti dan ukiran relief menunjukkan adanya pendidikan dan pengetahuan yang berkembang pada masa itu.

Kepintaran dan pengetahuan tentang astronomi, matematika, dan sastra tampak dalam karya-karya dan penemuan pada zaman tersebut.

6. Pertanian dan Ekonomi

Mata pencaharian utama masyarakat Mataram Kuno adalah pertanian. Sistem irigasi dan pengelolaan sumber daya air menjadi bagian integral dari kehidupan agraris mereka.

Selain itu, kerajaan ini juga terlibat dalam kegiatan perdagangan, khususnya dalam hubungan dengan India dan Tiongkok.

7. Pakaian dan Perhiasan

Pakaian dan perhiasan masyarakat pada masa itu mencerminkan status sosial dan kekayaan. Ornamen-ornamen seperti gelang, kalung, dan mahkota digunakan sebagai simbol kebesaran dan status.

8. Sistem Irigasi dan Pertanian

Masyarakat Mataram Kuno mengembangkan sistem irigasi yang canggih untuk mendukung kehidupan pertanian mereka. 

Sistem ini mencakup penggunaan saluran air dan bendungan untuk mengatur aliran air ke sawah-sawah, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mendukung ketahanan pangan.

9. Upacara Keagamaan dan Tradisi Ritual

Upacara keagamaan dan ritual memiliki peran penting dalam budaya Mataram Kuno.

Candi-candi menjadi tempat utama untuk melaksanakan ritual keagamaan, termasuk pemujaan terhadap dewa-dewi, persembahan, dan upacara keagamaan lainnya. 

Tradisi ini mencerminkan keseimbangan antara spiritualitas dan kehidupan sehari-hari.

10. Seni Pertunjukan

Masyarakat Mataram Kuno mengembangkan seni pertunjukan seperti tari, wayang, dan musik gamelan.

Seni pertunjukan ini sering kali digunakan sebagai sarana ekspresi budaya, penyampaian cerita epik, atau sebagai bagian dari upacara keagamaan. 

Seni pertunjukan menjadi bentuk hiburan dan sarana pendidikan masyarakat pada masa itu.

11. Kerajinan Tangan

Kemahiran dalam kerajinan tangan juga mencirikan budaya Mataram Kuno. Pengrajin lokal menghasilkan berbagai barang, termasuk kain tradisional, ukiran kayu, dan barang-barang perhiasan.

Keterampilan ini diturunkan dari generasi ke generasi dan mencerminkan keindahan seni dan keahlian mereka.

12. Pemakaman dan Warisan Kematian

Budaya pemakaman pada masa Mataram Kuno tercermin dalam kompleks-kompleks makam dan situs pemakaman yang ditemukan di berbagai lokasi. 

Pemakaman sering kali mencerminkan kepercayaan akan kehidupan setelah mati dan memberikan pandangan tentang bagaimana masyarakat menghargai leluhur mereka.

Sejarah kerajaan mataram kuno memang unik, ya!

Budaya pada zaman Kerajaan Mataram Kuno menunjukkan keberagaman dan integrasi antara unsur-unsur Hindu-Buddha dan lokal Nusantara, menciptakan periode keemasan dalam sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Penutup

Jejak-jejak kerajaan ini, meskipun sudah lama lenyap, mengajarkan untuk menghargai warisan budaya dan kebijaksanaan penguasa. Semoga artikel tentang ringkasan sejarah Mataram Kuno tadi bermanfaat ya!

Jangan lupa untuk membaca artikel Mamikos yang lainnya agar kamu tidak ketinggalan referensi belajar. 


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta