20 Saham yang Bagus untuk Investasi Jangka Panjang yang Menguntungkan
Ingin tahu apa saja saham yang bagus untuk investasi jangka panjang? 🤑 Simak referensinya berikut ini. 💰
Rekomendasi Saham Bagus Jangka Panjang Sektor Teknologi
Saham di sektor energi ternyata juga mempunyai prospek panjang, apalagi saat ini ada banyak hal yang sudah serba digital. Cakupan saham sektor teknologi meliputi bidang e-commerce, pembayaran digital, startup tech, cloud, dan sebagainya.
Sebelum memilih saham, pertimbangan pertumbuhan pengguna (user), efisiensi biaya perusahaan, dan revenue bisa jadi alasan sebelum membeli.
Saham sektor teknologi dapat mengalami kenaikan saat ada tren digitalisasi, inovasi produk yang dilakukan perusahaan, serta investor asing yang masuk ke perusahaan.
Namun, penurunan saham di sektor teknologi juga bisa terjadi saat perusahaan mengalami kerugian besar, adanya isu PHK massal, regulasi pemerintah yang terlalu ketat sehingga menghambat ekspansi perusahaan, serta adanya bubble tech.
Jenis saham yang dapat dipertimbangkan untuk dipilih untuk sektor teknologi adalah:
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
- PT Elang Mahkota Tbk (EMTK)
Rekomendasi Saham Bagus Jangka Panjang Sektor Transportasi dan Logistik
Masih ada rekomendasi saham dari sektor transportasi dan logistik yang bisa kamu pilih. Di sektor tersebut, cakupannya adalah bidang pelayaran, penerbangan, dan logistik darat.
Ingin investasi di sektor tersebut? Pahami fundamental seperti volume kargo, laba operasional perusahaan, dan jumlah penumpang (jika ada).
Saham di sektor transportasi dan logistik dapat naik saat mobilitas masyarakat meningkat. Sebaliknya, harga akan turun saat harga BBM naik, terjadi pembatasan perjalanan, kasus pandemi, dan kebijakan lain yang sifatnya merugikan.
Jenis saham yang direkomendasikan jangka panjang sektor transportasi dan logistik adalah:
- PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)
- PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA)
Rekomendasi Saham Bagus Jangka Panjang Sektor Barang Baku
Jika tertarik berinvestasi di sektor barang baku, misalnya pupuk, semen, bahan, dan kimia. Fundamental perusahaan yang dapat kamu pertimbangkan misalnya peluang ekspor, biaya bahan baku, serta adanya permintaan konstruksi.
Saham di sektor barang baku dapat naik saat ada peningkatan permintaan ekspor dan proyek-proyek di bidang infrastruktur. Sedangkan harganya akan turun saat permintaan pasar rendah dan adanya kenaikan harga bahan baku.
Rekomendasi saham sektor barang baku adalah:
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
- PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
Kesalahan-Kesalahan Saat Investasi Saham Jangka Panjang
Saat berinvestasi pada saham secara jangka panjang, seringkali investor membuat kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Kesalahan tersebut antara lain:
1. Tidak Melakukan Analisis Fundamental Sebelum Memilih Saham
Analisis fundamental atau evaluasi terhadap suatu saham yang dilakukan dengan melihat kondisi internal dan eksternal perusahaan.
Misalnya saja kondisi internal perusahaan meliputi manajemen, kinerja, hingga keuangan perusahaan. Sedangkan kondisi eksternal perusahaan meliputi kebijakan pemerintah, tren industri, persaingan usaha, serta kondisi ekonomi secara makro,.
Mengetahui fundamental perusahaan bisa membuatmu lebih yakin dengan harga pembelian saham tetap di harga wajar. Artinya, tidak terlalu mahal (overvalue). Jika ada saham yang terlalu murah (undervalue), kamu berpeluang untuk bisa memperoleh keuntungan investasi di masa depan.
2. Tujuan Investasi Tidak Jelas
Tentukan terlebih dahulu tujuan investasi, seperti mengumpulkan dana agar bisa bebas finansial di masa tua, mengumpulkan dana pendidikan sampai kuliah, atau sekadar liburan di luar negeri.
Semua tujuan tersebut bisa membuatmu tetap konsisten berinvestasi dan tidak mudah terpengaruh kondisi pasar modal.
3. Terlalu Banyak Memilih Saham
Jika kamu mempunyai banyak saham, kemungkinan kamu akan kurang fokus pada emiten saham yang dipilih.
Selain itu, portofoliomu akan lebih lama tumbuh dibandingkan memilih sedikit saham yang sudah jelas memiliki prospek cerah.
Sebaiknya hindari berinvestasi pada saham murah tapi kinerja perusahaannya belum jelas dan sering mengalami kerugian.
Halaman:

