9 Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat Demi Menjalani Hidup yang Baik Ringkasan dari Buku Mark Manson

9 Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat Demi Menjalani Hidup yang Baik, Ringkasan dari Buku Mark Manson – Pernah mendengar sebuah judul buku, sebuah seni untuk bersikap bodo amat? Jika pernah, maka kamu pasti tidak asing dengan sampul bukunya yang berwarna oranye. Buku tersebut ditulis oleh Mark Manson, dimana di dalamnya merangkum tips bersikap masa bodo.

Buku ini merangkum 9 bab yang akan menuntun kamu berlaku masa bodo terhadap beberapa hal dalam kehidupan. Karena terkadang bersikap terlalu peduli ternyata tidak baik juga terhadap kesehatan mental dan kualitas kehidupan pribadi.

9 Seni Dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

muhaemin-af.com

Masih banyak orang terlampau peduli dan terlalu memikirkan urusan di luar dirinya demi mendapatkan nilai baik, sementara lupa terhadap keharusan mendamaikan diri sendiri. Jika penasaran, kami rangkum kesembilan bab dari buku berikut.

1. Jangan Berusaha

Contoh sikap pertama dari implementasi sebuah seni untuk bersikap bodo amat adalah menanamkan prinsip untuk tidak berusaha. Jangan dulu ambil kesimpulan, namun baca sampai selesai kisah singkat Charles Bukowski, seorang penyair dan novelis asal Amerika.

Menjadi penulis adalah cita-citanya, namun Bukowski harus dihadapkan pada perjalanan karier ditolak berkali-kali oleh penerbit. Penolakan tersebut pada akhirnya membuat ia depresi hingga candu terhadap konsumsi alkohol, bermain judi, dan menggunakan narkoba.

Sampai akhirnya seorang Editor dari penerbit kecil menyimpan ketertarikan pada Bukowski sampai akhirnya mengantarkan ia menjadi seorang penyair dan novelis besar. Kaitannya dengan sebuah seni untuk bersikap bodo amat dimulai dari batu nisan sang penyair.

Di sana tertulis untuk “Jangan Berusaha”, dalam artian jangan berusaha mengubah karakter diri sendiri. Jangan berusaha berbohong atas segala proses, namun jujurlah seperti layaknya Bukowski yang tidak melupakan masa lalunya dan tidak berubah meskipun sudah menjadi terkenal.

2. Kebahagiaan adalah Masalah

Siapa tidak tahu sosok Buddha yang mendunia akibat penyerahan dirinya pada Tuhan? Jika melirik sejarah ke belakang, ternyata Buddha adalah seorang pangeran yang menerima cinta begitu besar dari sang Ayah. 

Saking cintanya, sang Ayah yang berarti seorang raja membangun benteng tinggi agar anaknya tidak mengenal kekejaman dunia luar. Tumbuh dengan gelimang kenikmatan dan kekayaan, sang anak menjadi pribadi congkak.

Sampai akhirnya pada satu waktu, anak tersebut mengetahui dunia luar dan mulai merasa bahwa kebahagiaan itu masalah. Ia sampai lari dari kerajaan demi merasakan pahitnya dunia luar. Perjalanan Buddha begitu panjang sampai akhirnya filosofinya tersebar luas.

Pasti masih sedikit orang belum tahu bahwa ternyata Buddha berasal dari keluarga kerajaan yang mengalami penderitaan karena kebahagiaan berlebih sebelumnya. Sebenarnya kebahagiaan maupun kesedihan akan terasa menyakitkan ketika manusia tidak punya tujuan.

3. Kamu Tidak Istimewa

Jika kamu merasa kamu paling istimewa, maka simak dulu ringkasan bab berikutnya dari buku sebuah seni untuk bersikap bodo amat ini. Dalam bukunya, Manson menceritakan seorang bernama Jimmy, pembual kelas kakap yang banyak menipu ribuan orang karena ucapannya.

Jimmy adalah pribadi angkuh, selalu membanggakan diri sendiri bahkan tidak malu bila dirinya menipu banyak orang lain. Seperti sudah tertanam di dalam otaknya bahwa dia adalah sosok hebat dan selalu merendahkan orang lain jika tidak terpengaruh bualannya.

Seperti sekarang ini juga masih banyak ditemukan orang membual dan mempengaruhi banyak orang tentang kisah suksesnya. Padahal, sejatinya orang sukses tidak butuh menceritakan kisahnya hanya untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Mark berpendapat bahwa semakin banyak orang mengiming-imingi orang lain dengan kisah kesuksesan sendiri, maka terlahirlah Jimmy-Jimmy berikutnya. Jimmy yang merasa dirinya adalah Bill Gates, padahal tidak lain adalah seorang pembual belaka.

Poinnya, keistimewaan diri itu bukan hanya dinilai oleh diri sendiri, namun harus mempertimbangkan manfaat sejati untuk sekitar juga. Jangan seperti Jimmy, bersikap arogan bukanlah implementasi dari sebuah seni untuk bersikap bodo amat sesungguhnya.

4. Nilai Penderitaan

Dalam ringkasan singkat buku Mark Manson berikutnya, kamu akan menemukan poin ini untuk memahami makna penderitaan dari segala sesuatu. Contoh kali ini datang dari seorang Letnan legendaris asal Jepang, yakni Letnan Onoda.

Kala itu Onoda memimpin tentara Jepang pada perang dunia 2 sampai akhirnya ia dan pasukannya bersembunyi di dalam hutan lubang. Saking taatnya pada perintah untuk tidak menyerah, ketika beredar selebaran perang usai, Onoda dan pasukan memilih tetap di hutan.

Sebuah seni untuk bersikap bodo amat yang dilakukan oleh Onoda adalah pilihan seorang prajurit. Selama 30 tahun bertahan hidup di hutan dan tetap waspada menjadi pilihannya, meskipun penderitaan ditanggung, kabarnya Onoda sama sekali tidak menyesali hal tersebut.

Selain Onoda, ada kisah juga tentang seorang petualang yang menemukan Onoda, yaitu Suzuki. Suzuki ini keluar dari budaya kaku Jepang dan memilih berkelana untuk mencari Onoda dan Yeti. Suzuki meninggal ketika dalam perjalanan mencari Yeti.

Banyak orang percaya bahwa Suzuki tidak memiliki penyesalan sama sekali, meskipun meninggal dalam perjalanan. Ia telah mencapai apa yang diinginkannya dan melakukan kehidupan sesuai dengan apa hasratnya.

5. Manusia Selalu Memilih

Manusia selalu memilih atau membuat pertimbangan terkait apa yang dilakukan. Contohnya, memilih perasaan senang dan tidak senang. Misal, kamu ditodong pistol oleh seseorang dan orang itu memerintahkan lari 10 KM, kalau tidak keluargamu dibunuh.

Sementara pada kasus lain, kamu mengikuti lomba lari sejauh 10 KM dengan iming-iming hadiah di garis finis. Kedua kasus di atas memiliki jarak sama, namun alasan berbeda ketika harus berlari. Dari sini sebuah seni untuk mempunyai sikap bodo amat dibutuhkan.

Seringkali yang menjadi permasalahan terbesar karena setiap orang mengabaikan sebuah seni untuk bersikap bodo amat untuk hal-hal yang perlu disikapi demikian. Banyak hal sepele akhirnya menjadi perkara besar karena terlalu perasa dan penuh pertimbangan.

Padahal, segala sesuatunya bisa dilihat dari berbagai aspek lebih luas. Karena apapun kondisinya, faktor terbesar rasa senang dan tidak senang ada pada otak masing-masing orang. Ini yang membedakan manusia satu dan lainnya ketika dihadapkan pada kesulitan.

Pada intinya, rasa senang dan tidak senang pada setiap manusia ditentukan oleh pikirannya masing-masing. Jika sedari awal merasa terpaksa, tentu diri akan merasa tertekan. Lain hal jika melakukan segala sesuatu secara sukarela, biar jauh akan selalu terasa menyenangkan.

6. Kita Selalu Keliru

Banyak orang merasa telah mendapatkan pencapaian gemilang pada satu waktu, namun pada waktu lainnya merasa pencapaian tersebut bukanlah apa-apa. Hal tersebut wajar dan semestinya demikian demi mendorong diri untuk melakukan banyak hal lebih baik lagi.

Dalam buku seni bersikap bodo amat Mark Manson, beliau sendiri bahkan mengklaim karyanya akan mendapatkan komentar atau kritik dari dirinya sendiri kelak. Hal tersebut tentu bukan sebuah aib, namun pembelajaran bagi Mark dan menandakan ia telah berkembang.

Demikian juga dengan semua orang, contoh ketika seorang anak SD bangga bisa perkalian dan menceritakan pencapaiannya pada semua orang, wajar saja. Bila nanti ketika dewasa ia merasa hafal perkalian itu bukan apa-apa, maka hal tersebut juga sangat wajar adanya.

Itu artinya sang anak telah berkembang, pengetahuannya telah bertambah lebih banyak. Adanya sebuah seni untuk bersikap bodo amat dan tidak menampik masa lalu adalah sebuah kunci. Sebab dari masa lalu itulah banyak orang menerima kebijaksanaan hari ini.

7. Kegagalan adalah Awal Kesuksesan

Untuk poin kali ini sepertinya banyak orang mengalaminya atau paham dengan maknanya. Seperti kebanyakan kisah inspiratif, mengalami kegagalan untuk akhirnya sampai pada situasi lebih baik adalah hal lumrah dan biasa. Para pebisnis besar sekalipun mengalami kegagalan.

Bahkan banyak orang beranggapan bahwa semakin besar bisnis, semakin banyak histori kegagalannya di masa silam. Para pebisnis besar menanamkan sebuah seni untuk bersikap bodo amat dengan sempurna, bukan berarti mereka tahan banting dan tanpa cacat.

Banyak alasan kenapa orang bertahan dalam situasi sulit, bisa karena kebutuhan, keinginan menggebu, dan sebagainya. Apapun itu, jika satu kali kegagalan sudah dianggap sebagai petaka paling nahas maka jalan menuju kesuksesan niscaya akan sulit sekali terbuka.

Khususnya dalam dunia bisnis, sebuah seni untuk bersikap bodo amat pada beberapa masukan negatif penting diterapkan. Karena selain perusahaan yang besar, mental pengusahanya sendiri tidak kalah penting untuk ditempa menjadi lebih kuat lagi.

8. Harus Bisa Berkata Tidak

Tanamkan dalam diri tentang pentingnya berkata tidak terhadap beberapa hal. Poin ini berhubungan dengan ada banyaknya pilihan yang dibuat oleh manusia. Contoh, A dihadapkan pada pilihan untuk hidup bebas berkelana atau berkeluarga, tapi menetap.

Ambil saja permisalan A ini mencintai seorang wanita dan ingin menikahinya, namun hasratnya ingin berkelana dan bebas tanpa aturan. A harus memilih, jika A menginginkan keduanya maka keduanya justru akan menjauh dan tidak bisa tercapai sama sekali.

Maksud dari pentingnya sebuah seni untuk bersikap bodo amat mengatakan tidak adalah tidak pada beberapa opsi. Contoh kasusnya dalam hal ini mengatakan tidak menikah dan tetap berkelana. Jika memang suka sekali berkelana maka jangan putuskan menikahi siapapun yang menuntut untuk menetap.

Seringkali permasalahan manusia adalah sulit menanamkan sebuah seni untuk bersikap bodo amat jika kasusnya seperti A. Padahal jika pilihan dibuat sempit saja, bahagia bisa tercipta tanpa harus berlebihan memikirkan sebab akibat jika melakukan hal lain sebelumnya.

9. Pada Akhirnya Manusia Mati

Dalam bukunya, Mark menuliskan kisah persahabatan dengan seorang pria bernama Josh. Dimana keduanya sempat mengobrol dan berkelakar untuk terjun dari tebing ke laut. Namun, siapa sangka ternyata Josh membicarakan hal yang disebut kelakar dengan serius.

Mark pada akhirnya yang ditinggalkan mengalami perubahan besar dalam hidup. Ia yang semula seorang berandalan akhirnya mengubah jalan hidupnya sendiri dengan meninggalkan hal-hal kotor dan negatif, lalu menjalani kehidupan lebih baik.

Kematian sang sahabat menyadarkannya bahwa hidup hanya sementara, setiap manusia pasti mengalami kematian. Karena rasanya percuma menjalani gaya hidup masa lalu, akhirnya ia menata kehidupan menjadi lebih baik lagi setelah ditinggal sang sahabat.

Poin sikap dari buku yang dimaksud Mark kali ini adalah mengabaikan segala godaan dalam hidup. Mengabaikan rasa malas dan segala keinginan negatif dari dalam diri. Dengan begitu, hidup menjadi lebih bermakna.

Banyak hal baru dan menjadi wawasan tambahan ketika kamu membaca ringkasan 9 bab singkat buku karya Mark Manson di atas. Intinya, dalam hidup, sebuah seni untuk bersikap bodo amat dibutuhkan untuk mencapai ketenangan lahir batin diri sendiri dan lingkungan sosial.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah