37 Senjata Tradisional di 34 Provinsi dan Gambarnya Lengkap dengan Penjelasannya
Sudah tahu macam-macam senjata tradisional yang ada di provinsi Indonesia? Simak penjelasan lengkapnya beserta gambarnya berikut ini.
4. Senjata Tradisional Pedang Jenawi dari Riau

Riau mempunyai banyak senjata tradisional, salah satunya adalah pedang jenawi yang sangat populer.
Dulunya, pedang jenawi dipakai panglima kerajaan serta orang-orang yang memiliki kekuasaan, cerdas, serta dihormati.
Jika dilihat sekilas, bentuk pedang jenawi mirip seperti katana dari Jepang.
5. Senjata Tradisional Badik Tumbuk Lado dari Kepulauan Riau

Badik tumbuk lado adalah senjata tradisional seperti keris dari Kepulauan Riau. Ukuran panjangnya 27-29 sentimeter dengan lebar bilah 3,5-4 sentimeter.
Penggunaan badik tumbuk lado adalah untuk menikam, mengiris, serta menjajah saat ada pertempuran jarak pendek.
Masyarakat lokal meyakini bahwa setelah badik tumbuk lada ditarik dari sarungnya, harus ada yang ditikam, baik benda maupun binatang.
6. Senjata Tradisional Karih dari Sumatera Barat

Karih atau keris tergolong senjata tikam atau senjata tajam dari Sumatera Barat.
Karih diletakkan di depan pinggang dan biasanya dipakai oleh laki-laki. Fungsi karih adalah untuk pertahanan diri.
7. Senjata Tradisional Tombak Mata Panah dari Jambi

Tombak mata panah atau kuju (istilah daerah Kerinci) merupakan senjata tradisional yang hingga saat ini masih diproduksi.

Advertisement
Dalam satu tahun, tombak mata panah dimandikan dua kali untuk perawatan serta diasapi dengan kemenyan.
Komponen tombak mata panah terdiri dari mata panah, punting, kuping, tangkai, serta besi pelapis manau.
Ukuran tangkai tombak mata panah sekitar satu meter dengan panjang kepala 20 sentimeter.
8. Senjata Tradisional Keris dari Bengkulu

Jika keris identik dengan senjata tradisional di Pulau Jawa, Bengkulu ternyata juga mempunyai keris yang khas dengan bentuk berbeda dari keris di Jawa.
Bentuk keris asli Bengkulu seperti pisau dengan adanya lengkungan.
Keris dari Bengkulu tidak terlalu pendek, tetapi juga tidak terlalu panjang, kira-kira 13 ruas jari atau sepanjang telapak kaki orang dewasa.
Sejarah keris Bengkulu juga unik karena dulu dipakai kepala adat dan para hulu balang raja saat mengadakan upacara adat hingga berperang.
Beredar kepercayaan masyarakat Bengkulu bahwa orang yang menggunakan keris tersebut adalah orang yang pemberani.
Namun, keris Bengkulu saat ini hanya dipakai saat ada upacara adat.
9. Senjata Tradisional Kerambit dari Bengkulu

Senjata tradisional kerambit yang berasal dari Bengkulu tidak digunakan sembarangan karena hanya bisa dipakai oleh orang yang pandai bersilat.
Kerambit dengan bahan besi yang mengandung baja dibuat oleh pandai besi berdasarkan pesanan.
Bentuk kerambit melengkung dengan panjang 12 sentimeter, bagian hulu 8 sentimeter, dan pangkal 2 sentimeter. Sedangkan kerangka kerambit memiliki ukuran 13 sentimeter.
10. Senjata Tradisional Siwar dari Sumatra Selatan

Siwar atau badik merupakan senjata pusaka tradisional dari Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan.
Sayangnya, produksi siwar secara massal sudah tidak dilakukan. Pembuatan siwar dilakukan oleh tokoh masyarakat serta ahli waris saja.
11. Senjata Tradisional Trisula dari Sumatra Selatan

Trisula merupakan senjata tradisional yang cukup unik karena bentuknya seperti tombak dengan mata tiga, seperti trisula milik dewa pada mitologi Yunani.
Adapun Trisula merupakan jenis senjata dengan jangkauan yang panjang, sehingga cocok dipakai untuk menyerang musuh dari jauh.
12. Senjata Tradisional Parang dari Kepulauan Bangka Belitung

Parang dari Bangka Belitung dipakai oleh masyarakat saat berkelahi jarak pendek.
Bentuk parang mempunyai ujung lebar dan berat dengan tujuan meningkatkan berat, sehingga lawan bisa terpotong dengan cepat.
Penggunaan parang yang ukurannya sedang adalah untuk menebang pohon.
13. Senjata Tradisional Tombak atau Payan dari Lampung

Senjata tradisional tombak dari Lampung dibedakan menjadi dua, yaitu tombak panjang dengan ukuran lebih dari 1,5 meter dan tombak pendek yang tidak lebih dari 90 sentimeter.
Selain itu, tombak juga dijadikan sebagai benda pusaka, alat berburu, alat upacara, dan benda religi.