Sifat-sifat Mustahil bagi Allah SWT dan Penjelasannya Lengkap, Arab dan Latin

Sifat-sifat Mustahil bagi Allah SWT dan Penjelasannya Lengkap, Arab dan Latin – Sifat mustahil bagi Allah SWT dan penjelasannya harus kita pahami sedari dini sebagai upaya untuk memperkuat ketauhidan kita kepada Sang Pencipta. Sebelumnya, mungkin kamu sudah mengetahui adanya sifat wajib Allah SWT.

Berkebalikan dengan sifat wajib Allah, ada juga sifat mustahil Allah yang harus kamu pelajari. Dalam ulasan kali ini, kita bukan hanya mengenal apa saja sifat mustahil Allah, tapi juga memberikan penjelasan lengkap, arab dan latinnya. 

Sifat Mustahil Allah Lengkap dengan Arab dan Latinnya

kompas.com

Salah satu rukun iman adalah mempercayai sifat-sifat Allah dan sekarang ini kita akan mempelajari satu sifat Allah, yaitu sifat mustahil. Selain itu, Allah juga memiliki sifat-sifat lainnya, yaitu sifat wajib dan sifat jaiz (boleh).

Sifat mustahil merupakan sifat yang tidak mungkin atau mustahil dimiliki oleh Allah. Meskipun demikian, kita tetap harus mempelajarinya agar keimanan kita terus bertambah dan berikut ini 20 sifat mustahil bagi Allah.

1. Adam (Tidak Ada)

Adam merupakan kebalikan dari sifat wajib Allah wujud. Adam artinya tidak ada karena mustahil Allah tidak ada. Jika Allah tidak ada, maka tidak akan ada langit bumi dan segala yang ada di antaranya.

Hal ini tercantum dalam QS. An-Nah ayat 3 yang menunjukkan bahwa Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran. Adanya langit, bumi, manusia, hewan dan segala yang ada di dunia ini menjadi bukti keberadaan Allah.

2. Hudus (Baru)

Hudus berarti baru dan ini menjadi salah satu sifat mustahil Allah karena tidak mungkin Allah ada sebelum semua makhluk dan ciptaan-Nya. Bagaimana bisa kita semua ada di dunia ini jika Allah belum ada karena Allah Sang Maha Pencipta.

Dalam QS. Al-Hadid ayat 3, menunjukkan bahwa Allah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin. Allah memiliki sifat terdahulu atau sudah ada sebelum semua ciptaan-Nya ada jadi tidak mungkin Allah memiliki sifat Hudus. 

3. Fana (Rusak atau Binasa)

Sifat mustahil bagi Allah yang selanjutnya adalah Fana yang artinya rusak atau binasa. Tidak mungkin Allah memiliki sifat fana karena Allah adalah dzat yang kekal dan abadi selamanya, juga tidak ada permulaan dan tidak ada akhir. 

Surah yang menunjukkan sifat mustahil ini adalah QS. Ar-Rahman ayat 27 yang menunjukkan bahwa Allah memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal jadi Allah akan tetap ada meskipun langit, bumi dan seisinya sudah lenyap di hari akhir.

4. Mumassalatu lil Hawadis (Menyerupai Makhluk)

Mumassalatu lil Hawadis juga menjadi sifat mustahil bagi Allah yang tidak mungkin dimiliki Allah karena artinya menyerupai makhluk. Tidak mungkin jika Allah menyerupai makhluk-Nya karena Allah itu berbeda, baik sifat, dzat maupun perbuatannya. 

Tidak ada satu makhluk pun yang menyerupai Allah karena memang berbeda. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Ikhlas ayat 4 yang artinya tidak ada sesuatu yang setara dengan Allah karena Allah Maha Esa jadi hanya satu dan tidak ada yang setara.

5. Muhtajun Ligairihi (Membutuhkan yang Lain)

Sifat mustahil bagi Allah SWT lainnya adalah Muhtajun Ligairihi yang artinya membutuhkan orang lain atau berdiri dengan yang lain. Tentu saja, sifat ini tidak mungkin dimiliki oleh Allah karena Allah tidak membutuhkan sesuatu apapun. 

Justru kita sebagai makhluk hidup yang membutuhkan Allah karena Allah Maha Berdiri Sendiri dan Maha Sempurna. Hal ini tercantum dalam QS. Al-Ankabut ayat 6 yang artinya siapa saja yang berjihad, maka jihadnya untuk dirinya sendiri. 

6. Ta’addud (Berbilang)

Sifat mustahil lainnya adalah Ta’addud yang artinya berbilang. Sifat ini tidak mungkin dimiliki Allah karena Allah Sang Maha Tunggal dan Esa jadi tidak ada satu dzat pun yang setara atau bahkan sebanding dengan Allah. 

Hal ini terlihat dari QS. Al-Ikhlas ayat 1-4 yang mengatakan bahwa Allah Sang Maha Esa, tempat meminta segala sesuatu, Allah tidak beranak dan tidak juga diperanakkan. Surah ini juga menyebutkan bahwa tidak ada yang setara dengan-Nya.

7. ‘Ajzun (Lemah)

‘Ajzun juga salah satu sifat mustahil bagi Allah karena sifatnya lemah. Tidak mungkin Allah memiliki sifat lemah karena Allah Yang Maha Berkuasa. Jika Allah lemah, maka tidak akan ada alam semesta dan isinya, termasuk kita sebagai makhluk-Nya. 

QS. Al-Baqarah ini menunjukkan Kekuasaan Allah, yaitu kilat yang seakan menyambar penglihatan manusia saat berjalan di bawahnya pada malam hari. Apabila Allah menghendaki hal tersebut, maka hilanglah penglihatannya.

8. Karahah (Terpaksa)

Karahah termasuk dalam daftar sifat mustahil bagi Allah dan tidak mungkin dimiliki oleh Allah. Karahah artinya terpaksa, padahal Allah Sang Maha Iradat dan tidak terpaksa dalam melakukan apapun yang dikehendaki-Nya karena Allah Maha Berkehendak.

Hal ini ditunjukkan dalam QS. Al-Buruj ayat 6 yang artinya Allah Maha Kuasa, Allah mampu berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya. Bahkan, tidak ada satu daun pun yang berguguran kecuali atas kehendak Allah.

9. Jahlun (Bodoh)

Sifat mustahil bagi Allah yang lain adalah jahlun yang artinya bodoh. Tidak mungkin ALlah bersifat jahlun karena Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di alam ini, baik yang terlihat maupun yang bersembunyi atau menyembunyikan sesuatu. 

Jika ilmu manusia memiliki keterbatasan, maka tidak bagi Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Hujarat ayat 18 yang menujukkan bahwa Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan bumi, Allah juga melihat apa yang kita kerjakan.

10. Mautun (Mati)

Sifat mustahil berikutnya, yaitu Mautun yang artinya mati. Allah tidak akan pernah mati karena Allah bersifat hidup atau hayat dan Allah akan selalu hidup kekal. Meskipun nanti ada akhir zaman, tapi Allah tidak akan mati.

Hal ini disebutkan dalam QS. Al-Furqan ayat 58 yang artinya bahwa Allah Maha Hidup dan tidak akan mati. Surah tersebut juga memerintahkan pada kita untuk bertawakal kepada-Nya dan bertasbih memuji-Nya.

11. Summun (Tuli)

Sifat mustahil bagi Allah yang selanjutnya adalah Summun yang artinya tuli. Tidak mungkin Allah memiliki sifat mustahil ini karena Allah Maha Mendengar. Bukan hanya suara atau apa yang kita katakan, tapi apa yang ada di dalam hari dan pikiran. 

Tidak ada satupun yang luput dari pendengaran-Nya, meskipun hanya sedikit saja. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 127 yang artinya Sungguh, Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.

12. Umyun (Buta)

Tidak mungkin Allah memiliki sifat Umyun atau buta karena Allah Maha Melihat. Allah melihat segala yang terlihat maupun yang tersembunyi jadi tidak ada satupun yang terlepas dari penglihatan-Nya, termasuk perbuatan yang kita sembunyikan. 

Dalam QS. Al-Hujarat ayat 18 dijelaskan bahwa Allah mengetahui apa yang gaib, baik di langit maupun di bumi dan Allah melihat apa yang kita kerjakan. Meskipun kita dengan sengaja menyembunyikan dari orang lain, tapi Allah selalu melihatnya.

13. Bukmun (Bisu)

Berikutnya, sifat mustahil bagi Allah adalah bukmun atau bisu. Tidak mungkin Allah memiliki sifat bukmun karena Allah bersifat kalam atau berfirman. Wahyu yang diturunkan Allah kepada para nabi dan rasul berisi firman-Nya.

QS. An-Nisa ayat 164 menunjukkan bahwa ketika menurunkan wahyu kepada Nabi Musa, Allah berfirman langsung. Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak mungkin memiliki sifat bukmun atau bisu karena Allah Maha Berfirman.

14. Ajzan (Lemah)

Sifat mustahil bagi Allah adalah Ajzan atau lemah. Tidak mungkin Allah SWT lemah karena Allah Maha Berkuasa. Segala sesuatu yang dikehendaki-Nya pasti akan terjadi dan Allah tidak membutuhkan bantuan orang lain. 

Sedangkan, manusia pasti membutuhkan bantuan orang lain karena manusia pada dasarnya makhluk yang lemah, khususnya di hadapan Allah. Manusia hanya bisa meminta bantuan kepada Allah karena Allah Sang Maha Berkuasa.

15. Karihan (Terpaksa)

Karihan atau maha terpaksa merupakan salah satu sifat mustahil yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah SWT. Allah Maha Berkehendak atau muridan sehingga apapun yang ada di alam semesta ini terjadi atas kehendak Allah, bukan suatu paksaan.

Tidak ada satupun yang bisa memaksa Allah karena Allah Sang Maha Berkehendak. Sekuat apapun kita berusaha atau mengubah takdir, tapi jika Allah tidak berkehendak maka itu tidak akan terjadi, begitu juga sebaliknya.

16. Jahilun (Maha Bodoh)

Sifat lain yang tidak mungkin dimiliki Allah adalah jahilun atau maha bodoh karena pengetahuan Allah tidak memiliki batas. Allah Maha Mengetahui segalanya dan semua ilmu yang ada di dunia ini bersumber dari Allah SWT.

Hal ini bisa kamu lihat dari beberapa bukti ilmiah yang menunjukkan kebenaran atas firman Allah. Semua itu merupakan bukti bahwa Allah Sang Maha Mengetahui sehingga tidak mungkin Allah memiliki sifat jahilun.

17. Mayyitun (Mati)

Salah satu sifat mustahil bagi Allah adalah mayyitun atau mati. Tidak mungkin Allah memiliki sifat ini karena Allah kekal abadi. Allah tidak memiliki awal maupun akhir sehingga tidak akan pernah mati, meskipun pada akhir zaman nantinya.

Jangankan mati, bahkan Allah tidak pernah tidur dan tidak pernah lelah untuk mendengar dan mendengar apapun yang dikerjakan oleh hamba-Nya. Oleh karena itu, mustahil Allah bersifat mayyitun karena Allah Sang Maha Hidup.

18. Asamma (Maha Tuli)

Sifat lain yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah adalah asamma atau maha tuli. Tidak mungkin Allah maha tulis karena Allah Maha Mendengar segala yang dikatakan oleh manusia, bahkan apa yang dikatakannya melalui hati dan pikiran. 

Tidak ada satupun suara atau perkataan yang luput dari pendengaran Allah. Meskipun kita sedang berbisik, Allah tetap saja mendengar apa yang kita bisikkan. Oleh karena itu, tidak mungkin jika Allah maha tuli karena Allah Maha Mendengar.

19. Ama (Maha Buta)

Sifat mustahil bagi Allah adalah Ama atau maha buta. Penglihatan Allah tidak memiliki batas sehingga apapun yang dilakukan makhluk-Nya, Allah selalu melihatnya tanpa melewatkan sedikitpun. 

Jika penglihatan manusia terbatas dan hanya bisa melihat apa yang terlihat. Tapi, Allah bisa melihat apapun, bahkan yang disembunyikan. Meskipun kamu menyembunyikan perbuatan dosa, tapi Allah tetap bisa melihatnya.

20. Abkama (Maha Bisu)

Mustahil bagi Allah memiliki sifat abkama karena Allah memiliki sifat mutakaliman atau Maha Berfirman. Keberadaan kitab yang diwahyukan kepada Nabi dan Rasul merupakan bukti bahwa Allah Sang Maha Berfirman. 

Kitab tersebut berisi firman-firman Allah yang disampaikan kepada umat manusia sebagai pedoman hidup. Hal ini sudah membuktikan bahwa tidak mungkin Allah memiliki sifat abkama karena Allah Sang Maha Berfirman.

Meningkatkan ketaatan dan ketauhidan kepada Allah bisa dilakukan dengan berbagai macam cara dan kita sudah melakukannya. Mempelajari sifat mustahil bagi Allah akan membuat kita semakin bertawakal dan taat atas perintah-Nya.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah