Strategi Menghadapi Soal Penilaian IRT UTBK-SNBT 2025, Pejuang PTN Wajib Tahu Ini!
Artikel ini akan membahas mengenai soal penilaian (Item Response Theory) IRT pada Ujian Tertulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2025 dan strategi yang dapat dilakukan untuk menghadapi soal tersebut.
Nah, pelaksanaan UTBK-SNBT 2025 sendiri akan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pagi yang dimulai pada pukul 06.45 dan sesi siang yang akan dimulai pada pukul 13.00 dengan rundown sebagai berikut.
- Peserta UTBK-SNBT 2025 memasuki ruang ujian
- Peserta UTBK-SNBT 2025 melakukan pemeriksaan identitas dan dokumen
- Peserta UTBK-SNBT 2025 akan melaksanakan latihan singkat tentang bagaimana cara menggunakan aplikasi UTBK-SNBT 2025
- Peserta UTBK-SNBT 2025 mengerjakan soal Tes Potensi Skolastik selama 90 menit
- Peserta UTBK-SNBT 2025 mengerjakan soal literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris serta soal Penalaran Matematika
Waktu pelaksanaan ini sendiri dapat bervariasi karena bergantung pada zona waktu tempat kamu melaksanakan UTBK-SNBT 2025, jadi pastikan kamu mengecek lokasi, waktu, dan sesi di kartu pesertamu, ya!
Apa itu Sistem Penilaian Item Response Theory (IRT)?
Apa sih itu sistem penilaian Item Response Theory (IRT)? Nah, salah satu hal yang membedakan UTBK-SNBT 2025 dibandingkan dengan ujian konvensional lainnya adalah penerapan sistem penilaian IRT.
Kamu sendiri mungkin berpikir bahwa sistem ini merupakan sistem yang kompleks dan rumit. Namun, kalian sendiri harus memahami sistem penilaian IRT ini agar dapat menyusun strategi pengerjaan soal yang lebih efektif.
Menurut Brain Academy, secara sederhana, sistem penilaian IRT merupakan sistem penilaian yang memprioritaskan karakteristik dari setiap soal yang ada di UTBK-SNBT 2025, di mana dalam sistem ini, soal yang tergolong sulit akan mendapatkan poin yang lebih besar.
Nah, semakin sedikit peserta yang menjawab soal dengan benar, maka semakin besar poin yang diberikan untuk soal tersebut.
Sistem IRT ini sendiri memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan sistem penilaian konvensional. Hal ini dikarenakan penilaian tidak didasari oleh jumlah soal yang dijawab benar oleh para peserta, melainkan kualitas dari soal yang kamu jawab.
Nah, menurut eduNitas, sistem penilaian IRT ini sendiri merupakan suatu sistem penilaian yang dinilai lebih adil dan transparan karena didasari pada tingkat kesulitan dan kemudahan suatu soal.
Hal ini sendiri berbeda dengan sistem penilaian sebelumnya di mana jika kamu salah dalam menjawab suatu soal, maka nilai kamu akan dikurangi sebesar 1 poin dan jika kamu benar dalam menjawab suatu soal, maka nilai kamu akan memperoleh 4 poin.
Pada sistem penilaian IRT ini, poin setiap soal akan dikalkulasikan setelah semua peserta selesai mengerjakan soal UTBK-SNBT 2025.
Menurut Brain Academy, terdapat tiga tahapan yang akan dikerjakan oleh panitia SNPMB untuk melakukan penilaian terhadap soal UTBK-SNBT 2025. Tahapan tersebut antara lain sebagai berikut.
- Jawaban yang telah ter-submit akan dikelompokkan oleh panitia penyelenggara UTBK-SNBT 2025, di mana panitia akan memberikan 1 poin untuk setiap jawaban yang benar dan memberikan 0 poin untuk soal yang dikosongkan.
- Sistem akan melakukan analisa terhadap karakteristik soal menggunakan sistem IRT sehingga dapat mengetahui tingkat kesulitan setiap soal.
- Nah, hasil dari sistem IRT tersebut akan menjadi dasar kalkulasi bobot nilai setiap soal.
Sebagai pejuang PTN, memahami sistem penilaian IRT dapat menjadi competitive advantage kamu, di mana dengan memahami bagaimana suatu soal dinilai, kamu bisa mengatur waktu, memprioritaskan soal, dan merancang strategi pengerjaan soal dalam UTBK-SNBT 2025 dengan lebih baik dan akurat.
Halaman:


