<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Blog Mamikos</title>
    <atom:link href="https://mamikos.com/info/tag/prinsip-80-20/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <link>https://mamikos.com/info/tag/prinsip-80-20/</link>
    <description>Info Anak Kos</description>
    <lastBuildDate>Tue, 12 May 2026 11:54:45 +0000</lastBuildDate>
    <language>en-us</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>

<image>
	<url>https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-story-mami-blog-32x32.png</url>
	<title>- Blog Mamikos</title>
	<link>https://mamikos.com/info/tag/prinsip-80-20/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
                    <item>
            <title>Mengenal Prinsip 80/20 dalam Mengatur Uang, Ini Cara Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hari</title>
            <category>General</category>
            <link>https://mamikos.com/info/prinsip-80-20-dalam-mengatur-uang-gnr/</link>
            <pubDate>Fri, 08 May 2026 03:23:03 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Bella Carla</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/prinsip-80-20-dalam-mengatur-uang-gnr/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Kamu bisa cari tahu lebih banyak tentang Prinsip Pareto atau aturan 80/20 dalam artikel berikut.</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/prinsip-80-20-dalam-mengatur-uang-gnr/">Mengenal Prinsip 80/20 dalam Mengatur Uang, Ini Cara Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hari</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>Prinsip Pareto atau yang dikenal juga dengan 80/20 adalah prinsip dimana 80% dari hasil berasal dari 20% aksi kamu.</p>



<p>Angka 80 dan 20 sesungguhnya bukanlah angka yang mutlak, melainkan ilustrasi untuk menunjukkan adanya ketimpangan dampak. Dalam konteks mengatur keuangan pribadi, prinsip ini tidak berarti bahwa 80% kondisi finansial seseorang pasti ditentukan oleh 20% keputusan. </p>



<p>Namun, prinsip ini tetap relevan sebagai cara berpikir untuk mengidentifikasi faktor mana yang paling berpengaruh terhadap kondisi keuangan.<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f911.png" alt="🤑" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f4b0.png" alt="💰" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Berikut Info Tentang Prinsip 80/20 dalam Mengatur Uang dan Cara Menerapkannya</strong></h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="920" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2026/05/Prinsip-80_20-.jpg" alt="Prinsip 80/20 " class="wp-image-333277" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2026/05/Prinsip-80_20-.jpg 920w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2026/05/Prinsip-80_20--720x501.jpg 720w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2026/05/Prinsip-80_20--768x534.jpg 768w" sizes="(max-width: 920px) 100vw, 920px" /><figcaption class="wp-element-caption">unsplash.com/SasunBughdaryan</figcaption></figure></div>

    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/alokasi-gaji-kry/">
        <a href="https://mamikos.com/info/alokasi-gaji-kry/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/01/alokasi-gaji-500x333.jpg" alt="Contoh Alokasi Gaji 1, 2, 3, 4, 5 Juta per Bulan untuk yang Masih Single" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Contoh Alokasi Gaji 1, 2, 3, 4, 5 Juta per Bulan untuk yang Masih Single</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<p>Seringkali kita merasa bahwa mengelola keuangan terasa sangat kompleks karena melibatkan banyak variabel, mulai dari pengeluaran harian hingga keputusan besar seperti cicilan, tempat tinggal, dan investasi.&nbsp;</p>



<p>Tanpa prioritas yang jelas, kita bisa terjebak fokus pada hal-hal kecil yang dampaknya terbatas. Untuk itu, prinsip 80/20 hadir untuk membantu menyederhanakan hal tersebut.</p>



<p>Prinsip 80/20 ini sejalan dengan praktik perencanaan keuangan yang menekankan pentingnya memahami arus kas dan menentukan prioritas.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-tabel-tabungan-harian-mingguan-dan-bulanan-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-tabel-tabungan-harian-mingguan-dan-bulanan-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/09/Contoh-Tabel-Tabungan-Harian-Mingguan-dan-Bulanan-beserta-Cara-Membuat-Sendiri-yang-Menarik-720x480.jpg" alt="Contoh Tabel Tabungan Harian, Mingguan, dan Bulanan beserta Cara Membuat Sendiri yang Menarik" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Contoh Tabel Tabungan Harian, Mingguan, dan Bulanan beserta Cara Membuat Sendiri yang Menarik</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengenal Prinsip 80/20</strong></h2>



<p>Prinsip Pareto atau aturan 80/20 berasal dari gagasan filsuf dan ekonom asal Italia, yakni Vilfredo Federico Damaso Pareto yang ia temukan pada saat meneliti tanaman kacang.</p>



<p>Dari pengamatannya, Pareto menemukan fakta bahwa sekitar 20 persen tanaman kacang polong di kebun menyumbang 80 persen kacang polong yang sehat.</p>



<p>Pareto lantas menelitinya ke seluruh Italia dan menemukan fakta lainnya, bahwa 20 persen dari populasi penduduk Italia memiliki 80 persen tanah di negara tersebut.</p>



<p>Dari penemuannya akan komposisi-komposisi ini, berbagai pihak lantas mendalami Prinsip Pareto atau aturan 80/20 ini.&nbsp;</p>



<p>Ditemukan bahwa beberapa hal juga mengikuti kaidah Pareto, misalnya, 20 persen dari jumlah pelanggan menciptakan 80 persen pendapatan usaha. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai kejadian disebabkan oleh faktor 20 persen, yang berkontribusi pada 80 persen akibat.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/cara-menabung-untuk-beli-rumah-dengan-gaji-di-bawah-5-juta-per-bulan-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/cara-menabung-untuk-beli-rumah-dengan-gaji-di-bawah-5-juta-per-bulan-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2026/04/Cara-menabung-untuk-beli-rumah-dengan-gaji-di-bawah-5-juta-per-bulan-720x480.jpg" alt="Cara Menabung untuk Beli Rumah dengan Gaji di Bawah 5 Juta Per Bulan, Mungkinkah?" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Cara Menabung untuk Beli Rumah dengan Gaji di Bawah 5 Juta Per Bulan, Mungkinkah?</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<p>Dilihat dengan cara tersebut, maka akan menguntungkan bagi sebuah bisnis untuk berfokus pada 20% klien yang bertanggung jawab atas 80% pendapatan dan memasarkan secara khusus kepada mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tips Menggunakan Prinsip 80/20 Dalam Mengatur Keuangan</strong></h2>



<p>Prinsip 80/20 sejatinya juga bisa kamu terapkan dalam mengatur keuanganmu sehari-hari menjadi lebih sederhana.</p>



<p>Kunci dalam menerapkan prinsip 80/20 adalah kamu hanya perlu mengalokasikan 20% dari penghasilan untuk <a href="https://mamikos.com/info/cara-menabung-harian-meskipun-penghasilan-kecil-untuk-karyawan-kry/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">menabung</a>, sedangkan 80% sisanya bisa dipergunakan untuk keperluan lain.</p>



<p>Kamu bisa memulainya dengan mempergunakan fitur auto-debit di bank kemudian mengaturnya untuk menarik dana ke akun tabungan kamu sehabis menerima penghasilan.</p>



<p>Jika tidak ingin menggunakannya, kamu juga menyimpan 20% dari penghasilanmu ke rekening tabungan sehingga sisanya dapat dipakai untuk keperluan lainnya.&nbsp;</p>



<p>Namun, untuk menerapkan cara manual ini, ada baiknya kamu memiliki 2 rekening untuk memisahkan 20% tabungan dan 80% keperluan lainnya, ya.</p>



<p>Jika sudah dapat menerapkannya, 20% dana yang kamu sisihkan tersebut juga bisa dibagi kembali. Misalnya, 10% untuk berinvestasi, kemudian 10% sisanya untuk tabungan. Perlu kamu pahami pula bahwa menabung dan berinvestasi tentunya punya tujuan keuangan yang berbeda.</p>



<p>Menabung artinya menyimpan uang milikmu yang nantinya bisa digunakan sebagai dana darurat. Sedangkan, investasi adalah mengembangkan aset yang kamu miliki, dalam hal ini adalah uang.&nbsp;</p>



<p>Dengan melakukan investasi, kamu pun bisa mendapatkan imbal hasil atau keuntungan, sehingga aset milikmu tidak akan tergerus dengan inflasi di masa depan nanti.</p>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Menerapkan Prinsip 80/20 dalam Kehidupan Sehari-hari</strong></h2>



<p>Dalam konteks keuangan pribadi, prinsip 80/20 tetap relevan sebagai cara berpikir untuk mengidentifikasi faktor mana yang paling berpengaruh terhadap kondisi keuangan.</p>



<p>Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu ikuti guna menerapkan prinsip 80/20 dalam kehidupan sehari-hari dilansir dari laman cnbcindonesia.com:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Fokuslah pada Pengeluaran Terbesar</strong></h3>



<p>Dalam praktiknya, pengeluaran rumah tangga cenderung berfokus pada beberapa pos utama seperti tempat tinggal, makanan, dan transportasi.&nbsp;</p>



<p>Ketiga kategori ini sering kali menyerap porsi terbesar dari total pengeluaran bulanan, meskipun proporsinya bisa berbeda-beda pada setiap individu.</p>



<p>Nah, perubahan pada pengeluaran besar umumnya akan memberikan dampak yang lebih terasa dibanding penghematan kecil. Namun demikian, pengeluaran kecil juga tetap perlu diperhatikan karena jika terakumulasi, nilainya juga bisa signifikan.</p>



<p><strong>Contoh:</strong></p>



<p>Budi memiliki penghasilan Rp7 juta per bulan dengan rincian pengeluaran:</p>



<ul>
<li>Sewa kamar kost: Rp2,5 juta</li>



<li>Makan: Rp2 juta</li>



<li>Transportasi: Rp1 juta</li>



<li>Lain-lain: Rp1,5 juta</li>
</ul>



<p>Jika Budi mengurangi pengeluaran kecil seperti kopi Rp20 ribu per hari, ia bisa menghemat sekitar Rp600 ribu per bulan. Namun, jika ia menekan biaya sewa sebesar Rp500 ribu, dampaknya langsung terasa pada struktur keuangan secara keseluruhan.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-saham-biasa-dan-saham-preferen-beserta-perbedaannya-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-saham-biasa-dan-saham-preferen-beserta-perbedaannya-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/09/contoh-saham-biasa-dan-saham-preferen-beserta-perbedaannya-1-720x480.jpg" alt="Contoh Saham Biasa dan Saham Preferen beserta Perbedaannya yang Harus Dipahami oleh Pemula" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Contoh Saham Biasa dan Saham Preferen beserta Perbedaannya yang Harus Dipahami oleh Pemula</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Mengoptimalkan Sumber Penghasilan Utama</strong></h3>



<p>Bagi sebagian besar orang, pendapatan utama masih berasal dari satu sumber dominan saja, seperti gaji atau bisnis inti. Sumber tambahan memang dapat membantu, namun kontribusinya sering kali belum sebesar penghasilan utama.</p>



<p>Oleh karena itu, meningkatkan kapasitas pada sumber utama misalnya melalui peningkatan keterampilan, produktivitas, atau negosiasi penghasilan umumnya dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap kondisi finansial.&nbsp;</p>



<p>Meski begitu, dalam beberapa kasus, sumber penghasilan tambahan juga berpotensi berkembang menjadi sumber utama jika dikelola dengan serius.</p>



<p><strong>Contoh:</strong></p>



<p>Siti memiliki gaji Rp10 juta dan penghasilan tambahan Rp2 juta. Setelah meningkatkan keterampilan, ia berhasil menaikkan gaji menjadi Rp12 juta. Kenaikan Rp2 juta dari sumber utama ini lebih signifikan dibanding menambah beberapa penghasilan kecil sekaligus.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Konsistensi Investasi Lebih Penting daripada Banyak Pilihan</strong></h3>



<p>Dalam <a href="https://mamikos.com/info/contoh-investasi-jangka-panjang-yang-menguntungkan-gnr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">investasi</a>, hasil jangka panjang umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci seperti konsistensi, alokasi aset, dan disiplin. Terlalu sering berpindah strategi atau mengikuti tren justru dapat mengurangi potensi hasil.</p>



<p>Pendekatan yang lebih sederhana namun konsisten sering kali lebih efektif. Prinsip ini mencerminkan 80/20, di mana sebagian kecil keputusan yang tepat seperti memilih strategi yang sesuai dan menjalankannya secara disiplin dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang.&nbsp;</p>



<p>Tentunya, strategi investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing individu.</p>



<p><strong>Contoh:</strong></p>



<p>Marlia rutin berinvestasi Rp5 juta per bulan dalam instrumen yang stabil. Sementara itu, temannya sering berpindah instrumen mengikuti tren. Dalam jangka panjang, Marlia memperoleh hasil yang lebih konsisten.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Mengidentifikasi Kebiasaan Finansial yang Paling Berpengaruh</strong></h3>



<p>Kondisi keuangan tidak hanya dipengaruhi oleh besar kecilnya penghasilan, tetapi juga oleh kebiasaan.&nbsp;</p>



<p>Dalam banyak kasus, beberapa kebiasaan seperti penggunaan utang konsumtif, belanja impulsif, atau kurangnya perencanaan menjadi faktor dominan yang memengaruhi stabilitas keuangan.</p>



<p>Mengidentifikasi dan memperbaiki kebiasaan yang paling berdampak sering kali lebih efektif dibanding mencoba mengubah semuanya sekaligus. Pendekatan ini membuat perubahan menjadi lebih realistis dan berkelanjutan.</p>



<p><strong>Contoh:</strong></p>



<p>Mario sering menggunakan paylater untuk belanja impulsif hingga total cicilan mencapai Rp3,5 juta per bulan. Setelah menghentikan kebiasaan tersebut, kondisi keuangannya membaik tanpa perubahan besar lainnya.</p>



<!--nextpage-->



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Memprioritaskan Keputusan Finansial Besar</strong></h3>



<p>Tidak semua keputusan finansial memiliki dampak yang sama. Keputusan besar seperti memilih tempat tinggal, mengambil kredit, atau menentukan strategi investasi akan memengaruhi kondisi keuangan dalam jangka panjang.</p>



<p>Sebaliknya, pengeluaran kecil tetap penting, tetapi dampaknya cenderung lebih terbatas. Oleh karena itu, memastikan keputusan besar sudah sesuai dengan kemampuan finansial menjadi langkah yang lebih strategis.</p>



<p><strong>Contoh:</strong></p>



<p>Andrew memiliki penghasilan Rp10 juta dan mengambil cicilan motor Rp2 juta per bulan. Beban ini cukup besar terhadap arus kas bulanan. Secara umum, banyak perencana keuangan menyarankan agar total cicilan dijaga dalam batas proporsional terhadap penghasilan agar kondisi keuangan tetap sehat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Nah, di atas tadi merupakan informasi tentang prinsip 80//20 dalam mengatur keuangan yang bisa Mamikos bagikan kepada kamu. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f911.png" alt="🤑" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f4b0.png" alt="💰" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<p>Untuk menerapkan prinsip 80/20 dalam kehidupan sehari-hari, langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah mencatat dan memahami kondisi keuangan secara menyeluruh.&nbsp;</p>



<p>Dari situ, kamu pun bisa mengidentifikasi pengeluaran terbesar, sumber pemasukan utama, serta kebiasaan yang paling berpengaruh.</p>



<p>Buat kamu yang ingin mengulik lebih banyak seputar informasi bermanfaat lainnya, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>FAQ</strong></h3>



<div class="schema-faq wp-block-yoast-faq-block"><div class="schema-faq-section" id="faq-question-1778142474551"><strong class="schema-faq-question"><strong>Apa itu metode 80/20?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Prinsip Pareto (juga dikenal sebagai aturan 80/20) adalah fenomena yang menyatakan bahwa sekitar 80% hasil berasal dari 20% penyebab. Dalam artikel ini, kami menguraikan cara menggunakan prinsip ini untuk membantu memprioritaskan tugas dan upaya bisnis.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1778142481485"><strong class="schema-faq-question"><strong>Apa itu aturan 80/20 dalam hal keuangan?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Versi sederhana dari aturan 50/30/20, anggaran ini menyarankan untuk menyisihkan 20% dari pendapatan Anda untuk tabungan dan menggunakan 80% sisanya untuk kebutuhan pokok dan kebutuhan mewah . Beberapa orang lebih menyukai pembagian ini karena mereka tidak perlu membedakan antara keinginan dan kebutuhan.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1778142482751"><strong class="schema-faq-question"><strong>Prinsip Pareto itu apa?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Pada dasarnya, Prinsip Pareto ialah prinsip yang mengedepankan penggunaan aset terbaik dalam suatu entitas secara efisien untuk memberikan nilai yang maksimal. Namun sering kali prinsip yang juga disebut Prinsip 20-80 ini disalahartikan.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1778142483234"><strong class="schema-faq-question"><strong>Apa itu prinsip 80/20 secara sederhana?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Aturan 80/20 (juga dikenal sebagai prinsip Pareto atau hukum sedikit yang vital &amp; banyak yang sepele) menyatakan bahwa, untuk banyak peristiwa, sekitar 80% dari efek berasal dari 20% penyebabnya.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1778142483847"><strong class="schema-faq-question"><strong>Apa konsep dari aturan 80/20?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Aturan 80-20 adalah prinsip yang menyatakan bahwa 80% dari semua hasil berasal dari 20% penyebab . Aturan ini digunakan untuk menentukan faktor-faktor (biasanya, dalam situasi bisnis) yang paling bertanggung jawab atas keberhasilan dan kemudian fokus pada faktor-faktor tersebut untuk meningkatkan hasil.</p> </div> </div>


<div class="wp-block-ub-content-toggle" id="ub-content-toggle-7c6dae6c-6417-43d4-8072-56978ebb0928" data-mobilecollapse="true" data-desktopcollapse="true">
<div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion" id="ub-content-toggle-panel-block-494c42ce-eb46-4b0a-a707-4aa38dcefe06">
                <div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title-wrap"" aria-controls="ub-content-toggle-panel-0-7c6dae6c-6417-43d4-8072-56978ebb0928" tabindex="0">
                    <p class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title ub-content-toggle-title-7c6dae6c-6417-43d4-8072-56978ebb0928"><strong>Referensi:</strong></p><div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-toggle-wrap right"><span class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-state-indicator wp-block-ub-chevron-down"></span>
                    </div></div><div role="region" aria-expanded="false" class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-content-wrap ub-hide" id="ub-content-toggle-panel-0-7c6dae6c-6417-43d4-8072-56978ebb0928">

<p>Prinsip Pareto: Prinsip Penting Dalam Berbisnis dan Mengatur Keuangan [Daring]. Tautan: https://amartha.com/blog/pendana/money-plus/prinsip-pareto-prinsip-penting-dalam-berbisnis-dan-mengatur-keuangan/</p>



<p>Cara Terapkan Aturan 80/20 untuk Keuangan Lebih Sehat [Daring]. Tautan: https://www.cnbcindonesia.com/mymoney/20260430130628-72-731262/cara-terapkan-aturan-80-20-untuk-keuangan-lebih-sehat</p>

</div></div>
</div>


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekat mu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosjogja" target="_blank">Kost Jogja Murah<br></a><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosjakarta" target="_blank">Kost Jakarta Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-bandung-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosbandung" target="_blank">Kost Bandung Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-denpasar-bali-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosdenpasar" target="_blank">Kost Denpasar Bali Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossurabaya" target="_blank">Kost Surabaya Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossemarang" target="_blank">Kost Semarang Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosmalang" target="_blank">Kost Malang Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossolo" target="_blank">Kost Solo Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-bekasi-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosbekasi" target="_blank">Kost Bekasi Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-medan-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosmedan" target="_blank">Kost Medan Murah</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" width="1024" height="188" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-1024x188.png" alt="" class="wp-image-86633" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/prinsip-80-20-dalam-mengatur-uang-gnr/">Mengenal Prinsip 80/20 dalam Mengatur Uang, Ini Cara Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hari</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2026/05/Prinsip-80_20-.jpg" length="78458" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2026/05/Prinsip-80_20--480x480.jpg" width="480" height="480" />
        </item>
    </channel>
</rss>