Tahun Ajaran Baru Sekolah 2020/2021 Jadi Dimundurkan? Ini Kata Kemendikbud

Tahun Ajaran Baru Sekolah 2020/2021 Jadi Dimundurkan? Ini Kata Kemendikbud – Situasi dan kondisi Indonesia yang sedang dilanda pandemi Covid-19 membuat pemerintah kalang kabut menangani berbagai sektor yang terdampak. Salah satu sektor yang terkena dampak paling besar dari pandemi ini adalah sektor pendidikan. Pasalnya, untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih meluas lagi, pemerintah memilih untuk melarang seluruh peserta didik datang ke sekolah. Proses belajar mengajar seluruhnya dilakukan di rumah secara online menggunakan perangkat yang dimiliki oleh tiap peserta didik.

Informasi Terbaru Dimundurkannya Tahun Ajaran Baru Sekolah 2020/2021

unsplash.com

Selain itu, muncul pula kebingungan tentang kebijakan menghadapi tahun ajaran baru sekolah. Wacana dimundurkannya tahun ajaran baru sekolah 2020/2021 kemudian menjadi perbincangan banyak orang. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud kemudian memberikan klarifikasi terkait wacana tersebut. Berikut akan Mamikos informasikan penjelasan Kemendikbud tentang tahun ajaran baru sekolah 2020/2021 yang dimundurkan.

Tahun Ajaran Baru Sekolah Jadi Dimundurkan?

Seiring dengan semakin banyaknya kasus Covid-19 di Indonesia, muncul pula topik penundaan tahun ajaran baru sekolah 2020/2021 yang hangat diperbincangkan orang. Pasalnya, kondisi Indonesia belum bisa dikatakan benar-benar aman untuk saat ini. Sehingga banyak pihak yang menyarankan untuk mengundur tahun ajaran baru sekolah hingga bulan Desember atau bahkkan Januari 2021. Selain itu, ada beberapa pertimbangan lain dari pihak orang tua dan peserta didik baru.

Selama 6 bulan ke depan akan menjadi masa yang cukup sulit untuk mencari pekerjaan atau memulai usaha. Orang tua yang kehilangan pekerjaannya kini sulit untuk memenuhi kebutuhan harian. Jika tahun ajaran baru sekolah tidak dimundurkan, maka beban para orang tua tersebut akan semakin bertambah. Sekolah negeri memang tidak membayar SPP, tetapi berbeda kasusnya jika mereka harus membeli seragam dan kebutuhan sekolah lainnya padahal belum ada penghasilan lagi.

Jika mengikuti skenario pesimistis, pandemi Covid-19 diperkirakan belum berakhir sampai tahun ajaran baru sekolah pada Juli 2020. Sehingga, beban orang tua akan semakin bertambah. Selain harus memikirkan bagaimana caranya agar kebutuhan pokok harian terpenuhi dengan kondisi yang serba terbatas, orang tua juga harus memikirkan mencari sekolah untuk anak, serta membayar biaya pendaftaran sekolah, dan biaya sekolah. Akibatnya, ditakutkan banyak orang tua yang memilih untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya.

Bagaimana Dengan Sekolah Swasta?

Sementara itu, nasib sekolah swasta bisa dikatakan sangat tidak menentu karena yang peserta didik yang bersekolah juga tidak menentu. Para orang tua yang selama ini menyekolahkan anaknya di sekolah swasta, terutama swasta pinggiran, adalah mereka yang bekerja di sektor informal. Para orang tua tersebut kemudian terkena dampak parah dari pandemi Covid-19 ini.

Akibatnya, minat para orang tua tersebut untuk menyekolahkan anaknya juga kecil. Mereka sudah kesulitan memenuhi kebutuhan harian karena sektor ekonomi mereka terhenti. Belum lagi jika mereka harus membiayai sekolah swasta yang terkadang biayanya cukup mahal. Selain itu, mereka akan lebih kesulitan lagi untuk membeli pulsa dan data untuk belajar online anaknya.

Sisi Positif Mundurnya Tahun Ajaran Baru Sekolah

Meskipun menimbulkan kontroversi, sebenarnya ada beberapa sisi positif yang bisa diambil jika tahun ajaran baru sekolah 2020/2021 jadi dimundurkan. Pertama, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, beban masyarakat tidak akan semakin bertambah. Hal ini terutama bagi kelas menengah ke bawah yang sekarang kondisinya sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Jika para orang tua masih dibebani dengan pencarian sekolah baru bagi anak-anaknya, maka akan menambah stres sehingga menurunkan imunitas dan berbahaya karena mudah terserang penyakit.

Kedua, dimundurkannya tahun ajaran baru sekolan 2020/2021 juga dapat menghemat APBN yang dialokasikan untuk pendidikan, khususnya dana BOS dan BOP untuk SMA/SMK/MA/PT selama satu semester. Dana tersebut kemudian dapat dialokasikan untuk mendukung penanangan Covid 19, di tengah pemasukan pajak yang minus. Dengan begitu, diharapkan penanganan Covid-19 di Indonesia menjadi lebih cepat lagi.

Sisi positif dimundurkannya tahun ajaran baru sekolah yang terakhir adalah bisa mengurangi kesenjangan proses serta kualitas pendidikan yang muncul selama pembelajaran online di rumah. Sekolah atau kuliah yang selama ini dilakukan di rumah tidak menciptakan proses pembelajaran yang seimbang antara anak-anak yang mampu dan tinggal di perkotaan dengan anak-anak tidak mampu yang tinggal di perkotaan. Alasannya adalah karena mereka memiliki aksesibilitas akses internet yang berbeda-beda. Hal tersebut juga berlaku antara daerah-daerah yang akses internetnya bagus dengan yang tidak.

Penjelasan Kemendikbud Tentang Wacana Mundurnya Tahun Ajaran Baru Sekolah 2020/2021

Karena semakin santernya pemberitaan tentang mundurnya tahun ajaran baru sekolah 2020/2021, Kemendikbud akhirnya angkat bicara. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud melalui Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad, menyebutkan bahwa tahun ajaran baru sekolah 2020/2021 akan tetap dimulai pada tanggal 13 Juli 2020. Selain itu, Kemendikbud juga menyebutkan beberapa alasan tetap membuka tahun ajaran baru sekolah 2020/2021 pada bulan Juli.

Sinkronisasi Antara PPDB dengan SNMPTN dan SBMPTN

Mengapa harus dimuali pada bulan Juli? Memang kalender pendidikan Indonesia selalu dimulai di minggu ketiga bulan Juli dan berakhir di bulan Juni tiap tahunnya. Kemendikbud juga menjelaskan bahwa keputusan tidak memundurkan tahun ajaran baru sekolah 2020/2021 ditandai dengan diadakannya Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPBD 2020.

Selain itu, kelulusan SMA dan SMP juga sudah diumumkan. Jika masa belajar di rumah diperpanjang, muncul pertanyaan akan dikemanakan status kelulusan tersebut? Perguruan tinggi juga sudah melakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru seperti SNMPTN yang juga sudah mengumumkan peserta yang diterima. Ada pula SBMPTN yang akan segera membuka pendaftaran sehingga semuanya harus sinkron.

Pembelajaran Tidak Harus di Sekolah

Tanggal dimulainya ajaran baru 2020/2021 dikatakan oleh Kemendikbud berbeda dengan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka langsung. Banyak orang yang menganggap bahwa tahun ajaran baru berarti membuka sekolah. Tanggal 13 Juli 2020 mendatang merupakan tanda bahwa tahun ajaran baru sekolah 2020/2021 telah dimulai.

Akan tetapi, bukan berarti siswa melakukan proses belajar di sekolah. Keputusan belajar di sekolah atau di rumah akan terus dikaji oleh Kemendikbud berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sehingga belum bisa dipastikan apakah siswa harus belajar di sekolah atau di rumah saja. Semuanya tergantung pada kondisi Indonesia terkait pandemi Covid-19.

Memastikan Hak Pendidikan Bagi Tiap Anak

Hingga saat ini, proses pembelajaran masih mengikuti Surat Edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020 yang juga diperkuat dengan Surat Edaran Sesjen nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan BDR selama darurat Covid19. Surat edaran tersebut menyebutkan bahwa tujuan dari pelaksanaan Belajar Dari Rumah atau BDR adalah untuk memastikan pemenuhan hak peserta didik agar mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19. Hal ini juga bertujuan untuk melindungi warga dalam satuan pendidikan dari dampak buruk pandemi Covid-19. Selain itu, berguna juga untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di satuan pendidikan serta untuk memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua.

Pemerintah Akan Membuat Mekanisme

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan akan mengumumkan mekanisme dan syarat pembukaan kegiatan belajar mengajar di sekolah selama masa wabah pandemi Covid-19 pada minggu pertama bulan Juni 2020. Mekanisme pembukaan sekolah di daerah bisa dilakukan oleh pemerintah daerah atas rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Saat ini, Kemendikbud sedang mengkaji ulang mekanisme dan syarat pembukaan kegiatan di sekolah dengan para ahli. Para orang tua dan peserta didik kemudian diharapkan untuk lebih bersabar karena Kemendikbud sedang mempertimbangkan berbagai hal, termasuk situasi pandemi Covid-19.

Itu tadi informasi dari Mamikos seputar penjelasan Kemendikbud tentang tahun ajaran baru sekolah 2020/2021 yang dimundurkan. Apapun keputusan yang diambil, mari kita berharap agar hal tersebut dilakukan demi kepentingan bersama. Hal yang paling utama saat ini adalah menjaga diri dan keluarga dari bahaya pandemi Covid-19. Untuk kamu yang sedang bingung mencari tempat tinggal dekat sekolah dan kampus idaman, kamu bisa install aplikasi Mamikos untuk mempermudahmu.

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu: