7 Contoh Teks Percakapan Negosiasi 2, 3, 4, 5, 6 Orang tentang Pendidikan
Contoh teks percakapan negosiasi 2, 3, 4, 5, 6 orang artinya ada banyak pihak terlibat. Berikut contoh yang lebih lengkap.
Dalam kehidupan sehari-hari, suatu diskusi atau percakapan memang tidak selalu hanya antara 2 belah pihak. Ada kalanya terdapat pihak lain turut serta dalam pembicaraan demi mengeluarkan pendapat masing-masing.
Meski ada banyak orang didalamnya, tetapi contoh teks negosiasi 2, 3, 4, 5, 6 orang tetap mengacu pada struktur yang baik dan benar.
Tetap diawali dengan orientasi atau bagian pembukaan. Kemudian pengenalan masalah, dalam konteks ini adalah pengajuan dan penawaran. Lalu diakhiri dengan persetujuan serta penutup, bisa juga kesimpulan. 📖✍️
Daftar Isi
Contoh Teks Percakapan Negosiasi 2, 3, 4, 5, 6 Orang

Dalam diskusi yang melibatkan lebih dari 2 orang tentu percakapannya lebih panjang. Namun umumnya tidak semua dominan dalam pembicaraan.
Untuk lebih memahami kamu bisa membaca contoh teks percakapan negosiasi 2, 3, 4, 5, 6 orang di bawah ini.
Negosiasi tidak hanya terjadi pada saat transaksi jual beli. Bisa juga dalam semua konsep salah satunya pendidikan.
Tujuannya bukan untuk mendapatkan barang, tetapi demi mencapai suatu kesepakatan atas suatu permasalahan, berikut contohnya.
Contoh Percakapan Negosiasi 1
Permasalahan pertama sebagai contoh teks percakapan negosiasi 2, 3, 4, 5, 6 orang adalah dalam hal pengadaan buku di sekolah.
Pada sekolah swasta biasanya buku menjadi beban masing-masing siswa dan wali yang menjadi perdebatan.
Anggi : Selamat pagi, Ibu Nuri. Perkenalkan saya Anggi wali siswa kelas 1B atas nama Isyana.
Nuri : Selamat pagi, Bu. Senang sekali bertemu dengan ibu, selama ini hanya melalui group WA kelas saja.
Contoh teks percakapan negosiasi 2, 3, 4, 5, 6 orang diawali dengan perkenalan sesuai struktur pertama.
Anggi : Baik, Bu disini saya ingin menyampaikan permasalahan belajar anak saya, Isyana.
Dimana salah satu kewajiban kami adalah membeli buku pegangan selama satu tahun ini. Jujur kami merasa keberatan mengingat biayanya.
Bagian kedua dari contoh teks percakapan negosiasi 2, 3, 4, 5, 6 orang dilanjutkan dengan pengajuan.
Nuri : Baik, saya mengerti, beberapa wali siswa memang merasa keberatan dengan biaya pembayaran buku serta lembar kerja. Akan tetapi ini sudah menjadi kebijakan sekolah untuk diwajibkan ke masing-masing siswa.
Buku pegangan ini nantinya mempermudah siswa dalam belajar. Apalagi untuk kurikulum yang terbaru yaitu kurikulum Merdeka.
Setiap siswa diharapkan mandiri dalam belajar. Jadi kami sangat menyarankan untuk membeli semua mata pelajarannya, begitu.
Anggi : Begini, Bu. Untuk pembayarannya apakah tidak ada keringanan dari pihak sekolah? Mengingat nominalnya tidak sedikit dan kami keberatan. Atau diperbolehkan untuk membeli hanya sebagian saja.
Nuri : Untuk masalah pembayaran nanti bisa dicicil selama satu tahun. Nominalnya bebas boleh berapa saja. Jadi jangka waktu pembayarannya sampai sebelum kenaikan kelas 2, begitu Bu.
Diskusi yang cukup panjang di atas termasuk dalam struktur penawaran untuk contoh teks percakapan negosiasi 2, 3, 4, 5, 6 orang.
Anggi : Oh, baik kalau begitu, Bu. Terima kasih atas penjelasannya.
Nuri : Sama-sama, Ibu, semoga ananda Isyana tetap semangat belajar.
Kalimat di atas berisi penyampaian terima kasih antara pihak pertama dengan kedua. Dalam hal ini sudah masuk dalam persetujuan dan penutup.
Persetujuan adalah dari Ibu Anggi yang menyepakati pembayaran cicilan selama satu tahun.
Contoh Percakapan Negosiasi 2
Selain dua belah pihak, ada juga teks percakapan negosiasi 2, 3, 4, 5, 6, orang yang dibangun oleh 3 orang saja, berikut contohnya.
Andra : Selamat siang, perkenalkan saya Andra, orang tua dari siswa kelas 5A, Arif.
Andi : Selamat siang, saya orang tua dari Azka, kelas 5A.
Bagus : Selamat siang bapak-bapak semua, perkenalkan saya Bagus, wali kelas 5A. Ada yang bisa saya bantu?
Bagian pertama ini masuk pada orientasi contoh teks percakapan negosiasi 2, 3, 4, 5, 6 orang.
Andra : Sebelumnya, kami mohon maaf sudah mengganggu waktu Bapak mengajar di kelas. Ini terkait dengan penerapan jadwal ektrakurikuler. Saya rasa perlu diperhitungakan kembali, menyesuaikan dengan beban belajar dan jam kepulangan.
Sebab anak saya merasa terlalu padat. Dimana, kepulangan sudah jam 3 sore, kemudian dilanjutkan dengan ekstrakurikuler jam 3 lebih 15 menit.
Dengan alokasi waktu singkat tersebut anak tidak punya banyak waktu istirahat, mohon pertimbangannya.
Andi : Azka juga demikian, Pak. Terlebih anak mengikuti 2 macam ekstrakurikuler, tentu sangat memberatkan apabila hanya diberi waktu istirahat selama 15 menit saja. Ini artinya, siswa mau tidak mau harus di sekolah dari pagi sampai sore hari menjelang maghrib.
Struktur kedua dalam contoh teks percakapan negosiasi 2, 3, 4, 5, 6 orang diatas masuk dalam tahap pengajuan.
Bagus : Baik, bapak-bapak sekalian. Terima kasih atas masukannya, disini saya hanya menyampaikan pilihan solusi saja. Apakah akan mengikuti ektrakurikuler atau tidak. Sebab ada yang wajib dan tidak, jadi bisa pilih wajib saja yang diselenggarakan setiap hari sabtu.
Andi : Bagaimana kalau kegiatan esktra pilihan dialihkan ke hari Minggu saja, supaya jadwal belajar sehari tidak terlalu padat.
Andra : Betul, dan kalau bisa tidak diadakan setiap Minggu melainkan diselang-seling dengan hari lain.
Bagus : Begini, kalau hari Minggu, kami pihak sekolah mengharapkan siswa memiliki quality time dengan keluarga di rumah. Akan tetapi apabila menginginkan, kami akan buatkan jadwal untuk menyesuaikan.
Sampai di sini masuk dalam penawaran contoh teks percakapan negosiasi 2, 3, 4, 5, 6 orang.
Andra : Baik, kami tunggu info selanjutnya, terima kasih.
Andi : Terima kasih, semoga segera mendapat jadwal terbaru di hari Minggu nanti.
Bagus : Terima kasih atas masukannya, kalau ada kendala lagi bisa langsung disampaikan ke saya. Selamat siang.
Tiga percakapan di atas masuk struktur persetujuan dan penutup dari contoh teks percakapan negosiasi 2, 3, 4, 5, 6 orang.
Halaman:



