8 Tipe Pelamar Kerja, Kamu Tipe yang Mana?

 Nana | Jum, 12 Jun 2020

8 Tipe Pelamar Kerja, Kamu Tipe yang Mana? — Kamu saat ini sedang sibuk melamar pekerjaan? Tapi galau sebab sepertinya dari sekian lamaran yang kamu kirim, kamu belum juga mendapat kepastian. Mungkin ada hal keliru yang telah kamu lakukan saat kamu melamar. Makanya kamu perlu menyimak terlebih dahulu 8 tipe pelamar kerja yang wajib kamu tahu. Kira-kira kamu tipe yang mana?

Tipe Pelamar Kerja, Kamu yang Mana?

Tipe Pelamar Kerja
https://unsplash.com/

Saat kamu melamar kerja pada sebuah perusahaan, tentu kamu akan bersaing dengan pelamar kerja yang lainnya. Kamu juga akan bertemu dengan banyak pelamar kerja dengan karakter yang berbeda-beda, kemampuan yang berbeda serta pengalaman yang beragam.

Nah, dari sederet orang-orang yang kalian temui tersebut, tentunya ada beberapa tipe yang akan sangat sering bahkan hampir ada dalam setiap melamar suatu pekerjaan. Untuk itulah artikel ini dibuat.

Daftar Tipe Pelamar Kerja yang Perlu Kamu Kenali

Dalam blog Mamikos ini, sederet informasi penting dan bermanfaat bisa kamu dapatkan lho. Bukan saja tipe pelamar kerja saja. Tapi info para pencari kerja, artikel cari kerja, lowongan kerja indonesia, mencari kerja info, kepribadian yang dibutuhkan perusahaan hingga informasi pekerjaan yang disukai juga bisa kamu dapatkan di sini.

Kalau begitu langsung saja simak tipe pelamar kerja yang perlu kamu tahu tersebut. Dan coba amati, kira-kira kamu tipe yang mana dari beberapa tipe yang Mamikos sertakan di bawah ini?

1. Si Sok akrab

https://www.pexels.com/

Tipe pelamar kerja yang pertama ini bisa dibilang adalah tipe yang akan sangat mudah bergaul dengan semua orang yang berada satu ruangan dengannya. Ketika dia sedang menunggu jadwal wawancara atau tes dan lain-lain, maka ia akan dengan mudah bertanya pada orang sekitar mengenai segala hal. Mulai dari pekerjaan, kantor, hingga pertanyaan basa-basi seperti asal kampus, tempat tinggal, dan lain-lain.

Maka tentu tidak heran jika sosok ini adalah orang yang bisa memberikan beragam informasi pada kamu. Sebab bisa dibilang temannya  banyak dan tersebar dimana-mana. Selain itu tipe sok akrab ini juga biasanya akan  mem-follow up via chat personal dengan HRD tempat dia melamar pekerjaan. Dan dia juga menggunakan bahasa yang terkesan informal seakan sedang berbicara dengan temannya sendiri. Hati-hati, HRD memperhatikan betul lho isi chat yang kamu kirimkan.

2. Si pendiam

https://unsplash.com/

Tipe pelamar kerja berikutnya adalah tipe seseorang yang pendiam. Tentu berbanding terbalik dengan tipe sok akrab yang cenderung kepo dengan urusan semua orang yang sudah Mamikos sebutkan di awal. Si pendiam biasanya justru akan terlihat lebih tenang dan diam ketika menunggu giliran wawancaranya dan tidak akan bersuara kecuali ditanya.

Ketika ada yang bertanya pun jawabannya pasti hanya seperlunya saja. Sehingga tidak sedikit orang akan berpikir bahwa dia menjaga jarak dan menutup diri. Si tipe pendiam ini  ketika meletakkan lamaran pekerjaan, maka ia akan diam saja dan tidak melakukan follow up lebih lanjut seperti yang dilakukan tipe pelamar kerja pertama. Sederhananya, dia akan pasrah menunggu kabar dari HRD perusahaan.

3. Si panikan

https://www.pexels.com/

Masih dalam rangkaian tipe pelamar kerja, ada si panikan. Ya, sesuai julukannya, tipe pelamar kerja satu ini memang menjadikan panik sebagai hobi. Ketika sedang menanti gilirannya dipanggil, ia tidak akan segan untuk menceritakan kepanikannya pada orang lain. Tanpa sadar dia sendiri menyebarkan kepanikan tersebut pada orang lain. Tidak jarang orang lain disekitarnya jadi ikutan panik.

Tipe satu ini biasanya sering menyebarkan kepanikan dengan memberikan berita yang mereka dengar tanpa mengecek keaslian berita tersebut terlebih dahulu. Tidak berbeda jauh dengan situasi ketika mereka meletakkan lamaran. Seperti yang sudah bisa ditebak mereka akan sangat sering bahkan hampir setiap hari melakukan follow up dengan perusahaan atau bertanya pada HRD secara langsung.

Jika follow up mereka tidak dibalas, mereka akan panik dan semakin gencar mengontak perusahaan dan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu. Mamikos harap kamu bukan tipe pelamar kerja yang seperti itu.

4. Si penyabar

https://www.pexels.com/

Tipe pelamar kerja berikutnya ini adalah dia yang akan sabar walau disuruh menunggu selama apapun. Bahkan masih bisa melakukan hal-hal lain dan tidak terfokus pada satu panggilan lamaran kerja saja. Saat memenuhi panggilan interview, merupakan tipe orang yang sabar dan selalu tersenyum dalam ruangan tempat mereka menunggu giliran wawancara. Tidak hanya itu saja lho. Ketika dia mengirimkan lamaran dalam perusahaan, mereka juga akan sabar menanti hasilnya untuk keluar tanpa perlu memburu-buru pihak perusahaan.

Mungkin sebelas dua belas dengan si pendiam, hanya saja kalau si penyabar jauh lebih berserah. Jadi kalau belum dapat jawaban, tipe penyabar seperti ini akan tetap bisa melanjutkan hidup dan kegiatannya sehari-hari tanpa terganggu.

5. Si Tidak Tahu Diri

https://www.pexels.com/

Kamu pasti ingat bahwa beberapa waktu yang lalu sempat viral kisah seorang fresh graduate dari universitas ternama Indonesia menuntut gaji yang tinggi pada perusahaan yang dilamarnya. Kejadian itu mengundang sejumlah reaksi dari warganet bahkan dari beberapa lulusan universitas tersebut yang seorang selebriti.

Kebanyakan mengecam aksi si fresh graduate yang terlalu jumawa pada kemampuan dan almamaternya. Seolah karena dia lulusan universitas bergengsi, maka salary yang harus ditawarkan pada dia pun tinggi.

Sini, biar Mamikos kasih tahu. Apabila kamu memiliki etos kerja yang baik dan dinilai kompeten, perusahaan pun pasti akan mengapresiasi dan mempertimbangkan besaran upah yang kamu terima. Sebagai seorang fresh graduate tentu kamu belum memiliki pengalaman. Sehingga ‘nilai jual’ diri kamu pun belum dapat memikat banyak perusahaan.

Namun jika kamu sudah punya jam terbang dan kamu punya catatan oke dari perusahaan terkait kinerja kamu, dijamin ada banyak perusahaan yang akan melirik kamu. HRD akan bersimpati pada mereka yang pandai menempatkan diri. Jadi, sedewa apapun skill-mu, setinggi apapun IPK kamu, kamu tidak bakal tambah keren kalau sombong di depan HRD yang mewawancara.

6. Si Santai tapi Pasti

https://www.pexels.com/

Hal pertama yang disiapkan saat kamu hendak mencari pekerjaan yaitu dengan membuat surat lamaran, CV (Curriculum Vitae), melengkapi berkas, dan kemudian mengirimkannya pada daftar lowongan pekerjaan yang sudah kamu miliki. Tapi ada lho mereka yang tidak perlu bersusah payah melakukan itu semua. Nah tipe pelamar satu ini menurut Mamikos sudah agak jarang terlihat.

Kalau kamu aktif dalam suatu organisasi atau komunitas, maka malah menjadi sangat  bagus lho. Sebab  biasanya mereka lebih mudah menyebarkan informasi lowongan pekerjaan. Bahkan tidak jarang mereka yang mengenal kamu akan merekomendasikan atau mengajak untuk bergabung dengan perusahaan tempatnya bekerja.

Tentu tidak sembarangan merekomendasikan. Sebab orang yang merekomendasikan kamu juga perlu tahu dengan baik kemampuan, potensi dan pengalaman yang kamu miliki. Tipe pelamar satu ini terbilang beruntung karena memiliki jaringan atau networking yang bagus. Jadi dia tidak akan bersusah payah untuk mengirimkan CV atau lamaran jika punya orang-orang yang siap ‘mempromosikan dirinya’ secara cuma-cuma.

7. Si Pendendam

Tipe Pelamar Kerja
https://www.pexels.com/

Tipe pelamar kerja berikutnya adalah si pendendam. Tidak mengherankan jika di dunia kerja terkadang kamu dihadapkan pada peristiwa yang tidak menyenangkan. Baik di kantor atau di lingkungan sesama karyawan. Contohnya saja mungkin kamu pernah berselisih paham dengan rekan kerja atau bahkan pernah terkena PHK.

Tipe pencari kerja satu ini biasanya berpotensi untuk “kelepasan”  dan mencurahkan keluh kesahnya di hadapan HRD calon perusahaan baru. Dia akan menceritakan sederet keburukan dan juga minusnya perusahaan lama tempat dia bekerja. Kandidat seperti ini  biasanya tidak sadar bahwa HRD tidak akan mengambil risiko dengan menerima kandidat yang memiliki sifat “pendendam” dan terus menceritakan kesalahan-kesalahan di masa lalu.

8. Si Pembohong

https://unsplash.com/

Mamikos mengerti bahwa saat kamu mencari pekerjaan tentu ingin memikat hati HRD perusahaan idaman kamu. Akan tetapi, lain halnya jika kamu sampai sengaja memuat informasi yang tidak benar atau mencantumkan sebuah keterangan keliru tentang diri kamu dalam CV. Atau bahkan mungkin berbohong saat melakukan wawancara.

Ketahuilah bahwa HRD memiliki banyak cara untuk melakukan riset mengenai kandidat calon karyawannya. Misalkan saja mereka akan mengecek via sosial media atau kolega di perusahaan lama si calon karyawan tersebut. HRD juga sudah berpengalaman berhadapan dengan calon karyawan. Sehingga mereka akan mampu membaca bahasa tubuh kandidat yang sedang berbohong. Kalau sudah ketahuan, maka bersiaplah nama kandidat tersebut akan masuk daftar hitam.

Dengan demikian usai sudah penjelasan Mamikos dalam artikel tipe pelamar kerja yang bisa Mamikos berikan. Semoga informasi di atas tadi bermanfaat dan bisa memberikan kamu sebuah informasi baru. Setelah membaca artikel tadi, apakah kamu sudah tahu kamu tipe yang mana? Jika sudah, maka kamu mungkin bisa upgrade CV kamu, cara bertutur saat wawancara, dan bisa meningkatkan lagi kualitas dan potensi kamu agar dilirik HRD.

Mamikos ingatkan sekali lagi untuk terus mengakses aplikasi pencari kost Mamikos untuk pembaruan informasi lain yang berguna. Kamu bisa mengunduh aplikasinya di appstore dan playstore sekarang juga.

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu: