Tujuan dari Teks Deskripsi dan Langkah-Langkah Membuat Teks Deskripsi yang Benar

Posted in: Mapel Pelajar
Tagged: Teks Deskripsi

Tujuan dari Teks Deskripsi dan Langkah-Langkah Membuat Teks Deskripsi yang Benar – Belum banyak penulis memahami secara benar apa tujuan dari teks deskripsi, terutama bagi penulis pemula. Memang cirinya adalah menggambarkan secara mendetail tentang obyek pengamatannya, tetapi terkadang penggunaannya kurang tepat atau penulisannya kurang maksimal. 

Teks Deskripsi

unsplash.com/@kaimantha

Padahal penggunaan paragraf deskriptif sendiri cukup krusial, terutama apabila ingin menulis novel, cerpen, atau laporan pengamatan. Namun tanpa mengetahui tujuannya secara jelas, terkadang menggunakan teksnya terlalu over. 

Efeknya adalah tulisannya terkesan terlalu datar, membosankan, dan kurang menarik. Cobalah perhatikan bagaimana sebuah novel Harry Potter dituliskan, tak hanya tentang deskripsi, tetapi juga narasi, menghadirkan dialog atau monolog dari tokohnya. 

Kombinasi antara berbagai jenis paragraf akan menambah poin tujuan dari teks deskripsi, contohnya ketika hanya mendeskripsikan tentang sepeda saja, pembaca hanya mengira bahwa penulisnya ingin memberi tahu sepeda model terbaru. 

Tetapi cobalah tambahkan kalimat ajakan seperti yuk membeli sepeda terbaru ini, nyaman dan aman dikendarai, menunjukkan pesan lain. Tak hanya ingin menggambarkan tentang model sepeda terbaru tetapi juga mengajak pembaca untuk membeli sepedanya. 

Karakteristik atau Ciri – ciri Teks Deskripsi 

Setiap jenis naskah tentunya memiliki karakteristik khusus, contohnya persuasif cirinya adalah memiliki teks pendek namun mampu membuat pembacanya tergerak untuk melakukan sesuatu, seperti membeli sepeda baru pada contoh sebelumnya. 

Begitu juga dengan tujuan dari teks deskripsi, juga memiliki karakteristik khususnya yaitu menggambarkan secara mendetail tentang obyek pengamatannya. Tidak hanya sekedar obyeknya saja tetapi juga sampai menggambarkan kongkrit bagaimana suasananya. 

Contohnya menggambarkan suasananya saat itu bagaimana, apakah mencekam, menyenangkan, atau membuat jantung berdebar kencang. Menambahkan kata – kata sifat bisa membuat penggambaran lebih dinamis serta membuat pembacanya lebih menjiwai. 

Paragraf deskriptif juga identik dengan sudut pandang subyektif, contohnya pandangan tokoh terhadap rasa masakan di depannya, bagi tokoh mungkin masakannya memiliki aroma wangi, rasa sedap, dan sedikit pedas, ditambah kejunya banyak dan meluber. 

Pandangan subyektif tersebut tentu saja berbeda, pembaca mungkin tidak suka dengan pizza mozzarella, tetapi setelah membaca deskripsinya mampu terbawa suasana lapar dan nikmatnya tokoh yang sedang menikmati pizza mozarella pesanannya. 

Karakteristik berikutnya adalah banyak kata keterangan, mulai dari waktu dan tempat. Ini digunakan untuk mendukung tujuan dari teks deskripsi, yaitu membuat pembacanya bisa ikut mengetahui dan merasakan seperti yang dialami oleh penulis. 

Adanya kata keterangan tempat maupun waktu, membantu pembacanya lebih menyadari bagaimana perjalanan tokohnya saat itu dan kondisinya saat ini. Dengan demikian pembacanya bisa lebih mudah ikut merasakan seperti tokohnya. 

Memahami Tujuan dari Teks Deskripsi 

Bagian terpenting sebelum menulis sebuah teks adalah mampu memahami tujuannya terlebih dahulu. Dengan demikian akan sinkron antara pesan dan tulisannya, jangan sampai ingin mengajak orang lain, tetapi menggunakan teks narasi, kurang cocok. 

Sebagaimana definisi atau arti dari deskripsi itu sendiri yaitu penggambaran, tujuan dari teks deskripsi adalah menggambarkan bagaimana kondisi secara detail dan terperinci. Namun terfokus pada pengamatan secara inderawi atau yang nampak saja. 

Terdapat banyak sekali hal untuk diamati melalui observasi secara inderawi, contohnya tentang bentuk suatu benda. Meskipun sama – sama berwarna merah, tetapi terkadang kadar merahnya (saturasinya) berbeda, satu seperti buah tomat satunya lagi seperti apel fuji. 

Selain memperinci bagaimana sebuah obyek pengamatan, tujuan dari teks deskripsi juga harus mampu membuat pembacanya atau audiens merasakan seperti pengamatan dari penulisnya. Bisa juga membuat pembacanya serasa masuk ke dalam cerita sebagaimana tokoh – tokohnya. 

Karenanya terkadang penggambaran sesuai dengan realitasnya atau obyeknya saja tidak cukup karena terkesan garing dan membosankan. Tulisannya juga harus dibumbui dengan pandangan – pandangan bersifat subyektif, sehingga lebih terkesan menarik dan fleksibel. 

Contohnya begini, “setahun menjadi bapak rumah tangga, membuatku tersadar bahwa mengurus rumah tidak hanya tentang membersihkan sudut – sudut ruangan yang kotor atau menghilangkan noda membandel pada piring saja. Berat rasanya.” 

Memahami Sistematika dan Struktur Teks Deskripsi

Sebelum membahas bagaimana cara menulis sebuah naskah deskriptif secara baik dan benar, tentunya harus memahami bagaimana sistematika dan tujuan dari teks deskripsi. Struktur tersebut tidak bersifat berurutan, sehingga penulis bisa lebih fleksibel dalam menuliskannya. 

Identifikasi

Struktur pertama ketika hendak menuliskan paragraf deskriptif adalah harus melakukan identifikasi terlebih dahulu terhadap obyek pengamatannya. Contohnya ketika mata sedang memandang perairan, harus jelas terlebih dahulu hendak mengamati apanya. 

Apakah hendak mengamati bagaimana airnya bergerak, bagaimana kondisi nelayan ketika sedang menebar jaringnya, atau sekedar menikmati bagaimana pantulan bayangan sinar mentari di sore hari saja. 

Adanya obyek atau fokus tersebut mampu membantu penulis dalam melakukan pengamatan terfokus serta menuliskannya. Pembaca juga lebih mudah mengidentifikasi, apa yang sedang diamati oleh penulis atau tokohnya. 

Klasifikasi

Agar bisa merealisasikan salah satu tujuan penulisan teks deskripsi adalah mampu mengelompokkan berbagai informasinya. Dalam sebuah pengamatan tentu banyak sekali data – datanya, mulai dari bentuknya, teksturnya, warnanya, hingga aromanya. 

Informasi tersebut harus dikelompokkan agar lebih mudah dalam membayangkan obyeknya kembali. Bisa mengelompokkan pengamatan dari indra penglihatan terlebih dahulu, kemudian dari suaranya, hingga terakhir adalah dari aromanya. 

Deskripsi 

Sistematika terakhir untuk melengkapi tujuan dari teks deskripsi adalah memberikan penjelasan atau gambaran secara mendetail. Sebagaimana karakteristik teksnya, harus menggambarkan berdasarkan pengamatan inderawi dan pandangan subyektif. 

Seimbangkan kedua deskripsinya, apabila isinya subyektif semua, pembaca kebingungan bagaimana sebenarnya bentuk obyeknya. Begitu juga ketika isinya obyektif semua, pembaca akan merasa kering lalu cepat bosan. 

Langkah – langkah Menyusun Teks Deskripsi yang Benar

Memahami bagaimana struktur, karakteristik, dan tujuan dari teks deskripsi saja kurang mampu untuk menyusun tulisannya secara benar. Perlu langkah – langkah khusus untuk menjaga agar tulisannya tidak melenceng dari tujuan awalnya. 

Menentukan Topik Bahasan

Langkah pertama dalam menyusun paragraf deskriptifnya adalah memahami terlebih dahulu hendak menuliskan tentang apa, topiknya harus jelas tujuan dari teks deskripsi. Jangan terlalu umum karena akan menyulitkan proses observasi atau penggalian datanya. 

Contohnya dibandingkan membuat topik “Liburan”, cobalah membuat topik lebih spesifik lagi, seperti “bermain game The Alchemist Code ketika sedang liburan”. Topik spesifik tentunya akan lebih memudahkanmu untuk fokus dalam menggali data. 

Memilih topiknya bisa beragam, bergantung dari tujuannya. Apabila hendak digunakan sebagai latihan, cobalah topik – topik di sekelilingmu, seperti “perilaku masyarakat di lingkungan RT selama masa PPKM” atau lebih mudah lagi tentang “kondisi kamar”. 

Menentukan Tujuan Penulisannya

Langkah berikutnya adalah menentukan tujuannya, juga harus spesifik agar lebih memudahkan penggambaran dan pengamatannya. Contoh tujuan teks deskripsi sebagai berikut, “mengenalkan cita rasa berbagai varian soto”

Berdasarkan teks tujuan tersebut dapat diketahui bahwa penulis hendak spesifik mendeskripsikan cita rasa sotonya, tidak mendeskripsikan tentang tempatnya, kedainya, atau penjual sotonya. Tetapi bagaimana sotonya ketika sudah masuk ke dalam lidah. 

Membuat Gambaran atau Kerangka

Setelah tujuan selesai tergambar, perlu dijabarkan menjadi beberapa poin – poin penting. Poin – poin tersebut menjadi acuan bagi penulis untuk mengambil data atau melakukan pengamatan terhadap obyeknya. 

Selain itu kerangka juga memudahkan penulisnya agar membuat paragrafnya lebih terstruktur, menghindari terjadinya pembahasan bertele – tele, serta memastikan topiknya saling berkaitan satu dengan lainnya. 

Agar bisa membuat gambaran atau kerangka kamu perlu untuk studi pendahuluan terlebih dahulu terhadap topiknya, contohnya pada topik cita rasa varian soto, perlu mengetahui komposisi dan bumbu serta cara memasaknya terlebih dahulu. 

Memperkaya Data dan Melakukan Observasi

Berikutnya adalah menentukan apa isi teks deskripsi melalui proses observasi. Pengamatan dapat dilakukan melalui berbagai cara, pertama adalah mengamatinya secara langsung (apabila memungkinkan). 

Cara kedua adalah membaca beragam literatur dan menonton berbagai film dokumenter. Cara ini cocok dilakukan ketika data – datanya sulit diobservasi secara langsung, seperti memahami kondisi Paris selama awal era industrialisasi untuk menulis novel tentang kehidupan di Eropa.

Atau cara ketiga adalah mengumpulkan berbagai pendapat para ahli terkait topik yang hendak menjadi pembahasannya. Pandangan para ahli membantu melihat bagian apa saya fokus pengamatannya. Selain itu bisa memperoleh deskripsi subyektif dari para ahli tersebut. 

Tentunya cara paling ideal adalah pengamatan secara langsung, namun menyadari bahwa tak semua realitas mampu terjangkau, menggunakan sumber kedua atau ketiga bisa menjadi alternatif penggalian datanya. 

Mencatat Informasi Penting Selama Observasi

Kelemahan manusia adalah keterbatasan dalam mengingat serta biasnya ingatan dalam rentang waktu tertentu. Kelemahan ini membuat kamu harus memiliki strategi agar setiap upaya observasinya tidak sia – sia. 

Salah satu caranya adalah dengan menuliskan hasil pengamatannya pada sebuah buku catatan. Tentu tidak semua harus tercatat, fokuslah pada tujuan penulisan dan studi pendahuluannya. Apabila ingin mengembangkan tulisannya bisa menambahkan beberapa temuan – temuan baru. 

Agar tidak membingungkan tuliskan saja segala informasinya terlebih dahulu, random atau acak tidak masalah. Tetapi setelah itu harus dikelompokkan atau diklasifikasi informasinya. Pengelompokan tersebut penting untuk memperkuat ingatan maupun membuat datanya lebih sistematis. 

Mulai Menuliskan Hasil Pengamatannya

Data lengkap kerangka sudah tepat, tinggal menuliskannya saja. Jangan lupakan bahwa menuliskan teks deskriptif harus menyertakan pengamatan obyektif dan subyektif sekaligus. Bangunlah imajinasi dari audiensnya, sehingga lebih menyenangkan untuk terus dibaca. 

Contoh teks deskripsi adalah sebagai berikut, “Dua hari lalu Nana membeli drawing pad seukuran kertas A4, termasuk besar baginya. Selama dua hari itu juga Nana selalu erat dengan drawing padanya, mulai dari membersihkan debu, mengelus – elusnya, dan mencoba menggunakannya. 

Percobaan hari pertama dirasa sangat melelahkan bagi Nana, tangannya kaku dan matanya memerah. Membuat otak dan tangan berkoordinasi tidaklah mudah. Terkadang Nana ingin menggores ke bagian kiri, tetapi ternyata tergores di bagian atas…” 

Sunting Hasil Tulisannya

Langkah terakhir dalam menulikan paragraf deskriptif adalah memastikan tidak ada kesalahan penulisan di dalamnya. Mulai dari ejaan, penggunaan kata sambung, kata depan, huruf kapital, dan kesalahan penulisan lainnya. 

Periksalah juga gaya penulisannya apakah sudah enak untuk dibaca atau tidak. Apabila kesulitan atau takut penilaiannya bias, bisa meminta tolong ke orang lain untuk membacanya. Tanyakan kepadanya setelah membacanya, apakah sama dengan keinginanmu. 

Apabila dari responsnya menunjukkan bahwa temanmu sudah bisa menangkap pesanmu, maka sudah pasti bahwa tulisannya ready untuk publikasi. Bisa memanfaatkan blog atau sosial media. 

Tulisan paling diminati atau mudah untuk dipelajari adalah teks deskriptif. Karena sangat erat dengan kehidupan sehari – hari, setiap hari melihat, mencium, dan merasakan sesuatu. Tinggal menuliskannya saja sesuai dengan tujuan dari teks deskripsi. 


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah