Tulisan Innalillahiwainnailaihirojiun yang Benar Arab dan Latin dalam Islam Beserta Artinya
Sebagai seorang muslim, kamu pasti tahu bahwa saat mendengar sebuah kabar duka pasti seseorang akan refleks mengucapkan Innalillahiwainnailaihirojiun. Sebenarnya apa maksud dari kata tersebut?
Hikmah Ketika Membaca Tulisan Innalillahiwainnailaihirojiun
Masih dalam rangkaian informasi tulisan innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn yang benar dan tepat, Mamikos juga punya ulasan mengenai beberapa hikmah yang akan didapatkan.
Jadi, kalimat istirja tersebut bukan tanpa maksud atau hikmah lho. Sebab ada beberapa makna mendalam yang terkandung dari kalimat innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn tersebut berikut ini.
a. Sebagai Tanda Keikhlasan
Mengucapkan kalimat innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn menjadi salah satu bentuk keikhlasan seseorang dan tawakkal nya ia pada takdir atau ketentuan Allah.
Seorang muslim harus memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu di muka bumi ini hanyalah milik Allah SWT.
Dan ia pun punya keyakinan juga bahwa segala sesuatu tersebut kelak hanya akan kembali pada-Nya.
Dengan keyakinan tersebut, maka kamu pun tidak akan berlebihan dalam meratapi kehilangan. Sebab kamu sudah ikhlas atas segala sesuatu yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’al.
b. Menghilangkan Beban di Hati
Mengucapkan kalimat innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn juga dapat menghilangkan beban berat di dalam hati.
Bukan tidak mungkin saat kamu mendengar kabar duka atau musibah, seseorang biasanya akan cenderung bersedih hingga meratapi mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Berduka, sedih, dan berat melepaskan karena kehilangan memang sangat wajar.
Namun dengan membaca kalimat tarji atau istirja maka diharap dapat mengurangi bahkan menghilangkan rasa sesak dalam dada.
Apalagi jika seseorang baru saja mendapatkan berita belangsungkawa tersebut. Sebagai muslim kita harus menyadari berbagai ketetapan Allah sebagai penguasa semesta alam dan seluruh isinya.
c. Menghindarkan Emosi Berlebihan
Masih dalam rangkaian hikmah tulisan innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn, kamu juga dapat menghindari diri dari emosi yang meluap-luap atau berlebihan.
Apalagi jika kamu sedang menghadapi sesuatu yang tak disukai atau musibah, maka diri akan jadi lebih mudah tersulut emosi. Tidak jarang juga orang akan kewalahan dalam mengendalikan diri sendiri.
Dengan mengucapkan kalimat innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn, maka InsyaAllah kamu semua akan terhindar dari sikap tak terpuji karena terbutakan oleh emosi.
Halaman:

