Besar Gaji UMR, UMP, UMK Jakarta Terbaru 2019

 Mamikos | Ming, 01 Apr 2018

Gaji UMK, UMP, UMR JAKARTA 2019 – Merantau mungkin adalah suatu pilihan tepat bagi Anda yang ingin hidup mandiri dan mengusung nasib lebih baik. Dan ibu kota negara yakni Jakarta tetap menjadi tujuan bagi para perantau dikarenakan memiliki besaran nilai UMK UMP UMR Jakarta 2019 yang angkanya cukup besar. Tak hanya itu saja alasan mengapa para pendatang ini tiap tahunnya selalu bertambah jumlahnya dan menjadi tujuan terfavorit bagi anak muda di seluruh Indonesia.

Jika ditelaah, Jakarta memang memiliki fasilitas yang bisa dikatakan lengkap, selain karena UMR Jakarta 2019 yang tinggi . Mulai dari ketersediaan gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, akomodasi, hotel, dan restoran. Tidak hanya itu, lapangan pekerjaan yang ditawarkan juga lebih banyak dengan tingkat penghasilan yang lumayan besar pula.

Upah Minimum Povinsi (UMP) kembali diperbarui. Pihak-pihak yang berperan penting di dalam perusahaan terutama founder dan divisi Human Resources harus kembali dipusingkan karena perlu melakukan penghitungan ulang untuk menyesuaikan besaran gaji yang diterima karyawan dengan perubahan UMP. Lalu apa pengertian Upah Minimimum Provinsi (UMP)? Apa bedanya dengan UMR Jakarta 2019 dan UMK?

Besar Gaji UMR, UMP, UMK Jakarta Terbaru 2019

UMR UMP UMK Jakarta?

Sebentar menilik ke belakang, mari kita lihat profil ibukota terlebih dahulu. Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) adalah ibu kota negara dan kota terbesar di Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di pesisir bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan beberapa nama di antaranya Sunda Kelapa, Jayakarta, dan Batavia. Di dunia internasional Jakarta juga mempunyai julukan J-Town, atau lebih populer lagi The Big Durian karena dianggap kota yang sebanding New York City (Big Apple) di Indonesia.

Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 10.374.235 jiwa (2017). Wilayah metropolitan Jakarta (Jabodetabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Asia Tenggara atau urutan kedua di dunia.

Sebagai pusat bisnis, politik, dan kebudayaan, Jakarta merupakan tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan asing. Kota ini juga menjadi tempat kedudukan lembaga-lembaga pemerintahan dan kantor sekretariat ASEAN. Jakarta dilayani oleh dua bandar udara, yakni Bandara Soekarno–Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, serta tiga pelabuhan laut di Tanjung Priok, Sunda Kelapa, dan Ancol.

Sebagai salah satu kota metropolitan dunia, Jakarta telah memiliki infrastruktur penunjang berupa jalan, listrik, telekomunikasi, air bersih, gas, serat optik, bandara, dan pelabuhan. Saat ini rasio jalan di Jakarta mencapai 6,2% dari luas wilayahnya. Selain jalan protokol, jalan ekonomi, dan jalan lingkungan, Jakarta juga didukung oleh jaringan Jalan Tol Lingkar Dalam, Jalan Tol Lingkar Luar, Jalan Tol Jagorawi, dan Jalan Tol Ulujami-Serpong. Pemerintah juga berencana akan membangun Tol Lingkar Luar tahap kedua yang mengelilingi kota Jakarta dari Bandara Soekarno Hatta-Tangerang-Serpong-Cinere-Cimanggis-Cibitung-Tanjung Priok.

Untuk ke kota-kota lain di Pulau Jawa, Jakarta terhubung dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang bersambung dengan Jalan Tol Cipularang ke Bandung dan Jalan Tol Cipali ke Cirebon. Selain itu juga tersedia layanan kereta api yang berangkat dari enam stasiun pemberangkatan di Jakarta. Untuk ke Pulau Sumatera, tersedia ruas Jalan Tol Jakarta-Merak yang kemudian dilanjutkan dengan layanan penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni.

Untuk ke luar pulau dan luar negeri, Jakarta memiliki satu pelabuhan laut di Tanjung Priok dan bandar udara yaitu:

  1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tanggerang,Banten yang melayani penerbangan internasional dan domestik.
  2. Bandara Halim Perdanakusuma yang banyak berfungsi untuk melayani penerbangan kenegaraan serta penerbangan domestik

Untuk pengadaan air bersih, saat ini Jakarta dilayani oleh dua perusahaan, yakni PT. Aetra Air Jakarta untuk wilayah sebelah timur Sungai Ciliwung, dan PT. PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) untuk wilayah sebelah barat Sungai Ciliwung. Pada tahun 2015, kedua perusahaan ini mampu menyuplai air bersih kepada 60% penduduk Jakarta.

Jakarta merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat. Saat ini, lebih dari 70% uang negara beredar di Jakarta. Perekonomian Jakarta terutama ditunjang oleh sektor perdagangan, jasa, properti, industri kreatif, dan keuangan. Beberapa sentra perdagangan di Jakarta yang menjadi tempat perputaran uang cukup besar adalah kawasan Tanah Abang dan Glodok.

Kedua kawasan ini masing-masing menjadi pusat perdagangan tekstil serta dengan sirkulasi ke seluruh Indonesia. Bahkan untuk barang tekstil dari Tanah Abang, banyak pula yang menjadi komoditi ekspor. Sedangkan untuk sektor keuangan, yang memberikan konstribusi cukup besar terhadap perekonomian Jakarta adalah industri perbankan dan pasar modal. Untuk industri pasar modal, pada bulan Mei 2013 Bursa Efek Indonesia tercatat sebagai bursa yang memberikan keuntungan terbesar, setelah Bursa Efek Tokyo. Pada bulan yang sama, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia telah mencapai USD 510,98 miliar atau nomor dua tertinggi di kawasan ASEAN.

Pada tahun 2012, pendapatan per kapita masyarakat Jakarta sebesar Rp 110,46 juta per tahun (USD 12,270). Sedangkan untuk kalangan menengah atas dengan penghasilan Rp 240,62 juta per tahun (USD 26,735), mencapai 20% dari jumlah penduduk. Di sini juga bermukim lebih dari separuh orang-orang kaya di Indonesia dengan penghasilan minimal USD 100,000 per tahun.

Kekayaan mereka terutama ditopang oleh kenaikan harga saham serta properti yang cukup signifikan. Saat ini Jakarta merupakan kota dengan tingkat pertumbuhan harga properti mewah yang tertinggi di dunia, yakni mencapai 38,1%. Selain hunian mewah, pertumbuhan properti Jakarta juga ditopang oleh penjualan dan penyewaan ruang kantor.

Pada periode 2009-2012, pembangunan gedung-gedung pencakar langit (di atas 150 meter) di Jakarta mencapai 87,5%. Hal ini telah menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan pencakar langit tercepat di dunia. Pada tahun 2020, diperkirakan jumlah pencakar langit di Jakarta akan mencapai 250 unit. Dan pada saat itu Jakarta telah memiliki gedung tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian mencapai 638 meter (The Signature Tower).

Tingkat penghasilan yang lumayan besar di sederetan perusahaan di Ibukota Jakarta ini sesungguhnya juga dipengaruhi dari besaran nilai UMK UMP UMR Jakarta 2019. Bagi Anda kalangan Fresh Graduate yang baru saja menyelesaikan pendidikan Sarjana dan hendak memasuki dunia kerja pasti masih bingung mengenai perbedaan antara UMR, UMP, dan UMK ini.

Upah minimum sendiri merupakan upah bulanan terendah yang terdiri atas upah pokok termasuk tunjangan tetap yang telah ditetapkan oleh gubernur sebagai jaring pengaman. Ternyata pengertian dan fungsi dari ketiga jenis upah minmum ini cukup memiliki perbedaan yang signifikan, berikut perbedaannya.

UMR Jakarta

Upah Minimum Regional atau yang biasa disingkat UMR sesungguhnya merupakan sebuah istilah yang sudah tidak digunakan lagi di Indonesia sejak berlakunya peraturan menteri yang baru, sehingga istilah untuk upah minimum yang berlaku di Indonesia sekarang hanya UMP (Upah Minimum Propinsi) dan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota).

UMP Jakarta

Upah Minimum Propinsi atau yang biasa disingkat UMP ini sendiri merupakan upah minimum yang berlaku untuk seluruh kota atau kabupaten di sebuah provinsi. Besaran nilai UMP yang berlaku di Jakarta di tahun 2019 ini sendiri mencapai angka Rp 3.648.035. UMP Jakarta terbaru ini ditetapkan langsung oleh gubernur, biasanya besaran nilai UMP akan lebih kecil dibandingkan besaran nilai UMK. UMP sendiri berlaku bagi seluruh pengusaha di kabupaten maupun di kota DKI Jakarta sebagai besaran nilai upah minimum pekerjanya. Namun, apabila suatu kota atau kabupaten sudah memiliki ketentuan mengenai UMK maka yang berlaku adalah UMK.

UMK Jakarta

Upah Minimum Kota/Kabupaten atau yang biasa disingkat UMK merupakan upah minimum yang berlaku di sebuah wilayah kota/kabupaten. Penetapan besaran nilai UMK ini sendiri ditetapkan oleh gubernur atas rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi dan rekomendasi dari walikota/bupati. Umumnya besaran nilai Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) ini akan lebih tinggi dari besaran nilai Upah Minimum Propinsi (UMP).

Memang dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, maupun Permen Upah Minimum tidak disebutkan secara ekplisit tentang upah minimum mana yang berlaku, apakah UMP atau UMK. Namun, jika dilihat dari pengertian isi UU di atas terlihat bahwa lingkup keberlakuan antara UMK lebih khusus daripada UMK. Hal ini secara tidak langsung menunjukkann bahwa ketentuan mengenai UMP berlaku bagi seluruh kabupaten dan kota di DKI Jakarta, dalam hal ini di kabupaten dan kota-kota di DKI Jakarta belum ada pengaturan mengenai UMK masing-masing kabupaten/kota.

Gubernur baru DKI Jakarta telah menetapkan UMP atau UMR Jakarta 2019 yaitu Rp3.648.035. UMR Jakarta 2019 tersebut dihitung berdasarkan inflasi nasional 3,72% pertumbuhan ekonomi sebesar Rp4,99% dan keunikan UMR Jakarta 2019 yang ditetapkan Menteri Ketenagakerjaan sebesar 8,71%. Dibandingkan tahun lalu UMP atau UMR Jakarta 2019 lebih tinggi karena tahun lalu UMR DKI hanya Rp3.355.750.

Penetapan UMP atau UMR Jakarta 2019 melibatkan tiga unsur yang terlibat yakni pengusaha, pemerintah dan buruh. Untuk penetapan UMR Jakarta 2019 sendiri berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan batas di setiap daerah.

Berikut ini adalah Daftar UMP atau UMR Jakarta 2019 dari Tahun ke Tahun yang bisa dipelajari dan bisa dilihat perbandingan serta selisihnya.

  1. UMP atau UMR Jakarta 2019 Rp. 3.648.035
  2. UMP atau UMR DKI Jakarta 2017 Rp. 3.355.750,  lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  3. UMP atau UMR DKI Jakarta 2016 Rp. 3.100.000, lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  4. UMP atau UMR DKI Jakarta 2015 Rp. 2.700.000, lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  5. UMP atau UMR DKI Jakarta 2014 Rp. 2.441.000, lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  6. UMP atau UMR DKI Jakarta 2013 Rp. 2.200.000 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  7. UMP atau UMR DKI Jakarta 2012 Rp. 1.529.150 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  8. UMP atau UMR DKI Jakarta 2011 Rp. 1.290.000 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  9. UMP atau UMR DKI Jakarta 2010 Rp. 1.118.000 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  10. UMP atau UMR DKI Jakarta 2009 Rp. 1.069.900 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  11. UMP atau UMR DKI Jakarta 2008 Rp. 972.600 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  12. UMP atau UMR DKI Jakarta 2007 Rp. 816.100 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  13. UMP atau UMR DKI Jakarta 2006 Rp. 819.100 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  14. UMP atau UMR DKI Jakarta 2005 Rp. 711.800 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  15. UMP atau UMR DKI Jakarta 2004 Rp. 671.600 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  16. UMP atau UMR DKI Jakarta 2003 Rp. 631.600 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  17. UMP atau UMR DKI Jakarta 2002 Rp. 591.300 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  18. UMP atau UMR DKI Jakarta 2001 Rp. 426.300  lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  19. UMP atau UMR DKI Jakarta 2000 Rp. 286.000 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  20. UMP atau UMR DKI Jakarta 1999 Rp. 231.000 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  21. UMP atau UMR DKI Jakarta 1998 Rp. 198.500 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019
  22. UMP atau UMR DKI Jakarta 1997 Rp. 172.500 lebih rendah dibanding UMR Jakarta 2019

Tak sembarangan dalam menetapkan UMP ataupun UMR Jakarta 2019 , Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rupanya punya acuan tersendiri. Acuan Pemprov DKI dalam menetapkan UMP atau UMR Jakarta 2019 yaitu

  • UMR Jakarta 2019  ditetapkan karena acuan: PP 78 2015 yakni hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dibuat oleh Badan Pengupahan atas permintaan wakil Gubernur Pekan lalu.
  • UMR Jakarta 2019 ditetapkan karena acuan: Pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2017 sampai dengan Triwulan II 2018 sebesar 4,99 persen dan inflasi tahunan per September 2017 sebesar 3,72 persen.
  • UMR Jakarta 2019  ditetapkan Berdasarkan komponen transportasi, sewa rumah dan listrik.

Mengapa UMR Jakarta 2019 Tertinggi di Seluruh Provinsi di Indonesia?

UMP atau UMR Jakarta 2019 menjadi tertinggi di seluruh Indonesia naik sekitar 9,4 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan UMR Jakarta 2019 ini lebih besar dibandingkan dari yang ditetapkan oleh pemerintah yakni 8,71 persen. UMR Jakarta 2019 naik tersebut dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta agar tenaga kerja di Jakarta bisa mendapatkan kehidupan yang layak untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Namun, meski tertinggi di seluruh provinsi di Indonesia UMP atau UMR Jakarta 2019 lebih rendah dibandingkan dengan UMK Karawang dan Bekasi yang diprediksi akan mencapai Rp 4juta tahun depan. Saat ini saja UMK Bekasi dan Karawang mencapai Rp 3,6 juta.

Lantas, bagaimana perbandingan UMR Jakarta 2019 dibanding dengan kota dan kabupaten lainnya di Indonesia? Berikut Daftar UMP/ UMR Jakarta 2019 dibandingkan 9 Kota Lainnya

  1. Kalimantan Tengah Naik 8,75% atau Rp. 193.998,00 dari UMP 2017 Rp. 2.227.307,00 menjadi Rp. 2.421.305,00.
  2. D.I Yogyakarta naik 8,71% atau Rp. 116.508,00 dari UMP 2017 Rp. 1.337.645,00 menjadi Rp. 1.454.154,00.
  3. Lampung naik 8,71% atau Rp. 116.225,00 dari UMP 2017 Rp. 1.908.447,00 menjadi Rp. 2.074.673,00.
  4. Sumatera Utara naik 8,71% atau Rp. 166.225,00 dari UMP 2017 Rp. 1.961.354,00 menjadi Rp. 2.132.188,00.
  5. Papua Barat naik 10,14% atau Rp. 245.500,00 dari UMP 2017 Rp. 2.421.500,00 menjadi Rp 2.667.000,00.
  6. Nusa Tenggara Barat naik 11,88% atau Rp. 193.755,00 dari UMP 2017 Rp. 1.631.245,00 menjadi Rp. 1.825.000,00.
  7. Nusa Tenggara Timur Naik 8,85% atau Rp 135.000,00 dari UMP 2017 Rp. 1.525.000,00 menjadi Rp. 1.666.000,00.
  8. Maluku naik 15,44% atau Rp. 297.220,00 dari UMP 2017 Rp. 2.266.722,00 menjadi Rp. 2.464.154,00.
  9. Kalimantan Timur Naik 8,71% atau Rp. 203.775,00 dari UMP 2017 Rp. 2.339.556,00 menjadi Rp. 2.543.331,00.

Apa saja yang menjadi Komponen UMR Jakarta 2019 ?

Hal yang menjadi komponen dalam UMR Jakarta 2019 berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No SE-07/MEN/1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah dan Pendapatan Non Upah adalah

  • Komponen UMR Jakarta 2019 1

Upah Pokok: Imbalan dasar yang dibayarkan kepada pekerja menurut tingkat atau jenis yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan.

  • Komponen UMR Jakarta 2019 2

Tunjangan Tetap: suatu pembayaran yang teratur yang berkaitan dengan pekerjaan yang diberikan secara tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan dalam satuan waktu yang sama dengan pembayaran upah poko, seperti tunjangan istri, tunjangan anak, tunjangan perumahan tunjangan kematian, tunjangan daerah dan lain-lain. Tunjangan makan dan tunjangan transport bisa dimasukkan ke dalam komponen tunjangan tetap bila pemberian tunjangan transport tersebut dapat dimasukkan dalam komponen tunjangan tetap bila pemberian tunjangan tersebut tidak dikaitkan dengan kehadiran dan diterima secara tetap oleh pekerja menurut satuan waktu, harian atau bulanan.

  • KomponenUMR Jakarta 2019 3

Tunjangan tidak tetap : Suatu pembayaran yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan pekerja yang diberikan secara tidak tetap untuk pekerja dan keluarganya serta dibayarkan menurut satuan waktu yang tidak sama dengan waktu pembayaran upah pokok, seperti tunjangan transport yang didasarkan pada kehadiran. Tunjangan makan dapat di maksudkan ke dalam tunjangan tidak tetap bila tunjangan tersebut atas dasar kehadiran.

Bingung cari lowongan kerja terbaru? Berikut ada info mengenai info lowongan kerja DKI Jakarta yang mungkin berguna untuk Anda yang berkeinginan untuk mengusung nasib di beberapa perusahaan di Ibukota Jakarta. Dapatkan informasi lowongan kerja terbaru melalui situs Mamikos dan download aplikasi Mamikos di Play Store untuk akses yang lebih praktis.