Advertisement
Source : Canva.com/@Tima Miroshnichenko from Pexels

Puasa Setengah Hari atau Bedug dari Jam 12 sampai Jam Berapa?

Di Indonesia, dikenal dengan istilah puasa bedug atau puasa setengah hari. Bagaimana hukum dan waktu pelaksanaannya? Simak, penjelasan berikut ini.

26 Oktober 2026 Fanny

Puasa ramadan merupakan kewajiban yang harus setiap umat muslim kerjakan. 

Tetapi, terdapat juga beberapa golongan yang bisa tidak berpuasa namun tetap harus menggantinya di luar waktu ramadan.

Di sisi lain, ada juga istilah mengenai puasa bedug. Bagaimana hukum dan caranya? Berikut, adalah penjelasannya lebih jauh.

Mempelajari Hukum dan Cara Puasa Bedug

Puasa setengah hari atau bedug dari jam 12 sampai jam berapa
Canva.com/@Tima Miroshnichenko from Pexels
Apakah Boleh Sikat Gigi Saat Puasa di Pagi, Siang, atau Sore Hari? Berikut Penjelasannya

Di Indonesia, dikenal dengan istilah puasa bedug yaitu puasa setengah hari. Di dalam Islam sendiri tentunya tidak ada hal yang mendasari mengenai ini. 

Sudah ada ketentuan dan syarat jelas aturan puasa dan hukum dalam berpuasa, sehingga puasa setengah hari haram hukumnya karena membatalkan puasa di waktu yang bukan ketentuannya. Kecuali, ada uzur tertentu yang membuat seseorang yang sudah baligh berhalangan dan diperbolehkan tidak berpuasa. 

Namun, perlu diingat jika puasa setengah hari atau puasa bedug boleh dilakukan jika menjadi media belajar berpuasa untuk anak-anak agar mereka mengenal dan berlatih praktik dari puasa.

Mengutip laman Detik dari Al-Muhadzzab menjelaskan salah satu hadist di mana Rasulullah menerangkan jika terdapat tiga orang yang kewajibannya diangkat, yaitu anak kecil sampai ia baligh, lalu orang yang tidur sampai ia bangun, dan orang gila sampai ia sadar.

Anak kecil yang sudah memasuki usia 7 tahun maka diperintahkan berpuasa jika ia kuat, serta anak yang berusia 10 tahun dipukul jika ia meninggalkan puasa. 

Sehingga, dapat dilihat bahwa puasa dapat dilakukan bertahap pada anak baik setengah hari atau sehari penuh jika ia kuat.

Maka puasa bedug ini dapat dipilih sebagai media belajar. Adapun, waktu pelaksanaannya adalah pertama, yaitu mulai dari fajar hingga ketika waktu dzuhur. Kedua, adalah dari waktu dzuhur atau jam 12 sampai waktu magrib. 

Dalam hal ini, anak juga bisa diajarkan berpuasa sejak fajar lalu buka di waktu dzuhur, lalu dianjurkan kembali berpuasa dan berbuka di waktu magrib bersamaan dengan anggota keluarga lainnya yang berpuasa penuh. 

Tujuan Puasa Bedug sebagai Latihan Anak

Puasa bedug sering dijadikan salah satu cara bagi orang tua untuk mengenalkan ibadah puasa kepada anak-anak. Melalui latihan ini, anak dapat mulai memahami bahwa puasa Ramadan tidak hanya berkaitan dengan menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap orang lain.

Meski demikian, latihan puasa sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan usia, kondisi kesehatan, dan kemampuan anak. Orang tua tidak perlu memaksakan anak untuk berpuasa sehari penuh apabila ia belum mampu menjalaninya.

1. Mengenalkan Puasa dengan Cara yang Menyenangkan
Anak-anak dapat mulai dikenalkan dengan kegiatan sederhana selama Ramadan, seperti bangun untuk sahur, berdoa sebelum makan, atau ikut menyiapkan hidangan berbuka bersama keluarga.

Orang tua juga bisa menjelaskan secara sederhana alasan umat Islam berpuasa. Misalnya, puasa merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT sekaligus kesempatan untuk belajar bersabar dan membantu orang yang membutuhkan.

Dengan penjelasan yang sesuai usia, anak diharapkan dapat memahami makna puasa secara perlahan, bukan sekadar mengikuti kebiasaan keluarga.

2. Memperhatikan Kondisi Fisik Anak
Ketika anak mulai mencoba puasa bedug, orang tua perlu memperhatikan kondisi fisiknya. Anak yang merasa sangat lemas, pusing, atau tidak nyaman sebaiknya tidak dipaksa untuk melanjutkan latihan.

Kebutuhan makan, minum, dan istirahat anak tetap perlu diperhatikan. Latihan puasa bukan perlombaan untuk melihat siapa yang paling lama menahan lapar dan haus.

Jika anak memiliki kondisi kesehatan tertentu, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengenalkan latihan puasa.

3. Memberikan Apresiasi atas Usaha Anak
Apresiasi dapat membantu anak merasa dihargai ketika belajar berpuasa. Orang tua bisa memberikan pujian atas usahanya, mengajaknya memilih menu berbuka, atau melakukan kegiatan menyenangkan bersama keluarga.

Namun, sebaiknya hindari membandingkan kemampuan anak dengan saudara atau teman-temannya. Setiap anak memiliki proses belajar dan kesiapan yang berbeda.

4. Memahami Perbedaan Latihan dan Puasa Wajib
Hal penting yang perlu dipahami adalah puasa bedug untuk anak merupakan bentuk latihan, bukan pengganti kewajiban puasa Ramadan bagi orang yang sudah memenuhi syarat wajib puasa.

Dalam Islam, kewajiban puasa berlaku bagi muslim yang telah baligh, berakal, dan memenuhi ketentuan lainnya. Sementara itu, anak yang belum baligh belum memiliki kewajiban puasa sebagaimana orang dewasa.

Apabila seseorang yang sudah wajib berpuasa tidak menjalankannya atau membatalkannya tanpa uzur yang dibenarkan, ketentuannya berbeda dengan anak yang sedang berlatih. Karena itu, orang tua perlu memahami perbedaan tersebut agar tidak menyamakan puasa bedug sebagai ibadah wajib yang dilakukan setengah hari.

Dengan pendampingan yang tepat, puasa bedug dapat menjadi sarana belajar yang membantu anak mengenal Ramadan dan membangun kebiasaan beribadah secara bertahap.

Hukuman bagi Orang yang Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan, Seperti Apa?

Penutup

Nah, itu dia penjelasan mengenai hukum dan waktu puasa setengah hari atau puasa bedug. Temukan juga berbagai jawaban seputar pertanyaan puasa yang bisa kamu temukan di blog Mamikos, seperti Mengganti Hutang Puasa Lewat 1 atau 2 Kali Ramadhan. Semoga bermanfaat.

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Advertisement