10 Jurusan Paling Ketat di SNBP 2025, Ada Jurusan Impianmu? Referensi Daftar di 2026
Simak daftar 10 jurusan paling ketat di SNBP 2025 yang dapat kamu jadikan pertimbangan untuk pendaftaran SNBP 2026.
Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk tahun 2026 yang sebentar lagi dibuka membuat banyak siswa mencari informasi seputar jurusan paling ketat di SNBP 2025.
Hal ini diperlukan untuk memahami jurusan-jurusan yang paling kompetitif sehingga kamu bisa mempersiapkan diri lebih matang, baik dari sisi nilai rapor maupun pertimbangan karir jangka panjang.
Artikel ini akan membahas 10 jurusan paling ketat di SNBP 2025 yang dapat dijadikan pertimbangan untuk pendaftaran SNBP 2026. Yuk, simak selengkapnya! 📚📝✨
Daftar Isi
- Apa itu Jurusan Paling Ketat di SNBP dan Mengapa Penting?
- 1. Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta
- 2. Farmasi Universitas Nusa Cendana
- 3. Keperawatan Universitas Negeri Malang
- 4. Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia
- 5. Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sriwijaya
- 6. Keperawatan Universitas Negeri Surabaya
- 7. Farmasi Universitas Mataram
- 8. Keperawatan Universitas Mulawarman
- 9. Teknik Pertambangan Universitas Hasanuddin
- 10. Farmasi UPN Veteran Jakarta
- Tips untuk Siswa yang Ingin Mengikuti SNBP
- Kesimpulan
Apa itu Jurusan Paling Ketat di SNBP dan Mengapa Penting?

Istilah jurusan paling ketat di SNBP merujuk pada jurusan yang memiliki rasio jumlah pendaftar terhadap kuota. Artinya, semakin banyak pendaftar tetapi kursinya sedikit, maka jurusan itu dianggap lebih ketat karena persaingan untuk lolos semakin tinggi.
Misalnya, jika satu jurusan mempunyai 1.000 pendaftar dan hanya menerima 10 orang, persentase lolosnya sangat kecil dibandingkan jurusan lain.
Mengapa hal ini penting? Bagi banyak siswa, mengetahui jurusan mana yang ketat dapat menjadi pertimbangan besar ketika memilih pilihan pertama dan kedua di formulir SNBP. Jurusan paling ketat biasanya juga menunjukkan tren minat siswa secara luas, serta potensi prospek karir di masa depan.
Tak hanya itu, memahami tingkat persaingan juga bisa membantu kamu menilai apakah kamu perlu ekstra persiapan nilai rapor atau mempertimbangkan jurusan alternatif yang tetap sesuai passion kamu. Di bawah ini akan mengulas 10 jurusan paling ketat di SNBP 2025.
1. Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta
Jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi juara jurusan paling ketat di SNBP 2025. Berdasarkan data resmi, program S1 Ilmu Komunikasi UNJ hanya menerima 16 mahasiswa dari total pendaftar sebanyak 1.429 orang. Hal ini berarti tingkat keketatannya 1,12%.
Fenomena ini tidak terjadi sekali saja. Ilmu Komunikasi sering kali menjadi jurusan dengan peminat tinggi karena prospek karirnya yang luas di bidang media, komunikasi perusahaan, hingga hubungan masyarakat.
Namun, karena kuotanya terbatas, banyak yang rela bersaing ketat untuk kesempatan masuk ke jurusan ini.
Bahkan, berdasarkan informasi dari laman FIS UNJ, Ilmu Komunikasi UNJ kembali masuk dalam jajaran jurusan dengan persaingan tinggi di SNBP 2025, setelah pada SNBP 2024 tercatat menempati posisi kedua.
2. Farmasi Universitas Nusa Cendana
Selain Ilmu Komunikasi, Farmasi juga menjadi salah satu jurusan paling ketat di SNBP 2025. Farmasi UNCEN berada pada posisi kedua dengan tingkat keketatan 1,24%. Dari total 1.051 pendaftar, hanya 13 orang yang diterima melalui jalur SNBP.
Jurusan Farmasi dikenal sangat kompetitif karena permintaan profesinya yang kuat di sektor kesehatan, industri obat-obatan, hingga riset ilmiah. Banyak siswa yang berpikir bahwa lulusan Farmasi memiliki peluang karir yang menarik dan stabil sehingga persaingannya pun semakin intens.
Dengan jumlah peminat yang tinggi, Farmasi menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan secara matang bagi calon mahasiswa yang ingin bersaing melalui jalur SNBP maupun SNBT di tahun 2026 ini.
3. Keperawatan Universitas Negeri Malang
Keperawatan Universitas Negeri Malang mencatatkan keketatan 1,25%, dengan jumlah pendaftar sebanyak 797 dan hanya 10 orang yang diterima.
Keperawatan merupakan jurusan yang sangat penting di sektor kesehatan, terutama dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis profesional di rumah sakit, klinik, maupun pusat layanan kesehatan masyarakat. Permintaan akan perawat profesional mendorong banyak siswa untuk memilih jurusan ini.
Namun, karena kuotanya kecil dan banyak kompetitor, kebutuhan untuk bersiap secara akademik dan nilai rapor juga semakin tinggi.
Halaman:



