Source : magnific.com/wirestock

Terjadinya Patahan di Dasar Laut akan Menimbulkan Apa? Ini Penjelasannya

Agar kamu lebih paham tentang dampaknya, mari simak pembahasan tentang terjadinya patahan di dasar laut akan menimbulkan hal ini. Cek, pembahasannya, yuk!

30 September 2026 Fanny

Indonesia menjadi salah satu wilayah yang rawan bencana. Hal ini tidak terlepas dari posisinya di yang berada di pertemuan antara tiga lempeng tektonik. 

Kondisi tersebut mengakibatkan adanya berbagai aktivitas geologi yang terjadi, termasuk patahan atau pergerakan lempeng di dasar laut. Peristiwa ini, akan memicu adanya perubahan dan dampak gempa di wilayah sekitarnya.

Lalu, terjadinya patahan di dasar laut akan menimbulkan apa? Untuk mengetahui jawaban dan memahaminya lebih jauh, mari simak artikel ini sampai akhir.

Akibat dari Adanya Patahan di Dasar Laut

Terjadinya Patahan di Dasar Laut Akan Menimbulkan Apa?
magnific.com/wirestock
Contoh-contoh Mitigasi Bencana Banjir, Tsunami, Gempa Bumi, Kebakaran, dan Tanah Longsor

Gempa Bumi dan Tsunami

Gempa bumi adalah suatu peristiwa di mana terjadinya getaran bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba yang ditandai dengan adanya patahan lapisan batuan pada kerak bumi. 

Energi yang dihasilkan tersebut akan dipancarkan ke segala arah dalam bentuk gelombang gempa bumi, sehingga efeknya bisa dirasakan hingga ke permukaan bumi.

Sementara itu, tsunami merujuk pada peristiwa di mana gelombang laut pasang terjadi dalam skala besar karena adanya gangguan pada laut.

Ketika terjadinya patahan di dasar laut, maka hal ini akan memicu gempa bumi hingga gelombang tsunami. 

Menurut UNESCO seperti yang dilansir dari laman Detik News, menerangkan jika tsunami paling merusak ditimbulkan dari gempa bumi besar serta dangkal dengan garis patahan yang dekat atau berada di dasar laut. 

Gempa tersebut biasanya akan terjadi di wilayah bumi yang ditandai dengan subduksi tektonik sepanjang batas lempeng tektonik.

Saat berbagai lempeng bergerak saling melewati, maka menimbulkan gempa bumi besar yang menggeser, memiringkan, atau bahkan memindahkan area luas dasar laut hingga seribu kilometer atau lebih.

Gempa bumi di bawah laut akan menimbulkan banyaknya getaran, sehingga mendorong munculnya gelombang tsunami. 

Peristiwa inilah yang kemudian mengganggu permukaan laut dan menghasilkan gelombang tsunami yang dapat meluas dari daerah sumbernya dan menyebabkan kerusakan.

Merujuk pada jurnal berjudul Deteksi Komponen Frekuensi Rendah pada Tinggi Muka Laut Akibat Pengaruh Gempa Bawah Laut di Stasiun Padang (Marcel & Ni Made R.R.C.P) dijelaskan bahwa gempa bawah laut adalah salah satu kejadian yang mengakibatkan pergerakan lempeng dan apabila terjadi gerakan dalam arah vertikal, maka akan menimbulkan tsunami.

Dari sejumlah kejadian tsunami yang terjadi di permukaan bumi, menurut Malik (2009) hampir 90% disebabkan gempa bumi dasar laut. Dengan begitu, maka terjadinya gempa bawah laut akan mengindikasikan awal terjadinya tsunami, meskipun tidak semua kejadian gempa berpotensi menimbulkan tsunami. 

Hal ini pun selaras dengan apa yang dijelaskan pada laman Fakultas Teknik Departemen Teknik Geodesi Geodesi Geometri dan Geodesi Fisis UGM, bahwa tidak semua gempa bumi yang terjadi di bawah laut akan menimbulkan tsunami. Tsunami bisa terjadi dan perlu siaga apabila memiliki ciri-ciri:

– Gempa terjadi minimal 6,5 skala richter
– Pusat gempa terjadi kurang dari 30 km di bawah permukaan laut
– Pola gempa adalah pola naik atau turun

Biasanya, akan terdapat selang waktu antara gempa bumi dengan tsunami. Maka selang waktu tersebut bisa dipakai untuk memberikan peringatan dini pada masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana tsunami.

Salah satunya dengan membangun Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia atau Indonesia Tsunami Early Warning System/Ina-TEWS.

Contoh-contoh Peristiwa yang Pernah Terjadi

Diketahui, terdapat sejumlah peristiwa yang pernah terjadi akibat gempa bumi dari dasar laut yang kemudian mengakibatkan tsunami, di antaranya yaitu:

1. Gempa dan Tsunami Aceh (2004)
Peristiwa ini terjadi ketika gempa yang pusatnya berada di lepas pantai barat Sumatra dengan skala 9.1 – 9.3. 

“Patahan muncul” sekunder mengakibatkan pada sebagian dari dasar laut yang panjang dan sempit kemudian naik hanya dalam hitungan detik.

Ketinggian dan kecepatan gelombang pun terjadi dan menimbulkan kehancuran total Kota Banda Aceh kala itu.

2. Gempa dan Tsunami Palu-Kuro (2018)
Mengutip dari laman Wikipedia, sesar Palu-Kulo menjadi penyebab gempa bumi yang terjadi. Sesar Palu-Kuro sendiri adalah salah satu dari peristiwa tektonik atau pergeseran bumi karena terlepasnya energi di zona penunjaman.

Gempa yang terjadi pun memicu adanya tsunami dengan ketinggian hingga 5 meter di Kota Palu. Gempa tersebut juga menyebabkan terjadinya pencairan tanah secara besar-besaran di kawasan Kota Palu dan sekitarnya.

3. Gempa Palung Jepang (2011)
Zona patahan Palung Jepang adalah suatu cekungan yang ada di bawah laut dalam dan membentang dari utara ke selatan.

Terjadi pecahan sebagian dari zona subduksi sepanjang Palung Jepang yang mengakibatkan kerusakan parah. Gempa ini juga memicu tsunami yang menghancurkan kawasan pesisir sekaligus menyebabkan ledakan nuklir di Fukushima.

9 Faktor yang Menyebabkan Perubahan Potensi Sumber Daya Alam dan Penjelasannya

Penutup

Itu dia, penjelasan terkait soal terjadinya patahan di dasar laut akan menimbulkan apa, yaitu gempa bumi hingga tsunami, serta beberapa contoh peristiwanya yang pernah terjadi. 

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta