Advertisement
Source : unsplash.com/@alehandra13

Apa Saja yang Diujikan di SNBT 2026? Ini Materi dan Contoh Soalnya

Sudah tahu materi apa saja yang akan diujikan pada SNBT tahun 2026? Simak informasi lengkapnya pada artikel berikut.

1 April 2026 Lailla
Ringkasan Artikel
  • Apa yang diujikan: SNBT 2026 berbentuk UTBK dengan 7 subtes—Tes Potensi Skolastik (Penalaran Umum, Pengetahuan & Pemahaman Umum, Pemahaman Bacaan & Menulis, Pengetahuan Kuantitatif) dan Tes Literasi (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Penalaran Matematika)—total 160 soal dikerjakan dalam 195 menit (rata‑rata ~60–90 detik/soal).
  • Format & fokus soal: soal TPS menekankan kemampuan berpikir dan penalaran (bukan hafalan); format meliputi pilihan ganda 5 opsi, pilihan majemuk, dan isian singkat; contoh meliputi silogisme, deret bilangan, pemahaman teks, aritmetika, literasi bilingual, dan interpretasi data.
  • Strategi belajar singkat: latih penalaran (min. 10 soal PU/hari), baca artikel nonfiksi untuk PPU, biasakan membaca utuh untuk PBM, kuasai aritmetika/persentase tanpa kalkulator, baca teks argumentatif untuk Literasi Indonesia, baca artikel sains untuk Literasi Inggris, dan latih analisis grafik/tabel untuk Penalaran Matematika.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perjuangan untuk bisa lolos SNBT dimulai dengan memahami apa saja yang diujikan di SNBT 2026.

Sebab, berbeda dari SNBP yang mengandalkan nilai rapor, pada SNBT kemampuan berpikir dan bernalar akan diuji.

Pada artikel berikut, kamu akan mempelajari tujuh subtes UTBK SNBT 2026 yang didasarkan kisi-kisi resmi SNPMB beserta contoh-contoh soalnya. 📝✏️

Materi Apa Saja yang Diujikan di SNBT 2026?

Apa Saja yang Diujikan di SNBT 2026? Ini Materi dan Contoh Soalnya
unsplash.com/@alehandra13
Jenis Soal Tes UTBK SNBT 2026 dan Durasi Pengerjaannya, Camaba Wajib Tahu Ini!

Pernah dengar kutipan tentang pentingnya memahami medan perang dan persiapan sebelum terjun ke sana?

Berdasarkan ajaran strategis Sun Tzu dalam bukunya yang berjudul The Art of War, kamu perlu mengenali dirimu, mengenali lawanmu, dan mengenali medan perang. Dengan demikian, kamu akan memenangi seribu pertempuran. ⚔️🏇

Prinsip tersebut bisa kamu terapkan untuk menghadapi SNBT 2026 nanti, apalagi persaingan yang ketat tidak hanya melibatkan calon mahasiswa tahun ini saja, tetapi juga tahun sebelumnya.

Merujuk halaman resmi SNPMB, materi yang diujikan pada SNBT berupa UTBK memuat dua komponen tes, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan tes literasi.

Di Mana Unduh Pengumuman Lengkap Hasil SNBP PDF 2026?

Berikut ini adalah penjabaran materi yang akan diujikan pada SNBT 2026:

  1. Tes Potensi Skolastik: Penalaran Umum (PU), Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU), Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM), dan Pengetahuan Kuantitatif (PK)
  2. Tes Literasi: Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika

Sebagai gambaran, peserta akan diminta mengerjakan 160 soal dalam waktu 195 menit dengan rincian sebagai berikut:

  • Penalaran Umum (PU): 30 soal dalam waktu 30 menit
  • Pengetahuan & Pemahaman Umum (PPU): 20 soal dalam waktu 20 menit
  • Pemahaman Bacaan & Menulis (PBM): 20 soal dalam waktu 25 menit
  • Pengetahuan Kuantitatif (PK): 20 soal dalam waktu 20 menit
  • Literasi Bahasa Indonesia: 30 soal dalam waktu 45 menit
  • Literasi Bahasa Inggris: 20 soal dalam waktu 30 menit
  • Penalaran Matematika: 20 soal dalam waktu 25 menit
Tata Tertib dan Larangan Selama Mengikuti Ujian Seleksi UTBK 2026, Catat ya Agar Tidak Dikena Sanksi

Dengan melihat jumlah soal dan waktu pengerjaannya, kamu akan diberi waktu rata-rata 60-90 detik untuk menyelesaikan setiap soal. Oleh karena itu, berlatih mengerjakan satu soal dalam waktu kurang dari 1 menit akan membantumu saat ujian tiba.

Format soal yang digunakan berdasarkan pola UTBK tahun-tahun sebelumnya antara lain:

  1. Pilihan ganda biasa dengan lima pilihan (A, B, C, D, E) yang mewajibkan peserta menjawab satu jawaban benar.
  2. Pilihan majemuk kompleks dengan menampilkan opsi pilihan dalam tabel. Peserta bisa memilih lebih dari satu jawaban benar

Selain itu, ada pula format jawaban isian singkat yang memungkinkan peserta untuk mengetik jawaban numerik atau kata secara langsung.

Contoh Soal Tes Potensi Skolastik SNBT 2026

Komponen terbesar UTBK yang menentukan tinggi tidaknya skor adalah TPS. Berbagai jenis tes yang diujikan pada TPS tidak mengukur seberapa banyak hafalan rumus atau teori peserta.

Lebih dari itu, ketajaman cara berpikir dan kemampuan analisis lah yang diuji. TPS sifatnya relevan untuk semua jurusan, sehingga peserta yang mendaftar di jurusan sains dan sosial humaniora bisa diukur kemampuannya melalui tes ini. Jadi, kamu bisa mengasah kemampuanmu dengan berbagai contoh soal UTBK berikut.

1. Penalaran Umum (PU)

Subtes PU mengukur kemampuan peserta dalam berpikir logis saat menjumpai masalah baru. Terdapat tiga jenis penalaran yang diuji, yaitu penalaran deduktif, penalaran induktif, dan penalaran analitis.

Contoh Soal 1

Semua peserta UTBK yang tiba sebelum waktu pengerjaan tes dimulai diizinkan masuk ruang ujian. Maya adalah peserta UTBK yang tiba sebelum sesi dimulai. Kesimpulan yang paling tepat adalah…
A. Maya tidak diizinkan masuk ruang ujian
B. Maya diizinkan masuk ruang ujian
C. Sebagian peserta yang tepat waktu tetap tidak boleh masuk
D. Belum tentu Maya diizinkan masuk
E. Maya masuk lebih awal dari semua peserta lain

Jawaban: B. Maya diizinkan masuk ruang ujian
Pembahasan: Soal tersebut merupakan silogisme kategorikal: Premis mayor bersifat universal (semua peserta UTBK yang datang tepat waktu boleh masuk). Premis minor mengonfirmasi Maya tepat waktu. Kesimpulan yang valid: Maya boleh masuk.

Contoh Soal 2

Berdasarkan pola bilangan berikut 2, 6, 18, 54, 162, …
Dapat diketahui bahwa bilangan berikutnya adalah…
A. 324
B. 486
C. 216
D. 420
E. 512
Jawaban: B. 486
Pembahasan: Setiap suku dikali 3: 2Ă—3=6, 6Ă—3=18, 18Ă—3=54, 54Ă—3=162, 162Ă—3=486

2. Pengetahuan & Pemahaman Umum (PPU)

Subtes PPU pada UTBK menguji kemampuan peserta dalam memahami teks nonfiksi, mengenali hubungan antar gagasan, serta mengambil kesimpulan dari materi yang diberikan.

Materi yang sering diujikan antara lain: makna kata, persamaan kata, lawan kata, ide pokok, gagasan pendukung, hubungan antarparagraf (sebab-akibat, generalisasi, perbandingan), bacaan pendek dengan tema sosial, sains, atau budaya.

Contoh Soal 3

Bacalah paragraf berikut:
“Konsumsi makanan UPF yang terlalu sering tidak hanya berkaitan dengan obesitas, tetapi juga dengan peningkatan risiko depresi dan gangguan kognitif. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ (2023) menganalisis data dari lebih dari 200.000 partisipan dan menemukan bahwa setiap peningkatan 10% porsi makanan ultra-olahan dalam diet dikaitkan dengan penurunan skor kesehatan mental secara signifikan.”

Ide pokok paragraf di atas adalah…
A. Makanan ultra-olahan menyebabkan depresi pada 200.000 orang
B. Jurnal BMJ menerbitkan penelitian tentang diet
C. Konsumsi makanan ultra-olahan berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental
D. Setiap 10% peningkatan makanan ultra-olahan memperburuk kesehatan mental
E. Obesitas adalah dampak utama makanan ultra-olahan

Jawaban: C. Konsumsi makanan ultra-olahan berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental
Pembahasan: Ide pokok mencakup seluruh isi paragraf. Kalimat pertama menyatakan dampak ganda akibat konsumsi makanan ultra-olahan.

Kapan Batas Simpan Permanen Akun SNPMB 2026? Ini Jadwal dan Ketentuannya

3. Pemahaman Bacaan & Menulis (PBM)

Subtes PBM merupakan bagian tes yang bertujuan menguji peserta dalam memahami bacaan panjang. Selain itu, pemahaman terkait kaidah penulisan yang efektif juga ditanyakan.

Tipe soal yang seringkali diujikan adalah informasi tersurat dan tersirat pada teks, susunan kalimat yang logis dalam suatu paragraf, melengkapi kalimat rumpang, dan mengenali kesalahan dalam teks dalam hal logika dan koherensi.

Contoh Soal 4

Bacalah paragraf berikut:
“Indonesia memiliki potensi energi panas bumi terbesar kedua di dunia. … Namun, pengembangan geothermal sering terhambat karena biaya eksplorasi awal yang tinggi dan regulasi yang belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat.”

Kalimat yang paling tepat untuk mengisi … adalah…
A. Sayangnya, Indonesia tidak memiliki teknologi yang cukup untuk mengolahnya.
B. Potensi ini setara dengan 40% cadangan panas bumi global, namun baru sekitar 10% yang telah dikembangkan.
C. Energi panas bumi adalah energi yang bersumber dari inti bumi.
D. Banyak negara lain yang sudah berhasil memanfaatkan energi panas bumi.
E. Pemerintah Indonesia sudah berencana membangun 30 PLTP baru.
Jawaban: B. Potensi ini setara dengan 40% cadangan panas bumi global, namun baru sekitar 10% yang telah dikembangkan.
Pembahasan: Kalimat sebelum … menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar. Kalimat berikutnya membahas hambatan pengembangan, sehingga pilihan B logis dengan memberikan fakta kuantitatif tentang besarnya potensi dan realisasi, sekaligus menguatkan alasan hambatan tersebut penting untuk dibahas.

4. Pengetahuan Kuantitatif (PK)

Kemampuan berpikir menggunakan konsep matematika dasar diuji pada subtes PK. Sebagai persiapan, kamu bisa mulai mempelajari topik aritmatika (perbandingan, persentase, rata-rata, dll.), aljabar sederhana (persamaan linier satu atau dua variabel), statistika dasar, peluang, dan geometri dasar (luas, keliling, volume bangun).

Contoh Soal 5

Sebuah galeri lukisan memberikan diskon 25% untuk semua produk yang dilukis oleh seniman senior. Apabila harga awal lukisan pemandangan adalah Rp8.000.000, berapa harga yang harus dibayar penikmat seni setelah mendapatkan diskon? Jika pembeli membayar dengan uang Rp7.000.000, berapa uang kembalian yang akan diterima?
A. Rp6.000.000, kembalian Rp1.000.000
B. Rp6.000.000, kembalian Rp500.000
C. Rp5.500.000, kembalian Rp1.500.000
D. Rp6.500.000, kembalian Rp500.000
E. Rp6.000.000, tidak ada kembalian karena uangnya kurang

Jawaban: A. Rp6.000.000, kembalian Rp1.000.000
Pembahasan:
Harga setelah diskon
= Rp8.000.000 x (1 – 0,25)
= Rp8.000.000 x 0,75
= Rp6.000.000
Kembalian
= Rp7.000.000 – Rp6.000.000
= Rp1.000.000

Contoh Soal Tes Literasi SNBT 2026

Tes Literasi merupakan jenis tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dengan berbagai macam teks panjang serta data.

Kemampuan yang perlu kamu kuasai agar lebih mudah saat mengerjakan jenis tes ini adalah kecepatan membaca, sehingga kamu bisa memahami soal lebih cepat.

5. Literasi Bahasa Indonesia

Pada subtes literasi bahasa Indonesia, peserta UTBK akan diberi teks panjang berbagai tema. Nantinya, kemampuan memahami isi teks, merefleksikan isi teks, mengidentifikasi asumsi penulis, hingga menganalisis struktur teks akan ditanya.

Contoh Soal 6

“Generasi alpha yang semakin banyak menghabiskan waktu di media sosial menunjukkan keterampilan komunikasi tatap muka mereka mengalami penurunan secara signifikan.”

Pernyataan manakah yang paling tepat untuk melemahkan argumen di atas?
A. Banyak generasi alpha yang tidak memiliki akun media sosial.
B. Studi dari Lund University (2022) menemukan tidak ada korelasi signifikan antara durasi penggunaan media sosial dan kemampuan komunikasi tatap muka setelah mengontrol variabel pendidikan dan latar belakang keluarga.
C. Media sosial memudahkan komunikasi jarak jauh antar pengguna.
D. Generasi sebelumnya juga memiliki masalah komunikasi.
E. Beberapa pengguna media sosial justru lebih ekspresif secara verbal dibanding teman sebaya mereka.

Jawaban: B
Pembahasan: Untuk melemahkan klaim kausal, dibutuhkan bukti yang menunjukkan tidak adanya hubungan tersebut. Pilihan B didapatkan dari hasil studi berupa data empiris yang mengontrol variabel pengganggu.

6. Literasi Bahasa Inggris

Subtes literasi bahasa Inggris menguji kemampuan peserta UTBK terkait pemahaman bacaan teks berbahasa Inggris, kosakata sesuai konteks bacaan, mengidentifikasi ide utama dan pendukung, serta menyimpulkan isi bacaan.

Latihan membaca berbagai macam teks seperti artikel sains, berita internasional, esai akademik, hingga teks naratif akan sangat membantu.

Contoh Soal 7

Read the passage below:
“Mangrove forests serve as critical buffers between land and sea, protecting coastlines from erosion and storm surges. Despite covering only 0.1% of Earth’s land area, they store up to four times more carbon per hectare than tropical rainforests. However, nearly half of global mangrove cover has been lost over the past five decades due to coastal development and aquaculture expansion.”

Which conclusion is correct according to the passage?
A. Tropical rainforests are less effective than mangroves at protecting coastlines.
B. Coastal development and aquaculture are responsible for all environmental problems in coastal areas.
C. Preserving mangroves is important for both coastal protection and climate change mitigation.
D. Mangroves should replace all tropical rainforests as the primary carbon sink.
E. Scientists have found a way to restore half of the lost mangrove forests.
Jawaban: C
Pembahasan: The passage highlights two key functions of mangroves: coastal protection and high carbon storage to mitigate a climate.

7. Penalaran Matematika

Pada UTBK, kemampuan penalaran menggunakan matematika yang kontekstual juga akan diuji.

Jadi, kamu bisa mulai berlatih untuk menginterpretasikan data yang tersaji dalam bentuk grafik dan tabel. Selain itu, logika matematika, pemecahan masalah berbasis data statistik, serta pendekatan numerik juga perlu dipelajari.

Contoh Soal 8

Data berikut menunjukkan penggunaan moda transportasi dari 400 karyawan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi:
Kendaraan pribadi: 45%
Transportasi umum: 35%
Transportasi online: 12%
Jalan kaki: 8%

Apabila perusahaan menambah 100 karyawan baru dengan proporsi yang sama dan ingin mengetahui selisih antara pengguna kendaraan pribadi dan transportasi online di antara karyawan baru, berapakah selisihnya?
A. 30 orang
B. 33 orang
C. 37 orang
D. 42 orang
E. 45 orang
Jawaban: B
Pembahasan:
Dari 100 karyawan baru:
pengguna kendaraan pribadi = 45% x 100 = 45 orang.
Pengguna transportasi online = 12% x 100 = 12 orang.
Selisih = 45 – 12 = 33 orang.
Seringkali, kesalahan perhitungan disebabkan menghitung dari total 400 karyawan lama, bukan 100 karyawan baru.

Strategi Belajar Materi untuk SNBT 2026

Ada beberapa strategi yang bisa kamu terapkan untuk setiap jenis tes yang diujikan pada SNBT 2026 agar belajar semakin terarah dan efektif:

  • Penalaran Umum: Berlatih soal silogisme dan deret minimal 10 soal setiap hari. Jangan lupa untuk mengidentifikasi jenis penalaran pada setiap soal.
  • Pengetahuan & Pemahaman Umum: Baca artikel nonfiksi 1-2 halaman/hari, kemudian temukan ide pokok dalam satu kali baca. Ini akan melatih kamu saat dihadapkan langsung dengan soal bacaan yang panjang saat UTBK.
  • Pemahaman Bacaan & Menulis: Sebelum mengisi teks yang rumpang, baca seluruh paragraf. Hindari membaca kalimat per kalimat karena akan memakan banyak waktu.
  • Pengetahuan Kuantitatif: Pahami konsep aritmetika dan persentase tanpa menggunakan kalkulator. Kamu bisa melatih kemampuan dengan target mengerjakan setiap soal paling lama 60 detik.
  • Literasi Bahasa Indonesia: Biasakan untuk membaca teks argumentatif dan artikel opini.
  • Literasi Bahasa Inggris: Luangkan waktu setiap hari untuk membaca serta memahami artikel sains (bisa dari BBC Science, Scientific American) dan hindari menerjemahkan langsung.
  • Penalaran Matematika: Pahami cara membaca grafik dan tabel data. Kamu bisa melatih kemampuan tersebut dengan mengerjakan soal bergaya PISA.

Penutup

Apakah kamu sudah memahami semua informasi di atas? Setelah membaca apa saja yang diujikan di SNBT 2026, kini saatnya kamu mempersiapkan diri sebaik mungkin agar lancar saat hari ujian tiba.

Dapatkan berbagai informasi mengenai jalur masuk Perguruan Tinggi di blog Mamikos. Semangat calon mahasiswa baru! 💪🎓

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Advertisement