Source : Canva/@donutaoos-images

Apakah Jual Beli Rumah Harus Pakai Notaris? Ini Beberapa Hal yang Harus Kamu Tahu sebelum Transaksi

Sebelum membeli rumah, penting memahami apakah perlu menggunakan notaris. Simak penjelasan lengkap beserta risiko dan tips aman dalam transaksi properti.

25 Maret 2026 Nadia Kamila

4. Risiko Lebih Besar Jika Tidak Hati-Hati

Meskipun memungkinkan, melakukan transaksi tanpa notaris memiliki risiko yang lebih tinggi, terutama jika tidak memahami aspek hukum yang terlibat. Kesalahan kecil dalam dokumen atau proses bisa berdampak besar di kemudian hari.

Oleh karena itu, meskipun secara teknis bisa dilakukan, penggunaan notaris tetap disarankan agar transaksi jual beli rumah berjalan lebih aman dan terhindar dari potensi masalah hukum.

Beli Rumah atau Ngontrak, Mana yang Menguntungkan? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Proses Jual Beli Rumah Lewat Notaris dan PPAT

Proses jual beli rumah yang melibatkan notaris dan PPAT umumnya dilakukan melalui beberapa tahapan agar transaksi sah secara hukum dan aman bagi kedua belah pihak. Berikut alur yang biasanya terjadi:

1. Pemeriksaan Dokumen Properti

Tahap awal adalah pengecekan dokumen, seperti:

  • Sertifikat tanah
  • KTP penjual dan pembeli
  • Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Notaris biasanya membantu memastikan bahwa dokumen tersebut asli dan tidak bermasalah.

2. Pengecekan Sertifikat ke BPN

Setelah dokumen dinyatakan lengkap, Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan mengecek sertifikat tanah. Tujuannya adalah memastikan bahwa properti tidak sedang dalam sengketa, tidak dijaminkan, dan benar dimiliki oleh penjual.

3. Pengurusan Pajak Transaksi

Sebelum transaksi dilakukan, kedua pihak harus menyelesaikan kewajiban pajak, seperti PPh (penjual) dan BPHTB (pembeli). Notaris atau PPAT biasanya akan membantu menghitung dan memastikan pajak telah dibayar.

4. Pembuatan dan Penandatanganan AJB

Setelah semua syarat terpenuhi, PPAT akan membuat Akta Jual Beli (AJB) yang kemudian ditandatangani oleh penjual dan pembeli. Dokumen ini menjadi bukti sah peralihan hak atas properti.

5. Proses Balik Nama Sertifikat

Tahap terakhir adalah proses balik nama sertifikat di BPN dari penjual ke pembeli. Setelah proses ini selesai, pembeli resmi menjadi pemilik sah atas rumah tersebut secara hukum.

Dengan mengikuti proses ini, transaksi jual beli rumah menjadi lebih aman, tertib, dan memiliki kekuatan hukum yang jelas.

Biaya Notaris Jual Beli Rumah

Salah satu pertimbangan banyak orang ketika bertanya apakah jual beli rumah harus pakai notaris adalah mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan. 

Perlu diketahui, biaya notaris dalam transaksi jual beli rumah tidak bersifat tetap, melainkan tergantung pada nilai transaksi dan jenis layanan yang digunakan.

Kisaran Biaya Notaris

Umumnya, biaya notaris berkisar antara 0,5% hingga 1% dari nilai transaksi properti. Semakin tinggi nilai rumah yang diperjualbelikan, biasanya biaya yang dikenakan juga akan menyesuaikan. Namun, besaran ini bisa berbeda tergantung kebijakan masing-masing notaris.

Komponen Biaya yang Perlu Diperhatikan

Biaya dalam transaksi jual beli rumah tidak hanya mencakup jasa notaris, tetapi juga beberapa komponen lain, seperti:

  • Pembuatan akta (PPJB atau dokumen lainnya)
  • Biaya pengecekan sertifikat
  • Biaya administrasi
  • Biaya pengurusan dokumen ke instansi terkait

Selain itu, ada juga biaya yang berkaitan dengan pajak, seperti PPh (ditanggung penjual) dan BPHTB (ditanggung pembeli), yang biasanya dihitung terpisah dari jasa notaris.

Siapa yang Menanggung Biaya Notaris?

Dalam praktiknya, biaya notaris sering kali ditanggung oleh pembeli, tetapi hal ini sebenarnya bisa disepakati bersama antara penjual dan pembeli. Tidak ada aturan baku mengenai pembagian biaya, sehingga semuanya bergantung pada hasil negosiasi.

Dengan memahami rincian biaya sejak awal, kamu bisa mempersiapkan anggaran dengan lebih matang dan menghindari biaya tak terduga selama proses transaksi berlangsung.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Notaris dalam Jual Beli Rumah?

Meskipun tidak selalu wajib, ada beberapa kondisi di mana penggunaan notaris sangat disarankan karena dapat memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat bagi kedua belah pihak. Terutama pada transaksi yang memiliki tingkat kompleksitas atau risiko lebih tinggi.

1. Saat Membeli Rumah dengan KPR

Jika kamu membeli rumah menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), maka keterlibatan notaris menjadi sangat penting. Pihak bank biasanya mensyaratkan notaris untuk membuat berbagai dokumen hukum, seperti akta perjanjian kredit dan pengikatan jaminan. Tanpa notaris, proses pengajuan KPR umumnya tidak bisa dilanjutkan.

Halaman: