Advertisement
Source : Freepik.com/@kuritafsheen77

Apa Arti Tokek Bunyi 3 sampai 10 Kali? Ini Maknanya Menurut Primbon Jawa dan Islam

Yuk, cari tahu info dan faktanya lebih jauh dalam artikel ini.

20 Oktober 2026 Fanny

Salah satu jenis hewan yang sering kita temukan keberadaannya di rumah adalah tokek.

Beberapa orang percaya jika hadirnya tokek menjadi pertanda khusus. Bahkan, jumlah bunyi dari suaranya juga dinilai memiliki makna tertentu. 

Untuk mengetahui artinya dari bunyi tokek, simak penjelasan berikut yang didasarkan pada Primbon Jawa dan pandangan Islam.

Tentang Tokek Menurut Dua Perspektif Berbeda

arti tokek bunyi 3 sampai 10 kali
Freepik.com/@kuritafsheen77
15 Cerita Mitos di Indonesia yang Terkenal dan Menarik untuk Diketahui

Menurut Primbon Jawa
Secara umum, menurut Primbon Jawa suara tokek merupakan tanda datangnya makhluk halus. Konon, jika suaranya terdengar dari dekat maka sedang ada makhluk halus yang berada di kejauhan. Sedangkan jika suara tokek terdengar dari jarak jauh, maka sedang ada makhluk halus di sekitar kita. 

Selain itu, terdapat juga beberapa makna suara tokek tergantung jumlah suara yang dikeluarkannya, yaitu:

1. Bunyi 1x (Sida Karya) = sukses dalam hal pekerjaan.
2. Bunyi 2x (Nemu Asing) = saling mengasihi.
3. Bunyi 3x (Suwung Kepanggih) = menemui kesepian.
4. Bunyi 4x (Menemuredut) = akan mendapatkan kesusahan.
5. Bunyi 5x (Sangging Suka) = mendapatkan kebahagiaan.
6. Bunyi 6x (Sengkala Gering) = tanda malapetaka.
7. Bunyi 7x (Nemu Ayu) = akan memperoleh kebahagiaan.
8. Bunyi 8x (Ala Gering) = akan mendapatkan keburukan.
9. Bunyi 9x (Sengsara Bera) = akan mendapatkan kesengsaraan yang tidak ada ujungnya.
10. Bunyi 10x (Wirayaguna) = sangat berguna.
11. Bunyi 11x (Kirang Sekaya) = akan kekurangan harta.
12. Bunyi 12x (Meweh Kepanggih) = akan mendapatkan kesusahan.
13. Bunyi 13x (Loba Bhukti) = memperoleh keberuntungan.
14. Bunyi 14x (Selata Uyut) = akan sering mengalami keributan.
15. Bunyi 15x (Ala Dayat) = buruk sekali.

Menurut Pandangan Islam
Di dalam Islam sendiri, sebenarnya tidak ada makna khusus terkait jumlah bunyi tokek. Sehingga, tidak ada arti tertentu yang ditunjukkan dari suara yang dihasilkan tokek. 

Tetapi perihal tokek, hewan satu ini dalam Islam dianjurkan untuk dibunuh, yang didasarkan pada penjelasan Rasulullah SAW dalam yang memerintahkan membunuh tokek karena hewan tersebut pernah meniup-niupkan api kepada Nabi Ibrahim (hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad). Selain itu, ada juga beberapa hadits lainnya yang menerangkan hal serupa mengenai ini.

Namun, perlu diketahui juga jika terdapat beberapa keterangan yang menerjemahkan “al-wazgh” (ٱلْوَزَغُ) yang disebutkan dalam hadits sebagai cicak. Mengenai hal ini, melansir dari laman Rumah Fiqih dijelaskan bahwa terdapat dua pendapat.

Pertama, sebagian dari ulama menganggap cicak dan tokek masih satu jenis, sehingga hukum tokek akan sama dengan hukum cicak. Menurut Imam Nawawi, menurut ahli bahasa Arab, cicak (al-wazgh) masih satu jenis dengan tokek (saam abrash), sebab tokek merupakan cicak besar. 

Kedua, ada juga pendapat yang mengatakan jika yang diharamkan itu tokek dan bukan cicak, karena makna dari “wazgh” lebih tepat diartikan sebagai hewan tokek, bukan cicak. 

Mengapa Tokek Sering Berbunyi pada Malam Hari?

Selain dikaitkan dengan kepercayaan tradisional, suara tokek sebenarnya dapat dijelaskan melalui perilaku alami hewan tersebut. Tokek merupakan reptil yang aktif pada waktu tertentu, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung aktivitasnya dalam mencari makan dan berinteraksi.

Suara yang dikeluarkan tokek dapat berfungsi sebagai bentuk komunikasi. Pada beberapa jenis tokek, vokalisasi digunakan untuk menarik pasangan, mempertahankan wilayah, atau merespons keberadaan tokek lain. Karena itu, suara tokek yang terdengar berulang kali tidak selalu memiliki hubungan dengan pertanda tertentu.

Tokek juga cenderung mencari serangga dan hewan kecil sebagai sumber makanan. Rumah yang memiliki banyak serangga, pencahayaan yang menarik serangga pada malam hari, atau celah untuk bersembunyi dapat menjadi tempat yang sesuai bagi tokek.

Ada beberapa faktor yang membuat suara tokek terdengar lebih jelas pada malam hari, antara lain suasana lingkungan yang lebih tenang dan aktivitas hewan yang meningkat pada waktu tersebut. Suara yang terdengar berkali-kali juga dapat berasal dari satu tokek yang sama, bukan selalu dari beberapa ekor yang berbeda.

Dengan memahami perilaku alaminya, kamu bisa melihat kehadiran tokek dari sisi yang lebih objektif tanpa harus langsung menghubungkannya dengan kejadian tertentu.

Apakah Jumlah Bunyi Tokek Benar-Benar Membawa Pertanda?

Dalam Primbon Jawa, jumlah bunyi tokek memiliki beragam tafsir yang diwariskan sebagai bagian dari kepercayaan masyarakat. Makna seperti keberuntungan, kesusahan, atau kebahagiaan merupakan penafsiran budaya yang dikenal dalam tradisi tersebut.

Namun, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa jumlah suara tokek dapat meramalkan nasib seseorang. Frekuensi dan banyaknya suara yang terdengar dapat dipengaruhi oleh perilaku hewan, kondisi lingkungan, serta interaksi dengan tokek lainnya.

Oleh karena itu, daftar arti bunyi tokek dalam Primbon Jawa sebaiknya dipahami sebagai bagian dari warisan budaya, bukan kepastian mengenai masa depan. Kamu tetap bisa mempelajarinya sebagai pengetahuan tradisional tanpa perlu merasa takut apabila mendengar suara tertentu.

Sementara itu, dari sudut pandang Islam, umat Muslim dianjurkan untuk tidak menggantungkan keyakinan terhadap nasib atau kejadian masa depan pada pertanda yang tidak memiliki dasar yang jelas. Tidak ada ketentuan khusus yang menetapkan bahwa satu, dua, atau sejumlah bunyi tokek tertentu membawa pesan tentang rezeki maupun musibah.

Apa yang Harus Dilakukan jika Ada Tokek di Rumah?

Jika tokek sering muncul di rumah, kamu dapat mengambil langkah sederhana untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

1. Kurangi sumber makanan tokek. Jaga kebersihan rumah dan kurangi keberadaan serangga yang dapat menarik tokek.

2. Periksa celah bangunan. Tutup celah pada pintu, jendela, atau bagian rumah yang memungkinkan hewan masuk.

3. Jangan langsung panik saat mendengar suaranya. Suara tokek merupakan perilaku alami dan tidak perlu dianggap sebagai tanda akan datangnya kejadian buruk.

4. Utamakan penanganan yang aman. Hindari menangkap tokek dengan tangan kosong jika kamu tidak terbiasa menanganinya. Jika jumlahnya banyak atau sulit ditangani, pertimbangkan bantuan tenaga yang berpengalaman.

Dengan demikian, kehadiran tokek bisa dipahami melalui dua sudut pandang, yaitu tradisi yang berkembang di masyarakat dan penjelasan ilmiah mengenai perilaku hewan. Keduanya perlu dibedakan agar kamu dapat menghargai kepercayaan budaya sekaligus menyikapi fenomena alam secara bijak.

Contoh-contoh Kearifan Lokal yang Berhubungan dengan Mitos di Masyarakat

Penutup

Demikian, penjelasan mengenai arti jumlah bunyi tokek menurut Primbon Jawa, dan juga penjelasannya dalam ruang lingkup Islam. 

Jangan lewatkan berbagai pembahasan informatif lainnya yang dapat Anda temukan di blog Mamikos, seperti artikel mengenai Binatang yang Tidak Boleh Dibunuh Saat Hamil, Mitos atau Fakta dalam Islam.

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Advertisement