Bacaan Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah beserta Keutamaannya!
Puasa Arafah dan Tarwiyah merupakan dua puasa yang dilaksanakan di dekat perayaan Hari Raya Idul Adha. Simak bacaan niatnya di sini.
Selanjutnya, amalan apa yang terbaik di hari arafah? Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya :
““Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYA-IN QODIIR (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi no. 3585; Ahmad, 2:210. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih dilihat dari syawahid atau penguat-penguatnya, lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1503, 4:8.)
2. Bacaan Niat Puasa Tarwiyah
Berikut adalah Bacaan Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, seseorang yang melaksanakan puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah atau biasa disebut Tarwiyah, maka Allah SWT akan memberikan pahala, yang kita tidak mengetahuinya, kecuali Allah SWT.
Bacaan niatnya :
“Nawaitu shauma ghadin min yaumi tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya, “Sengaja saya berpuasa esok hari, yaitu puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Taala.”
3. Keutamaan Puasa Arafah
Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang dimuliakan Allah SWT karena pada bulan ini umat muslim sedang melaksanakan ibadah haji.
Pada tanggal 8 Dzulhijjah atau disebut juga dengan hari Tarwiyah, jemaah haji sedang melaksanakan persiapan menuju ke Padang Arafah dan tanggal 9 Dzulhijjah, semua jemaah haji tengah berkumpul di padang Arafah.
Keutamaan puasa arafah sesuai dengan hadits yang telah dijelaskan, diriwayatkan dari Abu Qatadah (diriwayatkan) bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Puasa hari Arafah menutup dosa dua tahun, satu tahun yang lampau dan satu tahun yang akan datang, dan puasa Asyura menutup dosa satu tahun.” [Hadis ini diriwayatkan oleh sejumlah ahli hadis dan teks di atas adalah riwayat Imam Ahmad].
4. Manfaat Puasa Arafah
Selain karena keutamaan puasa arafah yang perlu Anda ketahui, bagi siapa saja yang menjalankan puasa termasuk di bulan Dzulhijjah ini akan mendapatkan beberapa manfaat puasa pada umumnya:
a. Meningkatkan kekebalan tubuh
Menjalankan puasa arafah atau puasa lain pada umumnya akan memberikan manfaat luar biasa terhadap kesehatan tubuh salah satunya mampu mengurangi kerusakan yang disebabkan radikal bebas.
Terlebih, dengan berpuasa akan membantu mencegah timbulnya salah satu penyakit serius yaitu kanker.
b. Meningkatkan fungsi otak
Puasa terbukti mampu memperbaiki fungsi otak dengan meningkatkan produksi protein yang bisa memicu bahan kimia lain untuk meningkatkan kesehatan saraf.
Produksi protein tersebut disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF). BDNF akan mengaktifkan sel induk otak untuk diubah menjadi neuron baru.
Protein ini pun melindungi sel otak dari perubahan yang ada kaitannya dengan penyakit Parkinson dan Alzheimer.
c. Menurunkan berat badan
Puasa pada umumnya termasuk puasa arafah bisa menjadi cara aman untuk menurunkan berat badan. Namun tentunya niat pertama seharusnya bukan karena untuk diet atau menurunkan berat badan melainkan untuk beribadah.
Di sisi lain, dengan berpuasa banyak riset yang menunjukkan bahwa jika dilakukan secara berkala memungkinkan tubuh membakar sel lemak lebih efektif daripada diet biasa.
Halaman:


