Biaya yang Harus Dipersiapkan Ketika Menjadi Mahasiswa Baru 2020

 Lailla | Sel, 12 Mei 2020

Biaya yang Harus Dipersiapkan Ketika Menjadi Mahasiswa Baru 2020 – Sudah tidak sabar menjadi mahasiswa baru di Perguruan Tinggi idaman?. Tunggu dulu. Menjadi mahasiswa baru tentu tidak hanya sekadar berganti status saja. Ada tanggung jawab baru yang akan kamu hadapi. Selain itu, amanah untuk menyelesaikan studi hingga meraih gelar pun juga akan jadi tugasmu.

Persiapan Biaya untuk Mahasiswa Baru 2020

pixabay.com

 

Sebagai seorang mahasiswa baru, pengeluaranmu akan jauh berbeda dengan pengeluaran ketika masih menjadi siswa sekolah menengah. Akan ada biaya tambahan yang perlu dikeluarkan, bahkan nominalnya bisa lebih besar daripada biaya ketika studi di sekolah menengah. Terkadang mahasiswa merasa malu jika terus-menerus minta orang tua. Oleh karena itu, berikut ini Mamikos rangkum kebutuhan biaya anak kuliah, terutama mahasiswa baru 2020 agar kamu dapat mulai menyiapkannya.

1. Biaya Uang Gedung Kuliah dan Uang Pangkal

pixabay.com

 

Ketika kamu dinyatakan diterima studi di suatu kampus, terdapat uang pangkal atau uang gedung yang perlu dibayar. Uang gedung memang dibayarkan sekali, namun biasanya dapat dicicil beberapa kali karena nominalnya cukup besar. Kisaran biaya uang pangkal untuk kuliah di Indonesia sangat bervariasi, mulai dari jutaan rupiah bahkan ratusan juta rupiah.

Uang gedung yang mahal terdapat di kampus-kampus swasta. Jika masuk ke Perguruan Tinggi Negeri, mahasiswa tidak dibebani lagi dengan uang gedung. Tapi tenang saja karena kamu dapat mengajukan keringanan atau kelonggaran pembayaran apabila tidak sanggup membayar uang pangkal.

2. Biaya Kuliah

pixabay.com

 

Biaya kuliah yang akan dikeluarkan mahasiswa baru mencakup biaya Sistem Kredit Semester (SKS). Mahasiswa diwajibkan mengambil jumlah SKS yang disyaratkan agar dapat lulus tepat waktu. Semakin banyak SKS yang diambil, semakin besar pula biaya yang dikeluarkan. Misalnya saja kamu berkuliah di kampus dengan jatah maksimal SKS per semester 24. Biaya 1 SKS 50 ribu rupiah. Berarti, dalam 1 semester, biaya yang perlu kamu keluarkan adalah 1.200.000 rupiah.

Apakah bisa mengambil ratusan SKS sekaligus saat kuliah?. Tentu tidak. Setiap mahasiswa dapat mengambil maksimal 24 SKS saja dalam satu semester atau biasanya ada kebijakan lain dari kampus. Sebagai beban studi, SKS bisa diibaratkan seperti mata pelajaran saat sekolah. Jika kamu mengambil terlalu banyak SKS, kamu akan semakin sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk istirahat, apalagi di perkuliahan setiap mata kuliah akan dibimbing oleh dosen berbeda.

Persiapkan pula biaya kuliah tambahan seperti biaya praktikum. Pada beberapa program studi, seperti kedokteran, biologi, teknik, bahkan program studi sosial memberlakukan praktikum. Kegiatan praktikum di laboratorium yang membutuhkan banyak bahan tentu akan lebih mahal.

Biaya remidi atau perbaikan kuliah juga perlu kamu anggarkan. Tidak seperti di sekolah menengah, mahasiswa yang nilai mata kuliah ketika ujian belum mencapai batas minimal akan diminta remidi. Mahasiswa tersebut baru bisa mengikuti remidi setelah membayar. Biasanya biaya remidi dihitung dari jumlah SKS dikalikan biaya per-SKS. Jadi, semakin banyak kamu mengulang mata kuliah, biaya yang dikeluarkan pun semakin banyak.

3. Biaya OSPEK

pixabay.com

 

Masa orientasi pengenalan kuliah atau OSPEK diadakan oleh kampus dengan berbagai macam bentuk. Selain bertujuan untuk membuat mahasiswa semakin akrab pada dunia kuliah dan teman-teman baru, OSPEK juga membuat masa awal kuliah semakin seru. Bahkan, terkadang ada tugas aneh yang diberikan kakak tingkat yang harus dilaksanakan. Jika tidak dipenuhi, mahasiswa akan mendapatkan hukuman.

Biaya untuk OSPEK di perguruan tinggi inilah yang perlu dipersiapkan. Alokasikan budget untuk membeli perlengkapan kebutuhan OSPEK. Jika masih memungkinkan, kamu dapat meminjam pada kenalan atau kakak tingkat. Setelah masa OSPEK selesai, fakultas atau kampus juga akan mengadakan malam perayaan atau kegiatan lainnya, seperti jalan-jalan.

4. Biaya Sewa Tempat Tinggal

pixabay.com

 

Mahasiswa rantau tidak boleh mengabaikan kebutuhan pokok seperti tempat tinggal. Agar lebih hemat, pilih tempat tinggal kost atau apartemen yang sudah lengkap. Saat ini kamu bisa menggunakan aplikasi kost terbaik Mamikos untuk membantu proses pencarian hunian. Terdapat filter lengkap yang akan memudahkanmu survey lokasi online, bahkan melakukan booking.

Budget menyewa hunian untuk anak kost sangat beragam. Tentunya semakin lama tinggal, biaya yang perlu dikeluarkan pun semakin besar. Untuk kamu yang masih coba-coba, menyewa kost harian dapat menjadi alternatif. Jika sudah yakin dengan kost dekat kampus dan nyaman dengan suasananya, kamu bisa memperpanjang jangka waktu sewa menjadi tahunan.

5. Biaya Perlengkapan Kamar Baru

pixabay.com

 

Jangan abaikan kebutuhan perlengkapan di dalam kamarmu. Bagaimanapun juga, jika kamu adalah mahasiswa rantau, kondisi kamar yang lengkap akan mendukung aktivitas. Mulailah dengan membeli barang kebutuhan pokok yang akan selalu digunakan ketika kuliah, seperti meja belajar, kursi belajar, almari pakaian, kasur, hingga rak buku.

Apabila semua kebutuhan sudah terpenuhi, saatnya kamu membeli pernak-pernik pelengkap kamar kost. Membeli kasur tambahan atau karpet untuk berjaga-jaga jika ada teman yang ingin menginap pun bisa kamu lakukan. Jangan lupa pula untuk membeli toples kecil sebagai wadah snack serta alat makan.

6. Biaya Asuransi Kesehatan

pixabay.com

Jagalah kesehatan selama menjadi mahasiswa dengan mengonsumsi makanan bergizi dan menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, kamu bisa mengikuti asuransi kesehatan dengan membayar premi sesuai kemampuan. Pertimbangkan jenis asuransi kesehatan untuk mahasiswa yang akan kamu pilih. Jika sering sakit, sebaiknya pilih asuransi yang mencakup pembiayaan ke klinik serta rumah sakit kecil.

7. Biaya Makan

pixabay.com

 

Budget untuk makan mahasiswa perlu dipersiapkan sejak awal. Biasanya pengeluaran makan mahasiswa adalah pengeluaran terbesar, apalagi jika sering makan di luar. Biaya makan dipengaruhi lokasi tempat tinggal dan kondisi daerah. Secara umum, mahasiswa akan menghabiskan 15 ribu sampai 40 ribu untuk sekali makan. Jika biaya tersebut dikalikan jatah makan 3 kali sehari dan dikalikan 30 hari, tentu nominalnya di atas 1 juta, bahkan mencapai 3 juta rupiah.

Menghemat biaya makan mahasiswa bukan hal yang mustahil dilakukan. Cobalah menyewa tempat kost yang sudah menyediakan fasilitas dapur, sehingga kamu bisa membeli bahan mentah dan memasak sendiri. Hindari makan di luar terlalu sering atau makan di tempat mahal. Memasak nasi menggunakan rice cooker dan membeli lauk di warung pun bisa menghemat budget hingga 50%.

8. Biaya Fotokopi

pixabay.com

 

Mahasiswa yang disibukkan dengan tugas biasanya membutuhkan jasa fotokopi. Untunglah di dekat kampus terdapat banyak pilihan fotokopi. Selain menyediakan layanan perbanyakan dokumen, mahasiswa yang perlu jasa cetak dokumen juga akan pergi ke tempat tersebut. Saran Mamikos, sebaiknya kamu mulai mengurangi pencetakan referensi kuliah yang membutuhkan banyak kertas. Gunakan e-book reader atau tablet, sehingga lebih ramah lingkungan.

9. Biaya Paket Data Internet

pixabay.com

 

Kebutuhan paket data internet wajib dipenuhi, apalagi bagi mahasiswa yang tidak memiliki koneksi internet wifi di kost. Tanpa paket data, sosialisasi bisa terhenti dan mahasiswa tidak mendapatkan update informasi dari kampus. Untuk menghemat pengeluaran, manfaatkan fasilitas internet wifi ketika berada di kampus. Jika sudah di kost, kamu bisa mengaktifkan paket data. Kamu yang senang mendownload film pun bisa meluangkan waktu di kampus, kemudian menontonnya setelah sampai kost.

10. Biaya Transportasi

pixabay.com

 

Budget untuk perjalanan dari tempat tinggal ke kampus bisa membengkak jika kamu terlalu sering pulang-pergi. Agar biaya transportasi lebih hemat, hindari pulang ke kost atau ke rumah yang jaraknya jauh ketika ada jeda kuliah. Manfaatkan waktu dengan berkunjung ke perpustakaan atau mengerjakan tugas di kampus. Kamu juga dapat menyewa kost dekat kampus untuk ditempati atau sekadar menjadi tempat transit. Tanpa harus menggunakan alat transportasi, kamu bisa mencapai lokasi hanya dengan berjalan kaki.

11. Biaya Darurat

pixabay.com

 

Siapkan dana darurat untuk kegiatan yang tidak terduga. Bisa saja kamu diajak teman kuliah untuk sosialisasi ke suatu tempat dan harus membayar. Hangout atau jalan-jalan dengan teman juga membutuhkan biaya darurat apabila biaya tersebut tidak kamu rencanakan. Penyisihan dana darurat bisa kamu lakukan secara konsisten setiap bulan, sehingga dana tersebut akan terus terkumpul. Tapi, kamu tetap bisa menolak apabila merasa kegiatan hangout tidak banyak memberi manfaat.

Sudah mempersiapkan biaya-biaya yang ada pada daftar di atas?. Sebaiknya kamu mulai membuat perencanaan keuangan dan menganggarkan masing-masing biaya yang dibutuhkan. Jika kondisi ekonomi belum mencukupi, kamu masih bisa menabung dan mencari peluang kerja freelance atau part time untuk memenuhinya.

Saat ini terdapat banyak peluang untuk mahasiswa semester awal agar bisa bekerja. Manfaatkan platform lapangan kerja online atau peluang berkarier di bidang penjualan online agar tidak mengganggu kuliah. Berusahalah menyelesaikan studi kuliah tepat waktu agar biaya yang perlu kamu keluarkan tidak terus bertambah. Jika merasa ingin menyerah, ingat kembali niat berkuliah dan harapan orang-orang yang mendukung studimu. Semangat menjadi mahasiswa baru!

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu: