7 Cara Membuat Infografis yang Menarik dan Bagus

7 Cara Membuat Infografis yang Menarik dan Bagus – Pada era digital ini, mengetahui cara membuat infografis yang menarik dan bagus memang seolah sudah menjadi suatu tuntutan. Apalagi, bagi Anda yang memiliki profesi di bidang digital marketing maupun memiliki bisnis. Pasalnya, infografis merupakan salah satu media promosi paling efektif. Infografis ini biasanya paling banyak digunakan saat presentasi makalah atau sidang skripsi menggunakan Power Point atau PPT.

Cara Membuat Infografis

unsplash.com

Infografis semakin kerap disisipkan dalam konten, sebab dianggap mampu menarik audiens secara lebih baik. Di samping itu konten visual infografis juga ampuh dalam mendatangkan traffic dan meningkatkan brand awareness. Namun, tetap dengan isi sajian yang berbobot dan super lengkap.

Pengertian Infografis

Sebelum belajar cara membuat infografis, Anda harus terlebih dahulu memahami apa itu infografis untuk menghindari terjadinya salah kaprah. Istilah infografis sendiri merujuk pada media informasi yang disuguhkan dalam bentuk teks dan dikombinasikan dengan beberapa unsur visual, seperti:

  1. Gambar
  2. Ilustrasi
  3. Grafik
  4. Tipografi
  5. Diagram

Infografis berasal dari bahasa Inggris “Infographic” yang merupakan singkatan kata “Information” dan “Graphics”. Infografis identik dengan penggunaan data dalam bentuk angka, namun dikemas dengan paduan warna desain menarik. Karenanya, konten tampak lebih estetik, interaktif, dan atraktif.

Menambahkan infografis dalam konten berpotensi menarik minat para pembaca untuk lebih mendalami informasi yang disampaikan. Mau tahu kenapa? Itu karena secara psikologi, sekitar 90% otak manusia akan lebih cepat dalam menyerap informasi dalam bentuk visual daripada teks.

Jenis-Jenis dan Contoh Infografis

Infografis terdiri atas beberapa kategori atau jenis, dimana setiap jenis disesuaikan dengan konten yang ingin disuguhkan. Di bawah ini adalah penjelasan secara lebih lengkapnya:

1. Visual Statis

Infografis ditampilkan dalam bentuk lebih sederhana tanpa menggunakan audio maupun animasi bergerak. Dengan kata lain, visual statis hanya berupa tampilan gambar atau ilustrasi untuk menjelaskan suatu topik atau konten yang akan dijadikan sebagai bahan pembahasan.

Contoh visual statis:

Digunakan pada konferensi dengan tujuan memaparkan hasil research atau presentasi dalam bentuk data sederhana, guna memberikan informasi efektif dan akurat kepada audiens.

2. Animasi Bergerak

Dalam animasi bergerak biasanya memuat beberapa unsur penting, seperti audio dan visual. Keduanya digabungkan dalam konsep pilihan sesuai kebutuhan tema bisnis atau konten. Animasi bergerak terdiri atas dua jenis, yaitu 2D (Dua Dimensi) dan 3D (Tiga Dimensi).

Contoh animasi bergerak:

Video pada platform YouTube dan siaran televisi. Saat ini, tidak sedikit content creator memanfaatkan platform streaming sebagai media mengembangkan konten infografis.

3. Interaktif

Jenis infografis interaktif merupakan versi lebih kompleks dibandingkan statis dan animasi. Perbedaan paling mendasar terletak di sasaran informasi, sebab bisa melakukan interaksi langsung pada data tersaji. Untuk membuatnya, membutuhkan skill programming mumpuni.

Namun, Anda juga bisa bekerja sama dengan developer atau programmer untuk membuat media interaktif. Karena lebih rumit, tidak heran kalau akan cost more time and money.

Contoh infografis interaktif:

Sajian informasi ditampilkan menggunakan bantuan beberapa elemen, seperti button. Dengan begitu, maka saat ditelusuri akan memberikan informasi lebih banyak, sehingga audiens juga dapat mengakses data secara lebih cepat, tepat, dan pastinya akurat.

Panduan Cara Membuat Infografis untuk Pemula

unsplash.com

1. Menentukan Topik

Langkah pertama dalam membuat infografis menarik adalah menentukan topik pembahasan sesuai dengan kebutuhan produk yang ingin ditonjolkan. Mempersiapkan konsep awal secara matang memiliki dampak besar terhadap konten yang ingin disampaikan secara infografis.

Dalam mencari topik, Anda dapat mengacu pada pertanyaan dasar seperti:

  1. Masalah apa yang dihadapi pembaca?
  2. Apa yang mereka butuhkan?
  3. Solusi seperti apa yang dapat Anda tawarkan?

Anda juga bisa menggunakan piramida pertanyaan untuk dijadikan kerangka acuan membuat infografis. Dengan level pertanyaan seperti di bawah ini (mulai paling atas hingga bawah):

venngage.com

A. Burning Problem

Pertanyaan utama yang akan dijelaskan di infografis.

B. Supporting Questions

Pertanyaan pendukun guna menyampaikan informasi lebih detail.

C. Probing Questions

Memberi insight tambahan mengenai keseluruhan topik yang dibahas.

Pada proses mencari topik, sebaiknya lakukan riset mengenai pembaca yang dijadikan target. Selain itu, prediksi juga tingkat relevansi infografis. Ini bisa membantu mengukur traffic yang akan didapatkan. Jadi, hasil yang didapatkan bisa lebih maksimal.

2. Menentukan Audiens (Target User)

Sama seperti membuat konten video atau blog, dalam infografis Anda juga perlu mengetahui kriteria audiens yang akan dijadikan fokus target. Pada kondisi ini, bisa mengaplikasikan beberapa elemen dalam menentukan audiens potensial, diantaranya adalah:

  1. Gender atau Jenis Kelamin
  2. Usia
  3. Profesi
  4. Latar Belakang Pendidikan
  5. Domisili
  6. Dsb.

Elemen di atas bisa dijadikan acuan dalam menyusun konsep infografis. Contoh mudahnya adalah target audiens adalah anak muda, maka bisa menghadirkan desain ringan, elegan, namun atraktif. Seperti menggunakan perpaduan warna bold dan grafis eye catching.

Menentukan target secara lebih spesifik berpotensi meningkatkan keberhasilan kampanye konten Anda sehingga isi sajian sesuai dengan ekspektasi audiens. Sebab, bagaimanapun setiap gender dan usia memiliki kebutuhan dan selera berbeda sehingga perlu disesuaikan.

3. Mengumpulkan Data (Sumber Referensi)

Setelah menyusun topik pembahasan dan menentukan audiens target, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data berupa informasi dan referensi seputar pembuatan konten. Dalam hal ini, Anda bisa memanfaatkan ragam platform dan media sebagai bahan acuannya.

Sebenarnya, Anda bebas memakai data dari berbagai sumber, baik internet, data original hasil research, jurnal, artikel, dan buku. Sebab, yang terpenting adalah apabila menggunakan sumber asing, maka harus menyertakan nama sumber tersebut secara eksplisit.

Di samping itu, pastikan jika informasi yang didapatkan akan memberikan manfaat bagi pihak audiens. Untuk hal ini, tentulah menuntut Anda melakukan riset mendalam. Agar tampak berbobot, tidak ada salahnya menambahkan data pendukung, seperti statistik dan survei.

4. Visualisasikan Data ke Infografis

Cara membuat infografis selanjutnya adalah mengimplementasikan atau menyajikan data dan informasi dalam bentuk visual terstruktur. Di tahap ini, direkomendasikan menggunakan teknik ICCORE aka Inform, Compare, Change, Organize, Relationship, and Explore.

theunspokenpitch.com

Anda dapat memilih beberapa jenis diagram yang dianggap tepat untuk memvisualkan data. Untuk lebih detailnya, di bawah ini adalah keterangan mengenai masing-masing teknik:

A. Inform

Sampaikan pesan penting secara to the point menggunakan data. Anda dapat menunjukkan dengan menggunakan teks yang di bold besar dan warna mencolok, atau tonjolkan angka yang jadi highlight dengan menambahkan pictograph.

B. Compare

Apabila ingin memberi informasi mengenai perbedaan atau membandingkan suatu konteks dengan konteks lain, bisa memilih jenis diagram sesuai keinginan, seperti batang bubble, kolom, lingkaran, donat, tree map, pictogram, stacked area, dsb.

C. Change

Teknik ini umumnya dipakai pada konten yang memiliki indikasi perubahan data, cerita, dan kronologi pada berbagai produk, industri, maupun konsep. Agar audiens lebih mudah memahami konteks infografis, maka bisa menggunakan diagram chart.

D. Organize

Digunakan untuk menunjukan informasi secara runtut, seperti rate, ranking, grup, siklus, atau pola. Guna mendukung konten, bisa pakai diagram mind map, flowchart, atau table. Jadi, konsepnya lebih mudah ditangkap dan dipahami oleh pembaca.

E. Relationship

Apabila ingin menunjukkan suatu hubungan lebih kompleks yang ada di suatu konteks, maka bisa mengaplikasikan diagram multi series plot atau scatter plot.

F. Explore

Berbeda dengan teknik lainnya, Explore dipakai apabila Anda ingin audiens menjelajahi infografis untuk menemukan wawasan lebih mendalam. Visualization style sangat bergantung pada spesifikasi data, sehingga bebas merancang diagram.

Anda dapat menambahkan ragam fitur, seperti sorting dan filtering agar infografis tampak lebih menarik. Jadi, hasil akhir memang sepenuhnya ada di tangan Anda.

5. Merancang Struktur Grid Layout

Tujuan dari pembuatan grid adalah untuk menyeimbangan tata letak pada semua elemen, mulai teks, ilustrasi, gambar, diagram, dan sebagainya. Dalam proses layouting, Anda harus menyesuaikan kondisi audiens dalam membaca informasi infografis yang disuguhkan.

Gunakan struktur grid untuk membantu menyusun elemen supaya audiens bisa lebih mudah membaca serta memahami konten. Jangan lupa, bahwa sebagian besar user terbiasa membaca dari posisi atas ke bawah atau kiri ke kanan. Jadi, desain harus disesuaikan.

6. Menggunakan Template Infografis

Membuat desain infografis nol sudah tentu akan menguras waktu dan tenaga sehingga kurang efektif. Apalagi, kalau Anda memang tidak memiliki skill desain grafis. Namun, tidak perlu khawatir karena ada banyak platform online yang menyediakan free tools dan template.

Platform desain, seperti Canva, Visme.co, Venngage, Piktochart, dsb bisa menjadi alternatif solusi andalan Anda. Pasalnya, semua platform tersebut ready to use dan Anda dapat memilih berbagai pilihan model dan juga warna template infografis yang siap pakai.

Anda hanya perlu menambah teks, mengubah warna, font, atau style teks, serta gambar tanpa harus merancang bagian grid layout dari no. Setelah selesai dan dirasa pas, maka tinggal downlod infografis yang sudah dibuat. Bagaimana, mudah sekali, bukan?

Namun, penggunaan template infografis ready to use juga memiliki kelemahan. Pasalnya, kemungkinan besar ada orang lain yang memakai model template sama. Selain itu, umumnya juga kurang fleksibel, khususnya jika ingin merubah background, layout, dsb.

7. Menambahkan Style Pada Desain

Tahap cara membuat infografis yang terakhir adalah menambahkan format style dengan tujuan menguatkan desain dan memberikan kesan menarik pada konten. Dalam proses membuat style, sebaiknya perhatikan semua elemen visual, mulai teks, warna, gambar, dsb.

Di bawah ini adalah trik menambahkan style yang bisa dijadikan panduan oleh pemula:

A. Tentukan Jenis Font Teks

Mulailah dengan merangkai teks mengenai topik infografis secara singkat namun jelas. Kemudian, pilih jenis font yang enak dibaca dan bold teks yang menjadi highlight konten. Aplikasikan warna intens untuk membedakan judul dan deskripsi.

B. Melakukan Penyesuaian

Untuk menghasilkan komposisi elemen konsisten, maka Anda harus memberikan perhatian penuh pada setiap detail elemen. Contoh, tambahkan shape guna menonjolkan header, atau menggunakan simbol untuk menandai setiap poin.

C. Aplikasikan Negative Space

Negative space merupakan ruang kosong yang dengan sengaja disisakan pada elemen desain. Tujuan utamanya adalah agar setiap elemen tampak presisi dan seimbang. Anda tidak harus terpaku dengan penggunaan white background.

D. Memilih Warna

Menentukan kombinasi warna pada desain infografis sangatlah penting. Sebab, warna bukan hanya berfungsi membuat desain terlihat menarik, akan tetapi juga memudahkan audiens dalam menangkap pesan dari informasi yang disampaikan.

Rekomendasi Platform Infografis Terbaik

Ingin merancang infografis tapi tidak memiliki keterampilan desain? Jangan panik, di bawah ini adalah beberapa platform untuk membuat infografis terbaik yang wajib masuk dalam bucket list Anda:

1. Canva

Platform dengan fitur multifungsi ini bisa menjadi pilihan untuk membuat desain infografis berkelas tanpa membutuhkan skill tertentu. Apalagi, Canva dapat diakses secara gratis. Ada ragam free template tersedia di Canva, mulai dari poster, banner, post IG, hingga infografis.

2. Piktochart

Ada ratusan template dengan berbagai macam konsep yang tersedia di Piktochart. Menariknya, user juga dapat membuat template sendiri dengan memanfaatkan fitur drag and drop. Hanya saja, untuk mendapatkan unlimited acces, Anda perlu upgrade ke Premium.

3. Venggage

Platform Venggage menyediakan ragam template infografis dengan berbagai konsep. Pengguna juga dapat kustomisasi desain yang telah dipilih dengan komponen lain. Hanya saja, bagi yang bukan berstatus sebagai student, harus membayar sekitar 270k per bulan.

4. Infogram

Bagi yang suka infografis dengan opsi statistik dan angka, maka Infogram sangat direkomendasikan untuk Anda. Infogram akan membantu memvisualisasikan data kompleks jadi lebih sederhana sehingga para audiens lebih mudah dalam memahami informasinya.

5. Visme

Platform desain grafis multi faceted khusus marketing ini memungkinkan pengguna membuat animasi, presentasi, mock up, infografis, dan banner. Selain disuguhkan ragam jenis template ready to use (gratis dan berbayar), Anda juga dapat menambahkan efek animasi di desain.

6. Biteable

Dengan Biteable, Anda bisa membuat infografis dalam bentuk format video. Jadi, tidak monoton hanya dalam bentuk teks dan gambar saja. Ada ragam fitur membuat klip video maupun short animation dengan mengaplikasikan multimedia yang ada di Biteable.

7. Visualize

Anda bisa mengolah dan juga merancang berbagai tipe infografis secara cepat dengan menggunakan Visualize. Platform ini juga dilengkapi fitur yang bisa dipakai untuk membuat CV dengan format lebih kreatif dan advanced. Jadi, memang cukup worth to have.

Manfaat Infografis

Selain tahu bagaimana cara membuat infografis, Anda juga sudah seharusnya paham mengenai manfaat infografis. Jadi, jangan hanya mempelajari cara pembuatannya saja, namun juga benefit nya untuk bisnis Anda. Apalagi, kalau konten yang dibuat mengacu pada promosi produk tertentu.

Di bawah ini adalah beberapa manfaat utama dari infografis

1.Media Promosi Efektif

Audiens cenderung lebih suka konten dengan tampilan sederhana, namun memiliki konteks sesuai kebutuhan mereka. Dengan menggunakan konten infografis, maka peluang untuk melakukan promosi yang lebih efektif dan efisien bisa di push agar lebih maksimal.

2. Meningkatkan Brand Awareness

Infografis bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan brand awareness dari suatu produk bisnis. Caranya sangat mudah, salah satunya adalah dengan menyisipkan logo brand perusahaan, sehingga audiens bisa lebih mengenal dan juga mengetahuinya dengan mudah.

3. Meningkatkan Optimalisasi SEO

Setelah berhasil mengenalkan brand pada audiens, selanjutnya adalah melakukan optimasi SEO secara tepat. Untuk memulai, bisa dengan memposting konten dan promosi infografis. Tambahkan juga backlink untuk mendukung performa Search Engine Optimization.

4. Mudah Dibagikan

Infografis bisa dibagikan secara mudah dengan cara menempelkan pada artikel atau blog. Secara otomatis, maka audiends juga bisa share melalui jejaring sosial yang mereka gunakan, seperti Twitter, Facebook, Instagram, Tik Tok, dan lain sebagainya.

5. Merangsang Minat Baca

Tidak bisa dipungkiri, bahwa tampilan visual yang eye catching juga bisa merangsang minat para pembaca. Oleh sebab itu, dalam pembuatan konten, Anda harus mengusung visual yang menarik dan user friendly agar audiens tidak merasa bosan saat membacanya.

6. Lebih Mudah Diingat

Infografis memang lebih mudah diingat jika dibandingkan dengan pembahasan teks. Beberapa research menyatakan, bahwa sebagian besar orang gampang mengingat gambar, tapi lain halnya dengan teks yang otomatis membuat seseorang merasa seperti menghafal.

7. Lebih Terpercaya

Data yang disajikan dalam bentuk infografis bukan hanya memiliki daya tarik tersendiri. Namun, akan membuat konten tampak lebih meyakinkan dan profesional. Akan tetapi, sudah pasti hal tersebut juga perlu didukung data valid. Anda bisa menyertakan sumber data.

8. Berpotensi Menjadi Hits atau Viral

Di era digital seperti sekarang, ada banyak jalan untuk memviralkan suatu produk atau informasi. Dengan membuat konten infografis dalam bentuk video menarik dan membagikannya ke sosmed misalnya, ada kemungkinan konten Anda menjadi hits internet.

Tips Membuat Infografis yang Eye Catching

Mau tampilan infografis Anda terlihat lebih menarik dan enak dipandang? Bagi yang baru mulai bekerja dengan infografis, sebaiknya perhatikan beberapa aspek di bawah ini:

1 Mencari Audiens

Pastikan Anda telah memiliki sasaran target audiens yang tepat dengan produk atau informasi. Sebab tanpa menentukan target secara detail, maka bisa mengakibatkan salah sasaran. Kalau sudah begitu, maka data yang Anda sajikan maknanya dapat disalah artikan.

Audiens yang tepat sesuai dengan sasaran atau topik data akan mempermudah proses penyampaian makna. Khususnya yang tidak dijelaskan ataupun dibaca tuntas. Hal ini juga akan memudahkan proses membuat infografis karena tinggal menyesuaikan dengan audiens.

2. Penyajian Data Lebih Simple

Menggunakan media informasi infografis akan membuat tampilan data yang pada awalnya tampak rumit akan terlihat lebih simple, namun menarik. Ini dikarenakan informasi bisa dijelaskan secara visual. Jadi, meskipun data yang disuguhkan sederhana, tapi sarat makna.

3. Jangan Out of Line

Tidak peduli sesederhana apapun konten yang ditulis dan infografis, pastikan Anda tidak keluar dari line atau jalur informasi yang harus disajikan. Akan tetapi, sebaiknya juga jangan hanya fokus memperhatikan data utama, selingi dengan tema serta informasi pendukung lain.

4. Memilih Platform Desain Infografis Handal

Bagi yang tidak punya skill desain, maka bisa menggunakan platform desain infografis sebagai solusinya. Ada banyak sekali pilihan platform yang dapat dijadikan sebagai pilihan, beberapa diantaranya sudah dibahas di atas. Jadi, Anda bisa pilih sesuai keinginan.

Kelebihan dan Kekurangan Infografis

Metode pemasaran infografis memiliki kelebihan dan kekurangan yang sebaiknya diperhatikan oleh peminatnya. Sajian konten visual memang lebih menarik, namun juga mempunyai kelemahan sendiri.

1. Kelebihan Infografis:

  • Informasi Lebih Mudah Disampaikan dan Dipahami

Gambar infografis berisi informasi terstruktur sehingga audiens dapat langsung menangkap isi konten yang disampaikan. Apalagi informasi disajikan dalam bentuk lebih beragam.

  • Meningkatkan Efektivitas Pemasaran Digital

Hadir dengan tampilan informasi profesional dan data valid, infografis mampu meningkatkan ketertarikan audiens terhadap produk, jasa, maupun informasi yang disampaikan.

  • Data Bisa Berkembang dan Viral

Selain menyajikan data dan informasi aktual yang bisa dipertanggungjawabkan, infografis juga bisa berkembang jadi viral. Apalagi, kalau topik pembahasan memang naik daun.

2. Kekurangan infografis:

  1. Tautan yang diintegrasikan di infografis sulit untuk di klik
  2. Teks dalam infografis tidak terbaca mesin penelusuran Google
  3. Harga relatif mahal
  4. Pembuatan lebih lama

Contoh Infografis

Cara membuat infografis di atas bisa dijadikan referensi bagi pemula. Akan tetapi, setelah selesai membuat desain, sebaiknya jangan terburu-buru untuk membagikan pada audiens. Review kembali konten Anda dan perhatikan semua elemennya, apakah hasilnya sudah memuaskan atau belum.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah