Cara Penulisan Daftar Pustaka yang Baik dan Benar Sesuai EYD

Cara Penulisan Daftar Pustaka yang Baik dan Benar Sesuai EYD – Bagi mahasiswa, cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar sesuai EYD memang sangat penting. Setiap kali ada tugas membuat makalah, laporan, atau nanti waktu skripsi, daftar pustaka pasti harus dicantumkan. Daftar pustaka berisi semua daftar buku, artikel, makalah, atau jurnal yang kamu kutip dalam membuat laporan atau tugasmu. Tanpa mencantumkan daftar pustaka, karya ilmiah yang kamu buat bisa dianggap plagiat atau menjiplak. Inilah mengapa daftar pustaka sangat penting.

Begini Cara Menulis Daftar Pustaka yang Baik dan Benar

Meski Penulisan Daftar Pustaka diletakkan di bagian paling akhir dari karya ilmiah, bukan berarti cara penulisan daftar pustaka bisa sembarangan, ya. Ada banyak aturan dalam cara penulisan daftar pustaka agar sesuai dengan EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan. Kalau kamu masih bingung soal cara penulisan daftar pustaka padahal udah mepet-mepet mau nulis skripsi atau karya ilmiah lainnya, simak deh cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar sesuai EYD di bawah ini. Ada juga beberapa informasi tambahan soal daftar pustaka yang sekiranya penting untuk kamu ketahui. Simak, ya.

Sebelum mulai menulis daftar pustaka, ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi. Beberapa hal itu adalah format penulisan daftar pustaka, sumber daftar pustaka yang akan ditulis, jenis daftar pustaka yang akan ditulis dan unsur penulisan daftar pustaka itu sendiri. Format penulisan daftar pustaka misalnya dari majalah dengan penulisan daftar pustaka dari internet ataupun skripsi orang lain akan sangat berbeda, begitu pula format penulisan daftar pustaka dari kamus, film, ataupun hasil wawancara.

Ringkasan Isi Artikel

  1. Apa yang Harus Ditulis dalam Penulisan Daftar Pustaka?
  2. Apa Saja Unsur-Unsur Penulisan Daftar Pustaka?
  3. Jenis-Jenis dan Contoh Cara Penulisan Daftar Pustaka
    1. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Buku Teks
    2. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Majalah, Buletin, Jurnal, dan Koran
    3. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Abstrak
    4. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Buku Teks Terjemahan
    5. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Internet
    6. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Skripsi
    7. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Dokumen Kenegaraan
    8. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Ensiklopedia atau Kamus
    9. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Film atau Video
    10. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Hasil Wawancara

1. Apa yang Harus Ditulis dalam Penulisan Daftar Pustaka?

Pada dasarnya, bagian Penulisan Daftar Pustaka berisi daftar buku, makalah, artikel, jurnal, atau referensi lain yang kamu kutip dalam karya ilmiah kamu. Yang dimaksud kutipan di sini adalah kutipan baik secara langsung maupun tidak langsung. Materi yang dibaca saja sebagai referensi namun tidak dikutip tidak perlu dicantumkan/ditulis dalam daftar pustaka. Tapi, semua bahan yang kamu kutip harus dicantumkan dalam Penulisan Daftar Pustaka.

2. Apa Saja Unsur-Unsur Penulisan Daftar Pustaka?

Ada empat unsur dalam penulisan daftar pustaka yang harus diperhatikan dan ditulis berurutan. Keempat unsur tersebut adalah: nama pengarang/penulis, tahun penerbitan, judul, dan nama penerbit. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini:

  1. Penulisan Daftar Pustaka: Penulisan nama pengarang/penulis. Nama orang yang menulis buku, makalah, jurnal, dll yang kita jadikan refrensi dan kita kutip harus ditulis dengan urutan berikut ini: nama akhir, nama awal (disingkat), nama tengah (jika ada dan disingkat). Selain itu, penulisan nama tidak perlu mencantumkan gelar akademik dan diakhiri dengan tanda titik. Jika buku yang dijadikan rujukan dikarang oleh tim yang anggotanya tidak lebih dari 6 orang, semua nama anggota tim tersebut harus dicantumkan dalam daftar pustaka.
  2. Penulisan Daftar Pustaka: Penulisan tahun penerbitan. Dalam cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar, penulisan tahun penerbitan buku, jurnal, makalah, dll yang dijadikan referensi harus diikuti titik.
  3. Penulisan Daftar Pustaka: Penulisan judul. Judul buku, makalah, artikel, dll ditulis miring (Italic) dan diikuti dengan titik. Jika buku, artikel, dll memiliki sub judul, sub judul juga ditulis miring dan diikuti titik.
  4. Penulisan Daftar Pustaka: Penulisan nama penerbit. Nama penerbit ditulis dengan diikuti titik dua dan kota tempat penerbitan.

3. Jenis-Jenis dan Contoh Cara Penulisan Daftar Pustaka

Referensi dalam penulisan karya ilmiah yang kemudian dikutip bisa berasal dari mana saja, baik buku teks, majalah, koran, artikel di internet, dan lain sebagainya. Tentu saja cara penulisan daftar pustaka untuk masing-masing sumber berbeda-beda. Biar gak bingung, berikut ini adalah penjelasan cara penulisan daftar pustaka untuk tiap-tiap jenis sumbernya.

A. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Buku Teks

Buku merupakan sumber referensi paling umum yang dijadikan acuan dalam penulisan karya ilmiah. Kalau kamu menggunakan kutipan dari buku teks atau buku cetak, maka cara penulisan daftar pustaka untuk buku tersebut adalah berikut ini:

Nama pengarang, tahun penerbitan, judul buku, nomer edisi, nama penerbit dan tempat penerbit.

Contoh:

Terry, K and Smith, J. 1990. The Importance of Clinical Immunology, 2nd Ed. Edmund Book Publication : Oxford.

Susetyo, A. 1997. Penyakit Jantung : Klasifikasi, Diagnosis, dan Dasar Terapi, Edisi ketiga. PT Karya Cipta Pustaka : Solo.

B. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Majalah, Buletin, Jurnal, dan Koran

Kutipan dalam karya ilmiah bisa juga diambil dari artikel di majalah, buletin, jurnal, maupun dari koran. Untuk menuliskan sumber referensi tersebut di dalam daftar pustaka, maka cara penulisan daftar pustakanya adalah sebagai berikut ini:

Nama pengarang, tahun penerbitan, judul tulisan, nama majalah/buletin/jurnal/dll.

Contoh:

Budiman, S, Ratnasari, T, dan Santoso, G. 1995. Efektifitas Imunisasi dalam Memerangi Difteri dan Tetanus. Buletin Penelitian Kesehatan.

Nurcahya, Dedi. 2016. Melatih Anak Berbahasa yang Baik dan Benar, Edisi 2 Mei 2016. Harian Bernas, hlm 3.

C. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Abstrak

Kalau kamu mengutip tulisan dari karya ilmiah orang lain atau dari buku namun yang kamu gunakan sebagai referensi hanya bagian abstraknya saja, cara penulisan daftar pustaka untuk hal tersebut adalah:

Nama pengarang, tahun penerbitan, judul tulisan, keterangan (abstrak), nama penerbit.

Contoh:

William R, Hofstader B, Speck S. 1997. The Structural Origin of The Color Differences in The Bioluminescence of Firefly Luciferase. (Abstrak). FEBS Letter.

Prasetyanto. 2004. Kesiapan Pustakawan dalam Memanfaatkan Teknologi Informasi. (Abstrak). Program Studi Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Negeri Padang.

D. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Buku Teks Terjemahan

Untuk cara penulisan daftar pustaka yang sumbernya dari buku teks terjemahan memang sedikit lebih ribet dari yang lainnya. Namun, jika tau urutannya, kamu gak perlu pusing menulisnya. Berikut adalah urutan penulisan untuk isian daftar pustaka dari buku teks terjemahan:

Nama penulis asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemahan, nama penterjemah, tahun terjemahan, nama penerbit terjemahan dan tempat penerbitan terjemahan.

Contoh:

Thomas, A, Redmayne, B. 1986. Money in Society. Permatasari, D. 1993. Gajah Mada University Press : Yogyakarta, Indonesia.

Stone, C. 2015. Five Kingdom : Rogue Knight. Mulyadi, K. 2016. Mizan Fantasi : Bandung.

E. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Internet

Internet sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Dalam penulisan karya ilmiah pun, referensi dari internet cukup sering digunakan. Banyak artikel yang dimuat dalam internet yang kemudian dikutip untuk tinjauan pustaka.

Dalam mengambil acuan dari internet, pastikan artikel berasal dari sumber yang jelas dan mencantumkan nama pengarang, majalah dan atau penerbit. Pada saat ditulis dalam daftar pustaka, penulisan hampir sama dengan cara penulisan daftar pustaka dari buku atau majalah, hanya saja situs dan waktu akses harus dicantumkan.

Contoh:

Ahmad, Syaifudin. 2015. Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Makalah. tipspendidikan.site/2015/04/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam.html.  Diakses 14 April 2015.

Nugraha, Aria. 2014. Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal yang Benar. http://www.KelasIndonesia.com/page/artikel/?act/detil/aid/42. Diakses 27 Maret 2015 pukul 20.00 WIB.

F. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Skripsi

Skripsi dan tugas akhir lainnya seperti disertasi, tesis, dan karya penelitian lainnya juga bisa dijadikan acuan dan dikutip dalam karya ilmiah yang kamu tulis. Berikut adalah cara penulisan daftar pustaka yang benar jika sumbernya adalah skripsi, tesis, dll.

Nama penulis, tahun pada sampul, judul skripsi, pernyataan jenis tugas akhir (skripsi/ tesis/ disertasi), pernyataan tidak diterbitkan, nama fakultas, nama perguruan tinggi, nama kota tempat perguruan tinggi.

Contoh :

Handika T. 2006. Pengaruh Protein AdhO36 Salmonella typhi terhadap Percepatan Respirasi Makrofag. Tugas Akhir. Tidak diterbitkan. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya : Malang.

Martiana I. 2014. Pengaruh Menulis Perasaan terhadap Penurunan Insomnia pada ODHA (Orang dengan HIV/ AIDS). Tidak diterbitkan. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya : Malang.

G. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Dokumen Kenegaraan

Ada kalanya kita harus mengutip sesuatu yang berasal dari undang-undang negara, peraturan pemerintah, atau bahkan dari keputusan presiden. Jika demikian, maka penulisannya dalam daftar pustaka cukup dituliskan Republik Indonesia atau Pemerintah Indonesia atau Indonesia sebagai nama pengarangnya. Hal ini dikarenakan penanggung jawab dari dokumen yang kita kutip tadi adalah pemerintah.

Nama pengarang, tahun penerbitan, judul dokumen, keterangan penerbitan, tempat penerbitan.

Contoh:

Republik Indonesia. 1992. Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara RI Tahun 1992, No. 115. Sekretariat Negara. Jakarta.

Republik Indonesia. 1999. Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara RI Tahun 1999, No. 60. Sekretariat Negara. Jakarta.

H. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Ensiklopedia atau Kamus

Kamus atau ensiklopedi kadang juga dijadikan sumber acuan dalam membuat karya ilmiah. Untuk menuliskan isian daftar pustaka yang bersumber dari kamus atau ensiklopedi, cara penulisan daftar pustaka di bawah ini bisa dicontoh:

Nama pengarang, tahun penerbitan, judul kamus/ensiklopedi, nama penerbit dan tempat penerbit.

Contoh :

Philips, D. 2000. Encyclopedia of Mentasy Disoders. Penguin Book: Oxford.

Echols, J.M. dan Shadily, H. (Eds). 1989. Kamus Inggris – Indonesia. PT Gramedia: Jakarta.

I. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Film atau Video

Buat kamu yang membuat karya ilmiah tentang analisa film atau hal-hal yang terkait dengan hal itu, pasti kamu akan menggunakan banyak film atau video sebagai referensi. Untuk itu, cara penulisan daftar pustaka yang benar adalah:

Nama produser atau pembuat video, tahun pembuatan, judul, distributor/studio pembuatan film, tempat/lokasi produksi film, total durasi dari film/video.

Contoh :

Arkin, A. (Producer) 1977. On the Edge of The Forest. Tasmanian Film Corporation: Australia. 30 mins.

Burton, R. (Producer) 2009. Distant Voices. BBC Videocasette : London, UK. 45 mins.

J. Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Hasil Wawancara

Hasil interview atau wawancara sering juga digunakan sebagai sumber acuan atau kutipan pada saat membuat karya ilmiah. Cara penulisan daftar pustaka yang sumbernya merupakan hasil wawancara adalah sebagai berikut.

Nama pembicara, judul pertemuan/nama acara, tahun, dan tempat wawancara.

Jika wawancara tidak diambil langsung oleh peneliti atau hanya diambil dari tayangkan media TV dan lainnya, sumber media yang menjadi pemegang hak siar wawancara tersebut harus dincantumkan.

Contoh :

Ghani, Sandi. 2017. Interview of “Bandeng History” on his home, Jl. Mertapada 20.

Nababan, Patrik. 2017. Menyambut Tahun Baru 2017. Indosiar : Jakarta. 30 mins.

Itu dia tadi berbagai cara penulisan daftar pustaka yang baik dan benar berdasarkan EYD dan berdasarkan sumbernya masing-masing. Ingat, untuk terhindar dari tuduhan penjiplakan karya ilmiah atau plagiarisme, sebaiknya setiap sumber yang kamu kutip dan kamu jadikan acuan dalam penulisan karya ilmiahmu memang dicantumkan dalam daftar pustaka.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah