Cerita Fantasi Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Beserta Ciri-ciri dan Elementnya Lengkap
Apakah kamu sudah paham dengan materi cerita fantasi bahasa Indonesia untuk kelas 7 SMP? Simak ciri-ciri dan elemennya berikut ini.
Komplikasi
Kanaya mengambil buku bertuliskan “Hapus masalahmu dengan menulisnya” pada bagian sampul.
Karena tidak menemukan nama sang pemilik, Kanaya memutuskan memasukkan buku itu ke dalam tas dan membawanya pulang.
Sepanjang perjalanan pulang, Ia sudah tidak berpapasan dengan satu orang teman pun. Bukan hal yang aneh, memang, karena matahari sudah hampir terbenam.
Kanaya mengutuk dirinya yang tidak kuat menahan kantuk menjelang jam pulang karena Ia harus begadang membantu sang ayah membuat kerupuk.
Sesampainya di rumah, ruangan masih lengang. Ayahnya akan pulang menjelang tengah malam atau saat kerupuk habis terjual.
Seandainya malam itu ayahnya pulang lebih awal, pasti Kanaya tidak perlu menahan lapar.
Kanaya memutuskan membuka buku yang didapatkannya dan iseng menulis “Ingin makan ayam goreng”.
Beberapa menit kemudian, terdengar ketukan dari depan pintu rumah. Kanaya bergegas membukanya.
Seorang pengantar makanan kebingungan mencari alamat, “Apakah ini rumah Kanaya?” yang dijawab dengan anggukan Kanaya.
Pengantar makanan itu langsung memberikan beberapa dus makanan yang aromanya membuat perut Kanaya keroncongan,
“Tapi saya tidak memesan ini,” ujar Kanaya.
Pengantar makanan menjelaskan bahwa Ia hanya mengantarkan pesanan yang sudah dibayar dan pesanan hari itu adalah milik Kanaya dan tidak bisa dikembalikan.
Akhirnya, Kanaya menerima makanan itu dan mulai memakannya, “Apa jangan-jangan, karena aku menulis di buku itu lantas impianku menjadi nyata?”
Komplikasi
Kanaya mengambil bukunya. Ia membaca bahwa setiap halaman hanya bisa diisi dengan satu permintaan.
Buku itu hanya terdiri dari 3 halaman, sehingga Kanaya berpikir keras untuk menulis hal yang benar-benar Ia inginkan.
“Aku akan meminta agar nasib keluargaku berubah agar teman-teman tidak mengucilkanku,” lalu Kanaya menulis ‘Aku ingin menjadi orang kaya’.
Tiba-tiba, terdengar ketukan lagi dari depan pintu rumahnya. Ternyata ayahnya sudah pulang, “Kanaya, mulai hari ini ayah tidak akan berjualan kerupuk lagi,” ujar sang ayah.
Kanaya terkejut karena bagaimana mungkin Ia bisa kaya jika ayahnya berhenti jualan, “Ayah mendapatkan uang dari orang yang ayah selamatkan dari kebakaran rumah. Semua hartanya selamat dan ayah dibagi sejumlah ini,” ujar ayah Kanaya sambil menunjuk dua koper besar berisi uang.
Kanaya menangis sambil memeluk sang ayah. Akhirnya nasib mereka bisa berubah dan Kanaya tidak dikucilkan teman-temannya lagi.
Malam itu juga, uang yang diterima ayah Kanaya langsung dibelanjakan berbagai keperluan.
Keesokan paginya pun penampilan Kanaya terlihat sangat berbeda, sehingga terdengar kasak-kusuk dari teman-temannya.
Rupanya ada yang menuduh Kanaya mencuri uang, sehingga Ia bisa berubah hanya dalam satu malam.
“Pasti kamu mencuri uang, ya! Mana mungkin kamu dan ayahmu mampu membeli sepatu dan tas mahal itu?” tuduh Nino.
Kanaya mulanya hanya diam, tetapi lama-kelamaan kesal karena Nino turut menghasut teman-teman yang lain.
Semakin Kanaya membela diri, semakin teman-temannya tidak percaya dan semakin menuduhnya.
“Hentikan tuduhan kalian! Atau aku akan membuat kalian semua hilang!” ancam Kanaya yang segera disambut gelak tawa mereka.
Halaman:
