Cerita Fantasi Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Beserta Ciri-ciri dan Elementnya Lengkap
Apakah kamu sudah paham dengan materi cerita fantasi bahasa Indonesia untuk kelas 7 SMP? Simak ciri-ciri dan elemennya berikut ini.
Struktur Teks Cerita Fantasi
Penulisan teks cerita fantasi mengikuti struktur penulisan berikut ini:
- Orientasi: bagian cerita fantasi yang bertujuan untuk mengenalkan tokoh cerita, latar terjadinya cerita, watak tokoh dalam cerita, dan konflik yang terjadi
- Komplikasi: bagian cerita fantasi terkait hubungan sebab dan akibat, sehingga muncul masalah hingga mencapai puncaknya
- Resolusi: memuat penyelesaian konflik yang terjadi dalam cerita fantasi
Jenis Teks Cerita Fantasi
Cerita fantasi materi bahasa Indonesia kelas 7 SMP dan cerita fantasi pada umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu cerita fantasi total dan cerita fantasi sebagian atau irisan.
- Cerita fantasi total: memuat fantasi pengarang terhadap objek, semua hal yang terjadi dalam cerita tidak ditemukan di dunia nyata
- Cerita fantasi irisan: memuat fantasi pengarang, tetapi masih menggunakan unsur-unsur dalam dunia nyata seperti nama orang dan tempat serta kejadian yang pernah terjadi
Cerita fantasi materi bahasa Indonesia kelas 7 SMP juga dibedakan berdasarkan latar cerita, yaitu lintas waktu dan cerita fantasi latar waktu sezaman.
Pada cerita fantasi lintas waktu, terdapat dua latar waktu yang berbeda, sedangkan pada cerita fantasi sezaman hanya ada satu masa saja.
Contoh Cerita Fantasi
Bagi kamu yang mendapatkan tugas membuat cerita fantasi materi bahasa Indonesia kelas 7 SMP, kamu bisa menjadikan cerita di bawah ini sebagai referensi.
Cerita Fantasi: Buku Penghapus Masalah
Orientasi
Kanaya mendapati dirinya tertidur di dalam kelas. Seperti biasa, Ia akan menjadi anak terakhir yang meninggalkan kelas karena tidak ada satu pun teman yang membangunkannya.
Teman-temannya menghindari Kanaya karena Ia adalah anak seorang penjual kerupuk. Mereka berkata bahwa tidak pantas anak pedagang bergaul dengan anak karyawan kantor.
Sebenarnya Kanaya tidak keberatan, tetapi jika setiap hari terus dikucilkan, Ia merasa sedih dan tidak kuat.
Saat akan beranjak dari bangkunya, sebuah buku dan pena terjatuh dari pangkuannya. Alisnya mengernyit.
Halaman:

