4 Ciri-Ciri Terjadinya Malam Lailatul Qadar dan Keistimewaannya bagi Setiap Umat Islam
Ketahui ciri-ciri terjadinya malam Lailatul Qadar dan keistimewaannya bagi umat Islam. Simak tanda-tanda, dalil hadis, serta amalan yang dianjurkan.
- Malam Lailatul Qadar adalah malam paling mulia di bulan Ramadan—lebih baik dari seribu bulan—di mana Al‑Qur’an diturunkan, malaikat (termasuk Jibril) turun, penuh keberkahan dan kesempatan pengampunan; waktunya tidak pasti tapi dicari pada sepuluh malam terakhir, khususnya malam ganjil.
- Tanda‑tandanya menurut hadis meliputi suasana malam yang cerah dan nyaman (tidak terlalu panas atau dingin) serta pagi harinya matahari terbit dengan cahaya lembut—kemerahan atau tampak putih dan tidak menyilaukan.
- Amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan malam ini adalah salat malam (qiyam), membaca dan mentadabburi Al‑Qur’an, memperbanyak zikir, doa dan istighfar untuk meraih pahala, keberkahan, dan ampunan.
Ciri-ciri terjadinya malam Lailatul Qadar menjadi salah satu hal yang banyak dicari oleh umat Islam ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Lailatul Qadar disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang penuh kemuliaan dan lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam tersebut Allah SWT menurunkan Al-Qur’an dan melimpahkan rahmat serta keberkahan bagi umat manusia.
Artikel Mamikos ini akan merangkum ciri-ciri terjadinya malam Lailatul Qadar dan keistimewaannya bagi setiap umat Islam. Yuk, simak selengkapnya! ☪️📿🤲
Daftar Isi
Malam Lailatul Qadar dalam Islam

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat mulia dalam ajaran Islam dan terjadi pada bulan Ramadan. Malam ini disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan, sehingga ibadah yang dilakukan pada waktu tersebut memiliki pahala yang sangat besar.
Secara bahasa, Lailatul Qadar berasal dari kata lail yang berarti malam dan qadr yang memiliki makna ketetapan, kemuliaan, atau kehormatan. Oleh karena itu, Lailatul Qadar sering dimaknai sebagai malam kemuliaan sekaligus malam ketika Allah SWT menetapkan berbagai ketentuan bagi kehidupan manusia.
Walaupun sangat istimewa, waktu pasti kapan datangnya Lailatul Qadar tidak diketahui oleh manusia. Namun, dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan meningkatkan ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
4 Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar
Untuk membantu umat Islam mengenali malam istimewa ini, beberapa hadis menyebutkan sejumlah tanda yang sering dikaitkan dengan ciri-ciri terjadinya malam Lailatul Qadar.
Walaupun tanda-tanda tersebut tidak selalu terlihat secara pasti, penjelasan ini dapat menjadi gambaran bagi umat Islam yang sedang berusaha mencari dan menghidupkan malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Di bawah ini beberapa ciri-ciri terjadinya malam Lailatul Qadar.
1. Terjadi pada Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
Walaupun waktu pastinya tidak diketahui, Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa malam Lailatul Qadar dapat ditemukan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Umat Islam dianjurkan untuk mencarinya terutama pada malam-malam ganjil di periode tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut agar berkesempatan mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar.
2. Udara Malam Tidak Begitu Panas Maupun Dingin
Salah satu tanda malam Lailatul Qadar adalah suasana malam dengan udara yang tidak terlalu panas dan tidak pula dingin sehingga terasa nyaman untuk beribadah.
Hal ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW:
“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan.” (HR. Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
Hadis tersebut menggambarkan bahwa pada malam Lailatul Qadar suasananya terasa sejuk dan nyaman sehingga umat Islam akan lebih khusyuk dalam beribadah.
3. Matahari Tidak Begitu Cerah dan Tampak Kemerah-Merahan
Selain udara malam yang tidak begitu panas dan tidak pula begitu dingin, tanda lain dari malam Lailatul Qadar dapat terlihat pada pagi harinya. Matahari yang terbit setelah malam tersebut terlihat memiliki cahaya yang lebih lembut dan tampak kemerah-merahan.
Dalam hadis disebutkan:
“……Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan.” (HR. Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
Oleh karena itu, sebagian orang baru menyadari kemungkinan datangnya malam Lailatul Qadar setelah melihat kondisi matahari pada pagi harinya.
Halaman:



