Advertisement
Source : pexels.com/id-id/@aqtai/

4 Ciri-Ciri Terjadinya Malam Lailatul Qadar dan Keistimewaannya bagi Setiap Umat Islam

Ketahui ciri-ciri terjadinya malam Lailatul Qadar dan keistimewaannya bagi umat Islam. Simak tanda-tanda, dalil hadis, serta amalan yang dianjurkan.

9 Maret 2026 Gita Pradina
Ringkasan Artikel
  • Malam Lailatul Qadar adalah malam paling mulia di bulan Ramadan—lebih baik dari seribu bulan—di mana Al‑Qur’an diturunkan, malaikat (termasuk Jibril) turun, penuh keberkahan dan kesempatan pengampunan; waktunya tidak pasti tapi dicari pada sepuluh malam terakhir, khususnya malam ganjil.
  • Tanda‑tandanya menurut hadis meliputi suasana malam yang cerah dan nyaman (tidak terlalu panas atau dingin) serta pagi harinya matahari terbit dengan cahaya lembut—kemerahan atau tampak putih dan tidak menyilaukan.
  • Amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan malam ini adalah salat malam (qiyam), membaca dan mentadabburi Al‑Qur’an, memperbanyak zikir, doa dan istighfar untuk meraih pahala, keberkahan, dan ampunan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ciri-ciri terjadinya malam Lailatul Qadar menjadi salah satu hal yang banyak dicari oleh umat Islam ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.

Lailatul Qadar disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang penuh kemuliaan dan lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam tersebut Allah SWT menurunkan Al-Qur’an dan melimpahkan rahmat serta keberkahan bagi umat manusia.

Artikel Mamikos ini akan merangkum ciri-ciri terjadinya malam Lailatul Qadar dan keistimewaannya bagi setiap umat Islam. Yuk, simak selengkapnya! ☪️📿🤲

Malam Lailatul Qadar dalam Islam

Ciri-ciri terjadinya malam Lailatul Qadar
pexels.com/id-id/@aqtai/
Sholat Tahajud Dulu atau Sholat Lailatul Qadar dulu? Ini Urutan Utamanya

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat mulia dalam ajaran Islam dan terjadi pada bulan Ramadan. Malam ini disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan, sehingga ibadah yang dilakukan pada waktu tersebut memiliki pahala yang sangat besar.

Secara bahasa, Lailatul Qadar berasal dari kata lail yang berarti malam dan qadr yang memiliki makna ketetapan, kemuliaan, atau kehormatan. Oleh karena itu, Lailatul Qadar sering dimaknai sebagai malam kemuliaan sekaligus malam ketika Allah SWT menetapkan berbagai ketentuan bagi kehidupan manusia.

Kapan Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri 2026 Dilakukan? Ini Jadwal dan Prediksi Lebarannya

Walaupun sangat istimewa, waktu pasti kapan datangnya Lailatul Qadar tidak diketahui oleh manusia. Namun, dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan meningkatkan ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

4 Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar

Untuk membantu umat Islam mengenali malam istimewa ini, beberapa hadis menyebutkan sejumlah tanda yang sering dikaitkan dengan ciri-ciri terjadinya malam Lailatul Qadar.

Walaupun tanda-tanda tersebut tidak selalu terlihat secara pasti, penjelasan ini dapat menjadi gambaran bagi umat Islam yang sedang berusaha mencari dan menghidupkan malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Di bawah ini beberapa ciri-ciri terjadinya malam Lailatul Qadar.

5 Ceramah tentang Malam Lailatul Qadar 2026 Singkat yang Berkesan Bagi Jamaah

1. Terjadi pada Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

Walaupun waktu pastinya tidak diketahui, Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa malam Lailatul Qadar dapat ditemukan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Umat Islam dianjurkan untuk mencarinya terutama pada malam-malam ganjil di periode tersebut.

Rasulullah SAW bersabda:
Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut agar berkesempatan mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar.

2. Udara Malam Tidak Begitu Panas Maupun Dingin

Salah satu tanda malam Lailatul Qadar adalah suasana malam dengan udara yang tidak terlalu panas dan tidak pula dingin sehingga terasa nyaman untuk beribadah.

Hal ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW:
“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan.” (HR. Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Hadis tersebut menggambarkan bahwa pada malam Lailatul Qadar suasananya terasa sejuk dan nyaman sehingga umat Islam akan lebih khusyuk dalam beribadah.

3. Matahari Tidak Begitu Cerah dan Tampak Kemerah-Merahan

Selain udara malam yang tidak begitu panas dan tidak pula begitu dingin, tanda lain dari malam Lailatul Qadar dapat terlihat pada pagi harinya. Matahari yang terbit setelah malam tersebut terlihat memiliki cahaya yang lebih lembut dan tampak kemerah-merahan.

Dalam hadis disebutkan:
“……Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan.” (HR. Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Oleh karena itu, sebagian orang baru menyadari kemungkinan datangnya malam Lailatul Qadar setelah melihat kondisi matahari pada pagi harinya.

4. Malam yang Cerah dan Keesokan Harinya Matahari Terbit Berwarna Putih 

Selain tanda yang terlihat pada malam hari, ciri lain dari malam Lailatul Qadar juga dapat diketahui pada pagi harinya.

Hal ini disebutkan dalam sebuah hadis dari Ubay bin Ka‘ab:
Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke-27 (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim No. 762)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa salah satu tanda malam Lailatul Qadar dapat dilihat pada malam hari yang cerah dan pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih yang tidak menyilaukan.

17 Ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri untuk Group WhatsApp Tahun 2026

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar bagi Umat Islam

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh keistimewaan bagi umat Muslim. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam tersebut agar dapat memperoleh pahala dan keberkahan yang besar. Di bawah ini beberapa keistimewaan malam Lailatul Qadar.

1. Nilai Ibadah Lebih Baik dari Seribu Bulan

Salah satu keistimewaan paling utama dari malam Lailatul Qadar adalah nilai ibadah yang sangat besar. Malam ini memiliki kemuliaan yang lebih baik daripada seribu bulan.

Hal ini tertulis dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr ayat 3:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Makna ayat tersebut menunjukkan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar dapat memiliki pahala yang lebih besar dibandingkan ibadah selama seribu bulan.

2. Al-Qur’an Diturunkan pada Malam Lailatul Qadar

Keistimewaan lainnya adalah malam Lailatul Qadar menjadi waktu turunnya Al-Qur’an. Peristiwa ini merupakan salah satu momen penting dalam sejarah Islam karena pada malam tersebut Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT.

Hal ini dijelaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 1:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar.”

Oleh karena itu, pada malam Lailatul Qadar umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, termasuk membaca, mempelajari, dan mentadabburi Al-Qur’an.

3. Turunnya Para Malaikat dan Malaikat Jibril

Terdapat keistimewaan pada malam ini karena para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi.

Hal ini dijelaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 4:

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
Artinya: “Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.”

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam dengan memperbanyak ibadah, termasuk memanjatkan doa kepada Allah SWT pada malam tersebut agar dapat meraih keberkahan.

4. Malam Penuh Kesejahteraan hingga Fajar

Lailatul Qadar dikenal sebagai malam yang penuh kedamaian dan kesejahteraan yang berlangsung hingga fajar menyingsing.

Hal ini dijelaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 5:

سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ
Artinya: “Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan beribadah dan berdoa kepada Allah SWT.

5. Malam Penuh Keberkahan

Dalam Al-Qur’an, malam Lailatul Qadar juga disebut sebagai malam yang diberkahi. Malam tersebut dipenuhi keberkahan serta berbagai kebaikan dari Allah SWT bagi umat manusia.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3:

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةٍ مُّبٰـرَكَةٍ​ اِنَّا كُنَّا مُنۡذِرِيۡنَ‏
Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.”

Karena itulah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam tersebut agar dapat memperoleh keberkahan yang besar.

6. Dosa-Dosa Diampuni

Keutamaan lain dari malam Lailatul Qadar adalah terbukanya kesempatan bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan dosa. 

Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)

Karena keutamaan inilah banyak umat Islam berusaha memaksimalkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan, seperti dengan salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa.

Ibadah yang Dapat Dilakukan pada Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah. Rasulullah SAW juga mencontohkan untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.

Beberapa amalan yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar antara lain melaksanakan salat malam atau qiyamul lail, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT. 

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT karena malam ini merupakan kesempatan besar untuk memperoleh pengampunan dosa.

Berikut doa yang dianjurkan dibaca pada malam Lailatul Qadar:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf. Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Dengan memperbanyak ibadah pada malam Lailatul Qadar, umat Islam diharapkan dapat memperoleh keberkahan, rahmat, serta ampunan dari Allah SWT.

Kesimpulan

Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling mulia dalam ajaran Islam yang terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah karena Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang lebih baik daripada seribu bulan.

Beberapa hadis Rasulullah SAW juga menjelaskan sejumlah tanda yang sering dikaitkan dengan ciri-ciri terjadinya malam Lailatul Qadar, seperti malam yang cerah, udara yang tidak begitu panas maupun dingin, serta matahari yang terbit dengan cahaya yang tidak menyilaukan pada pagi harinya.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah, membaca dan mempelajari Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta memohon ampunan kepada Allah SWT agar dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar. 

Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan membantu umat Islam dalam memahami ciri-ciri serta keistimewaan malam Lailatul Qadar. ☪️📿🤲

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekat mu:

Kost Jogja Murah

Kost Jakarta Murah

Kost Bandung Murah

Kost Denpasar Bali Murah

Kost Surabaya Murah

Kost Semarang Murah

Kost Malang Murah

Kost Solo Murah

Kost Bekasi Murah

Kost Medan Murah

Advertisement