3 Contoh Ceramah tentang Nabi Muhammad SAW yang Menyentuh Hati Singkat
Sedang mencari ide untuk menyampaikan ceramah tentang Nabi Muhammad Saw? Simak referensinya berikut ini.
2. Ceramah Nabi Muhammad SAW tentang Kesederhanaan Hidup
Assalamualaikum wr. wb.
Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji bagi Allah SWT karena telah memberikan kesempatan pada kita agar bisa berkumpul di sini. Shalawat serta salam senantiasa tak lupa tercurahkan pada junjungan kita Rasulullah SAW, suri teladan sepanjang masa. Semoga kita bisa berkumpul bersama beliau di surgaNya kelak.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Hidup di zaman sekarang yang mudah terekspos media sosial sangat memungkinkan kita untuk terlihat baik di mata orang-orang.
Jika biasanya kita santai saat mengenakan baju biasa, tanpa riasan, tanpa aksesoris, kini dengan adanya media sosial, kita bisa saja menjadi pribadi berbeda. Lemari baju mulai penuh pakaian berbeda untuk setiap acara, riasan wajah yang bermacam-macam mereknya, bahkan aksesoris yang tidak perlu pun turut dibeli.
Demi apa jamaah sekalian? Demi gaya hidup dan pandangan ‘wah’ dari orang lain.
Padahal, Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan gaya hidup demikian. Beliau tidak pernah berlebih-lebihan. Tidak pernah bermegah-megahan. Hidup beliau jauh sekali dari kata mewah.
Beliau tau, apa yang dipakai di dunia, pasti akan dihisab.
Rumah Nabi Muhammad SAW sangat sederhana, beratap rendah, dan tidurnya pun beralas pelepah kurma. Bagaimana dengan pakaian beliau? Tidak lebih dari yang sekadar menutup aurat dengan baik.
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
“Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang makan roti gandum selama tiga hari berturut-turut hingga beliau wafat.” (HR. Bukhari no. 5416, Muslim no. 2970).
Nabi Muhammad SAW adalah pribadi yang sederhana walaupun sebenarnya beliau bisa saja memiliki segalanya. Apalagi beliau adalah Rasul yang memiliki banyak pengikut.
Namun, kesederhanaan sifat Rasulullah SAW tidak membuatnya demikian. Beliau ingin mengajarkan pada umatnya bahwa dunia tempat tinggal kita ini sifatnya sementara. Saat meninggal nanti, pakaian, uang, perhiasan, dan segala macam bentuk harta akan kita tinggalkan. Hanya amat shaleh-lah yang akan menemani kita di dalam kubur.
Jamaah sekalian, mari kita merenung sejenak. Apakah selama ini gaya hidup kita sudah sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW? Atau justru bertolak belakang?
Masih ada waktu untuk berbenah. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk memiliki sifat qana’ah dan menghindarkan kita dari sikap berlebih-lebihan.
Demikian ceramah singkat tentang Nabi Muhammad SAW yang bisa saya sampaikan. Semoga jamaah sekalian bisa mengambil sisi positif sikap-sikap beliau dan menerapkannya dalam kehidupan.
Akhir kata, saya memohon maaf apabila ada kesalahan dalam penyampaian kata maupun kalimat.
Wassalamualaikum wr. wb.
3. Ceramah Nabi Muhammad SAW tentang Keteladanan dalam Berdagang
Assalamualaikum wr. wb.
Alhamdulillahirabbil’alamin, mari kira panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena telah memberikan kita nikmat iman dan Islam. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kita bisa berkumpul di majelis ini dalam keajaan sehat. Shalawat serta salam senantiasa tak lupa tercurahkan pada Nabi Muhammad SAW, suri teladan sepanjang masa. Semoga kita bisa mendapatkan syafaat, dipertemukan, dan berkumpul bersama beliau di surgaNya nanti. Aamiin.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Profesi yang banyak digeluti masyarakat saat ini adalah berdagang. Tidak hanya berdagang di pasar atau tempat ramai, adanya teknologi memungkinkan kita untuk berdagang dari rumah misalnya dengan cara siaran langsung. Proses berdagang jadi lebih mudah tanpa adanya kendala jarak dan waktu.
Namun, di tengah kemudahan berdagang di zaman ini, ada tantangan besar yang tidak bisa dihindari.
Sebagai penjual, sangat wajar jika kita mengiklankan produk yang dijual agar cepat laku. Kita sampaikan pada calon pembeli bahwa kita memiliki barang terbaik, termurah, berkualitas, bisa bersaing dengan produk lain, bergaransi, dan sejuta kalimat rayuan lainnya. Betul, tidak?
Pembeli yang tidak bisa melihat kondisi barang secara langsung otomatis akan percaya pada apa yang diiklankan penjual. Alhamdulillah jika mengiklankan barang sesuai fakta, berarti tidak ada unsur penipuan di dalamnya. Tapi, bagaimana jika yang terjadi justru sebaliknya?
Halaman: