12 Contoh Cerita Inspiratif tentang Persahabatan di Sekolah dan Teman Sebangku Kelas 9
Pada dasarnya, pembuatan cerita pendek inspiratif terkait hubungan persahabatan sekolah itu tidak terlalu sulit. Kamu pasti memiliki atau ingin memiliki teman yang dapat dijadikan sebagai teladan.
5. Anak dari Gunung Sampah
Gunung Sampah sebenarnya bukan sebuah nama daerah yang resmi diberikan pemerintah.
Itu adalah sebuah sebutan warga sekitar karena sekarang daerahnya dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah ilegal.
Tempat kumuh tersebut ada seorang anak bernama Agus, tidak mencolok hampir seperti teman sebayanya.
Perbedaannya adalah Agus merupakan salah satu dari sedikit anak lokasi tersebut yang bersekolah.
Setiap hari Agus bekerja sebagai pemulung setiap pulang sekolah untuk membantu orang tuanya.
Agus menjadi salah satu murid berprestasi sekolah tempatnya belajar sekarang. Bisa masuk ke SMP karena mendapatkan beasiswa adalah sebuah hal langka dari daerah tersebut.
Ketika SD, Agus menjuarai lomba cerdas cermat sehingga kemampuannya memang tidak boleh dianggap sebelah mata.
Ketika masuk ke SMP, Agus juga langsung menunjukkan kapabilitasnya dalam bidang sains.
Sebagai seorang anak yang besar lingkungan kumuh ternyata Agus memiliki hobi unik yaitu membaca. Apapun bentuknya baik itu kertas bungkus tempe atau sobekan buku semuanya dibaca.
Ini adalah alasan mengapa pada contoh cerita inspiratif tentang sahabat di sekolah Agus sangat pandai.
Berbagai informasi dikelola secara optimal dalam otaknya sehingga bisa menggunakannya sebagai bekal.
Salah satu pemicu semangat Agus adalah ingin keluar dari lubang kesengsaraan hidupnya. Untuk satu hari saja Agus tidak ingin mencium bau busuk dari tumpukan sampah daerahnya.
Harapan seperti ini menjadi sebuah pemantik bagi Agus untuk semakin giat belajar.
Agus tahu bahwa ketika dia bisa menjadi siswa berprestasi maka kemungkinannya mendapatkan beasiswa akan lebih besar.
6. Supriyadi Anak Timun
Dijuluki sebagai anak timun, Supriyadi adalah putra dari seorang petani bernama bapak Sunepto. Supriyadi sekarang sedang duduk bangku sekolah menengah pertama.
Sebagai seorang siswa, tentu saja dia tidak pernah lupa tanggung jawabnya untuk belajar dan menjaga prestasinya. Sekolahnya Supriyadi memang seperti siswa rata-rata dalam bidang akademik.
Namun ketika kakinya sudah menyentuh bola, semua itu berubah seketika. Supriyadi mahir bermain bola karena ikut SSB sejak belum sekolah.
Ayahnya, Sunepto adalah rekan dari pak Bambang seorang pelatih dari SSB tunas muda. Jadi, sejak kecil Supriyadi memang sudah suka bermain sepak bola dan berlatih bersama siswa SSB.
Selama bertahun-tahun tidak pernah luput Supriyadi meluangkan waktu untuk bermain bola. Meskipun tidak bergabung secara resmi dan hanya bermain saja namun pak Bambang mengizinkannya.
Memang pak Sunepto terlalu miskin jika ingin anaknya bergabung secara resmi SSB tersebut. Sehingga, sebagai rekannya sendiri Pak Bambang memberikan izin pada Supriyadi untuk ikut berlatih.
Pada sekolah sendiri Supriyadi sudah menjadi langganan tim utama dalam berbagai kejuaraan sekolah. Supriyadi juga menjadi ujung tombak yang membuat SMP ini bisa semakin dikenal.
Tanpa adanya Supriyadi, tentu saja SMP kami tidak akan maju. Berkat Supriyadi anak seorang petani timun, prestasi sepakbola sekolahnya semakin maju.
