Contoh Citra Foto dan Citra Non Foto dalam Penginderaan Jauh beserta Perbedaannya

Citra yang didapat dari penginderaan jauh dibedakan menjadi citra foto dan non foto. Simak contoh serta perbedaannya pada uraian berikut!

21 Agustus 2024 Citra

Contoh Citra Foto dan Citra Non Foto dalam Penginderaan Jauh beserta Perbedaannya — Saat mempelajari geografi di SMA, kamu akan belajar mengenai citra yang dihasilkan penginderaan jauh.

Citra yang merupakan hasil dari penginderaan jauh terbagi menjadi dua jenis yaitu citra foto dan citra non foto.

Nah, pada uraian berikut kamu akan mengetahui pengertian, mekanisme kerja, jenis citra, perbedaan citra serta contoh citra foto dan citra non foto. Simak terus, ya!

Pengertian Penginderaan Jauh

Contoh citra foto dan citra non foto
canva.com/@3dsculptor

Mengawali pembahasan contoh citra foto dan citra non foto ada baiknya dimulai dengan mengenal lebih dulu tentang definisi penginderaan jauh.

Menurut Analisis Citra Digital yang disusun oleh I Nengah Surati Jaya (2014) istilah penginderaan jauh atau inderaja berasal dari kata remote sensing yang telah dikenal di Amerika sejak akhir tahun 1950-an.

Remote sensing atau penginderaan jauh didefinisikan sebagai metode pengukuran untuk memperoleh informasi dari suatu objek atau fenomena menggunakan perangkat dari kejauhan tanpa adanya kontak langsung dengan objek.

Mekanisme Kerja Penginderaan Jauh

Sebelum lebih jauh membahas mengenai contoh citra foto dan citra non foto ada baiknya kita ketahui dulu prinsip kerja penginderaan jarak jauh, simak ya penjelasan Mamikos berikut!

Penginderaan jarak jauh memanfaatkan sumber energi untuk beroperasi baik sumber yang alami (seperti sinar matahari) atau buatan (seperti gelombang radar), untuk menerangi objek di permukaan bumi.

Energi yang nantinya dipancarkan oleh sumber energi melewati atmosfer, di mana sebagian energi tadi akan menyebar atau diserap sebelum sampai pada objek.

Energi yang mencapai ke permukaan bumi kemudian berinteraksi dengan objek dan mengalami pantulan, penyerapan, atau transmisi tergantung dari sifat objek tadi.

Energi yang dipantulkan oleh objek lalu direkam oleh sensor yang ditempatkan pada satelit, pesawat terbang, atau drone.

Sensor ini bisa berupa kamera (untuk citra foto) atau sensor yang mendeteksi gelombang selain spektrum cahaya tampak (untuk citra non foto).

Data mentah yang nanti direkam oleh sensor akan diolah untuk koreksi geometrik dan radiometrik serta peningkatan citra supaya bisa dianalisis ke tahap yang lebih lanjut.

Data yang sudah diproses tadi akan dianalisis serta diinterpretasikan untuk mengidentifikasi serta mengukur fitur spesifik, melakukan klasifikasi citra, atau memantau perubahan objek.

Hasil analisis yang nantinya diperoleh ditampilkan dalam bentuk peta, grafik, atau laporan yang digunakan untuk mengambil tindakan tertentu sesuai kebutuhan.

Close