5 Contoh Ekonomi Kreatif di Bidang Video Film dan Fotografi

5 Contoh Ekonomi Kreatif di Bidang Video Film dan Fotografi – Industri ekonomi kreatif memang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini terjadi sejak 2016 silam. Kabar baiknya adalah jumlah pelaku ekonomi kreatifnya mencapai 8,2 juta.

Maka tak mengherankan apabila ekonomi kreatif berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar Rp 922 triliun di tahun 2016. Rata-rata pertumbuhan setiap tahunnya adalah Rp 70 triliun.

5 Contoh Ekonomi Kreatif di Bidang Video Film

https://unsplash.com/@thomasw

Salah satu ekonomi kreatif paling marketable yang menjadi favorit masyarakat adalah di bidang video film.

Peran kawula muda dalam sektor ekonomi video film dan pemanfaatan teknologi secara maksimal telah menciptakan konsep ekonomi kekinian, sehingga sanggup menghadapi daya saing dengan dunia luar.

Terlebih adanya ide-ide out of the box dari anak muda selalu menghasilkan produk video film kreatif.

Dukungan terhadap industri perfilman nusantara merupakan solusi terbesar untuk membangun perekonomian Indonesia.

Selain itu, industri video film berhasil menyerap lebih dari 2,2 juta tenaga kerja. Lantas apa saja contoh ekonomi kreatif di bidang video film yang ada di sekitar kita?

1. Penulisan Skrip

Seorang penulis skrip atau naskah harus memiliki kemampuan dalam penulisan skenario.

Tidak boleh seenaknya saja membuatnya karena script video akan menjadi acuan sutradara dalam pembuatan film sehingga lebih terstruktur dan apik.

Buat yang berminat menjadi script writer film, simak langkah-langkah mudah menulis skrip film sehingga menghasilkan karya berkualitas.

Terlebih dahulu adalah membuat brief supaya menghasilkan script video film yang jelas dan lebih terstruktur.

Dalam brief wajib mengandung topik, audiens, rencana call to action, dan beberapa hal penting lain. Brief juga membantu orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film agar memahami video secara umum.

Tahap selanjutnya adalah membuat dan menyusun kerangka penulisan atau intisari cerita film video.

Tujuannya supaya kru lebih memahami struktur script lebih baik lagi. Sebaiknya jangan menuliskan banyak point yang nantinya justru akan memicu kebingungan tim.

Setelah itu lanjutkan dengan menyusun alur cerita sesuai durasi film dan menyusun dialog tanpa menyimpang dari script video yang telah dibuat sebelumnya.

Selanjutnya adalah tahap menulis script yang menampilkan keseluruhan cerita film hingga menjadi final draft.

2. Dubbing Film

Dubbing film adalah profesi sulih suara. Sistem kerjanya adalah merekam atau menggantikan suara untuk tokoh karakter.

Saat ini banyak sekali film tersedia dalam berbagai sub bahasa. Hal ini tentu menciptakan kesulitan bagi penikmat video film.

Seorang dubber memiliki warna suara khas. Pemilihan dubber juga menyesuaikan dengan pembuatan sebuah konten atau film.

Selain itu, seringkali dubber menjadi pengisi suara sebuah produk yang sedang melakukan ekspansi.

Tujuannya tidak lain adalah agar target market sesuai dengan harapan perusahaan. Keterampilan dubber dalam menghasilkan warna suara berbeda membuat mereka bisa memerankan beberapa karakter.

3. Sinematografi

Contoh ekonomi kreatif di bidang video film berikutnya adalah industri sinematografi. Pada dasarnya bidang sinematografi adalah seputar teknik menangkap gambar kemudian menggabungkan gambar-gambar tersebut sehingga bisa menjadi serangkaian gambar yang mampu menyampaikan cerita atau ide.

Kesimpulannya adalah bahwa sinematografi merupakan teknik perfilman yang mengandalkan kemampuan menangkap gambar kemudian memanfaatkan rangkaian gambar tersebut untuk menyampaikan suatu maksud.

Adapun dalam pembuatan film, teknik sinematografi pada dasarnya memiliki 5 teknik, yaitu close-up, medium shot, long shot, high angle, dan low angle.

Prinsipnya adalah mengarah pada posisi tata letak kamera. Bukan tidak mungkin sub video film berupa sinematografi ini membutuhkan pakar videografi yang handal dan kompeten.

4. Sinetron

Sinetron merupakan contoh ekonomi kreatif di bidang video film karena melibatkan banyak pihak. Masyarakat Indonesia sendiri lebih menyukai tayangan berupa sinetron.

Selain menghibur, alur cerita, dan para pemainnya benar-benar sanggup menguras emosi penonton. Biasanya pencinta sinetron kebanyakan adalah kaum wanita.

Namun terkadang kita sering menjumpai sinetron dengan alur cerita membingungkan. Ini menjadi PR agar industri perfilman bisa membuat sinetron yang lebih berkualitas lagi.

Kualitas sinetron Indonesia bisa diperbaiki lagi dengan cara memproduksi sinetron dengan sistem musim tayang, tidak menyisakan cerita di setiap episode, membuat cinema mini seri, lebih berani mengeksplor latar belakang para pelaku sinetron, dan buat cerita yang alurnya tidak monoton alias lebih kreatif.

Kita bisa melihat alur monoton tersebut dari penderitaan yang kerap disuguhkan, yakni kematian, fitnah, kecelakaan, atau rendahnya tingkat ekonomi alias kemiskinan.

5. Eksibisi Film atau Festival Film

Eksibisi film adalah festival film memiliki peran yang terbilang tak main-main. Dalam contoh ekonomi kreatif di bidang video film, festival film merupakan wadah mempresentasikan ide-ide kreatif dari para sineas.

Festival film yang ada di Indonesia memiliki perang penting yaitu mencakup produksi, distribusi, kreasi, literasi, apresiasi, hingga pendidikan film dan arsip. Belakangan ini para saines lebih tertarik membuat film tentang budaya lokal Indonesia.

Contoh Ekonomi Kreatif Selain Video Film

Contoh ekonomi kreatif di Indonesia selain video film adalah bidang fashion. Industri fashion sendiri memiliki kontribusi ekonomi yang cukup tinggi.

Maka tak berlebihan jika industri fashion sukses menjadi motor penggerak industri kreatif di Tanah Air.

Terlebih saat ini ada banyak desainer asli Indonesia yang mendapat pengakuan dari publik internasional dari hasil karya mereka. Salah satunya adalah Sebastian Gunawan dan Tex Saverio.

Faktor lain mengapa industri fashion begitu cepat berkembang adalah timbulnya kesadaran fashion dalam diri kawula muda.

Tak salah apabila kini banyak kita jumpai sekolah mode yang memasukkan fashion sebagai jurusan utamanya.

Tujuan Ekonomi Kreatif Bagi Ekonomi Lokal

Pengenalan ekonomi kreatif sebenarnya telah ada sejak 2004 silam, tepatnya pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut beliau, ekonomi kreatif bisa berjalan lancar apabila generasi muda bisa berpikir mandiri dan lebih kreatif dalam bidang ekonomi.

Kedepannya, bukan tidak mungkin akan meraih tingkat keberhasilan dalam mengembangkan usaha serta mampu bersaing dengan kompetitor asal luar. Ingatlah jika kompetitor luar negeri mampu menciptakan ide kreatif yang tiada habisnya.

Bila menginginkan pencapaian tersebut, maka penting untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Hal ini karena ekonomi kreatif berkontribusi besar dalam roda perekonomian sehingga bisa menciptakan iklim bisnis positif.

Tujuan ekonomi kreatif juga membangun citra bangsa Indonesia sehingga bangsa lain tidak bisa meremehkan kita.

Melalui ekonomi kreatif juga kita bisa mengembangkan ekonomi berbasis sumber daya terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Dari contoh ekonomi kreatif lain, khususnya di bidang video film dan videografi, kita bisa merasakan dampak positifnya yakni mengurangi angka pengangguran.

Ini karena seiring berjalannya waktu, setiap sektor ekonomi kreatif akan terus berkembang sehingga semakin banyak membutuhkan sumber daya manusia.

Dari contoh ekonomi kreatif di bidang video film dalam ulasan tadi, manakah yang menjadi impianmu?

Pastikan menjalaninya dengan sungguh-sungguh sehingga Indonesia mampu bertahan di tengah kompetisi dunia yang semakin sengit.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta