Contoh Esai Beasiswa Unggulan yang Menarik dan Tips Membuatnya

Contoh Esai Beasiswa Unggulan yang Menarik dan Tips Membuatnya – Esai merupakan jenis karangan yang sangat  familiar di dunia akademisi. Ada berbagai jenis tulisan esai yang banyak digunakan, salah satunya esai beasiswa. 

Sesuai dengan namanya, esai ini dikhususkan bagi pelamar beasiswa. Beasiswa Unggulan misalnya, mewajibkan para pelamar untuk menuliskan esai sebagai syarat dokumen. 

Esai inilah yang akan berperan menentukan lulus atau tidaknya pendaftar beasiswa. Inilah, artikel tentang contoh esai Beasiswa Unggulan.

Apa Itu Esai?

https://www.scholarsofficial.com/

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai cara pembuatan esai beasiswa unggulan yang menarik, terlebih dahulu kamu harus mengerti apa itu esai?

Jadi, esai adalah salah satu jenis dari karya tulis yang di dalamnya terdapat opini dan fakta.

Esai ini, sifatnya lebih subjektif karena tulisannya merupakan argumen hasil dari sudut pandang penulis yang bersifat analitis, interpretif, dan spekulatif.

Esai memiliki narasi yang dapat berupa kritik, dan argumen yang berdasarkan pengamatan penulis yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, esai diartikan sebagai sebuah karangan prosa membahas terkait sebuah persoalan secara sepintas yang didapatkan dari sudut pandang penulis.

Sementara menurut Dalman, esai adalah tulisan yang berupa opini penulis tentang subjek tertentu yang sedang dinilai penulis.

Tujuan Pembuatan Esai

Sebelum mulai menulis esai, kamu perlu mengetahui tujuan pembuatan esai. Sebab, sebuah esai tidaklah dibuat  tanpa alasan.

Sehingga tulisan kamu akan menarik perhatian pembaca. Berikut tujuan esai yang perlu kamu ketahui:

1. Meyakinkan Pembaca

Esai memuat argumen dari penulis yang bertujuan meyakinkan pembaca terkait suatu fenomena.

Agar pembaca percaya dengan tulisan kamu, sebaiknya menggunakan data dan fakta sehingga dapat memperkuat opini kamu.

2. Menerima Pendapat Penulis

Setiap esai memiliki sudut pandang yang berbeda-beda hal ini tergantung pada penulis. Esai dibuat bertujuan agar pembaca mau menerima setiap pemikiran penulis yang ada dalam esai.

3. Memberikan Informasi Kepada Pembaca

Esai yang baik berisikan informasi terhadap suatu opini atau penelitian yang telah dilakukan oleh penulis.

Dengan temuan yang telah dilakukan oleh penulis yang diungkap dalam esai, bisa menjadi sumber informasi baru bagi pembaca.

Tips Membuat Esai yang Menarik

Pada dasarnya esai beasiswa merupakan dokumen yang dipergunakan untuk mengenalkan dan mempromosikan diri kamu agar dilirik penyelenggara beasiswa.

Makanya penting bagi kamu untuk membuat esai yang memiliki nilai jual. Gunakanlah esai untuk meyakinkan pembaca bahwa kamu layak sebagai penerima beasiswa.

Supaya esai kamu menarik, kamu bisa mengikuti tips menulis esai dari Mamikos yaitu:

  • Tema dalam esai harus selaras dengan ketentuan beasiswa.
  • Sebelum menulis esai, buatlah outline atau garis besar topik yang akan kamu bahas. Outline ini juga akan memudahkan kamu menyusun esai.
  • Tuliskan pendapat kamu dengan singkat padat dan jelas.
  • Buatlah pendahuluan semanarik mungkin.
  • Menyusun kalimat pendukung yang relevan dengan topik pembahasan.
  • Menyusun bagian kesimpulan pada akhir tulisan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menulis Esai

Esai beasiswa unggulan tidaklah dinilai pada panjang atau pendeknya esai yang kamu tulis.

Tetapi, fokuslah pada pesan yang akan kamu sampaikan. Pastikan esai kamu tidak dibuat mengada-ngada atau terlalu menghayal. Tulislah apa yang sedang kamu rasakan dan bikin kamu semangat.

Hal terpenting buatlah esai yang jujur. Walaupun apa yang kita tuliskan dalam esai tidak dapat dilihat langsung oleh pembaca.

Namun, jika esai memiliki pengemasan dan penyampaian menarik, tim penilai esai akan mampu merasakan apa yang kamu tuliskan dalam esai.

Jadi, sebelum menulis esai kamu harus mengenali diri kamu, memahami diri kamu, dan memiliki visi dan misi dalam esai. Hal ini nanti dapat kamu temui di contoh esai Beasiswa Unggulan.

Contoh Esai Beasiswa Unggulan

Esai adalah salah satu persyaratan untuk mengikuti seleksi beasiswa unggulan.

Bagi kamu yang ingin mendaftar beasiswa unggulan, berikut Mamikos berikan contoh esai beasiswa unggulan yang bisa jadi referensi kamu.

Hal yang Sudah Diperbuat untuk Bangsa 

Perkenalan Diri

Mengawali esai ini, saya akan memperkenalkan diri nama saya Aliyah Astari, saya akrab dipanggil Ayaa. Saya berusia 23 tahun dan anak pertama dari tiga bersaudara.

Saya merupakan alumni program studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Fajar Makassar yang saat ini sedang menempuh pendidikan magister di departemen Hubungan Internasional Universitas Airlangga.

Meskipun sejak berkuliah saya terbiasa hidup jauh dari keluarga dengan menetap di kota besar seperti Makassar dan Surabaya, hal tersebut tidak mengurangi fakta bahwa sejak kecil saya beserta keluarga hidup di area perbatasan antara kabupaten Luwu Utara dan kabupaten Luwu Timur, daerah paling timur dari provinsi Sulawesi Selatan.

Area perkebunan dan pertanian yang menjadi harapan hidup sebagian besar masyarakat yang tidak jarang mengalami kerugian, serta sekolah-sekolah yang sulit dijangkau oleh fasilitas pendidikan dan tenaga pengajar yang memadai sudah akrab dengan kehidupan saya sejak kecil. 

Indonesia, negeri yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke, dengan jumlah penduduk yang melebihi 275 juta jiwa dari berbagai suku di Indonesia, tentu memiliki berjuta mimpi dan harapan yang tersimpan (DUKCAPIL KEMENDAGRI, 2022).

Dengan keberagaman dan kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia tentu negeri ini juga memiliki banyak potensi yang layak untuk digarap. Namun, sangat disayangkan Indonesia sebagai bangsa yang besar masih kurang memaksimalkan potensi – potensi yang ada tersebut.

Kita semua tahu bahwa mencari suatu potensi bukanlah suatu hal yang sulit, tapi memaksimalkan pencapaian potensi tersebut adalah tantangan besar dan merupakan PR terpenting bagi generasi muda bangsa. 

Sebelum memutuskan untuk menempuh pendidikan di bidang ilmu sosial, saya pernah bercita – cita ingin menjadi seorang dokter.

Namun seiring berjalannya waktu dan melihat berbagai permasalahan sosial di daerah saya, muncullah alasan mengapa saya akhirnya menempuh pendidikan S1 di bidang Ilmu Sosial.

Pengenalan Latar Belakang Kandidat

Setelah lulus SMA pada tahun 2016, saya pernah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi siswa – siswi berprestasi untuk mengikuti program matrikulasi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).

Kegiatan tersebut dibiayai oleh Pemerintah Daerah masing – masing, bagi pelajar berprestasi atau lulusan terbaik dari setiap SMA yang terpilih dari seluruh kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, selangkah lagi menuju hal yang saya cita – citakan selama ini.

Namun karena harus dihadapkan oleh keadaan Ibu saya yang sedang sakit parah dan mengharuskannya untuk menjalani operasi, saya memilih untuk mundur dari program tersebut dan memilih untuk menunda kuliah di tahun pertama kelulusan saya demi merawat Ibu saya pasca menjalani operasi. 

Keputusan tersebut merupakan salah satu keputusan terberat yang pernah saya buat dan saya sempat hampir menyerah dengan pendidikan karena berfikir melewatkan kesempatan terbaik seumur hidup saya, tapi ayah saya meyakinkan bahwa untuk memberi kontribusi sosial bagi masyarakat tidak harus menjadi seorang dokter.

Ayah saya merupakan alumni fakultas Hukum dan pernah nyaris menjadi dosen sewaktu masih muda, namun karena keluarga termasuk orang tua ayah saya di kampung mendapat masalah terkait sengketa lahan tempat tinggal mereka, sehingga ayah saya memilih untuk pulang dan membantu menyelesaikan permasalahan tersebut, saat ini ayah saya fokus sebagai seorang petani yang menggarap lahannya di kampung.

Berangkat dari cerita tersebut, saya bangkit dan memilih untuk melanjutkan studi pada bidang Ilmu Sosial, khususnya jurusan Ilmu Hubungan Internasional dengan harapan saya juga dapat memberi kontribusi sosial bagi masyarakat khususnya di daerah saya.

Kontribusi yang Pernah Dilakukan

Bicara mengenai kontribusi sosial, sejak SMA, saya sering mengikuti kegiatan sosial berskala kecil seperti menanam pohon bersama, kegiatan bersih pantai yang diadakan oleh sekolah maupun atas inisiatif bersama teman.

Hingga di bangku kuliah, saya aktif mengikuti kegiatan seperti pelatihan dan pemberdayaan lansia, turut serta dalam kegiatan bank sampah, pelatihan tanaman hidroponik, kegiatan bersih pantai dalam rangka turut serta berperan dalam politik lingkungan global, hingga pelatihan pupuk organik dan eco brick.

Kegiatan tersebut menyadarkan saya betapa lingkungan merupakan hal yang penting untuk dijaga disamping tuntutan ekonomi dan juga merupakan sumber atau harapan terbesar bagi negara terutama negara agraris seperti Indonesia.

Tidak berhenti disitu, senang dengan kegiatan sosial menuntun saya untuk kerap kali mengajak anak-anak sekolah yang berada di lingkungan saya untuk berkumpul dan berbagi pengetahuan terkait bahasa Inggris dasar.

Bagi kami anak – anak desa, belajar bahasa Inggris salah satu kemewahan pendidikan yang masih jarang disadari oleh pelajar maupun orang tua di desa.

Saya sadar bahwa fasilitas dan lingkungan yang mendukung sangat kurang di daerah kami untuk bisa menguasai bahasa Inggris yang merupakan keharusan bagi generasi muda. 

Kegiatan belajar mengajar intens saya lakukan pada tahun 2020 hingga 2021, mengingat pada saat itu sekolah dan universitas memberlakukan pembelajaran daring.

Karena kesulitan dan keterbatasan sinyal di daerah kami menyebabkan anak – anak sekolah kesulitan untuk mengerjakan tugas sehingga saya berinisiatif mengajak mereka untuk belajar bersama, berdiskusi atau sekedar membantu mengerjakan PR yang diberikan oleh guru.

Kegiatan tersebut juga menyadarkan saya bahwa untuk memberi kontribusi bagi negeri ini, tidak harus melakukan hal besar yang hebat dan tidak harus diketahui oleh semua orang, sekedar berbagi sedikit pengetahuan dengan anak – anak desa juga merupakan bentuk inisiatif untuk membangun negeri.

Saya memiliki prinsip, walaupun tidak dapat mengubah dunia, setidaknya saya dapat sedikit berkontribusi pada perubahan hidup yang dirasakan oleh satu atau beberapa anak.

Pengenalan Masalah

Berangkat dari hal tersebut, seperti yang saya tulis di awal esai ini bahwa hidup di area perbatasan kabupaten menjadikan saya sudah tidak asing dengan area perkebunan dan permasalahan – permasalahan yang dirasakan oleh petani, baik karena kebijakan nasional, kebijakan negara lain, maupun kebijakan global.

Salah satunya adalah hal terkait masalah yang sedang dihadapi oleh perkebunan kelapa sawit Indonesia terkait black campaign oleh Uni Eropa.

Ditengah – tengah tuntutan hiruk pikuk global yang menuntut ekonomi berkelanjutan atau dikenal dengan Green Economy, Uni Eropa menggunakan kesempatan ini untuk menuntut sawit sebagai penyebab tingginya emisi karbon di atmosfer, padahal sawit merupakan sumber pendapatan potensial bagi Indonesia serta banyak masyarakat yang bergantung dari hasil perkebunan sawit.

Presiden Joko Widodo, dalam salah satu pidatonya pernah menyampaikan bahwa Indonesia memiliki total lahan sawit seluas 14 juta Ha serta dapat memproduksi 46 juta ton  minyak sawit  per tahunnya yang membawa Indonesia menjadi negara top one eksportir dan menguasai pasar minyak sawit dunia.

Dengan memiliki potensi sebesar itu, sektor perkebunan sawit menjadi tumpuan hidup bagi 17 juta masyarakat Indonesia baik petani, tenaga kerja, hingga pengusaha (GAPKI, 2022). 

Data tersebut menunjukkan bahwa sektor ini turut mendukung poin pertama dalam tujuan global yang disusun dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu pengentasan kemiskinan.

Perlu diketahui, tidak hanya untuk produk kosmetik, produk pembersih, dan juga produk makanan tetapi saat ini minyak sawit telah menjadi biofuel atau bahan baku paling potensial untuk produksi biodiesel, selain karena harganya yang cukup murah jika dibandingkan dengan produk minyak nabati lainnya, ketersediaan minyak sawit di pasar global juga menjadi salah satu alasan dibalik potensi besar komoditas ini. 

Permasalahan di Daerah

Di kabupaten Luwu Utara sendiri terdapat sekitar 18.000 Ha lahan sawit, dan juga 10.000 Ha lahan sawit untuk kabupaten Luwu Timur. Jumlah tersebut mengantarkan kedua kabupaten yang bertetangga ini menjadi penghasil sawit terbesar di provinsi Sulawesi Selatan (Sulselprov.go.id), serta menjadi harapan besar bagi masyarakat khususnya bagi petani – petani kecil di desa saya yang biasa menggantungkan hidup pada produksi sawit mereka.

Sebagai  komoditi ekspor terbesar di Indonesia, sawit seringkali dihadapkan pada berbagai keadaan yang kurang menguntungkan bagi petani. Kebijakan dari perusahaan, pemerintah daerah, pemerintah nasional, maupun kebijakan dari negara lain khususnya tujuan ekspor seringkali memberi dampak yang kurang menguntungkan bagi petani sawit.

Ketidakstabilan komoditas sawit akhir – akhir ini, cukup menjadi alasan bagi sebagian besar petani untuk khawatir akan kelangsungan perkebunan yang menjadi satu – satunya harapan hidup mereka.

Isu – isu terkait permasalahan lingkungan yang kerap kali menjadikan komoditas sawit sebagai sasaran empuk penyebab besarnya deforestasi lahan membuat harga sawit sering mengalami fluktuasi, sehingga menyebabkan kerugian bagi petani sawit.

Sejalan dengan hal tersebut, maka saya memilih untuk melanjutkan penelitian tesis terkait komoditas sawit serta potensi ekspor sawit yang sesuai dengan bidang ilmu saya dan dengan harapan besar agar potensi sawit Indonesia semakin dikembangkan dan melahirkan kebijakan – kebijakan yang pro lingkungan sekaligus petani.

Saya berharap hasil penelitian saya nantinya akan dapat menjadi acuan baik bagi pemerintah nasional maupun pemerintah daerah untuk lebih memaksimalkan sektor perkebunan sawit demi mencapai perekonomian yang berkelanjutan.

Visi dan Misi Setelah Lulus Beasiswa di Masa Depan

Setelah mendapatkan beasiswa dan menyelesaikan studi saya pada magister Hubungan Internasional, saya berharap dapat berkontribusi sebagai staf pengajar di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Fajar Makassar serta berkontribusi dalam optimalisasi regulasi terkait perkebunan sawit di daerah saya maupun di tingkat provinsi Sulawesi Selatan.

Saya berharap dapat berkontribusi dalam mengembangkan salah satu potensi terbesar di Indonesia tersebut dengan berkontribusi dalam optimalisasi regulasi terkait perkebunan sawit di daerah saya maupun di tingkat provinsi Sulawesi Selatan.

Saya juga berharap dapat memaksimalkan penelitian lebih lanjut terkait Renewable Energy Directive (Kebijakan Energi Terbarukan), hubungan dagang dan tujuan ekspor potensial produk sawit Indonesia yang mana penelitian – penelitian tersebut dapat berguna sebagai bahan acuan analisis permasalahan komoditas sawit Indonesia serta saya berharap dapat menyumbangkan pikiran terkait regulasi – regulasi baru dalam sektor sawit demi kepentingan rakyat Indonesia.

Selain menjadi tenaga pengajar dan penstudi Hubungan Internasional, saya juga berencana melanjutkan kegiatan sosial yang telah saya mulai sejak dulu terkait mengajar ke daerah – daerah serta mensosialisasikan pada masyarakat umum maupun pelajar dan mahasiswa terkait potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia dalam terkait bidang perkebunan kelapa sawit yang akan dikemas dalam bentuk seminar atau join penelitian / penelitian bersama dalam rangka mendukung tujuan dari SDGs yakni menyelaraskan pembangunan ekonomi yang sejalan dengan pemeliharaan atau perbaikan lingkungan yang biasa disebut sebagai ekonomi hijau yang dimulai dari tingkatan terkecil yaitu masyarakat atau petani.

Tentu saja hal ini tak luput dari rencana studi yang telah saya rencanakan yang akan diaplikasikan kepada masyarakat. Untuk itu kontribusi utama saya di masa depan adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Penutup

Demikian ulasan mengenai contoh esai Beasiswa Unggulan yang menarik dan tips membuatnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu. 

Jika kamu ingin mencari tahu informasi penting lainnya selain contoh esai Beasiswa Unggulan, kamu bisa mengunjungi blog Mamikos.

Akan ada banyak sekali artikel menarik yang wajib kamu ketahui. Pastikan download dan install aplikasi Mamikos di smartphone kesayangan kamu yah!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta