27 Contoh Hewan Endemik dan Asal Daerahnya yang Ada di Indonesia
Hewan atau binatang endemik adalah hewan asli Indonesia yang spesiesnya tidak dapat dijumpai di negara lain, karenanya mereka harus dilindungi.
8. Ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus)

Status: Dilindungi nasional (CITES Appendix I)
Ikan hias eksotis satu ini memiliki ciri-ciri sisiknya berwarna merah menyala dan sangat dihargai dalam budaya Tionghoa karena dianggap sebagai pembawa hoki.
Contoh Hewan Endemik dari Pulau Jawa
9. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)

Status: Daftar merah IUCN: Kritis (Critically Endangered)
Elang Jawa menjadi salah satu hewan endemik paling ikonik yang ada di Indonesia sebab ia jugalah yang menjadi simbol resmi negara sebagai lambang Garuda. Keberadaan Elang Jawa sangat penting baik secara ekologis, budaya, dan simbolis.
10. Katak Merah (Leptophryne cruentata)

Status: Kritis (Critically Endangered)
Ciri dari hewan endemik satu ini ia berukuran kecil dan berwarna merah dengan bercak hitam di punggungnya. Hidup di Pegunungan Gede-Pangrango, Provinsi Jawa Barat.
Contoh Hewan Endemik dari Pulau Bali
11. Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)

Status: Kritis (Critically Endangered)
Burung kecil nan cantik ini berwarna putih bersih dengan semburat biru di sekitar matanya dan menjadi endemik dari Pulau Bali yang kini keberadaannya sangat langka.
Contoh Hewan Endemik dari Pulau Sulawesi
12. Anoa (Bubalus spp.)

Status: Terancam Punah (Endangered)
Hewan satu ini masih kerabat kerbau kerdil yang berasal dari Sulawesi. Hewan ini bertubuh kecil, bertanduk runcing, dan habitatnya di hutan tropis.
13. Babirusa (Babyrousa spp.)

Status: Rentan β Terancam (Vulnerable to Endangered)
Babi liar ini memiliki taring yang melengkung ke atas. Hewan jantannya memiliki taring besar yang menembus kulit atas moncongnya. Habitat aslinya ada di hutan Sulawesi dan Maluku.
14. Kuskus Beruang (Ailurops ursinus)

Status: Rentan (Vulnerable)
Di urutan contoh hewan endemik dan asal daerahnya versi Mamikos, ada Kuskus Beruang yang adalah Marsupial pohon dari Sulawesi. Ciri-cirinya adalah ia memiliki bulu yang lebat seperti beruang kecil, aktif pada malam hari dan hidup soliter.
15. Tarsius (Tarsius tarsier)

Status: Risiko Rendah (Least Concern), tapi cukup banyak subspesies rentan
Primata mungil ini memiliki mata yang cukup besar dan hewan ini cukup aktif malam hari. Wusing (warga lokal juga menyebutnya demikian) juga hidup di pohon dan dapat melompat jauh antar dahan.
16. Burung Maleo (Macrocephalon maleo)

Status: Kritis (Critically Endangered)
Maleo adalah salah satu burung unik yang berasal dari Sulawesi. Telur burung ini sangat besar, yang oleh induknya dikubur di pasir panas atau tanah vulkanik agar menetas secara alami.
17. Luwak Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii)

Status: Data mengenainya kurang (Data Deficient)
Luwak Sulawesi merupakan kucing hutan bertubuh ramping, dengan bulu berwarna coklat, dan ekornya cukup panjang. Ia adalah hewan pemakan segala (omnivora) dan sangat aktif di malam hari.
18. Monyet Hitam Sulawesi / Yaki (Macaca nigra)

Status: Kritis (CR)
Primata endemik asal Sulawesi Utara ini juga dikenal dengan nama Yaki. Ciri-cirinya adalah ia berbulu hitam legam, wajahnya yang ekspresif, dan ekornya yang sangat pendek.
19. Kelelawar Buah Talaud (Acerodon humilis)

Status: Kritis (CR)
Kelelawar Buah Talaud (Acerodon humilis) merupakan spesies kelelawar endemik dari Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, yang juga dikenal sebagai salah satu kelelawar buah terbesar yang ada di dunia.
20. Burung Hantu Celepuk Siau (Otus siaoensis)

Status: Kritis (CR)
Burung hantu kecil ini sudah sangat langka dan merupakan endemik asal Pulau Siau, Sulawesi Utara. Spesies Burung Hantu Celepuk Siau pertama kali dijumpai pada awal abad ke-20 dan sempat disebut punah, sampai dilaporkan kembali terlihat pada awal 2000-an.
Contoh Hewan Endemik dari Pulau Nusa Tenggara (Komodo, Flores, Rote)
21. Komodo (Varanus komodoensis)

Kadal terbesar di dunia ini memiliki panjang yang bisa mencapai 3 meter, lo. Hewan ini adalah karnivora dan air liur beracun. Hewan endemik ini hanya bisa dijumpai di Nusa Tenggara Timur seperti Pulau Komodo, Rinca, dan Flores.
Halaman:

