Sejarah Singkat, Makna dan Fakta Hari Pahlawan 10 November
Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 1945 tidak muncul secara tiba-tiba. Mulanya, terjadi pertempuran besar di Surabaya yang terjadi antara tentara dari Indonesia dengan pasukan dari Inggris.
Setiap tanggal 10 di bulan November, masyarakat Indonesia memperingati momen penting, yaitu Hari Pahlawan. โ๐ฎ๐ฉโจ
Di berbagai instansi dan sekolah pun upacara khusus peringatan Hari Pahlawan dilaksanakan.
Harapannya, masyarakat Indonesia bisa tahu perjuangan para pahlawan ketika mengusir penjajah dari Inggris, bahkan sampai memakan banyak korban jiwa.
Daftar Isi
Sejarah Hari Pahlawan 10 November

Mengapa tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan? Mungkin pertanyaan tersebut seringkali muncul. Padahal, ada banyak hari penting lainnya yang juga perlu diperingati.
Sebenarnya, peringatan Hari Pahlawan merupakan momen untuk mengenang kembali perjuangan dan jasa para pahlawan saat Pertempuran Surabaya.
Peristiwa tersebut bukan sekadar peristiwa perang biasa karena terjadi cukup lama dan memakan banyak korban.
Kali ini Mamikos akan membahas sejarah terjadinya Hari Pahlawan, makna penting di balik Hari Pahlawan, dan fakta-fakta pentingnya.
Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 1945 tidak muncul secara tiba-tiba. Mulanya, terjadi pertempuran besar di Surabaya yang terjadi antara tentara dari Indonesia dengan pasukan dari Inggris.
Sebagai pertempuran pertama setelah Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan, semangat rakyat Indonesia masih sangat berapi-api untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.
Pada tanggal 29 Oktober 1945, perwakilan Indonesia menandatangani gencatan senjata dengan pihak dari tentara Inggris.
Konflik yang terjadi pun kian mereda meskipun tetap saja terjadi bentrokan rakyat Indonesia dengan tentara Inggris di Surabaya.
Puncaknya, ketika pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur, Brigadir jend Mallaby, terbunuh saat bentrokan pada 30 Oktober 1945. Pertempuran pun kembali memanas.
Pihak Inggris yang marah pada Indonesia kemudian mengeluarkan kebijakan untuk menjadikan Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh sebagai pengganti Mallaby. Beliau mengeluarkan ultimatum pada 10 November 1945. Adapun isi ultimatum tersebut adalah.
- Permintaan pada Indonesia untuk menyerahkan persenjataan.
- Instruksi menghentikan perlawanan pada tentara Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) dan administrasi Nederlands Indie Civil Administration (NICA).
- Apabila pihak Indonesia tidak mematuhi tentara Inggris, pihak Inggris mengancam akan menggempur wilayah darat, laut, dan udara Surabaya.
- Semua pimpinan bangsa Indonesia dan pemuda-pemuda Surabaya wajib datang paling lambat pada 10 November 1945 di tempat yang sudah ditentukan.
Semua ancaman yang dikeluarkan pihak Inggris tersebut tidak diikuti masyarakat Surabaya, sehingga pertempuran tanggal 10 November 1945 tidak bisa terelakkan.
Pertempuran tersebut berlangsung kurang lebih tiga minggu. Puluhan ribu rakyat Surabaya menjadi korban dan sebagian merupakan masyarakat sipil.
Ratusan ribu orang harus pindah dari Surabaya dan lebih dari 1500 prajurit Inggris tewas, hilang, dan luka-luka. Julukan โnerakaโ pun melekat pada Surabaya karena kondisinya memang sangat mengerikan.
Semangat membara yang dikobarkan para pejuang di Surabaya membuat kota tersebut kemudian disebut sebagai Kota Pahlawan.
Selain itu, setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan untuk menghargai dan mengenang jasa serta pengorbanan pahlawan dan pejuang.
Sejarah menuliskan bahwa perang di Surabaya tersebut termasuk pertempuran paling besar dan paling besar yang dihadapi selama sejarah Revolusi Nasional Indonesia.
Tidak mengherankan jika momen tersebut kemudian dijadikan simbol nasional perjuangan dan perlawanan Indonesia dalam mengusir kolonialisme.
Halaman:


