Advertisement
Source : pexels.com/Zen Chung

35 Contoh Kalimat Sapaan di Sekolah, Rumah, Kekerabatan, Hingga Kepada Teman

Kalimat sapaan merupakan sebuah kalimat yang dipakai untuk memberi salam yang tujuan utamanya menunjukkan rasa hormat, keakraban atau keramahan.

7 Juli 2025 Nana

5. Kata Pelaku (Bentuk p+V)

Kata-kata yang digunakan dalam poin ini merujuk pada orang atau objek yang melakukan suatu tindakan atau pekerjaan tertentu. Misalnya saja penulis atau pembaca.

6. Bentuk Nominal (Bentuk N+ku)

Bentuk nominal adalah yang apa digunakan untuk menunjukkan kepemilikan atau hubungan erat dengan objek tertentu. Biasanya merupakan gabungan antara kata benda dengan akhiran -ku, seperti “Milikku”, atau “Sayangku”.

7. Kata Deiksis atau Penunjuk

Kata penunjuk digunakan untuk menunjuk pada sesuatu dengan lebih spesifik dalam konteks tertentu, misalnya saja sini, situ, atau sana. Kata-kata ini juga akan membantu kamu mengklasifikasi objek yang sedang dibicarakan.

8. Kata Benda Lain

Kata benda lain tidak masuk dalam beberapa kategori di atas. Mereka dapat berupa benda abstrak dan digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, tuan atau nyonya.

9. Ciri Zero atau Nol

Kata-kata nol biasanya dipakai untuk mengacu pada sesuatu yang tidak perlu diberi identifikasi istimewa atau spesifik. Biasanya ada suatu makna kata tanpa disertai bentuk kata sapaan tertentu.

Kegunaan Pemakaian Bentuk Sapaan

Berbagai bentuk sapaan tentunya memiliki fungsi serta kegunaan pemakaiannya masing-masing. Fungsi atau kegunaan dari sapaan tersebut berkaitan erat dengan berbagai faktor yang memengaruhi pemakaian sapaannya.

Penjelasan mengenai apa saja kegunaan dari pemakaian kata sapaan yang wajib kamu pahami, antara lain:

Penanda Hubungan Hormat

Fungsi yang pertama ini ditandai dengan usia yang dianggap jauh lebih tua atau status sosial yang lebih tinggi dari si penyapa. Hal tersebut membuat si penyapa akan lebih menghormati orang tersebut, contohnya pada ibu atau bapak guru.

Penanda Hubungan Akrab

Kegunaan berikutnya menandakan seakrab apa hubungan antara si penyapa dan mereka yang disapa. Penyapa dan tersapa dalam hal ini memiliki umur dan status sederajat serta keduanya diketahui sudah lebih mengenal atau akrab.

Penanda Hubungan Sayang

Kegunaan berikutnya ditandai dengan pemakaian sapaan yang lebih inti menandakan hubungan yang penuh kasih sayang. Contohnya seperti sapaan Dik yang menjadi penanda hubungan sayang antara kakak kepada adiknya.

Tak hanya itu sajam sapaan sayang atau dalam bentuk lain juga dapat menjadi penanda hubungan kekasih atau suami istri. Maka, fungsi satu ini akan menunjukkan rasa penuh sayang, dekat dan perhatian.

Fungsi Penegasan

Fungsi atau kegunaan berikutnya ditandai dengan pengulangan bentuk sapaannya, contohnya “Betul Mbak Intan?”. Hal tersebut sebagai bentuk penegasan kepada siapa si penyapa berbicara atau tertuju pada siapa perhatian si penyapa.

Kegunaan satu ini biasanya ditemukan dalam sapaan nama diri dan sapaan kekerabatan yang lebih dekat.

Dan, fungsi lain dari penggunaan kata sapaan, di antaranya adalah:

  • Menegur atau menyapa lawan bicaranya.
  • Menarik perhatian orang lain.
  • Menunjukkan kesopanan dan kelas sosial.
  • Menyatakan hubungan sosial antara penutur dengan lawan bicaranya
Contoh Kata Kunci dalam Paragraf dalam Sebuah Paragraf dan Cara Menemukannya

Rangkaian Contoh Kalimat Sapaan di Sekolah, Rumah, Kekerabatan, Teman

Kamu pasti sudah tak sabar lagi ingin mengetahui apa saja contoh-contoh kalimat sapaan di sekolah, rumah, kekerabatan, teman sebagaimana yang Mamikos janjikan di awal.

Di bawah ini ada beberapa contoh kalimat sapaan yang umum dipakai saat berada di lingkungan sekolah, rumah, dalam kekerabatan, ataupun disampaikan kepada teman.

Penjelasan contoh kalimat sapaan di sekolah, rumah, kekerabatan, teman tersebut sudah Mamikos himpun sebagai berikut ini:

Contoh Kalimat Sapaan di Sekolah:

Kalimat Formal:

  1. Selamat pagi, Bapak/Ibu guru, bagaimana kabarnya?
  2. Selamat siang, Bapak/Ibu, bukunya biar saya/aku yang bawa, Bu/Pak.
  3. Permisi, Bapak/Ibu, saya izin bertanya tentang materi kemarin.
  4. Selamat datang, Bapak/Ibu. Bagaimana perjalanan dinas kemarin?
  5. Pak/Bu, apakah saya boleh meminjam buku ringkasan materi ini?

Halaman:

Advertisement