Contoh Teks Tanggapan Cerpen beserta Strukturnya yang Benar

Contoh Teks Tanggapan Cerpen beserta Strukturnya yang Benar – Untuk memahami cara pembacaan cerpen, kamu bisa menyimak contoh teks tanggapan cerpen beserta strukturnya di bawah ini.

Kamu pasti sudah tidak asing dengan cerpen, bukan? Apalagi, cerita pendek memang telah diperkenalkan pada anak Indonesia sejak dini, dan menjadi satu topik wajib dalam pelajaran bahasa Indonesia.

Meskipun begitu, faktanya tidak sedikit orang yang merasa bingung saat harus memberikan tanggapan mengenai sebuah tulisan cerpen. Hal tersebut tentu disebabkan karena tidak memahami strukturnya.

Struktur Cerpen yang Baik dan Benar

Pexels.com/@captaintaha9

Agar bisa menghasilkan tulisan cerpen berkualitas, kamu harus memahami struktur atau kaidah kebahasaannya.

Secara umum, struktur cerpen terdiri dari beberapa elemen, diantaranya sebagai berikut:

1. Orientasi

Bagian ini berisi mengenai pengenalan para tokoh, penataan adegan, serta hubungan antar tokoh yang terdapat pada cerpen.

2. Rangkaian Peristiwa

Kisah akan dilanjutkan dengan menerangkan serangkaian peristiwa dari satu ke lainnya dan biasanya terjadi secara tidak terduga.

3. Komplikasi

Cerita akan bergerak ke arah puncak masalah (konflik), kesulitan yang dihadapi oleh setiap tokohnya, dimana konflik tersebut akan mempengaruhi perubahan karakter dan latar waktu.

4. Resolusi

Pada bagian ini, penulis akan menceritakan tentang solusi dari konflik yang telah terjadi.

Melalui bagian resolusi pula kamu bisa mengetahui cara penulis dalam mengakhiri cerita.

Contoh Teks Tanggapan Cerpen beserta Strukturnya

Bagi kamu yang masih bingung dalam menanggapi cerita pendek, contoh teks tanggapan cerpen di bawah ini mungkin bisa membantu kamu dalam memberikan tanggapan atau opini.

Contoh 1 – Perempuan Berwajah Buram

Contoh teks tanggapan cerpen beserta strukturnya dengan judul Perempuan Berwajah Buram:

Orientasi

Seperti apa rasanya hidup sebagai orang yang tidak diinginkan? Tanyakan ini kepadanya.

Jika dia dapat berkata-kata, maka kau akan menemukan jawabannya. Konon katanya, dia dilahirkan karena terpaksa.

Perempuan yang sekarang dipanggil sebagai “Ibu” bukanlah ibu sebenarnya.

Dia hanyalah inang yang merasa kasihan, dan memutuskan menyusui bayi lapar berwajah buram yang ditinggalkan di pinggir hutan.

Rangkaian Peristiwa

Suatu hari di pagi yang muram, seorang perempuan berwajah buram tengah berjalan-jalan di tepian hutan sendiri ketika anak-anak kecil hendak pergi ke sekolah mulai mengolok-oloknya.

Perempuan itu mengambil sebongkah batu. Tangan dekilnya melemparkan padu pada anak-anak. Namun malang, timpukannya mengenai seorang anak nakal berkepala peyang dan membuat dahinya terluka.

Darah segar mengucur ke wajahnya dan menodai seragam putihnya. Dengan menangis tersedu-sedu dia pulang ke rumah dan mengadu pada ibunya, sedangkan anak lain menjauh satu persatu.

Karena aduan warga, keluarga perempuan berwajah buram memutuskan memasung dirinya di sebuah gubuk sempit dekat kuburan. Sejak saat itulah, perempuan tersebut tinggal di dalamnya.

Bulan berganti tahun, perempuan itu tidak ingat lagi seperti apa rasanya terpapar cahaya matahari. Dia bahkan tidak bisa lagi membedakan antara siang dan malam yang tampak sama saja di matanya.

Seperti apa rasanya hidup di dalam keheningan?

Tanyakan ini kepadanya. Jika dia mampu mengucapkan kata, maka kau akan tahu jawabannya.

Tidak ada yang tahu pasti apa yang dikerjakan perempuan berwajah buram di dalamnya. Meskipun sering terdengar suaranya menangis, berteriak, atau tertawa yang menambah kengerian pemakaman.

Banyak orang mengira jika suara tersebut berasal dari hantu penghuni kuburan. Tidak pernah ada yang menjenguknya. Dia telah lupa berkata-kata tanpa pernah menguasainya.

Andaikata suatu hari ini dia dibebaskan dari pasungnya, pasti akan banyak orang bertanya bagaimana caranya dia bertahan hidup?

Pada sebuah malam yang kelam penuh kengerian, kini perempuan berwajah buram mendapat segaris cahaya dari lubang di celah atap daun rumbia.

Dia mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat rembulan yang bersinar terang. Setelah sekian tahun, dia akhirnya bisa melihat rembulan yang bahkan namanya sudah tidak diingat lagi.

Untuk pertama kalinya sejak dipasung di gubuk reyot, dia merasa memiliki teman. Perempuan berwajah buram mulai berkenalan dengan bahasa yang hanya bisa dia mengerti.

Sejak malam itu, dia sering bercakap-cakap dengan bulan. Setiap hari, dia akan menunggu teman barunya berkunjung dan menemaninya bercerita hingga pagi menjelang.

Hanya saja, rembulan semakin hari terlihat semakin cekung dan terus mengecil hingga menjadi berbentuk segaris sabit. Air muka bulan berubah semakin pasi,

Seiring berjalannya hari, sabit rembulan kembali membulat meskipun wajahnya masih pasi. Ketika bulan bulat penuh, perempuan berwajah buram menjadi sangat girang karena merasa berhasil menghiburnya.

Namun, saat rembulan kembali menyabit, perempuan berwajah buram tidak pernah bosan untuk menghiburnya menggunakan bahasanya sendiri sampai bulan penuh.

Komplikasi

Sampai suatu malam, rembulan tidak datang untuk mengunjunginya. Perempuan berwajah buram sedih dan mengira rembulan tidak mau lagi berteman dengannya.

Malam ini hujan turun dengan derasnya, wanita berwajah buram berpikir kalau rembulan sedang bersedih. Maka, ikut menangislah dia. Merasakan kesedihan mendalam yang dialami sahabatnya.

Sekali lagi, menggunakan bahasa yang hanya dapat dia mengerti, perempuan itu berusaha untuk membujuk dan menghibur rembulan tanpa pernah bosan.

Akan tetapi, langit tetap menurunkan hujan dan rembulan terus menangis. Perlahan, tetesan air masuk melalui celah atap rumbia di gubuk pasung dan membuat perempuan berwajah buram kedinginan.

Lelah dan kebasahan, perempuan itu ketiduran. Di tengah lelapnya dia menggigil hebat tanpa seorang pun tahu kondisinya. Esoknya, dia terbangun karena segaris cahaya masuk dari celah atap.

Cahaya kecil itu memantul dalam genangan air. Dia merasakan tubuhnya demam. Meskipun begitu, saat terbangun yang pertama kali diingatnya hanya rembulan.

Resolusi

Siang menjelang, rembulan telah kembali ke peraduannya setelah semalaman bersembunyi di balik awan. Dia merasa menyesal karena tidak dapat menatap wajah bulan tadi malam.

Ia mendekati genangan air yang sama buramnya dengan wajahnya. Ia melihat sebuah bayangan disana. Perempuan itu tersenyum karena menemukan rembulan di sana.

Lalu perempuan berwajah buram tertidur tanpa merasa harus bangun lagi karena telah bersama dengan sahabat karibnya.

Contoh 2 – Ketika Lautan Mengamuk

Contoh teks tanggapan cerpen beserta strukturnya juga bisa kamu lihat di bawah ini.

Secara umum, cerpen ini membahas tentang lautan yang mengamuk dan memberikan dampak buruk terhadap sekitarnya.

Orientasi

Nelayan tidak dapat melaut akibat hujan lebat turun tanpa henti selama berhari-hari.

Tiupan angin kencang dan gemuruh ombak menandakan alam sedang murka dan lautan mengamuk.

Nelayan miskin menjadi bersusah hati dan para istrinya terpaksa menggadaikan atau menjual perhiasannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Rangkaian Peristiwa

Selama masa sulit, Pak Jono menyelenggarakan pesta. Bukan perayaan, namun untuk mengundang anak-anak nelayan yang berkekurangan agar bisa makan sepuasnya di rumahnya.

Komplikasi

Setelah beberapa hari, Pak Jono mendapatkan laporan dari istrinya bahwa uang mereka hanya tinggal Rp30.000. Jika memaksa untuk berbagi makanan, maka mereka tidak akan punya uang lagi.

Pak Jono tetap meminta istrinya untuk belanja dan berbagi makanan seperti biasa. Saat ada seorang gadis kecil bertanya “Apakah kami besok boleh makan disini lagi?

Dengan mantap Pak Jono berkata, bahwa besok gadis tersebut dan semua temannya akan makan enak di rumah mereka masing-masing.

Resolusi

Pada petang hari, laut kembali tenang dan angin bertiup sepoi-sepoi. Awan hitam yang menjadi pertanda cuaca buruk telah sirna, sehingga Pak Jono dan tetangganya bisa berangkat melaut.

Di perahunya, Pak Jono memanjatkan syukur kepada Tuhan karena sudah menjawab doanya. Sehingga semua nelayan mendapatkan rezeki untuk menafkahi keluarganya.

Contoh 3 – Obat Sedih Eyang

Di bawah ini adalah contoh teks tanggapan tentang cerpen yang bisa kamu jadikan sebagai panduan:

Orientasi

Sudah berhari-hari Asti mengurung diri di dalam kamarnya setelah sahabat baiknya meninggal dunia beberapa hari lalu. Ia merasa murung menikmati kesedihan dalam kesunyian.

Rangkaian Peristiwa

Karena merasa khawatir dengan kondisi cucunya, Eyang Lasmi yang sudah berusia 85 tahun masuk ke kamar Asti tanpa terlebih dahulu mengetuknya.

Eyang Lasmi memberikan dukungan kepada  Asti melalui wejangan-wejangan yang disampaikan dengan lemah lembut. Asti memeluk eyangnya sambil menangis sesenggukan.

Komplikasi

Eyang menceritakan mengenai pengalamannya saat menghadapi kesedihan ketika suaminya meninggal dunia dan betapa depresi dirinya saat itu.

“Ada hal-hal yang tidak bisa diubah dalam hidup, kadang kita hanya harus menerimanya”, ucap Eyang Lasmi dengan lembut.

Eyang memberikan sebungkus coklat kesukaan Asti sambil mengatakan “Sekarang, kamu makan coklat ini, konon katanya coklat bisa meredakan sedih”.

Resolusi

Asti mulai memikirkan apa yang dikatakan Eyang Lasmi sambil menguyah coklat pemberian neneknya. Tidak lama kemudian, Asti merasa tenang dan harinya jadi lebih baik.

Contoh 4 – Satu Hari dalam Hidupmu

Bagi yang sedang mencari contoh teks tanggapan cerpen beserta strukturnya, opini mengenai cerita pendek di bawah ini wajib kamu jadikan sebagai pertimbangan:

Orientasi

Luna berjalan terseok-seok sambil membawa satu nampan gorengan untuk diantarkan ke warung tetangga. Hal tersebut adalah aktivitas sehari-hari Luna setelah sepulang sekolah.

Sejak ayahnya meninggal dunia, Mamak menjadi tulang punggung keluarga.

Mamak berjualan pecel dan gorengan di pasar untuk memenuhi kebutuhan Luna dan adik perempuannya.

Rangkaian Peristiwa

Suatu hari, Luna ditabrak oleh seorang laki-laki tampan yang tampak meleng karena sedang asyik berbicara melalui ponselnya. Alhasil, nampan yang dibawa jatuh dan semua gorengannya menjadi kotor.

Laki-laki tersebut meminta maaf dan memutuskan untuk mengantarkan Luna ke tempat jualan ibunya. Setelah itu, lelaki itu mengganti biaya kerugian.

Komplikasi

Hari-hari yang dijalani Luna sejak kecil memang tidak mudah. Ia harus pontang-panting kesana kemari untuk mengurus dirinya dan adiknya, lalu membantu ibunya sebisanya.

Pada hari minggu dan libur lainnya, Luna akan membantu Mamak melayani para pembeli dari pagi hingga sore. Meskipun lelah, namun ia merasa bahagia karena bisa membantu ibunya mencari uang.

Malam hari digunakan Luna untuk fokus belajar agar tidak ketinggalan pelajaran di sekolah. Tidak heran kalau Luna selalu mendapatkan peringkat bagus di sekolahnya, meskipun tidak ikut les atau kursus.

Walaupun tumbuh di tengah keluarga yang memiliki taraf ekonomi pas-pasan, namun Luna tetap merasa senang. Setidaknya, dia masih bisa melanjutkan pendidikan.

Resolusi

Adzan Dzuhur menggema seiring terdengarnya deru mobil di pekarangan rumah. Lamunan Luna buyar.

Ah, kenangan dari masa lalu dan Luna bangkit dari sofa sembari mengintip dari balik tirai jendela.

Luna melihat suaminya bersama anak perempuannya yang baru saja pulang dari kegiatan ekstrakurikuler turun dari mobil. Suami Luna, ada lelaki yang pernah ditabraknya dulu.

Contoh teks tanggapan cerpen beserta strukturnya di atas bisa kamu jadikan panduan saat mendapatkan tugas untuk memberikan opini pada sebuah tulisan cerita pendek (cerpen).

Mungkin tanggapanmu dan teman berbeda karena penilaian subjektif sesuai pandangan.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta