Pengertian Cerpen, Ciri-ciri, Fungsi, Struktur, Unsur dan Jenisnya

Posted in: Mapel Pelajar

Pengertian Cerpen, Ciri-ciri, Fungsi, Struktur, Unsur dan Jenisnya – Pengertian cerpen menjadi pengetahuan awal yang harus kita pahami sebelum membahas karakteristik cerpen lebih lanjut. Sebenarnya, banyak karangan cerpen yang bisa kita jumpai, baik di majalah, buku sekolah, internet dan lainnya. 

Pengertian Cerpen

unsplash.com/@aridley88

Bagi kamu yang suka membaca cerpen, pasti sudah tidak asing dengan bentuk dan ciri-ciri dari cerpen. Pemahaman tentang cerpen ini sangat penting, apalagi jika kamu ingin membuat karangan cerpen atau ini menjadi penulis cerpen.

Memahami Pengertian Cerpen dalam Karya Sastra

Cerpen atau cerita pendek adalah suatu karya sastra dalam bentuk tulisan berisi cerita fiksi yang dikemas lebih ringkas. Pengertian cerpen menurut KBBI adalah suatu cerita yang berisi kisah satu tokoh di mana jumlah kata maksimal 10 ribu kata.

Permasalahan yang diangkat dalam cerpen biasanya hanya fokus pada satu tokoh saja dan kemudian dijabarkan menjadi sebuah kisah lengkap. Kisah tersebut menceritakan perbuatan, pengalaman, penderitaan hingga suatu kejadian.

Ciri-ciri Cerpen yang Dimilikinya

Selain pengertian cerpen, kita bisa tahu perbedaannya dari ciri-ciri yang dimilikinya. Ciri-ciri yang paling terlihat adalah susunan kata maksimal 10ribu kata, karakter tokoh sederhana, memiliki pesan moral, bersifat fiktif dan jalur cerita tunggal.

Cerpen sering disebut sebagai karangan yang bisa selesai dalam sekali duduk karena cerita dibuat singkat dan pemilihan kata yang tidak sulit. Oleh karena itu, cerpen lebih mudah dipahami oleh banyak pembaca.

Fungsi Cerpen yang Bisa Didapatkan

Meskipun ditulis secara singkat dan ringkas, tapi karangan cerita pendek ini juga memiliki fungsi tertentu bagi pembacanya. Membaca cerpen mungkin hanya dijadikan kegiatan untuk mengisi waktu luang atau memang hobi membaca cerpen.

Siapa sangka jika membaca cerpen akan memberikan sejumlah manfaat dari fungsi yang ada. Berikut ini beberapa fungsi cerpen yang bisa didapatkan setelah membaca cerpen, mulai dari rekreatif hingga religius.

1. Fungsi Rekreatif

Fungsi pertama dari cerpen adalah rekreatif, yaitu menghibur para pembacanya. Banyak kisah dalam cerpen yang lucu dan relate dengan kehidupan kita sehingga membuat kita merasa senang saat membaca setiap kisah yang disuguhkan.

2. Fungsi Estetis

Mengetahui pengertian cerpen, rasanya tidak cukup untuk mengetahui fungsinya. Begitu juga dengan fungsi estetis yang dimiliki cerpen di mana cerita ini memiliki nilai estetika atau keindahan sehingga membuat para pembaca merasa puas.

3. Fungsi Didaktif

Fungsi cerpen selanjutnya adalah didaktif di mana dalam setiap kisah yang disuguhkan dalam cerpen memberikan nilai pelajaran atau pendidikan bagi pembaca. Jadi, tidak semata-mata menghibur tapi juga memberikan pembelajaran. 

4. Fungsi Moralitas

Berkaitan dengan fungsi didaktif, cerpen juga memiliki fungsi moralitas di mana suatu kisah memiliki nilai moral yang bisa diambil oleh para pembaca. Dengan begitu, pembaca mengetahui mana yang baik dan buruk berdasarkan cerita.

5. Fungsi Religius

Hakikat cerpen memang pada nilai yang terkandung di dalamnya, termasuk nilai religius. Beberapa cerpen memiliki latar belakang religius sehingga kamu bisa mendapatkan pembelajaran religius yang bisa dijadikan contoh.

Setiap karangan cerpen, kamu pasti menemukan beberapa atau bahkan semua fungsi cerpen. Dengan begitu, ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan setelah membaca cerita tersebut. 

Struktur Cerpen yang Baik dan Benar

Bukan hanya pengertian cerpen, kamu harus tahu struktur cerpen yang baik dan benar jika ingin menulis karangan ini. Struktur penulisan akan membantu kamu untuk membuat elemen dasar dan tambahan abstrak dalam menulis cerpen. 

Setiap struktur cerpen yang akan kita bahas di bawah ini memiliki karakteristik masing-masing, mulai dari awal kisah, klimaks hingga penyelesaian. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak struktur cerpen di bawah ini.

1. Abstrak

Struktur pertama dari karangan ini adalah abstrak, yaitu pemaparan awal dari cerita yang dikisahkan sebagai pelengkap cerita. Keberadaan abstrak bersifat opsional jadi kamu bisa menambahkan atau tidak, tergantung dengan kebutuhan cerita tersebut.

2. Orientasi

Struktur berikutnya adalah orientasi yang menjelaskan latar cerita, baik itu suasana, waktu hingga tempat atau lokasi dalam penggambaran cerpen. Orientasi ini harus ditentukan terlebih dahulu agar pembuatan cerpen menjadi lebih mudah.

3. Komplikasi

Pada pengertian cerpen terlihat bahwa karangan ini berisi suatu pemaparan suatu masalah yang dihadapi tokoh, khususnya di bagian awal. Bagian inilah yang menjelaskan bagaimana watak dari tokoh tersebut dan urutan kejadian dalam cerita.

4. Evaluasi

Bagian lain dari cerpen adalah evaluasi di mana konflik tokoh semakin mencapai klimaks atau puncak dari permasalahan yang ada. Pada bagian klimaks ini, masalah akan mendapatkan solusi atau penyelesaian.

5. Resolusi

Bagian ini berisi akhir permasalahan di mana masalah sudah mulai berakhir dan terlihat akhir ceritanya. Pengarang menceritakan tentang solusi dari masalah tokoh pada bagian ini dengan jelas sehingga bisa terlihat nilai atau pesan moralnya. 

6. Koda

Dari pengertian cerpen, kita tahu bahwa karangan ini mengandung pesan moral yang disampaikan penulis dan hal tersebut tertuang dalam bagian ini. Pesan moral yang diberikan mungkin berbeda-beda, tergantung dengan jenis dan tema cerpen.

Keberadaan struktur cerpen di atas memudahkan kita dalam menulis cerpen yang baik dan benar. Pembuatan struktur cerpen akan terasa lebih mudah jika kamu juga memahami tentang apa itu unsur intrinsik dari cerpen.

Unsur Instrinsik Cerpen yang Perlu Diperhatikan

Bukan hanya struktur penulisan cerpen yang perlu diperhatikan. Kamu juga harus mengetahui apa saja unsur instrinsik yang akan membentuk suatu karangan bernama cerpen. 

Unsur intrinsik merupakan unsur di dalam cerita yang berfungsi untuk membangun kisah cerita yang ingin dituliskan oleh pengarang dan berikut beberapa unsur intrinsik cerita pendek.

1. Tema

Tema merupakan unsur utama dari sebuah cerpen karena dari tema inilah kita bisa tahu cerita yang ingin disampaikan oleh penulis. Selain itu, tema cerita menjadi kerangka penting yang memudahkan penulis dalam membuat karangan cerita.

2. Plot (Alur)

Plot atau alur adalah jalan cerita atau urutan peristiwa pada sebuah cerita yang memiliki ciri khas tersendiri. Biasanya, cerpen memiliki alur cerita yang diawali dengan perkenalan, kemudian masuk konflik masalah dan penyelesaian. 

3. Setting

Pengertian cerpen akan semakin jelas dengan adanya setting di dalamnya, mulai dari waktu, latar atau tempat hingga suasana. Ketiga macam setting ini akan memperkuat kondisi tokoh atau cerita yang ingin disampaikan oleh penulis.

4. Tokoh atau Karakter

Setiap cerita pasti memiliki tokoh atau karakter di dalamnya, begitu juga dengan cerpen. Tokoh adalah pemeran yang diceritakan penulis di dalam sebuah cerpen, mulai dari tokoh utama atau tokoh pendukung yang saling berkaitan.

5. Watak

Tokoh yang sudah dijelaskan sebelumnya pasti membawa watak atau sifat yang digambarkan pengertian cerpen. Ada tiga jenis watak yang bisa dijumpai dalam suatu cerita, yaitu protagonis (baik), antagonis (jahat), dan netral.

Perubahan watak juga bisa terjadi dalam cerpen, misalnya pada bagian awal tokoh tersebut memiliki watak antagonis tapi karena suatu peristiwa, ia berubah menjadi protagonis. 

6. Point of View (Sudut Pandang)

Sudut pandang pengarang juga merupakan unsur instrinsik yang penting dalam cerpen agar pembaca bisa memahami kisahnya. Ada dua jenis sudut pandang dari cerpen, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. 

Bila penulis masuk di dalam cerita, maka cerpen tersebut memiliki sudut pandang orang pertama, namun jika penulis berada di luar cerita maka cerpen memiliki sudut pandang orang ketiga.

7. Amanat

Berdasarkan pengertian cerpen, pasti ada pesan atau nilai moral yang bisa diambil dari sebuah cerpen. Pesan moral ini terkadang disampaikan secara tersurat, namun ada juga yang dituliskan secara tersirat oleh penulis. 

Sebelum menulis karangan, ada baiknya kamu menentukan terlebih dahulu setiap unsur intrinsik di atas. Dengan begitu, kamu sudah memiliki gambaran bagaimana kisah tersebut akan dituliskan ke dalam cerita pendek.

Unsur Ekstrinsik Cerpen yang Tidak Kalah Pentingnya

Selain unsur intrinsik, unsur ekstrinsik cerpen juga tidak kalah penting untuk kita simak bersama. Kebanyakan orang lebih sering fokus dengan unsur intrinsik, tapi melupakan unsur ekstrinsik di dalam cerpen. 

Unsur ekstrinsik cerpen biasanya berkaitan dengan latar belakang masyarakat dan hal-hal yang berhubungan dengan hal tersebut, seperti yang ada berikut ini. 

1. Latar Belakang Masyarakat

Setiap masyarakat memiliki budaya dan kebiasaan yang berbeda sehingga jalan cerita suatu karangan dipengaruhi oleh latar belakang masyarakat. Misalnya saja, lingkungan di mana penulis tinggal akan berpengaruh terhadap kisah dalam cerpen.

2. Biografi Pengarang

Selain latar belakang masyarakat, unsur ekstrinsik lain yang turut berpengaruh terhadap alur cerita cerpen adalah biografi pengarang. Beberapa faktor tersebut antara lain agama, kondisi psikologis pengarang, hingga riwayat pendidikannya.

3. Nilai-nilai yang Terkandung dalam Cerpen

Dalam pengertian cerpen, sudah disebutkan bahwa kisah dalam cerpen mengandung nilai-nilai moral. Berbagai jenis nilai yang biasanya dijumpai dalam cerpen, antara lain nilai agama, nilai sosial, nilai budaya, dan lain sebagainya.

Dengan memahami apa saja yang termasuk unsur ekstrinsik, maka kita tahu apa saja yang bisa memengaruhi jalan cerita di dalam cerpen. Unsur ekstrinsik ini juga membantu kita untuk lebih memahami pemikiran tokoh dan permasalahannya. 

Jenis-jenis Cerpen yang Bervariasi

Meskipun namanya cerpen atau cerita pendek, bukan berarti semua karangan ini bersifat singkat atau ringkas. Dalam beberapa kondisi, cerita juga bisa dibuat lebih panjang, tergantung dengan jenis cerpen yang dipilih. 

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak bersama beberapa jenis cerpen, mulai dari cerpen pendek, cerpen sedang hingga cerpen panjang. 

1. Cerpen Pendek

Dalam pengertian cerpen, penulisan katanya tidak boleh lebih dari 10 ribu kata. Justru, jenis cerpen ini memiliki tulisan yang lebih ringkas karena jumlah katanya hanya sekitar 600 kata saja. 

Karangan ini dibuat lebih singkat, padat, efektif namun tetap memiliki kisah yang menarik. Bagian pemuka hanya terdiri dari 1 atau 2 paragraf, kemudian langsung masuk ke bagian konflik inti dan penyelesaian. 

2. Cerpen Sedang

Berbeda dengan jenis cerpen pertama, cerpen sedang biasanya memiliki panjang kata sekitar 700 sampai 1.000 kata. Cerpen ini bisa kita jumpai di buku pelajaran sekolah yang dianggap lebih efektif.

Jumlah kata yang lebih banyak membuat bagian pembuka cerpen sedang juga lebih panjang. Penjabaran tokoh dan inti permasalahan menjadi lebih jelas dan detail jika dibandingkan dengan jenis cerpen pendek.

3. Cerpen Panjang

Cerpen panjang dianggap jenis yang lebih sesuai dengan pengertian cerpen sebelumnya karena memiliki panjang kata sekitar 1.000 lebih, bahkan mencapai 10.000 kata. 

Jenis cerpen ini memiliki ciri umum berupa penuturan yang lebih santai dan lumayan panjang, khususnya di bagian pembukaan dan penutup. Cerita di dalam cerpen panjang lebih mendetail dibandingkan jenis cerpen lainnya.

Tidak mudah memang membuat karangan cerpen, tapi pembahasan di atas bisa menjadi petunjuk untuk membuat cerpen yang baik dan benar. Mulai dari pengertian cerpen hingga jenis cerpen yang bisa kamu pilih sebelum penulisan.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah