Contoh Cerpen beserta Sinopsis dan Strukturnya Lengkap
Apakah kamu sudah tahu struktur penulisan cerpen? Simak informasinya beserta contoh cerpen yang dilengkapi sinopsisnya berikut ini.
Contoh Cerpen beserta Sinopsis dan Strukturnya Lengkap – Cerita pendek atau cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang bisa menjadi hiburan dan pengisi waktu luang.
Apakah kamu sedang mencari contoh cerpen yang dilengkapi dengan sinopsisnya?
Dalam artikel ini, Mamikos akan membahas tentang contoh cerpen beserta sinopsis dan strukturnya yang dapat kamu pelajari. Yuk, simak! 📖😊✨
Daftar Isi
Pengertian Cerpen

Suatu cerpen merupakan prosa fiksi yang bercerita tentang kejadian tokoh utama.
Cerpen bisa dibuat secara kreatif sesuai imajinasi penulis ataupun disesuaikan dengan kenyataan yang ada di sekitar.
Cerpen menyuguhkan cerita secara cermat dan jelas menggunakan bahasa singkat.
Pada cerpen, kamu tidak akan mendapati banyak tokoh karena ceritanya fokus pada satu aspek saja. Apalagi terdapat batasan kata pada cerpen yang kurang dari 10 ribu.
Penulisan cerpen pun perlu memperhatikan kaidah dan struktur yang berlaku.
Pada artikel berikut, Mamikos akan memberikan contoh-contoh cerpen beserta sinopsis dan struktur penulisannya untuk kamu jadikan referensi.
Struktur Penulisan Cerpen
Suatu cerpen mempunyai struktur membuat cerpen sebagai berikut:
- Abstrak, yaitu bagian yang menggambarkan seluruh isi cerita. Namun, bagian abstrak pada cerpen bersifat opsional, sehingga bisa disertakan ataupun tidak.
- Orientasi, yaitu bagian pengenalan cerita dengan menunjukkan tokoh dalam cerpen ataupun masalah yang dialami tokoh.
- Komplikasi atau puncak konflik, yaitu bagian yang bercerita tentang masalah tokoh utama. Bagian komplikasi dapat ditulis secara dramatis untuk membuat pembaca penasaran dan tegang.
- Evaluasi, yaitu bagian yang menyatakan komentar penulis terkait peristiwa puncak yang diceritakan dalam bentuk penggambaran langsung ataupun diwakili tokoh lain.
- Resolusi, yaitu bagian penyelesaian akhir dari keseluruhan bagian cerita pendek. Pada bagian ini pula ketegangan yang dirasakan pembaca akan mereda dan hanya tersisa masalah-masalah kecil.
- Koda, yaitu bagian simpulan hal-hal yang dirasakan sang tokoh
Ciri-ciri Cerpen
Cerpen memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari jenis karya sastra lain seperti novel atau roman. Berikut beberapa ciri-ciri utama cerpen:
- Cerita singkat dan padat – Cerpen biasanya dapat dibaca dalam sekali duduk karena panjangnya hanya sekitar 500–5.000 kata.
- Hanya memiliki satu alur (alur tunggal) – Fokus pada satu peristiwa utama tanpa banyak konflik tambahan.
- Jumlah tokoh terbatas – Umumnya hanya menampilkan satu tokoh utama dan beberapa tokoh pendukung.
- Latar waktu dan tempat terbatas – Cerpen tidak berpindah-pindah latar secara kompleks seperti novel.
- Mengandung pesan moral atau amanat – Setiap cerpen memiliki nilai kehidupan yang ingin disampaikan kepada pembaca.
- Memberikan kesan tunggal – Cerpen berusaha membangun satu suasana atau perasaan dominan (sedih, bahagia, haru, lucu, dan sebagainya).
Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen
Agar dapat memahami isi cerita dengan baik, pembaca perlu mengenali unsur-unsur pembangun cerpen, yang dibagi menjadi dua: intrinsik dan ekstrinsik.
Unsur Intrinsik Cerpen
Unsur intrinsik adalah hal-hal yang membangun cerita dari dalam karya sastra itu sendiri. Unsur ini meliputi:
- Tema: ide pokok yang menjadi dasar cerita.
- Tokoh dan Penokohan: pelaku cerita serta penggambaran wataknya.
- Alur (Plot): urutan peristiwa dari awal sampai akhir.
- Latar (Setting): tempat, waktu, dan suasana terjadinya cerita.
- Amanat: pesan moral yang ingin disampaikan penulis.
- Sudut Pandang: posisi atau cara pandang pengarang dalam menyajikan cerita.
- Gaya Bahasa: pilihan kata dan majas yang digunakan untuk memperkuat emosi cerita.
Unsur Ekstrinsik Cerpen
Sementara itu, unsur ekstrinsik merupakan hal-hal di luar teks cerpen yang ikut memengaruhi isi dan maknanya, seperti:
- Latar belakang pengarang (pendidikan, pengalaman, pandangan hidup).
- Kondisi sosial masyarakat ketika cerpen ditulis.
- Nilai-nilai yang terkandung dalam cerita, seperti nilai moral, budaya, dan agama.
Contoh Cerpen beserta Sinopsis
Judul: Menjadi Nelayan
Orientasi
Suasana pesisir pantai tampak lengang. Dari jendela rumah, aktivitas pedagang yang biasanya tumpah ruah di tepi pantai sedang tak tampak, hanya terlihat beberapa pedagang ikan yang membereskan terpal untuk tempat menggelar ikan hasil tangkapan.
Sudah belasan tahun aku hidup di pesisir, mengamati aktivitas warga Kampung Kalongan yang tidak pernah surut. Namanya Kampung Kalongan.
Dijuluki begitu karena aktivitas warga, terutama para nelayan, dimulai malam hari, bak kalong atau kelelawar yang aktif di waktu malam.
Ketika pagi menjelang, iring-iringan kapal nelayan tradisional yang masih mengandalkan angin berebut menepi di pesisir disambut anak istri mereka yang siap menjual hasil tangkapan pada tengkulak atau pembeli yang jauh-jauh datang dari kota.
Berbeda dengan nelayan tradisional, nelayan dengan perahu bermotor dapat melaut kapan saja, asalkan cuaca mendukung. Sayangnya beberapa hari ini suasana tampak berbeda.
Gelombang sedang pasang. Tidak ada nelayan yang berani menantang maut, termasuk abah, sekalipun bulan ini ikan-ikan yang harganya melambung di pasaran sedang melimpah.
Abah memilih menyeruput kopi panas sambil mendengarkan lagu lawas dari radio tuanya yang sering dibawa melaut.
Komplikasi
“Abah, kalau besok gelombang tidak juga surut, bagaimana?” tanyaku. Abah melirik sebentar, kemudian menyeruput kembali kopi panasnya.
“Ya mau bagaimana lagi, seperti tidak tahu saja kalau banyak takdir Allah yang tidak bisa ditebak. Bisa jadi hari ini terus-menerus pasang, tapi siapa tau besok tiba-tiba surut. Kalaupun Allah belum memberikan kejutan besok, masih ada lusa, masih ada hari esok.” Jelas abah panjang lebar sambil membetulkan antena radio.
“Bukan begitu, Abah. Maksud Hikam, bagaimana uang bulanan sekolah yang sudah ditagih sejak kemarin?”
Abah menarik napas dalam-dalam, “Tenanglah, Hikam. Berdoalah yang banyak. Mintalah keajaiban pada Allah. Terkadang, hal yang tidak terduga justru muncul di akhir pengharapan, saat kita benar-benar pasrah pada yang kuasa.” kemudian tersenyum. Meneduhkan. Dalam hati aku mengiyakan kata-kata abah.
Aku kembali menatap ke arah laut yang gelombangnya semakin lama semakin tinggi. Tak mungkin aku memaksa abah untuk melaut, apalagi menggantikan beliau.
Tubuh jangkungku akan langsung dihempas ombak, seperti Anom, sahabatku yang nekat melaut hanya karena ingin membeli mobil radio kontrol dengan uangnya sendiri.
Ia tidak mengindahkan larangan abahnya dan malah nekat melaut diam-diam.
Untunglah ketika perahunya terbalik dihempas gelombang, ada nelayan lain yang melintas dan langsung menolongnya sehingga Anom bisa selamat.
Aku tidak seberani Anom. Jangankan sampai ke laut, menyentuh perahu abah saja rasanya sudah berdebar-debar.
Dari kejauhan, terlihat jelas ombak yang meninggi tetap berkejar-kejaran dengan irama tak beraturan, sedangkan matahari tampaknya akan membiarkan sang ombak berkejar-kejaran dalam kegelapan.
Matahari memilih kembali ke tempat peraduannya. Pemandangan langit di pantai Sabtu sore ini indah dan romantis, kontras dengan gelombang laut yang semakin beringas.
Barangkali benar kata abah, sebaiknya malam ini banyak-banyak berdoa pada Allah dan segera tidur. Masih ada hari Minggu. Semoga Allah memberikan keajaibanNya agar abah bisa melaut.
Halaman:

