Advertisement
Source : unsplash.com/@fig_newton

Contoh Cerpen beserta Sinopsis dan Strukturnya Lengkap

Apakah kamu sudah tahu struktur penulisan cerpen? Simak informasinya beserta contoh cerpen yang dilengkapi sinopsisnya berikut ini.

9 Oktober 2025 Lailla

Koda

Sejak kejadian pagi tadi, aku dan abah belum bertegur sapa. Sepertinya abah kecewa padaku.

Sudah beberapa kali aku mengungkapkan pada beliau bahwa aku ingin meneruskan pekerjaannya.

Aku belum mengatakan alasan yang sebenarnya. Tapi sore ini aku harus memberanikan diri untuk bicara pada abah, apapun yang terjadi.

“Abah” ujarku pelan sambil menaruh kopi panas di samping abah. Beliau sibuk memutar-mutar antena radio.

“Katakan saja, abah akan mendengarnya.” Abah seakan mengerti kegundahanku.

“Abah, bukankah kalau kita hidup, tidak boleh sekadar hidup?” tanyaku mengawali pembicaraan. Abah mengangguk.

Beliau yang menyampaikan nilai-nilai kehidupan padaku, bahwa kehidupan yang sekali ini harus memberi manfaat, “Hikam merasa akan lebih bermanfaat jika seperti abah, menjadi nelayan.” aku tertunduk.

“Dapatkah Kau jelaskan alasan keinginanmu itu, Hikam?” tanya abah lirih. Aku menatap ke arah jendela. Bang Togar masih sibuk mengurus ikan-ikannya.

Ketika salah satu perahunya datang, perahu yang lain menyusul. Perahu-perahu tersebut tidak pernah kekurangan muatan.

Bahkan, terkadang hampir oleng karena ikan hasil tangkapannya nyaris meloncat keluar perahu.

Pantaslah bang Togar dijuluki juragan ikan, “Kau ingin seperti bang Togar? Siang malam mengurus ikan, menumpuk-numpuk kekayaan, meminjamkannya pada penduduk sekitar dan meminta bunga yang tinggi?”

Aku menggeleng kuat, “Tidak, Abah. Hikam kasihan pada laut kita. Laut yang menjadi sumber penghidupan kita, laut yang membesarkan Hikam.”

Abah tersenyum simpul, “Beberapa hari ini, guru agama Hikam memberikan pelajaran penting. Manusia semakin serakah. Tidak hanya daratan yang dirusak, lautan pun ikut dirusak.”

Aku kembali mengarahkan pandangan ke arah jendela, memandangi bang Togar dan anak buahnya yang sedari tadi tak kunjung selesai mengangkut ikan.

Beberapa bahkan tampak terlihat memanggul terumbu karang, “Kata guru agama Hikam, ada sebuah ayat yang menceritakan kerusakan lautan.” ujarku sambil menirukan nada bicara guru agama.

“Sejak kecil Hikam tinggal di pesisir, dibesarkan abah disini, dengan laut kita.” aku melirik ke arah abah yang masih mendengarkan ceritaku dengan saksama.

“Abah, Hikam merasa punya tanggung jawab untuk menjaga laut kita. Kalau Hikam jadi pegawai pemerintah, Hikam akan tinggal di kota. Lantas, siapa yang akan peduli pada keadaan pantai dan laut yang menghidupi Hikam belasan tahun lamanya? Hikam tidak iri dengan bang Togar, Abah. Tapi abah bisa melihat betapa bang Togar menghalalkan segala cara untuk memperbesar usahanya, termasuk merugikan lautan. Mungkin saat ini hanya bang Togar dan anak buahnya yang merusak, tapi nanti ketika orang-orang semakin terdesak karena kebutuhannya yang semakin banyak, akan ada bang Togar lain yang lahir, dan Hikam takut, tidak ada yang dapat menghentikan mereka. Semua sibuk memenuhi kebutuhan pribadinya masing-masing. Mereka akan lupa dengan laut yang juga ingin dijaga.”

Abah terdiam, “Apakah tekadmu sudah bulat, Hikam? Kau tidak akan menyesal, harus bergulat dengan dinginnya angin laut yang menusuk tulang, ganasnya ombak di laut lepas, dan berbagai macam hal tidak terduga lainnya?” tanya abah meyakinkan.

“Insya Allah tidak, Abah. Hikam akan berusaha menjadi manusia yang bermanfaat dengan cara ini. Hikam akan belajar lebih giat lagi untuk membawa pengetahuan baru bagi warga pesisir Kalongan. Semoga dengan pilihan Hikam meneruskan pekerjaan abah, tidak ada bang Togar lain di kampung ini.”

Abah memelukku erat, “Abah bangga padamu, Hikam.”

“Abah, maaf kalau Hikam membuat abah kecewa.” aku menatap abah dalam-dalam, “Tidak semua air harus menjadi hujan, kan, Abah? Ada yang langsung dimanfaatkan, ada yang terserap ke tanah, ada pula yang terbuang. Barangkali Hikam tidak menjadi hujan, seperti kebanyakan, tapi Hikam akan berusaha seperti air yang dapat langsung dimanfaatkan. Bukan air yang terbuang.”

“Selamat memperjuangkan laut kita, Hikam. Berlayarlah. Abah mengijinkanmu,” abah menutup pembicaraan sambil menyerahkan radio tuanya, “Untuk teman melaut.”

“Hikam siap berlayar siang-malam, Abah!” ujarku menirukan gerakan hormat.

Dan sore itu suasana menjadi syahdu. Tekadku semakin kuat untuk belajar lebih giat.

Ada perahu-perahu yang hanya mengandalkan lautan untuk mencari rezeki, tapi ada hal yang lebih penting: ada masa depan lautan yang harus diperjuangkan.

Sinopsis:

3 Contoh Cerpen Singkat dan Menarik Berbagai Topik Beserta Strukturnya

Menjadi Nelayan merupakan cerpen yang bercerita tentang Hikam, anak nelayan yang ingin meneruskan pekerjaan abahnya sebagai nelayan pula.

Hikam dan abahnya mengalami masalah ekonomi, apalagi saat itu laut sedang tidak baik-baik saja. Namun, kondisi segera membaik dan abah bisa melaut.

Abah selalu berusaha menyekolahkan Hikam agar bisa menjadi PNS dan tidak berakhir sebagai nelayan.

Namun, Hikam menolaknya dan membuktikan bahwa ia benar-benar serius bertekad jadi nelayan.

Tujuan Hikam baik, yaitu untuk menjaga agar lautnya tetap lestari dan ia ingin menjadi orang yang bermanfaat sebagai nelayan.

Penutup

Demikian informasi terkait contoh cerpen beserta sinopsis dan strukturnya lengkap yang bisa kamu jadikan acuan saat menulis cerpen.

Masih ada contoh-contoh cerpen singkat menarik untuk dijadikan ide penulisan.

Jangan lupa memerhatikan struktur penulisan cerpen agar hasil cerpen buatanmu bagus dan layak dibaca.

Selain itu, kamu bisa melakukan riset sebelum menulis cerpen karena cerita yang menarik tetap perlu mempertimbangkan aspek logis.

Jika kamu ingin menguji pemahamanmu tentang cerpen, kamu juga bisa mengerjakan contoh soal tentang cerpen di blog Mamikos, ya!

Dapatkan informasi dan artikel lain terkait cerpen di blog Mamikos. Selain itu, ada pula artikel hiburan tentang film, mata pelajaran, perkuliahan, dan kehidupan anak kost.

Contoh Cerpen Kehidupan Remaja di Daerah beserta Strukturnya dalam Bahasa Indonesia

Halaman:

Advertisement