15 Contoh Kalimat Tulisan Aksara Jawa beserta Artinya dalam Kehidupan Sehari-hari
Jika kamu ingin mencari contoh kalimat yang ditulis dengan menggunakan aksara Jawa, kamu dapat menemukan contohnya pada artikel berikut.
Terjemahan
Anton tuku beras rong kilo.
Aku mentas mangan sega pecel.
Aku duwe truwelu kabehe telu.
Saben esuk Toni sarapan susu lan roti.
Supaya pinter kudu sregep sinau.
Aja lali karo kancane.
Sregep maca bisa gawe pinter.
Ibu masak ing pawon.
Bapak budhal menyang kantor jawa wolu esuk.
Sepedhaku bocor merga kena paku.
Saben esuk bapak mesthi nyerbeti sepedhah.
Klapane entek merga dipangan kwangwung.
Adhiku paling seneng mangan bakso.
Awan kaya ngene iki paling penak ngombe es
Esuk sarapan bubur ayam pancen enak tenanan.
10 Contoh Kalimat Aksara Jawa dalam Kehidupan Sehari-hari
1. ꧋ꦄꦏꦸꦧꦼꦮꦺꦴꦂꦱꦼꦏꦺꦴꦭꦃꦱꦧꦼꦤ꧀ꦄꦼꦱꦸꦏ꧉
Terjemahan:
Aku sekolah setiap pagi.
2. ꧋ꦄꦢꦶꦏꦸꦱꦼꦢꦁꦩꦕꦧꦸꦏꦸ꧉
Terjemahan:
Adikku sedang membaca buku
3. ꧋ꦄꦪꦃꦱꦼꦢꦁꦩꦼꦤꦤꦩ꧀ꦥꦝꦶ꧉
Terjemahan:
Ayah sedang menanam padi.
4. ꧋ꦆꦧꦸꦱꦼꦢꦁꦩꦱꦏ꧀ꦆꦁꦥꦮꦺꦴꦤ꧉
Terjemahan:
Ibu sedang memasak di dapur.
5. ꧋ꦄꦏꦸꦩꦔꦤ꧀ꦗꦸꦗꦸꦂꦩꦤꦶꦁꦧꦺꦱ꧀꧉
Terjemahan:
Aku minum jus mangga.
6. ꧋ꦠꦺꦴꦤꦶꦱꦼꦢꦁꦢꦺꦴꦭꦤꦤ꧀ꦱꦼꦥꦼꦢꦃ꧉
Terjemahan:
Toni sedang bermain sepeda.
7. ꧋ꦏꦿꦼꦴꦤꦺꦴꦱꦼꦢꦁꦤꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦭꦺꦮꦶꦱꦶ꧉
Terjemahan:
Krono sedang menonton televisi.
8. ꧋ꦄꦏꦸꦱꦼꦢꦁꦩꦼꦝꦺꦴꦏꦁ꧀ꦥꦶꦠꦸ꧉
Terjemahan:
Aku sedang menutup pintu.
9. ꧋ꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦠꦼꦴꦤ꧀ꦝꦼꦭꦼꦴꦏ꧀ꦒꦸꦫꦸ꧉
Terjemahan:
Kono sedang melihat guru.
10. ꧋ꦄꦏꦸꦱꦼꦢꦁꦧꦼꦭꦗꦂꦄꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ꧉
Terjemahan:
Aku sedang belajar aksara Jawa.
Demikianlah contoh kalimat tulisan aksara Jawa beserta artinya dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga artikel contoh kalimat tulisan aksara Jawa ini dapat membuatmu lebih mengenal aksara Jawa.
FAQ
Aksara jawa digunakan untuk menulis bahasa Jawa, bahasa Sunda, hingga bahasa historis seperti Sansekerta dan Kawi.
Dalam menulis aksara Jawa, tidak digunakan spasi antarkatanya.
Menurut catatan sejarah populer, tokoh yang menciptakan aksara Jawa adalah Aji Saka.
Aksara Jawa ditulis dari kiri ke kanan.
Aksara Jawa pertama kali digunakan pada era kerajaan Majapahit atau sekitar abad ke-17 Masehi. Kemudian, aksara Jawa mulai dibukukan pada abad ke-19.
Halaman:
