Advertisement
Source : Getty Images/Oleksandr Bushko

Contoh Kalimat yang Mengandung Peribahasa dan Artinya

Salah satu jenis ilmu bahasa Indonesia yang penting untuk kamu ketahui adalah ilmu peribahasa. Simak penjelasan lengkap beserta contohnya di bawah ini.

31 Maret 2024 Ikki Riskiana

Jenis-jenis Peribahasa

Bagi kamu yang juga sedang mempelajari dunia cerita fiksi dan berencana menjadi salah satu penulis cerita fiksi, kamu bisa mulai dengan mempelajari ilmu peribahasa.

Peribahasa sendiri memiliki beberapa jenis diantaranya:

  • Peribahasa pepatah
  • Peribahasa ungkapan
  • Peribahasa bidal atau pemeo
  • Peribahasa perumpamaan
  • Peribahasa tamsil atau ibarat
  • Peribahasa semboyan

Setelah memahami jenis-jenis peribahasa diatas, tentu kamu akan lebih mudah memilih jenis peribahasa.

Pemilihan jenis bahasa yang tepat penting untuk mengetahui konteks kalimat.

Kamu juga bisa mengambil inspirasi dari berbagai contoh kalimat yang mengandung peribahasa dalam berbagai media.

Hal itu bisa dijadikan sebagai acuan penggunaan. Tujuannya agar kamu lebih memahami cara menggunakan peribahasa yang tepat sesuai dengan konteks.

Daftar Contoh Peribahasa Indonesia Beserta Artinya Dari A-Z

Contoh Kalimat yang Mengandung Peribahasa 1

Untuk lebih memahami penggunaan peribahasa, berikut beberapa contoh kalimat yang mengandung peribahasa lengkap dengan maknanya.

  • Setelah ia bertemu dengan suaminya, Ia seperti kejatuhan bulan. Makna peribahasa seperti kejatuhan bulan: seseorang yang mendapatkan keberuntungan luar biasa.
  • Setiap diberi tugas oleh atasannya, pria itu selalu terlihat seperti kambing yang dimandikan. Makna peribahasa seperti kambing yang dimandikan: orang yang enggan mengerjakan suatu pekerjaan karena tidak disenangi.
  • Kehidupan wanita ini seperti lampu kekurangan minyak. Makna peribahasa seperti lampu kekurangan minyak: orang yang sedang mengalami kesulitan.
  • Bagai pinang dibelah dua, Kinan dan Kirana sangat sulit dibedakan. Makna peribahasa bagai pinang dibelah dua: kedua hal yang persis sama.
  • Setiap bertemu dengan orang baru, Minah bagai kucing dibawakan lidi. Makna peribahasa bagai kucing dibawakan lidi: orang yang sangat takut dengan sesuatu.
  • Seperti tong kosong nyaring bunyinya, Ia selalu mengatakan berbagai hal yang tidak bisa dibuktikan. Makna peribahasa tong kosong nyaring bunyinya: orang yang banyak bicara tapi miskin ilmu.
  • Bagai anak ayam kehilangan induk, Ia terlihat kacau sejak kepergian kekasihnya. Makna peribahasa bagai anak ayam kehilangan induk: kehilangan panutan dalam hidup.

Halaman:

Advertisement