Contoh Kata Konkret dalam Puisi yang Benar beserta Fungsinya

Contoh Kata Konkret dalam Puisi yang Benar beserta Fungsinya – Puisi merupakan salah satu bentuk dari karya sastra yang indah karena pemilihan diksi harus tepat dilakukan agar pesan sampai ke penikmatnya.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk bisa memahami isi dari puisi, yaitu dengan memperhatikan pilihan kata atau diksi yang digunakan.

Oleh karena itu, perlu untuk tahu bagaimana contoh kata konkret dalam puisi yang ada agar bisa mengidentifikasinya dengan baik dan tepat.

Apa Itu Kata Konkret

unsplash.com/@kellysikkema

Sebelum lebih lanjut dalam melakukan pembahasan untuk contoh kata konkret dalam puisi, pahami dulu apa arti dari kata konkret itu sendiri.

Secara umum, kata konkret merupakan pilihan dari kata yang digunakan untuk bisa mewakili dari beberapa makna sesuai dengan konteks yang dimilikinya. Beberapa diantaranya seperti makna fisik maupun makna wujud.

Lebih sederhana lagi, kata konkret digunakan dalam menggambarkan objek yang terlihat oleh mata dan bisa dirasakan panca indera. Contohnya seperti tumbuhan, manusia, hewan, dan lain sebagainya.

Sementara itu, jika merujuk pada KBBI, konkret sendiri berarti nyata dan benar-benar ada. Konkret memiliki arti berwujud, dapat dilihat, diraba, dan lain sebagainya.

Tidak jarang konkret digunakan agar bisa membantu untuk memunculkan imaji yang masih berhubungan dengan penggunaan lambang maupun kiasan.

Dalam konteks penggunaan dalam puisi, kata konkret berarti pemilihan diksi yang disesuaikan dengan makna yang dimiliki secara linguistik dari puisi tersebut.

Pemilihan diksi yang dilakukan harus sesuai agar pesan dalam puisi dapat tersampaikan dengan tepat sasaran.

Fungsi Kata Konkret dalam Puisi

Tidak hanya dengan melihat contoh kata konkret dalam puisi, kamu juga perlu memahami apa sebenarnya fungsi dari kata ini.

Sudah menjadi sebuah hal yang banyak diketahui bahwa pemilihan diksi dalam puisi sendiri merupakan tahapan paling penting.

Hal ini pula yang menjadi perbedaan antara puisi dan prosa untuk bisa diketahui dengan lebih mudah.

Setiap kata yang dipilih dan digunakan dalam teks puisi memegang peran yang penting. Oleh karena itu, tidak jarang penulis puisi bisa memakan waktu yang lama dalam membuat teks puisi yang indah.

Bahkan puisi yang sudah ditulis bisa saja untuk melewati tahapan perubahan dalam jangka waktu yang lama sehingga menjadi lebih sempurna.

Penggunaan kata konkret dalam teks puisi memiliki fungsi untuk bisa membangkitkan aspek imaji serta daya bayangan yang dimiliki oleh para penikmat puisi itu sendiri.

Maka dari itu, penting untuk teks puisi dibuat dengan lebih konkret agar dapat meninggalkan kesan yang baik bagi para pembacanya.

Membuat pembaca menjadi ikut merasakan, melihat, dan mendengar apa yang disampaikan dari penulis itu sendiri.

Tidak jarang pula diksi dipilih agar pembaca bisa memiliki keterlibatan secara penuh untuk batin saat membaca puisi tersebut.

Pemilihan Kata Konkret dalam Penulisan Puisi

Pada bagian sebelumnya sudah disinggung sedikit mengenai pentingnya peran diksi dalam penyusunan teks puisi.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara untuk memilih kata konkret yang digunakan dalam puisi dengan lebih tepat?

Hal pertama yang perlu untuk dilakukan, yaitu dengan memastikan bahwa diksi yang dipilih bisa membantu untuk memunculkan imaji.

Gunakan pula kata-kata yang bisa membantu untuk lebih menghayati isi dari pesan puisi yang dibaca.

Batasan yang bisa diambil untuk imajinasi ini bisa menggunakan susunan kata yang terdapat di dalam isi teks puisi.

Kamu juga bisa memanfaatkan bait yang ada dalam puisi sehingga memunculkan sifat imaji yang lebih mendalam dan menyeluruh.

Tidak luput pula, yaitu penggunaan objek agar keterkaitan dan imajinasi bisa terbentuk dengan baik. Kamu bisa memilih untuk menggunakan satu objek saja dalam proses penulisan puisi. 

Teks Puisi Hujan Bulan Juni

Salah satu teks yang akan digunakan untuk mencari contoh kata konkret dalam puisi yaitu berjudul Hujan Bulan Juni. Puisi satu ini merupakan hasil karya milik Sapardi Djoko Damono.

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon yang berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu

Penjelasan Kata Konkret dalam Puisi Hujan Bulan Juni

Bagian kali ini akan membahas mengenai contoh kata konkret dalam puisi dengan lebih mendalam.

Menemukan kata konkret akan didasarkan pada puisi berjudul Hujan Bulan Juni, karya Sapardi Djoko Damono di atas. Dalam puisi tersebut ditemukan sebanyak lima kata konkret yang akan dijelaskan berikut ini.

1. Hujan

Pertama dari contoh kata konkret dalam puisi di atas, yaitu ditemukan “hujan”. Dalam konteks ini, “hujan” menjadi perwakilan dengan makna, yaitu manusia yang sedang jatuh.

Pengambilan makna ini juga bisa untuk dihubungkan dengan pemilihan kata “tabah” yang terletak di bait pertama puisi.

Dalam puisi tersebut juga disebutkan bahwa hujan sangat tabah karena jatuh berkali-kali saat bulan Juni.

Menurut ilmu pengetahuan yang ada, bulan Juni masuk ke dalam musim kemarau dan bukan musim hujan. Sehingga hujan yang jatuh pada bulan itu memang tidak sesuai dengan waktu dan tempatnya.

2. Jalan

Kata konkret kedua yang ditemukan, yaitu “jalan”’ dan terletak di bagian baris terakhir dari bait kedua. “Jalan” sendiri bisa diberi makna sebagai sebuah jalan kehidupan.

Melihat bait yang ada, penggunaan “ragu” diartikan dengan adanya keraguan dalam menghadapi kehidupan yang sedang dijalani.

3. Pohon

Untuk contoh kata konkret dalam puisi ketiga kali ini ada “pohon”. Di sini dimaknai sebagai manusia yang memiliki keindahan meskipun diam saja.

“Pohon” pada puisi tersebut lebih mengarah terhadap rasa rindu dan keindahan yang dimiliki.

4. Akar

Pemilihan kata konkret keempat untuk puisi di atas, yaitu dengan “akar”. Seperti yang kamu ketahui bahwa letak dari akar pohon sendiri ada di bagian bawah. Tertutup dengan tanah dan tidak mudah untuk terlihat.

Dapat diartikan di sini bahwa “akar” yang digunakan lebih merujuk pada pikiran maupun perasaan jiwa sekaligus yang dimiliki. Bisa juga dimaknai dengan adanya tindakan yang dilakukan secara diam-diam.

5. Bunga

Kali ini terdapat contoh kata konkret dalam puisi, yaitu dengan “bunga”. Di sini, lebih mengarah terhadap perempuan. Bisa diambil kesimpulan bahwa penulis dari puisi ini merupakan seorang laki-laki.

Nah, itu tadi merupakan pembahasan mengenai contoh kata konkret dalam puisi yang bisa ditemukan dalam teks puisi Hujan Bulan Juni, karya Sapardi Djoko Damono.

Kamu bisa juga mencoba untuk berlatih dalam menemukan kata konkret yang ada di dalam teks puisi lain.

Tidak hanya menggunakan kata konkret, pemilihan diksi untuk puisi didasarkan dari banyak faktor agar bisa membentuk teks puisi yang terdengar indah saat dibaca.

Kamu bisa mencari penjelasan dan contoh untuk jenis kata lain melalui situs blog Mamikos.

FAQ

Apa itu kata konkret dalam puisi dan contohnya?

Kata konkret dalam puisi adalah kata yang mewakili wujud, fisik, nyata. Contohnya Meja, Buku, Mobil, Pena, Motor, Pesawat.

Langit apakah kata konkret?

Langit adalah salah satu contoh kata konkret.

Apakah bunga kata konkret?

Bunga adalah salah satu kata konkret.

Apakah awan termasuk kata konkret?

Awan adalah salah satu contoh kata konkret.

Apakah api termasuk kata konkret?

Ya, apai adalah salah satu contoh kata konkret.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta