Advertisement
Source : Canva/@Monkey Business Images

17 Contoh Kegiatan MPLS Anak SD yang Seru, Menarik, dan Edukatif

Membuat kegiatan MPLS untuk anak SD memang susah-susah gampang. Apalagi ini adalah kali pertama mereka bersekolah secara formal. Berikut adalah beberapa inspirasi yang bisa dilakukan!

25 Juni 2026 Lintang Filia

3. Melakukan Petualangan Bertema Harta Karun

Supaya kegiatan pengenalan sekolah tidak terasa membosankan, kegiatan bisa dikemas seperti dengan eksplorasi lingkungan sekolah dalam bentuk permainan petualangan.

Anak-anak dibagi ke dalam kelompok kecil, lalu dibekali peta sederhana untuk mencari “harta karun” yang tersebar di berbagai titik sekolah.

Sambil menyusuri lorong, halaman, dan ruang-ruang tertentu, mereka akan belajar mengenali tempat baru tanpa merasa sedang dipaksa.

10 Contoh Kegiatan MPLS yang Menarik untuk Sekolah PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK

4. Kartu Nama Teman Sebangku

Selain mengenal lingkungan fisik sekolah, anak-anak juga harus berkenalan dengan teman-teman mereka, lho. Supaya anak-anak lebih cepat akrab, contoh kegiatan MPLS anak SD yang bisa dicoba adalah membuat kartu nama untuk teman sebangku.

Mereka diharuskan saling bertanya nama, hobi, atau makanan favorit, lalu menuliskannya di kertas kecil dan dihias sesuka hati. Tujuannya bukan hanya membantu mereka saling mengenal, tapi juga melatih keberanian untuk memulai percakapan antarteman.

5. Cerita Bergilir di Kelas

Daripada langsung dikenalkan dengan aturan-aturan sekolah yang kaku, anak-anak bisa diajak bermain lewat cerita sambung.

Mereka bisa diminta untuk duduk melingkar, lalu mulai dari satu kalimat sederhana—misalnya “tiba-tiba ada kucing datang ke kelas”—dan tiap anak bergiliran menambahkan ceritanya.

Nah, tanpa sadar, mereka belajar mendengar, berpikir cepat, dan menghargai ide teman. Bonusnya, suasana kelas bisa menjadi lebih cair dan menyenangkan.

6. Panggung Mini untuk Perkenalan Diri

Tidak semua anak akan nyaman berbicara di depan umum, tetapi kalau caranya dibuat menyenangkan, tentu saja mereka biasanya lebih berani.

Salah satu caranya adalah memberi ruang untuk memperkenalkan diri lewat gaya masing-masing. Ada yang mungkin ingin menyanyi, menunjukkan gambar buatannya, atau sekadar cerita soal mainan favorit. Lewat cara ini, guru juga bisa mulai melihat keunikan karakter setiap anak tanpa tekanan.

7. Tur Sekolah Bersama Kakak Kelas

Contoh kegiatan MPLS anak SD selanjutnya yang bisa dicoba adalah dengan melibatkan kakak kelas sebagai pemandu.

Mereka bisa mengajak adik-adik keliling ke ruang-ruang penting sambil berbagi cerita—yang kadang lebih jujur dan lucu dari versi guru. Kegiatan ini bukan cuma soal mengenalkan fasilitas, tapi juga dapat membangun hubungan antar jenjang yang lebih hangat dan menyenangkan.

8. Menanam Pohon Harapan

Di salah satu sudut kelas, sediakan kertas berbentuk daun atau bintang, lalu minta anak-anak menuliskan harapan mereka untuk tahun ini. Entah itu ingin punya sahabat, bisa membaca lebih lancar, atau nggak telat bangun pagi lagi.

Selanjutnya, semua harapan itu lalu digantung di papan khusus atau ditempel di dinding berbentuk pohon. Meskipun kegiatan ini sederhana, tapi bisa jadi pengingat bahwa setiap anak datang dengan harapan dan semangatnya sendiri.

9. Dongeng ala Ibu Bapak Guru

Begitu bel istirahat kedua selesai dan energi anak-anak mulai menurun, inilah waktu yang pas buat duduk tenang sambil mendengarkan cerita.

Guru bisa mengambil posisi di depan kelas, membawa buku dongeng seperti fabel, cerita rakyat, atau cukup bercerita langsung dari ingatan. Tokohnya bisa seekor kelinci pemberani atau anak kecil yang takut hari pertama sekolah.

10. Bermain Permainan Tradisional

Alih-alih langsung sibuk dengan buku dan bangku, kenapa tidak mengajak anak-anak ke lapangan dan biarkan mereka bermain bebas?

Namun, permainan yang dipilih bisa berupa permainan tradisional yang sudah jarang disentuh, seperti engklek, bentengan, gobak sodor, atau ular naga panjang. Bisa juga menggunakan berbagai tembang dolanan yang seru.

Aturan sederhana dan alat seadanya justru bikin permainan ini lebih seru, lho. Di sini, anak-anak belajar banyak hal tanpa disadari. Misalnya bagaimana bekerja sama, menunggu giliran, dan menerima kekalahan.

Halaman:

Advertisement