Advertisement

7 Contoh Kelemahan Diri Yang Positif, Tanpa Menjatuhkan Diri Sendiri

Menilai kelemahan diri sendiri termasuk hal yang sulit untuk dilakukan. Seringkali kelemahan menjadi batasan orang untuk bekerja. Itulah sebabnya, kamu harus mengenal kelemahanmu dengan baik agar bisa menjawab pertanyaan wawancara kerja dengan tepat.

1 Januari 2024 Weni Y

7 Contoh Kelemahan Diri Yang Positif, Tanpa Menjatuhkan Diri Sendiri – Setiap orang, baik perempuan maupun laki-laki, semua memiliki kekuatan atau kelemahan dalam dirinya. Hal tersebut juga sudah dipahami oleh masing-masing pribadi.

Namun, tidak semua orang bisa menyebutkan kekuatan atau kelebihan dalam dirinya ketika ditanya, terutama kelemahan yang dimiliki.

Sebagian besar orang cenderung menunjukan kekuatannya, tapi jarang mengakui kelemahannya. 

Contoh Kelemahan Diri Yang Positif

Contoh Kelemahan Diri Yang Positif

Berapa poin kelemahan dalam dirimu yang dapat kamu sebutkan? Apakah lebih dari 10? Jangan berpikir bahwa semakin banyak kelemahan, semakin tidak berguna juga orang tersebut. Ingat, masih ada kekuatan atau kelebihan yang dimilikinya.

Hanya saja, hal tersebut tidak disadari. Selain itu, kelemahan dalam diri seseorang justru bisa menjadi kelebihan baginya. Itu semua tergantung pada pekerjaan yang dilakukannya. 

Sepanjang perjalanan hidup seseorang, mempertanyakan kelemahan dalam dirinya mungkin baru terjadi saat menghadapi wawancara kerja.

Sebuah perusahaan atau tempat kerja merasa perlu mengetahui kelemahan seseorang sebagai bahan pertimbanagan layak atau tidak seseorang itu diterima bekerja. 

Saat diminta untuk menceritakan kelemahannya, berkatalah dengan jujur. Gunakanlah kata-kata yang tepat untuk menyampaikannya.

Awali dengan menyebut kelemahan lalu diikuti penjelasan bahwa kamu telah memiliki cara untuk mengatasi kelemahan tersebut. 

Berikut ini ada 7 contoh kelemahan diri yang positif beserta penjelasannya. Kamu bisa mengetahui manfaat di balik sifat atau karakter yang kamu anggap lemah. Dengan begitu, kamu tidak perlu pesimis dan menjatuhkan diri. 

18 Soft Skill yang Akan Membantumu di Dunia Kerja

1. Workaholic

Workaholic adalah sebutan yang diberikan untuk orang-orang yang lebih mementingkan pekerjaan dan mengabaikan aspek kehidupan lainnya. Workaholic sering disebut juga “gila kerja”.

Namun, saat ini penyebutan “workaholic” lebih sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang pekerja keras. Padahal keduanya adalah hal yang berbeda.

Seorang workaholic lebih mementingkan pekerjaan karena ia ingin mengalihkan perhatian dari hal yang lain. Bisa dikatakan pekerjaan adalah bentuk pelarian.

Orang yang workaholic tidak hanya mengerjakan sesuatu karena mereka suka tapi karena mereka membutuhkan kesibukan. 

pixabay.com

Workaholic merupakan salah satu contoh kelemahan diri yang positif jika dilihat dari sisi yang positif juga.

Orang yang mementingkan pekerjaannya pasti mencurahkan segala kemampuan dan perhatiannya kepada pekerjaan.

Dengan begitu, pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan membuahkan hasil yang maksimal.

Oleh sebab itu, jadilah workaholic yang positif, dimana pekerjaan menjadi prioritas, tapi kehidupan yang lainnya juga seimbang. 

Halaman:

Advertisement