40 Contoh Kesepakatan Kelas dan Konsekuensinya yang Bisa Jadi Referensi
Supaya kegiatan belajar mengajar di kelas bisa berlangsung kondusif, biasanya di awal pertemuan antara siswa dan guru dilakukan kesepakatan kelas dan konsekuensinya. Kalau kamu ingin tahu seperti apa contohnya, silakan temukan referensinya di sini!
Contoh Kesepakatan Kelas untuk Melatih Siswa Tertib
- Siswa tidak gaduh saat sedang jam kosong atau saat guru sedang berhalangan hadir karena alasan yang masuk akal.
- Siswa tidak melakukan aktivitas di luar kelas saat jam pelajaran berlangsung.
- Siswa hanya menggunakan gadget saat diijinkan oleh guru.
- Siswa tidak boleh meninggalkan kelas sebelum jam pelajaran selesai, kecuali alasan yang masuk akal.
- Siswa senantiasa berpartisipasi aktif dalam kegiatan diskusi kelompok dan tetap tertib selama diskusi berlangsung.
- Siswa wajib mengenakan seragam yang telah ditentukan secara rapi dan lengkap.
- Siswa dapat saling membantu teman dalam memahami materi dengan cara yang jujur.
- Siswa memulai dan mengakhiri kegiatan belajar dan mengajar dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan.
- Siswa dapat membiasakan diri untuk hidup yang tertib atau bisa mengantri saat akan masuk maupun keluar meninggalkan kelas.
- Siswa bisa menerapkan kebiasaan baik siswa selama berada di lingkungan sekolah dan saat berinteraksi dengan seluruh warga sekolah.
Pengertian Konsekuensi Kelas
Konsekuensi kelas merupakan tindakan atau respons yang diberikan kepada seorang siswa yang melakukan pelanggaran kesepakatan yang telah ditentukan. Berbeda dengan hukuman, konsekuensi mempunyai pendekatan yang lebih mendidikan dan sehat.
Contoh Konsekuensi untuk Pelanggaran Kedisiplinan
- Siswa yang datang terlambat akan mengganti waktu yang hilang dengan tetap berada di dalam kelas saat jam istirahat untuk menyelesaikan materi yang diberikan guru.
- Siswa yang terlambat masuk ke dalam kelas membantu guru membantu guru merapikan alat peraga untuk sesi pembelajaran selanjutnya.
- Siswa yang terlambat menyelesaikan tugas akan mengikuti sesi diskusi untuk membuatnya lebih paham tentang materi tersebut.
- Siswa yang meninggalkan kelas tanpa ijin akan diminta untuk memberikan ringkasan materi pelajaran yang ditinggalkan kepada kelompok.
- Siswa yang tidak membawa alat tulis lengkap diminta untuk mengisi checklist perlengkapan bawaan untuk hari selanjutnya pada buku agenda.
- Siswa yang mengerjakan tugas secara asal-asalan diminta mengulang pekerjaannya sampai sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
- Siswa yang tidak mengerjakan PR diminta untuk mengerjakan PR-nya di waktu istirahat.
- Siswa yang sering lupa jadwal diminta membuat pengingat visual jadwal harian di meja belajar.
- Siswa yang menyerobot antrian diminta mengambil posisi paling belakang dalam antrian kelas.
Contoh Konsekuensi untuk Pelanggaran Kesopanan
- Siswa yang kedapatan bicara dengan bahasa yang kasar diminta untuk menyusun ulang kalimat yang diucapkan dengan menggunakan bahasa yang lebih positif dan santun.
- Siswa yang memotong pembicaraan diminta untuk menunggu teman menyampaikan pendapatnya terlebih dahulu.
- Siswa yang tidak menyapa guru atau teman, konsekuensinya harus menyapa guru atau teman saat masuk/keluar ruangan sebagai bentuk latihan.
- Siswa yang menunjukkan sikap tubuh yang tidak sopan diminta untuk menghargai orang yang sekitarnya.
- Siswa yang kedapatan memanggil nama guru atau teman dengan julukan negatif diminta untuk menyebutkan kelebihan dari guru atau teman sebagai pengganti julukan yang disebutnya.
- Siswa yang mengabaikan guru diminta untuk mencatat tiga poin penting yang disampaikan guru.
- Siswa yang keluar meninggalkan kelas tanpa izin diminta untuk meminta maaf kepada guru.
- Siswa yang bicara terlalu keras diminta untuk mengatur intonasi supaya tidak mengulangi perbuatannya.
- Siswa yang kedapatan menggunakan bahasa tubuh yang menghina diminta untuk menuliskan alasan mengapa bahasa tubuh yang dilakukan tidak pantas dilakukan pada buku refleksi.
- Siswa yang kedapatan tidak mengucapkan terima kasih diminta untuk meminta maaf dan menyampaikan apresiasi dengan tulus kepada pihak yang bersangkutan.
Contoh Konsekuensi untuk Pelanggaran Empati
- Siswa yang kedapatan menertawakan teman yang mendapat musibah diminta untuk menuliskan surat refleksi dari sudut pandang teman yang ditertawakan.
- Siswa yang kedapatan mengabaikan cerita teman diminta untuk mendengarkan teman bercerita kembali selama kurang lebih 5 menit tanpa memotong pembicaraan.
- Siswa yang kedapatan menyakiti teman diminta untuk menjabarkan tindakannya terhadap perasaan korban.
- Siswa yang tidak peduli dengan musibah yang dialami teman diminta untuk melakukan kebaikan selama tiga hari tanpa diketahui teman yang diabaikan.
- Siswa yang memberikan kata-kata sarkas terhadap nasib kurang baik yang dialami oleh teman diminta untuk diam sejenak dan bertanya kepada diri sendiri, “Apakah ini perlu?”
- Siswa yang kedapatan tidak peduli dengan kebersihan kelas diminta untuk mencatat 3 hal positif yang dilakukan teman.
- Siswa yang kedapatan melakukan ejekan fisik kepada teman diminta untuk menjadi tutor sebaya bagi teman yang diejek.
- Siswa yang kedapatan menimbulkan perpecahan kelompok diminta untuk meminta maaf dan menyatukan kembali kelompok yang dipecah-belah.
- Siswa yang kedapatan melakukan pembullyan secara fisik maupun verbal akan diminta untuk meminta maaf dan memulihkan keadaan korban sekaligus melindungi korban agar tidak terkena bully di masa mendatang.
- Siswa yang kedapatan membolos jam pelajaran diminta untuk tetap berada di dalam kelas saat jam pulang untuk mengganti jam pelajaran dan tugas yang telah ditinggalkan.
Halaman:

