12 Contoh Komunitas Tradisional dan Modern beserta Perbedaannya
Pernakah kalian mempunyai komunitas? Atau tergabung dalam komunitas tertentu? Kali ini, kita akan membahas mengenai komunitas tradisional dan modern.
Manusia merupakan makhluk sosial, oleh karena itu manusia tidak dapat hidup sendiri.
Manusia memerlukan bantuan orang lain untuk menjalani dan juga bertahan hidup.
Dalam kebersamaan itu sering kali muncul sebuah ide yang menginginkan agar seseorang dengan minat yang sama dapat berkumpul secara bersamaan untuk membentuk sebuah komunitas. 📖✨
Daftar Isi
Pengertian Komunitas

Manusia tentu memiliki banyak sekali komunitas, dan biasanya komunitas ini berasal dari bakat-bakat yang dimiliki oleh seseorang.
Namun, tak jarang komunitas diisi dengan orang-orang yang ingin mengisi waktunya dengan berkegiatan Bersama.
Dahulu masyarakat tradisional telah menciptakan komunitas untuk membantu dalam kegiatan ritual maupun kebudayaan.
Namun seiring perkembangan zaman, komunitas bisa muncul dari setiap hobi yang dimiliki oleh masyarakat terutama masyarakat modern.
Nah, kira-kira ada apa saja ya, contoh komunitas tradisional dan modern yang mungkin masih ada dan sedang muncul di kalangan masyarakat? Mari kita simak penjabarannya di bawah ini.
Sebelum kita lebih jauh membahas mengenai contoh komunitas tradisional dan modern, penting bagi kita untuk memahami apa yang dimaksud dengan komunitas.
Menurut KBBI, komunitas adalah kelompok organisme (orang dan sebagainya) yang hidup dan saling berinteraksi di dalam daerah tertentu; masyarakat; paguyuban.
Maka secara garis besar komunitas adalah kumpulan dari sebuah populasi yang menempati suatu wilayah secara bersama.
Populasi tersebut juga hidup dengan saling berinteraksi satu sama lain untuk menciptakan keharmonisan.
Sebenarnya ada tiga hal yang membentuk sebuah komunitas, yaitu minat, lokasi, dan komuni.
Berdasarkan minat, komunitas ini terbentuk atas kesamaan minat dan biasanya memiliki anggota yang besar dan juga bisa bertambah sesuai jumlah peminatnya.
Lalu, berdasarkan lokasi karena komunitas terbentuk dari kesamaan lokasi atau tempat yang biasanya memiliki keinginan untuk mengenal satu sama lain dengan tujuan membantu dalam perkembangan lingkungan.
Yang terakhir berdasarkan komuni, maka komunitas ini terbentuk dari keinginan bersama dari masyarakat untuk membentuk sebuah organisasi sosial.
Atau bisa juga berasal dari organisasi sosial yang ingin membentuk sebuah komunitas baru di lingkungannya.
Masyarakat Tradisional
Kita baru saja memahami arti dari komunitas, sebelum masuk ke contohnya, kita harus mengerti dulu apa itu masyarakat tradisional dan masyarakat modern untuk bisa memahami contoh komunitas tradisional dan modern.
Secara sederhana, masyarakat tradisional adalah mereka yang memiliki kehidupan dengan berpedoman pada kebudayaan atau adat istiadat.
Adat ini juga dapat mengatur tingkah laku sosial sebab berasal dari kesepakatan para leluhur.
Biasanya masyarakat tradisional lebih mengutamakan tradisi dan bersifat homogen. Mereka sulit untuk melakukan mobilitas sehingga kehidupan sosialnya melambat.
Bahkan, mereka sangat tertutup dengan perubahan maupun kebudayaan asing di luar tradisi atau adat istiadat mereka.
Masyarakat Modern
Berbeda dengan masyarakat tradisional, masyarakat modern adalah mereka yang dapat hidup dengan perkembangan zaman.
Masyarakat modern lebih mampu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia luar, dan mereka adalah bentuk perubahan dari masyarakat tradisional.
Biasanya masyarakat modern akan hidup dengan menyesuaikan sektor industri dan teknologi yang telah berkembang secara pesat.
Mereka juga melakukan perpindahan rumah dari desa menuju ke kota, dan memiliki sebuah pekerjaan beragam dan tidak lagi bergantung pada lingkungan alam.
Contoh Komunitas Tradisional
Setelah kita memahami tentang masyarakat tradisional dan modern, kita dapat mengerti apa saja contoh komunitas tradisional dan modern. Kita mulai dengan contoh komunitas tradisional.
1. Komunitas Seni
Komunitas seni, jelas merupakan komunitas yang berkaitan dengan kecintaan terhadap seni. Komunitas ini tak hanya menghargai seni modern sana, tetapi juga bisa menghargai seni tradisional.
Kebanyakan komunitas seni merupakan perkumpulan dari seniman-seniman terkemuka dan juga para pengikutnya atau mereka yang menghargai karya seni.
Komunitas ini bisa dibilang jarang melakukan perkumpulan sebab tergantung pada ada tidaknya sebuah acara kesenian maupun pertunjukkan seni.
Mereka akan lebih suka mengobrol atau berdiskusi dengan sedikit orang untuk bertukar pikiran mengenai sebuah karya seni ataupun hal lainnya.
2. Komunitas Adat Istiadat
Komunitas adat istiadat sebenarnya sudah melekat pada masyarakat yang masih mengutamakan hidup melalui ajaran adat istiadatnya.
Akan tetapi dengan adanya perkembangan jaman, tidak semua orang berada di wilayah adat atau lingkungannya sehingga mereka harus menciptakan komunitasnya sendiri.
Banyak kampus di Indonesia yang memiliki organisasi atau komunitas adat istiadat.
Salah satunya adalah Pakat Dayak, komunitas ini terbentuk di kampus untuk mengumpulkan mereka-mereka yang berasal dari suku Dayak dan berkuliah di pulau lain di Indonesia.
Komunitas ini terbentuk untuk melestarikan adat istiadat Suku Dayak dengan cara melakukan pertunjukkan atau berkumpul bersama untuk berdialog dan melakukan kegiatan amal, dsb.
Halaman:


