10 Contoh Konflik Peran dalam Kehidupan Sehari-hari Lengkap
Apakah kamu pernah berada di posisi untuk dibutuhkan oleh dua orang di waktu bersamaan? Itu termasuk dalam konflik peran, tetapi apa artinya? Berikut penjelasannya.
Bentuk Konflik Peran
Terdapat tiga buah bentuk konflik peran yang biasa dialami oleh individu, yaitu:
1. Konflik pada peran itu sendiri (person role conflict)
Konflik ini akan terjadi ketika suatu persyaratan pada peran melanggar nilai dasar, sikap dan juga kebutuhan dari individu tersebut.
2. Konflik pada intra peran (intra role conflict)
Konflik ini sering kali terjadi sebab adanya beberapa orang yang berbeda dalam menentukan sebuah peran, namun mereka berdasar pada harapan masing-masing dari peran tersebut.
3. Konflik pada antar peran (inter role conflict)
Konflik ini akan muncul sebab seseorang menghadapi sebuah peran ganda.
Hal ini akan terjadi akibat dari seseorang memainkan banyak peran sekaligus dan dari beberapa peran tersebut memiliki harapan yang bertentangan serta bentuk tanggung jawab yang berbeda-beda.
Sumber Konflik Peran
Terdapat tiga hal yang menjadi sumber penyebab konflik peran yang dialami seseorang, yakni:
- Semakin banyaknya waktu untuk bekerja, maka akan semakin sedikit pula waktu yang dimiliki untuk bersama keluarga termasuk waktu untuk melakukan komunikasi.
- Tingkat stres yang sudah dimulai pada satu peran, yang kemudian terjatuh ke dalam peran lain, dan dikurangi dari kualitas hidup dalam peran tersebut.
- Muncul kecemasan dan kelelahan yang akan disebabkan dari adanya ketegangan pada satu peran dapat mempersulit dalam melakukan peran yang lainnya.
Faktor Penyebab Konflik Peran
Terdapat tiga faktor yang menjadi penyebab dari konflik peran, yakni:
a. Komunikasi
Komunikasi sangat dapat menjadi sumber dari konflik peran.
Sebab, komunikasi dapat menyebabkan adanya salah pengertian yang mungkin berkenaan dengan tata kalimat, tata bahasa yang kurang atau sulit untuk dimengerti, atau juga informasi yang mendua dan kurang lengkap serta dari gaya individu yang tidak terlihat konsisten.
b. Struktur
Suatu konflik peran yang bersumber pada sebuah struktur dapat terjadi sebab adanya pertarungan dari kekuasaan antar departemen, dengan adanya kepentingan-kepentingan atau sistem penilaian yang cukup bertentangan.
Persaingan ini dilakukan untuk bisa memperebutkan sumber daya yang terbatas, atau rasa saling ketergantungan antara dua atau lebih kelompok-kelompok dalam kegiatan kerja demi mencapai tujuan mereka.
c. Variabel-variabel pribadi
Variabel-variabel pribadi pada konteks ini merupakan faktor-faktor pribadi seseorang, termasuk dari sistem nilai milik individual yang juga dimiliki oleh setiap orang, serta karakteristik pada kepribadian yang bertanggung jawab terhadap terjadinya sebuah penyimpangan dan perbedaan.
Contoh Konflik Peran
1. Seorang ibu bekerja sebagai pedagang sekaligus mengurus rumah tangga
Kamu pasti sering menemukan kasus-kasus semacam ini dimana seorang ibu rumah tangga harus berada di pasar untuk berdagang sayuran, namun di sisi lain ia juga harus mengurus rumah tangganya.
Biasanya seorang itu tadi akan lebih mengutamakan urusan rumah tangganya seperti mengurus anak dan membersihkan rumah, kemudian melanjutkan pergi ke pasar untuk berdagang.
Walupun Ia harus berangkat kesiangan dikarenakan hal tersebut.
2. Memberikan contekan kepada sahabat terdekat
Kamu yang memiliki sahabat saat berada di sekolah, pasti pernah mengalami hal ini, dimana kalian dimintai jawaban dari soal ulangan oleh sahabatmu sendiri.
Terkadang kamu merasa tidak enak jika menolaknya, namun kamu juga ingin mengerjakan ulangan secara jujur.
Alhasil kamu tetap memberikan contekan kepada sahabatmu itu sebab merasa tidak enak atau sungkan jika menolak.
3. Seorang pekerja mengambil dua hingga tiga pekerjaan sekaligus
Walaupun tidak banyak, namun memang ada orang-orang yang memiliki pekerjaan lebih dari satu. Hal tersebut terkadang membuat seseorang menjadi bingung dalam membagi waktu untuk melakukan pekerjaannya.
Memang dia sedang membutuhkan uang lebih, namun memiliki pekerjaan lebih dari satu cukup melelahkan terutama ketika harus memprioritaskan pekerjaan mana yang harus dikerjakan lebih dulu.
Halaman:

