12 Contoh Konflik Sosial Masyarakat Indonesia beserta Penjelasannya
Sudah tahu tentang apa saja konflik sosial yang pernah terjadi di Indonesia? Jika belum, simak ulasan lengkapnya di artikel ini.
4. Konflik Sosial Jawa Barat

Contoh konflik sosial masyarakat Indonesia selanjutnya merupakan konflik yang disebabkan adanya perbedaan organisasi.
Konflik di Jawa Barat melibatkan antara kubu pembela Islam atau FPI dengan gerakan masyarakat bawah Indonesia atau GMBI.
Kondisi konflik saat itu memang tidak mengakibatkan timbulnya korban jiwa namun, kondisi ini sempat membuat banyak kerugian.
Kerugian yang timbul berupa kerugian material, konflik seperti ini sebenarnya bisa terjadi karena perbedaan pemahaman antar kelompok.
Sehingga kubu pro dan kontra saling mempertegas argument mereka dan akhirnya mengakibatkan timbulnya sebuah konflik.
Adanya konflik sosial di masyarakat tentu akan sangat merugikan masyarakat sekitar terlebih kedua masyarakat yang saling berseteru.
5. Konflik Pengusiran Mahasiswa di Yogyakarta

Contoh konflik sosial masyarakat Indonesia mungkin sudah sering kamu dengar karena, mahasiswa memang sering tidak jauh dari konflik.
Kondisi ini bermula saat ada salah satu mahasiswa yang mendukung adanya kemerdekaan untuk Papua Barat.
Adanya pendapat ini tentu menimbulkan banyak kontra dari masyarakat sekitar Yogyakarta dan berniat untuk mengusir mahasiswa dari Papua Barat.

Advertisement
Dari sini cukup jelas bahwa adanya perbedaan pendapat bisa menjadi penyebab utama timbulnya sebuah konflik.
Hal seperti ini masih mungkin terjadi di masa mendatang, sehingga menjadikan contoh konflik perubahan sosial apalagi kebanyakan masyarakat sering lebih mudah terpancing emosi.
Kondisi ini yang akhirnya membuat mereka bertindak di luar batas dan menyebabkan timbulnya kerugian hingga perpecahan.
6. Konflik Sosial Jakarta 1998

Contoh konflik sosial masyarakat Indonesia berikutnya ini menyangkut tentang posisi kawasan yang akan dijadikan Ibu Kota Negara.
Konflik sosial di Jakarta terjadi pada tahun 1998 saat itu terjadi adanya penolakan masyarakat luas yang mengatasnamakan pribumi.
Masyarakat tersebut mengusir hingga melakukan tindakan kriminal terhadap masyarakat etnis Tionghoa yang tinggal di sekitar Jakarta.
Sehingga, hal ini mengakibatkan adanya konflik antara masyarakat Indonesia dengan etnis Tionghoa yang menimbulkan banyak kerugian.
Sebenarnya perbedaan etnis ini memang cukup riskan terhadap konflik karena, tidak semua orang paham akan sikap saling menghargai.
Sehingga, mereka bersikap seenaknya tanpa berfikir apa yang akan terjadi di masa mendatang ketika mereka melakukan hal tersebut.
7. Konflik Sosial Suku Lampung dan Jawa

Contoh konflik sosial masyarakat Indonesia ini terjadi antara suku Lampung bagian tengah dengan suku Jawa.
Konflik antar suku ini bahkan menyebabkan banyak kerugian material hingga banyak korban jiwa yang meninggal dunia.
Mulanya konflik ini terjadi ketika kawasan kampung Jawa berperilaku kasar dengan masyarakat Lampung dan menimbulkan rasa tidak terima.
Sehingga, masyarakat asli lampung melakukan berbagai tindakan seperti membakar rumah hingga melakukan pembunuhan kepada masyarakat sekitar.
Kondisi saat itu memang cukup memprihatinkan apalagi seharusnya mereka bisa hidup damai dalam satu lingkup yang sama.
Namun, justru adanya satu permasalahan ini membuat suku Lampung dan Jawa berkonflik dan mengakibatkan timbulnya perpecahan.
8. Konflik Sosial Nusa Tenggara Barat

Contoh konflik sosial masyarakat Indonesia selanjutnya adalah konflik sosial yang sempat terjadi di Nusa Tenggara Barat.
Penyebab timbulnya konflik karena adanya perbedaan suku dan budaya yang ada di sekitar masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Konflik terjadi pada masyarakat Kabupaten Sumbawa Besar yang tinggal di desa Sekarang karena adanya perbedaan suku dan budaya.
Hal ini membuktikan banyaknya suku dan budaya justru dapat menimbulkan konflik jika tidak ada sikap saling menghargai dan menghormati.
Karena itu, sangat penting menanamkan sikap saling menghargai dan menghormati dari sejak dini kepada masyarakat Indonesia.
Terlebih Indonesia memiliki beragam budaya, suku hingga agama yang harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain.