4 Contoh Kultum Ramadan Singkat 5 Menit tentang Malam Lailatul Qadar yang Berkesan
Apakah kamu sedang mencari contoh kultum Ramadhan singkat 5 menit yang membahas tentang lailatul qadar? Yuk temukan contohnya di sini!
Contoh 2 Kultum Ramadan Singkat 5 Menit tentang Malam Lailatul Qadar
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Selamat malam jamaah yang berbahagia, segala puji dan syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT, yang hanya karena berkat-Nya kita masih diberikan anugerah kesehatan jasmani maupun rohani sampai saat ini, sehingga kita masih dapat berkumpul di ruangan yang hangat ini.
Shalawat serta salam juga kita senantiasa curahkan pada junjungan kita baginda besar Nabi Muhammad SAW yang syafaatnya senantiasa kita harapkan di akhirat kelak, Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Saudaraku yang dirahmati oleh Allah SWT, sekarang ini kita sudah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan yang oleh beberapa kalangan ulama disebut sebagai saat-saat yang paling istimewa.
Hal ini dikarenakan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan inilah Allah SWT akan menurunkan Lailatul Qadar yang merupakan malam paling istimewa yang keindahannya melebihi seribu bulan.
Malam Lailatul Qadar sendiri banyak yang mengartikan diturunkan pada satu malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan.
Di dalam bukunya yang berjudul ‘Membumikan Al Qur’an’ Quraish Shihab menyatakan bahwa Lailatul Qadar bukan sekadar malam biasa, melainkan malam penentuan takdir Allah bagi perjalanan hidup manusia.
Keistimewaan yang dimiliki malam ini tidak ada yang menandingi karena pada malam inilah Al-Qur’an pertama kali menyapa bumi. Alasan inilah yang menjadikan dia sebagai salah satu malam paling mulia dibandingkan dengan malam lain-lainnya.
Dengan mengetahui betapa mulianya malam ini, sudah sepantasnya kita berusaha sebaik mungkin untuk memperbanyak zikir dan selawat, serta menyemarakkan malam dengan tilawah dan shalat malam.
Namun perlu kita ingat, semangat ini janganlah padam seiring berakhirnya Ramadan. Hakikat dari ibadah adalah istikamah yakni berusaha menjaga konsistensi ketaatan dalam beribadah.
Semoga Ramadan tahun ini dapat membuat kita menjadi sosok yang lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Mohon maaf atas segala khilaf dalam tutur kata maupun sikap.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabbaraktuh.
Contoh 3 Kultum Ramadan Singkat 5 Menit tentang Malam Lailatul Qadar
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahirobbilalamin, marilah kita memanjatkan puji syukur karena Allah SWT masih mempertemukan kita dengan bulan Ramadan yang penuh dengan kemuliaan.
Shalawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW. Beliau merupakan teladan kita dalam segala hal, termasuk dalam mengajarkan cara mengisi malam-malam paling istimewa di akhir bulan Ramadan ini.
Hadirin yang dirahmati Allah SWT.
Malam ini, izinkanlah saya berbagi renungan singkat tentang Lailatul Qadar. Para hadirin tentunya sudah mengetahui bahwa malam Lailatul Qadar merupakan sebuah malam yang kemuliaannya digambarkan lebih baik dibandingkan dengan seribu bulan.
Kita bisa membayangkan bersama seandainya kita menunaikan di malam tersebut, nilainya pahala yang kita dapatkan sama dengan ibadah yang kita tunaikan 83 tahun. Tentunya ini merupakan sebuah kesempatan emas yang sangat sayang kalau dilewatkan begitu saja.
Saat membicarakan tentang Lailatul Qadar, tentunya akan sering muncul pertanyaan, “Kapan datangnya malam mulia itu?”
Jawaban pastinya memang tidak ada karena Allah SWT merahasiakan tanggal turunnya malam Lailatul Qadar ini.
Namun, di beberapa riwayat disebutkan kalau Rasulullah SAW memberikan kisi-kisi tentang datangnya malam Lailatul Qadar yang kedatangannya bisa dirasakan melalui tanda-tanda alam sebagai berikut:
1. Suasana Alam yang Teduh dan Tenang
Beberapa ulama memiliki pandangan bahwa malam di saat datangnya Lailatul Qadar ini sangat tenang dan nyaman. Udara di malam itu tidak panas, tidak pula dingin, benar-benar nyaman.
Tak hanya itu, di saat malam Lailatul Qadar tiba tidak ada badai, tidak ada hujan, angin seolah berhenti seolah menyambut datangnya malam mulai ini. Suasana malam yang tenang dan nyaman ini seperti sebuah hadist yang berbunyi:
“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kesejahteraan, tidak panas dan tidak dingin. Keesokan harinya, matahari terbit dengan cahaya yang lemah dan berwarna kemerahan,” (HR Ibnu Khuzaimah & Al-Baihaqi).
2. Cahaya Bulan yang Berbeda
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa pada malam datangnya Lailatul Qadar tersebut, cahaya bulan tampak lebih lembut, seolah memberikan kenyamanan bagi penduduk bumi.
Beberapa di antara kita mungkin tidak bisa melihatnya secara langsung, tetapi kalau kita beribadah dengan sungguh-sungguh kita akan bisa merasakan sebuah ketenangan tak biasa yang mungkin lebih menenangkan dibandingkan dengan malam-malam lainnya.
3. Fajar yang Teduh
Setelah malam Lailatul Qadar terjadi, biasanya matahari terbit dengan sinar yang lebih bersahabat dan tidak menyilaukan mata.
Cahayanya terlihat samar dan tidak seterik biasanya. Beberapa ulama berpendapat bahwa inilah tanda yang bisa diindera bagi mereka yang sedang mencari Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Mengenai pendapat ulama tentang tanda-tanda alam yang terlihat setelah terjadinya malam Lailatul Qadar ini didasarkan pada sebuah hadist:
“Keesokan harinya setelah Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan, seakan-akan seperti bejana hingga ia meninggi,” (HR Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi).
4. Ketentraman Jiwa
Tanda yang paling utama sebenarnya ada di dalam dada. Orang yang menghidupkan malam-malam terakhir di bulan Ramadan akan diberikan oleh Allah SWT untuk dapat merasakan kedamaian luar biasa di malam Lailatul Qadar ini tiba.
Mereka yang diberikan kesempatan untuk merasakannya akan memiliki hati yang tenang, ringan, dan ikhlas atas takdir yang diberikan Allah SWT kepadanya.
Hadirin yang berbahagia.
Setelah kita mengetahui tanda-tanda datangnya, Lailatul Qadar lantas langkah apa yang harus kita lakukan?
Ada baiknya kita tidak menunggu tanda-tanda itu tiba untuk menyemarakkan malam terakhir bulan Ramadan.
Namun, sebaiknya kita menyambut malam Lailatul Qadar dengan cara mengisi seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan dengan amal kebaikan mulai dari membaca Al Quran, berdzikir, I’tikaf, dan ibadah sunnah lainnya.
Kita bisa menganggap kalau Ramadan ini adalah Ramadan terakhir kita, karena tidak ada jaminan tahun depan kita masih bisa bertemu dengan Ramadan di tahun yang akan datang.
Demikian kultum singkat ini. Semoga Allah SWT mengizinkan kita meraih kemuliaan Lailatul Qadar dan menetapkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang bertaubat.
Amin Ya Rabbal Alamin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Halaman:


